Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 180


__ADS_3

"Siapa? Siapa yang berani membocorkan rencanamu yang sangat bagus. Siapa mata-mata itu. Aku akan membunuhnya."


Sementara Dongfang Ye terus mengutuk di benaknya, Mo Feng dan Mo Fair muncul dengan senyum jahil di bibir mereka.


Di belakang mereka, Jin Gaoqi dan lima sosok kecil memegang Bazoka mengikuti.


"Paman Dongfang, apakah kau menyukai hadiah kami?"


"Kalian...." Dongfang Ye tidak pernah menduga jika dua pangeran tak berguna akan menyergap dirinya ketika akan memulai kelalaian di Kekaisaran Xiling.


"Da Ge, dia bukan laman Dongfang tapi pemimpin Tengkorak Merah. Ingat, tengkorak merah harus selesai hari ini."


Mo Feng membenarkan alamat Mo Fai ketika menyebut Dongfang Ye. Di bibir mereka , senyum jahil tidak pernah menghilang, tapi mata mereka bersinar dengan cahaya dingin dan niat membunuh yang begitu tebal.


Dongfang Ye sangat marah, dia bahkan tidak menyangka jika dua pangeran tak berguna bahkan mengetahui identitas aslinya.


"Selama kami di sini, Tengkorak Merah tidak akan pernah masuk ke Kekaisaran Xiling."


Suara Mo Fai sangat tegas dan di penuhi kekejaman. Jin Gaoqi memberi kode pada cucu ponakannya untuk mengambil posisi menembak.


Setelah berbicara, Mo Fai, Mo Feng dan Niu'er segera maju untuk menyerang Dongfang Ye.


Tiga lawan satu tidak adil memang, tapi dalam perang semua cara adalah adil.


Mo Fai, Mo Feng, dan Niu'er membawa Dongfang Ye menjauh dari pasukannya. Baru setelah itu, Jun Kaili muncul dengan prajurit demon.


Hal tersebut tentu mengejutkan para anggota Tengkorak merah yang selamat dari serangan kejutan tadi.


Sekali lagi, Jin Gaoqi dan lima sosok kecil menembak dan menghancurkan banyak dari anggota Tengkorak merah.


Anggota Tengkorak Merah yang masih tersisa menatap rekan mereka dengan sedih.


Mereka tidak lagi tinggal diam dan langsung menyiapkan jurus terkuat mereka untuk menyerang Jun Kaili dan yang lainnya.


Qi spiritual yang sangat lekat mengelilingi mereka hingga jurus terkuat mereka terbentuk.


Tidak bisa dipungkiri jika fluktuasi di udaraembiag hati serial orang bergetar, serangan dengan teknik terkuat seperti itu, dan dalam jumlah banyak pasti akan membunuh lawan hanya dengan sekali tembak.


Jin Gaoqi, Jun Kaili dan prajurit demon memandang dengan dingin pada jurus seni beladiri tengkorak merah.

__ADS_1


Zheng Jue berkedip beberapa kali dan meletakkan bazoka miliknya, melihat Zhen Jue bergerak, empat lainnya juga mengikutinya dan berdiri paling depan.


Simpul rumit dengan mereka jalankan di kedua jarinya. Namun, berbeda dengan anggota Tengkorak merah yang di keliling oleh Qi Spiritual ketika jurus itu akan terbentuk, Zheng Hua dan yang lainnya tidak dikelilingi oleh Qi spiritual. Namun anomali udara di sekitar mereka tidak bisa diabaikan.


"Nenek bibi! Kakek Jun! Segera siapkan jurus terkuat kalian. Setelah kami menghalau jurus mereka, kita kalian akan menyerang dengan sekali tembak dan menghancurkan mereka.


"Oke."


Jun Kaili terkekeh melihatima sosok kecil berdiri paling depan tanpa rasa takut.


Blood Eagle Kill


Jurus yang membentuk sosok elang darah dari beberapa ribu anggota Tengkorak merah segera dilepaskan dan mengarah pada Kelompok Jun Kaili.


Jika serangan tidak bisa dihalau makan yang lebih dulu mati adalah lima bocah kecil yang berdiri paling depan dengan gagah berani tanpa rasa takut sedikitpun.


