
Dia juga kemudian melirik Jin Shan yang tengah tersenyum
"Aku iri padamu Zhuting, bukannya meninggal, tapi kau malah lahir di tubuh seorang anak yang memiliki keluarga yang saling menyayangi. Kelak, jika aku memiliki seorang gadis yang aku sukai, aku tidak akan menduakan dirinya. Memiliki satu wanita sudah sangat cukup daripada aku harus melihat anak-anakku kelak saling membenci.."
Setelah tenang, dia juga kemudian ikut tersenyum. Dia mengacak rambut Jin Shan yang tidak lagi panjang.
"Kau beruntung!"
"Uhm, sangat.."
Setelah mereka semua saling menyapa, Jin Lien kemudian dengan serius menatap semuanya.
Dia kemudian mengernyit saat merasakan aura akrab seseorang. Jin Lien tersenyum kecil dan melihat ke sudut
"Paman! Jangan bersembunyi! Keluar dulu, aku ingin mengatakan sesuatu.."
Dari sudut ruangan, Jun Kaili keluar dengan senyum salah tingkah miliknya. Jin Tian dan yang lainnya sweatdrop melihat Jun Kaili.
"Kau kebiasaan, hanya melihat dalam gelap saja.."
"Hehehe, maaf saudara Tian. Aku juga baru sampai.."
Kaisar dan permaisuri yang mengenal siapa Jun Kaili juga ikut tersenyum dan mempersilakan Jun Kaili untuk duduk.
Setelah Jun Kaili duduk, Jin Lien kembali ke wajahnya yang serius.
"Apa yang ingin kau katakan, Lien kecil?"
Jin Lien terdiam untuk beberapa saat, berpikir apakah tidak masalah untuk mengatakan sesuatu yang akan mengejutkan semuanya.
Jin Lien menghela napas kemudian dia bertekad dan mengatakan semuanya.
"Lien adalah pemilik Dunia kecil."
Krik
Krik
Krik
__ADS_1
Semua terdiam mendengar pengakuan Jin Lien yang menurut mereka tidak masuk akal.
Bisakah seseorang memiliki dunia kecil secara pribadi?
Jin Lien sudah menebak semua akan seperti ini, dia kemudian melanjutkan penjelasannya.
"Awalnya, Lien bukanlah pemilik dunia kecil itu. Sebelum Lien menjelaskan tentang dunia kecil, Lien akan mengatakan satu rahasia Lien pada kalian semua.."
Jin Gaoqi memandang Jin Lien dengan serius, dia sangat yakin jika Jin Lien akan mengatakan dunia asal dirinya dan Jin Lien berasal.
Dia meneguk ludah paksa dan menegang, Jin Lien tentu tahu jika Jin Gaoqi takut kalau dirinya tidak akan diterima. Namun, Jin Lien sudah siap dengan segala kemungkinan.
Jin Lien kemudian memandang Mu Xue dalam dan mulai membuka mulutnya untuk berbicara.
"Ibu! Lien bukanlah anak ibu, Lien hanya Jiwa dari dunia yang sama sekali berbeda dengan dunia ini. Tubuh Lien di dunia sana telah meninggal dan entah bagaimana, Jiwa Lien memasuki tubuh seorang bayi yang baru berusia satu tahun.."
Mu Xue menegang dan air matanya secara otomatis membasahi pipinya. Namun, dia dengan cepat rilex, meski dia dibanjiri air mata, tapi ada senyum tulus yang terukir di bibirnya.
"Waktu aku terbangun di tubuh ini, aku melihat ibu terbaring kaku dan hidup ibu hanya setipis helai benang. Beruntung, dimensi lotus milikku mengikutiku hingga ke dunia ini, sehingga aku bisa menyelamatkan ibu. Ibu ingat waktu itu, Lien menjelaskan jika Lien tiba-tiba memiliki kecerdasan? Itu bohong ibu, Lien kalian sudah meninggal dan aku yang menggantikan tempatnya, bahkan Jiejie tidak aku beritahu.."
Hong Zhuang yang berada di samping Jin Lien, memegang tangan Jin Lien yang kini mengepal erat.
Di Zheng Jue yang paling dewasa di antara semua anak-anak Jin Lien, segera memeluk Jin Lien guna menenangkan sang ibu.
