
Ketika malam sebelum lima hari yang ditentukan Dongfang Ye akan tiba, dia sangat bersemangat dan berjalan ke arah di mana pohon hitam berada.
Ada senyum di bibirnya, rencana kali ini harus berhasil agar ayah dapat kembali ke tubuh aslinya sendiri dan itu tidak boleh gagal.
Ketika berada di depan pohon hitam besar, Dongfang Ye sedikit membungkuk.
"Ayah, beri aku restumu agar kali ini putra dan putrimu berhasil sehingga bisa mengembalikan dirimu ke dalam tubuh aslimu."
Dongfang Xiao mengangguk, dia hanya punya dua anak. Putra dan putrinya semua selalu berprilaku baik dan tidak pernah menentang dirinya.
Dia juga selalu mendukung putra dan putrinya terlepas apa perilaku mereka. Benar atau buruk, dia tidak pernah mengomentari perilaku mereka.
Memandang putranya, dia tersenyum lembut.
"Pergilah! Restu ayah bersamamu."
"Ya ayah."
Dongfang Ye keluar dari ruangan itu dan melangkah lebih percaya diri yang tak tertandingi menuju di mana pasukannya berada.
Hari ini adalah hari yang akan menjadi hari bersejarah dalam hidupnya. Keluarganya dapat berkumpul kembali dan mereka akan bahagia.
Menggerakkan semua pasukannya, Dongfang Ye langsung berangkat menuju Kekaisaran Xiling. Markas besar Tengkorak merah sendiri tidak jauh dari Kekaisaran Xiling, jadi tidak akan butuh waktu beberapa hari untuk mencapai kekaisaran Xiling dan langsung menuju Ibukota Kekaisaran.
Dengan pasukan besar, seluruh tubuh Dongfang Ye memancarkan aura percaya diri yang tidak pernah terjadi.
Dia percaya jika rencana kali ini akan berhasil dan merebut harta berharga kekaisaran Xiling untuk menyelamatkan ayahnya.
Di ketinggian tertentu, Jin Lien dan kelompoknya melihat kepergian Dongfang Ye dengan pasukan besar, mereka tidak langsung menyerang.
Menunggu untuk jarak Dongfang Ye sangat jauh untuk menjangkau markas mereka, baru saat itu dia akan menyerang markas busuk ini.
Setelah beberapa jam, dan kelompok Dongfang Ye tidak lagi terlihat, Jin Lien dan yang lainnya akhirnya sedikit merendahkan ketinggian.
Dia membelai Xi Mo di tangannya dan meminta Xi Mo untuk pergi melihat berapa penjaga yang tersisa di markas.
Dia berpikir apakah Dongfang Ye ini bodoh atau terlalu percaya diri jika rencananya akan berjalan mulus, sehingga meninggalkan markas hampir kosong.
Xi Mo dalam ukuran kecil segera menyelinap masuk ke markas Tengkorak merah untuk melihat ada berapa jumlah penjaga yang tersisa.
"Tuan, penjaga di markas hanya ada puluhan dan tidak mencapai seratus. Semua berada di ranah senior tahap puncak."
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Xi Mobil segera menghubungi Jin Lien dan membuat Jin Lien tercengang.
Ketika mereka mendarat, Suara Alex menggema di benaknya.
[Darurat! Pohon kematian seribu milenium berdirinya kokoh di dalam kediaman, tingkat bahaya sangat tinggi.]
Mata Jin Lien menyipit, dia berpikir apakah pohon hitam yang diberitahu oleh Tang Tang adalah pohon kematian?
Bagaimana bisa ada benda berbahaya semacam itu.
Jin Lien menghela napas, dia yakin dia bisa mengalahkan pohon kematian itu. Apalagi ada pohon emas yang memiliki vitalitas besar di dalam tubuhnya. Melihat hal itu saja, apakah dia akan kalah dengan benda jelek itu?.
Maaf, dia pasti akan menang dan mengalahkan benda jahat seperti itu.
Segera aura penuh percaya dirienguar dari tubuh Jin Lien. Hong Zhuang juga tersenyum melihat hal itu.
Jin Lien kemudian berbalik melihat yang lainnya dan lima anaknya.
