Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 133


__ADS_3

Melihat kepergian Jin Lien, mata Zhen Jue bersinar dengan cahaya dingin.


Untuk sesaat, cahaya membunuh melintas di kedua matanya. Tangannya terkepal dengan kuat.


Mencuri pandang pada dokumen yang dibaca Jin Lien tadi, kemarahan muncul di hatinya. Kematian mommy di dunia modern ternyata bukan kebetulan, melainkan semua adalah skema sahabatnya.


Bibirnya perlahan melengkung dengan seringai jahat, dia menyimpan di dalam hatinya, berjanji untuk menagih hutang darah pada orang itu ketika dia tiba di dunia modern.


Jangan memandang tubuhnya yang seperti anak kecil, dia telah hidup lama dalam tabung dan otaknya secara otomatis terus berkembang membuat dirinya dan 19 saudaranya menjadi kejeniusan kecil..


"Kematian mommy, aku akan membalasnya ribuan kali lebih kejam."


Dia dan Zhen Ruan telah merencanakan masa depan mereka ketika tiba di dunia modern tanpa diketahui oleh 18 saudaranya yang lain.


Rencana membangun kerajaan bisnis di permukaan dan membangun organisasi di dalam gelap.


Dia akan mengambil tindakan di permukaan sebagai pemimpin dan Ruan akan mengambil tindakan di dalam gelap.


Saling mendukung agar keluarga mereka tidak dirugikan oleh orang lain, merencanakan masa depan untuk 18 saudara mereka yang lain.


Ide yang diberikan oleh Jin Lien membuat senyumnya semakin lebar. Ide mommy sangat bagus.


Di permukaan itu hanya panti asuhan biasa yang menampung anak-anak yatim tanpa orang tua, memberikan mereka harapan hidup dan perlindungan, tapi sebenarnya panti asuhan merupakan Akademi untuk mendidik anak-anak itu untuk menjadi kuat dan dapat membunuh musuh dalam sekali jalan.


Dia dengan cepat mengetik pesan untuk Li Yong agar untuk menemukan bangunan yang dapat digunakan menjadi panti asuhan sebelum menemukan lokasi untuk membangun kantor.


"Hehehehe mari kita lihat, kemampuan kakek guru."


....


Ketika Jin Lien keluar, kamar yang tadinya kosong, dia melihat Niu'er yang tengah duduk di ranjangnya.


"Ayo! Shan'er telah menunggu."


"Uhm."


Jin Lien dan Niu'er berjalan keluar dari halaman milik Jin Lien. Di luar, dia bisa melihat Jin Shan dan Xu Lan atau lebih tepatnya adalah Jun Xing Lan tengah menunggu mereka.


Di belakang ke-dua orang itu, ada juga 5 orang dari Dark Eagle. Wajah ke-lima gadis tersebut sangat datar tanpa sedikit expresi.


Mengeluarkan 5 botol pil dan melemparkan pada mereka, Jin Lien juga mengingatkan mereka.

__ADS_1


"Ingat telan pil setelah melihat wajah orang yang akan kita culik."


"Ya bos."


Yang mengikuti Jin Lien dan yang lainnya bukanlah Tang Yi atau anggota inti lainnya.


Namun, kemampuan mereka juga hapir sama dengan yang dimiliki oleh Tang Yi. Berada di satu kelompok sudah membuktikan kekuatan mereka, apa lagi mereka dilatih dari awal oleh Jin Lien sendiri.


"Tang Xu, Tang Luo, Tang Lee, Tang Xi dan Tang Tang. Tugas yang kalian lakukan akan sedikit berat. Ingat! setelah meminum pil, gunakan teknik tersebut untuk mengetahui kebiasaan dan perilaku orang yang kalian tiru."


"Ya Bos, tapi bukankah kalau salah satu dari kami meniru Kaisar, kami harus duduk di tahta. Tidakkah itu melecehkan kerajaan Xiling?" Tang Tang yang memiliki umur paling kecil langsung menyuarakan pikirannya.