Tanpa Jin Lien tahu, Mu Xue dan Jin Tian telah menangis mendengar apa yang dikatakan Jin Lien, Niu'er juga bahkan tidak bisa untuk tidak sedih.
Mereka semua sebenarnya selalu memiliki kecurigaan pada Jin Lien yang selalu memiliki barang-barang aneh.
Jun Kaili dan Mu Jing Yu saling melirik, di wajah mereka juga ada guratan kesedihan.
Kebingungan mereka tentang kejeniusan Jin Lien akhirnya terjawab.
Mu Xue dan Jin Tian berdiri dan segera memeluk Jin Lien yang kini tidak sanggup Lagi untuk mengangkat wajahnya..
"Nak! Lien'er! Tidak peduli siapa dirimu. Sejak aku bangun saat itu, aku telah memiliki perasaan aneh begitu menatap dirimu. Aku tahu, Lien yang berdiri di depanku saat itu bukanlah Lien yang sama lagi. Perasaanku sebagai seorang ibu, tidak mungkin mengkhianati diriku. Namun, kau ada di tubuh Lien ku, Lien yang aku lahirkan dengan susah payah menyatu dengan Lien yang menyelamatkan hidupku. Keduanya tidak berbeda, meski Lienku telah tiada, setidaknya ada dirimu yang menggantikan dirinya. Nak! Dengar! Tidak peduli siapa dirimu, kau adalah Lien kecilku.."
"Apa yang dikatakan ibumu benar, Lien kecil. Tidak peduli siapa dirimu, kau tetaplah anak kami.."
Jin Lien mengangkat wajahnya yang telah basah oleh air mata. Dia menatap Jin Tian dan Mu Xue dengan penglihatan kabur sebab terhalang oleh air mata.
__ADS_1
"Huweeeeee..." Jin Lien menangis keras. Dia memeluk Jin Tian dan Mu Xue dengan erat.
Semua yang berada di ruangan itu juga ikut mengeluarkan air mata, karena terharu sekaligus sedih.
Jin Lien tidak pernah menyangka jika kedua orangtua yang membesarkannya sangat mudah untuk menerima dirinya. Dia bersyukur pada Tuhan karena telah memberinya kesempatan
"Gege!"
Jin Tian melepaskan pelukannya dari Jin Lien dan menatap adik perempuannya.
"Ada apa Qiqi?"
"Bolehkah aku jujur?"
"Katakan!"
"Aku juga berasal dari dunia yang sama dengan Lien'er, keluarga Fu telah menyiksa pemilik asli tubuh ini hingga tidak sanggup lagi untuk bertahan, di saat dia akan meninggal dan bertepatan juga aku meninggal, jiwanya menarikku dan memohon padaku untuk menggantikan dirinya dan mencari dirimu. Setahun aku berlatih secara diam-diam dan telah menghancurkan keluarga busuk itu, setelah mereka hancur dan binasa, aku pergi dan mencarimu.."
Jin Tian menegang lalu menatap serius pada Jin Gaoqi.
"Apakah kau serius telah menghancurkan keluarga itu?"
"Ya. Seluruh keturunan mereka telah aku bunuh.."
"Bagus, aku berterima kasih padamu Qiqi. Sama dengan Lien'er, tidak peduli siapa dirimu, kau tetaplah adikku.."
Zhang Yu yang mendengar semua itu juga menatap serius pada Jin Gaoqi. Jin Gaoqi juga menatap Zhang Yu.
"Jadi, apa keputusanmu setelah mendengar pengakuanku?"
Zhang Yu terkekeh pelan dan mengacak surai pirang Jin Gaoqi.
"Jawabanku tetap sama, kau adalah tunanganku dan akan selamanya menjadi wanitaku.."
Jin Gaoqi membuang muka, terlihat jelas ada rona merah di pipinya. Jin Shan tersenyum melihat pemandangan di depannya, dia bersyukur bisa berada di tengah-tengah keluarga yang sangat baik dan saling menerima.
Dia tidak sadar jika dirinya juga telah dipandangi oleh seluruh ruangan.
"Ehem, Shanshan! Apakah ada sesuatu yang ingin kau beritahukan juga?"
__ADS_1
.....