"Menurut Xi Mo, ada puluhan penjaga di tahap senior puncak dan ada juga pohon kematian seribu milenium yang memiliki tingkat bahaya tertinggi di bangunan jelek ini."
"Hanya puluhan? Apakah Dongfang Ye ini bodoh atau terlalu percaya diri?" Ye Lu yang pada hari biasa tidak pernah berbicara lebih dari tiga kata, mencibir tentang keamanan markas Tengkorak merah ketika ditinggalkan oleh pemiliknya.
"Dibanding untuk mempercayai pilihan ke-dua, aku lebih percaya pilihan pertama. Dongfang Ye sangat bodoh." Ye Mi juga sangat bersemangat.
Ye Chen sendiri tetap tenang, tapi dia terus meningkatkan kewaspadaannya. Untuk tidak meremehkan musuh meski seberapa lemah atau kuatnya musuh, adalah sikap Terhadap Chen yang telah ditanamkan pada dirinya oleh Mu Jing Yu.
"Ayo masuk! Ingatlah untuk berhati-hati! Kalian tidak diizinkan untuk mati!"
"Baik."
Segera 10 sosok besar dan kecil memasuki markas Tengkorak merah dengan santai, seolah mereka berada di kediaman mereka sendiri.
Melihat 10 sosok besar dan kecil yang tidak mereka kenali, para anggota Tengkorak merah yang di biarkan tinggal untuk menjaga markas segera waspada.
Namun, penjagaan mereka tidak ada apa-apanya di mata Hong Zhuang yang berada di tingkat perunggu.
Ranah senior dan tingkat perunggu adalah perbedaan yang sangat jauh. Mustahil untuk mereka menang meski kuantitas mereka lebih besar.
Hanya dengan lambaian, beberapa anggota Tengkorak merah segera tewas tanpa suara.
Jiwa mereka dengan cepat terkirim ke pohon kematian seribu milenium.
__ADS_1
Jin Lien kemudian menatap Ye Mi, Ye Lu dan Ye Chen.
"Ayo berpencar, jika kita bersama, kita tidak akan menyelesaikan para kecoa ini dengan cepat."
"Ya."
Tiga sosok itu dengan cepat pergi dan hanya menyisakan Ayah, Ibu dan lima anak mereka.
"Ayo pergi ke ruangan di mana pintunua berwarna hitam."
"Suami dengan senang hati mengikuti."
Lima sosok kecil menyeringai melihat ayah mereka yang menggoda ibu mereka.
"Daddy! Mommy! Kapan kalian akan memberi kami adik?"
Hong Zhuang tersenyum jahil dan memandang Jin Lien.
"Coba tanyakan mommy kalian, kalau Daddy, Daddy selalu siap memberi kalian adik."
"Berhenti bercanda!"
Meski dia memarahi, ada senyum tak berdaya di bibir merahnya.
Dia tidak tahu apa yang dimakan Hong Zhuang sehingga membuatnya sangat sering menggoda, dan apa yang terjadi pada anaknya yang imut ini sehingga mengikuti jejak ayah mereka untuk menggodanya.
"Anak-anak memimpin!"
"Siap Bos." Lima sosok kecil itu segera berada di depan Jin Lien dan Hong Zhuang dan mereka berjalan menuju ruangan yang pintunya berwarna hitam.
Semakin dekat mereka ke arah pintu berwarna hitam, semakin serius wajah mereka.
Meski dia memiliki pohon emas, dia tidak akan pernah meremehkan lawa. Terlebih itu adalah lawan yang sangat kuat.
Lebih kuat lawannya, lebih bersemangat dia. Dia bukan orang yang takut pada musuh yang lebih kuat darinya.
Justru musuh yang lebih kuat membuatnya ingin menaklukan musuh itu.
Hong Zhuang di sisi lain telah berada di wujud Vampirnya semakin memancarkan aura dingin dan berbahaya
Aura yang dipenuhi kematian terus menguat darinya membuat siapapun yang tidak terbiasa akan merasa takut dan merasa teror kematian terus menghantui mereka.
__ADS_1
Aura seorang Raja Vampir yang akan menaklukan siapa saja yang menentang langsung mati dalam cengkeramannya.
.......