"Tang Jie! Setelah meniru ayah kaisar, anda hanya perlu berpura-pura sakit dan tidak perlu mengikuti kegiatan yang mengharuskan anda duduk di tahta. Jika situasi tidak mendukung, maka tidak apa-apa. Lagi pula, selama masih ******** itu yang menjadi permaisuri, kehormatan kekaisaran Xiling telah diinjak, maka tidak perlu ragu."


Tang tang dan yang lainnya mengangguk. Selama masih ada orang jahat itu, maka mereka tidak perlu mempertimbangkan apapun. Mereka hanya perlu melakukan tugas dan mengembalikan kehormatan Kekaisaran Xiling.


Segera mereka semua pergi menuju kekaisaran Xiling, menculik Kaisar dan anak-anaknya untuk melindungi mereka bukanlah pekerjaan mudah.


....


Di sisi lain, malam telah larut.


Mu Ye Ran yang tertidur dengan nyenyak sesekali memiliki kerutan di dahinya.


Di dalam mimpi itu, dia tengah berjalan di taman kota yang terlihat agak aneh.


Ada kolam dengan pancuran di tengah. Kolam itu memiliki air yang sangat jernih hingga memperlihatkan ikan yang tengah berenang di dalam.


Bangku taman yang berjarak sekitar 5 meter dari bangku taman lainnya, lampu taman yang temaram membuat kesan yang sangat berbeda dengan dunia di mana dia berada.


Duduk di salah satu bangku taman, sesekali dia melihat sekeliling mencari sosok yang sedang ditunggunya.


Namun, dia merasa bingung. Siapa sosok yang sedang dia tunggu?


Menatap jauh ke depan, itu adalah jalan raya dengan aspal hitam, trotoar yang hanya tersedia untuk pejalan kaki. Sesekali kendaraan roda 4 dan roda 2 berlalu lalang.


Sekali lagi dia mengernyit karena tidak tahu di mana dia berada.


Sesuatu yang memiliki kecepatan tinggi dengan body logam merupakan bukti jika dia tidak pernah melihat benda itu.


Di benaknya dia hanya bertanya tanpa menyuarakan dengan keras.

__ADS_1


Benda macam apa itu?


Dia menunduk ke bawah melihat benda yang sedang dia pegang. Benda berbentuk kotak yang memiliki bentuk serupa dengan benda kotak milik sepupunya tersayang.


Dengan insting, dia mengetik sesuatu di benda itu, seolah dia sangat akrab dengannya.


*Kamu di mana sekarang?*


Kalimat itu lah yang dia ketik sebelum mengirim pada kontak yang tertulis jelas.


LIU WU❤


Untuk sejenak Mu Ye Ran merasakan dingin di tulang punggungnya ketika melihat emoticon di akhir nama orang itu.


Namun, rasa dingin menusuk itu menghilang entah kemana ketika melihat benda kotak bergetar dan menunjukan nama kontak yang jelas dan mencolok itu.


Dengan rasa akrab, dia menerima panggilan itu.


**Aku di belakangmu sekarang, berbalik lah!**


Mu Ye Ran secara alami berbalik, sesuatu yang memenuhi pandangannya adalah sosok pemuda tampan dan tinggi dengan pesona tak tertandingi.


Ada senyum lembut di bibirnya dan tatapan yang menatapnya seolah hanya dalam mata itu hanya ada dirinya.


Jantung Mu Ye Ran berdegup kencang dan rona merah muda menghiasi pipinya.


Kening berkerut itu tiba-tiba melembut ketika menatap pemuda yang tengah berdiri di depannya sekarang.


"Apakah lama?"


Mu Ye Ran menggeleng, dibandingkan dengan hanya dirinya di tempat yang tidak dia kenal, kemunculan pemuda di depannya meski terlambat, tapi itu tidak lama meski dia harus menunggu.


"Tidak."


"Maaf, sesuatu terjadi dan menundaku."


"Tidak apa-apa."


"Terakhir kali kita bertemu, kamu belum memberitahu namamu padaku."


"Nama hanya sebuah alamat untuk memanggil seseorang, bukankah itu yang kau katakan?

__ADS_1


.....


__ADS_2