Dongfang Ye yang melihat hal tersebut tersenyum kemenangan, karena mengira jika anak buahnya akan menghancurkan kelompok di orang yang tak tahu apa itu kematian.


Begitu elang darah memiliki jarak yang sangat dekat, Zheng Jue dan yang lainnya juga meneriakkan nama jurus mereka.


Mirror Shield


Boooooom


Dhuuuuuaaaaaarrrr


Ledakan besar akhirnya terjadi, tapi serangan itu tidak menghancurkan Perisai cermin yang dibentuk oleh Zheng Jue dan yang lainnya, tapi malah memantul kembali ke arah mereka.


Bertepatan dengan jurus tingkat tinggi Jun Kaili dan yang lainnya juga di lepas ke arah para anggota Tengkorak merah.


Ketika mereka melihat elang darah akan mengenai musuh Zheng Jue dan yang lainnya mereka di kejutkan dengan serangan mereka yang dipantulkan kembali ke arah mereka dan serangan balasan juga datang tanpa sempat mereka membentuk perlawanan.


Boooooom


Booooom


Sekali lagi ledakan dengan skala besar terjadi dan menghancurkan area di sekitarnya.


Dongfang Ye yang melihat serangan tersebut telah berkeringat dingin, tanpa dia sadari jika pedang Mo Feng berhasil menggores tangannya karena dia lengah.

__ADS_1


"Dongfang Ye, kawanmu adalah kami. Jangan alihkan perhatianmu di depan musuhmu!"


"S*alan."


Dongfang Ye segera kembali fokus dan tidak peduli lagi dengan dampak yang ditimbulkan oleh seorang dengan skala besar itu.


Zheng Jue tersenyum puas melihat efek dari serangan mereka. Jun Kaili dan Jin Gaoqi bahkan terkejut dengan jurus Zheng Jue bersaudara.


Itu hanya jrurs perisai sederhana, tapi efeknya tidak hanya melindungi mereka. Itu juga memantulkan serangan dari lawan.


Begitu asap tebal menghilang, Zheng Jue dan yang lainnya melihat musuh yang tidak lagi bisa berdiri menandakan jika mereka tewas dengan jurus mereka sendiri.


"Hehehehe ini baru dinamakan Senjata makan tuan. Betapa tragisnya itu." Zheng Yue mencibir dan segera mengalihkan pandangan mereka di mana Mo Fai, Mo Feng dan Niu'er bertempur dengan Dongfang Ye.


Terlalu malas melihat mereka, Zheng Jue mengajak emaot adiknya untuk melakukan hal yang tertunda selama mereka meninggalkan kediaman Jin.


Zheng Jue membuka laptop dan menyalakannya. Begitu. Laptop menyala, dia langsung mengecek pasar saham.


Dia mengangguk puas ketika sahamnya miliknya semua normal sehingga uang yang dia hasilkan tidak akan pernah kurang.


Tidak hanya Zheng Jue, tapi juga emapt soal kecil lainnya sibuk dengan urusan mereka sendiri, tidak saling mengganggu.


Begitu mereka sibuk, mereka tidak akan memperhatikan suasana di sekitar mereka yang membuat Jin Gaoqi dan Jun Kaili menghela napas.


Bisa dibilang, mereka telah mengetahui kebiasaan dua puluh saudara dan saudari itu selama tinggal di kediaman keluarga Jin.


Setelah mereka sibuk, mereka akan mengabaikan sekitar mereka. Jika tidak ada hal penting atau bahaya, mereka tidak akan tergerak oleh apapun.


Di sisi lain, pertarungan tiga lawan satu masih berlangsung. Mereka tidak lagi dalam keadaan rapi, meski begitu, penampilan Niu'er, Mo Fai dan Mo Feng terlihat lebih bagus daripada penampilan Dongfang Ye yang sangat berantakan.


Melihat jika anak buahnya tidak ada yang selamat, dia sangat marah.


Rencana yang dibentuknya dengan sempurna ternyata masih gagal. Dia gagal memenuhi keinginan terbesar ayahnya.


Ketika dia linglung dua pedang sukses menembus jantungnya. Dia memandang Mo Feng dan Mo Fai dengan penuh kebencian.


Dia akhirnya mati di tangan dua orang yang dia anggap tidak berguna, sungguh ironis.


......

__ADS_1


__ADS_2