
Jin Hua Lin tidak pernah mengira jika ada seseorang yang menyewa pembunuh bayaran untuk membunuhnya.
Terlebih lagi, pembunuh bayaran dapat masuk ke area Hutan milik Akademi.
Tidak ada orang luar yang akan bisa masuk tanpa persetujuan. Jadi, Jin Hua Lin menyimpulkan jika orang-orang yang berada di Akademi yang sama yang menyewa pembunuh tersebut.
Namun, itu semua sudah terlambat. Dia akhirnya sekarat dan menghembuskan napas terakhir.
"Cih, terlalu lemah! Kenapa kita datang dengan jumlah banyak?" Xu Bao mengeluh karena dirinya tidak berperan banyak dalam melukai Jin Hua Lin.
"Sudahlah! Keluarkan cairan itu!"
Xu Jia segera mengeluarkan cairan yang diminta oleh Xu Lan. Cairan yang tidak lain dapat menghilangkan mayat tanpa jejak.
Setelah menerima cairan, Xu Lan langsung menyiramkan pada mayat Jin Hua Lin.
Sangat cepat, mayat Jin Hua Lin melebur menjadi cairan dan langsung meresap ke tanah.
Rui yang mengawasi Jin Hua Lin, saat ini tengah menyeringai dan telah merekam aksi pembunuhan Jin Hua Lin.
Dua penjaga milik Zhang Yu bahkan tak bisa berkata-kata ketika melihat cara pembuahan yang dilakukan oleh Blood Eagle.
Mayat yang mencair itu hanya meninggalkan pakaian yang dikenakan Jin Hua Lin. Untuk tidak meninggalkan jejak, Xu Lan memerintahkan seseorang dari mereka untuk membakar pakaian tersebut.
Awalnya, mereka ingin membingkai orang lain, tapi setelah mereka pikirkan lagi. Mereka memutuskan untuk melakukan dengan bersih.
Jika mereka meninggalkan mayat, bisa jadi yang paling dicurigai adalah Zhang Yu.
"Ayo kembali! Misi selesai.."
Mereka berenam mengeluarkan sesuatu yang entah apa dan langsung memecahkan benda tersebut.
Begitu mereka memecahkan benda itu, mereka juga menghilang dari tempat mereka.
Karena tidak ada lagi yang harus diawasi, Rui juga segera kembali untuk melaporkan semua yang dia dapat, termasuk Zhang Yu yang menyewa Blood Eagle untuk menghabisi Jin Hua Lin.
...
"Tuan!"
Kedua penjaga Zhang Yu segera muncul di depan Zhang Yu.
"Bagaimana?"
"Mereka telah membereskan Jin Hua Lin tanpa meninggalkan jejak, bahkan mayat dan tulang Jin Hua Lin tidak tersisa.."
"Tidak menyisahkan mayat dan tulang? Itu terlalu sadis.."
"Ya Tuan. Kami bahkan yang sudah membunuh banyak orang, tidak pernah melakukan hal tersebut.."
Zhang Yu menyeringai mendengar hal tersebut.
"Mereka memang pantas disebut sebagai organisasi pembantai. Kirimkan sisa bayaran pada mereka!"
"Baik Tuan.."
...
Rui dengan cepat kembali pada Jin Lien.
__ADS_1
Jin Lien yang tengah berkultivasi akhirnya membuka mata saat merasakan kedatangan Rui.
"Berita apa yang kau bawa!"
"Nona ke-dua, Jin Hua Lin telah terbunuh di tangan Blood Eagle atas permintaan pangeran Zhang Yu.."
"Ooh, dia begitu lemah.."
"Seharusnya dia tidak selemah itu, tapi dia kelelahan melawan binatang buas, terlebih Blood Eagle menggunakan bubuk pelumpuh yang dapat melumpuhkan binatang buas hingga pingsan, tapi efek pada manusia malah menurunkan tingkat kultivasi manusia tanpa disadari.."
"Hehehehe, kerja bagus Rui. Dengan begini, bibi tidak akan memiliki saingan lagi.."
"Ya, nona kedua benar.."
Sementara keduanya sendang bercakap-cakap, Di Hong Zhuang muncul di depan mereka.
Jin Lien memberikan senyum manisnya pada Di Hong Zhuang, sedangkan Rui, dia menyapa dengan memberi hormat.
"Kau datang?"
"Ya, kebetulan Rui ada di sini."
"Ada apa?"
"Aku ingin Rui menyelidiki kebenaran bukti ini!"
Di Hong Zhuang memberikan berkas pada Jin Lien. Jin Lien membaca berkas tersebut dengan teliti.
Dia kemudian menatap Di Hong Zhuang dengan ragu.
"Secepat ini?"
Jin Lien kemudian memberikan berkas tersebut pada Rui.
"Rui, coba kau selidiki kebenaran bukti ini!"
"Baik Nona kedua. Kalau begitu saya pamit.."
"Ya hati-hati.."
Rui kembali menghilang dari kamar Jin Lien. Melihat kepergian Rui, Di Hong Zhuang bertanya pada Jin Lien.
"Informasi apa yang dibawa oleh Rui?"
"Jin Hua Lin telah mati di tangan Blood Eagle atas permintaan Zhang Yu.."
"Oh, putra mahkota kerajaan Han ternyata bergerak cepat?"
"Tentu. Jika tidak, bibi tidak akan pernah menerima dirinya.."
"Ckckckck. Baik, lanjutkan Kultivasimu! Aku akan kembali dulu.."
"Ya. Jika ada perkembangan, aku akan mendatangimu.."
"Tentu Wifei.."
Setelah Di Hong Zhuang pergi, Jin Lien kembali berkultivasi. Namun sebelum dia pergi, dia menyelamatkan untuk mendaratkan satu kecupan di kening Jin Lien.
...
__ADS_1
Xu Lan tengah memandang dua orang yang memberikannya misi.
"Kerja kalian bagus. Ini sisa bayaran kalian.."
Xu Lan tersenyum dan menerima bayaran tersebut.
"Baik. Bayaran ini kami terima.."
Pekerjaan kedua bawahan Zhang Yu akhirnya selesai, keduanya segera meninggalkan markas Blood Eagle.
Baik Zhang Yu atau bawahannya tidak tahu jika Blood Eagle berada di bawah kepemimpinan Jin Tian dan yang sang Istri.
...
Jin Hao Li yang berada di markas Tengkorak merah tiba-tiba merasa firasat buruk. Dia mengeluarkan batu jiwa milik Jin Hua Lin yang saat ini telah menghitam tanpa sedikitpun cahaya.
Deg
Jantungnya seolah ingin terlepas dari tempatnya melihat batu jiwa sang anak telah kehilangan cahayanya. Anak kesayangan sekaligus wanita yang dia cintai setelah istrinya meninggal, kini telah meninggalkannya juga.
Braaaak
Merasa marah, Jin Hao Li membanting kotak batu Jiwa yang digunakan untuk menyimpan batu jiwa milik Jin Hua Lin
Perasaan sedih bercampur amarah menjadi satu. Dia tidak rela kehilangan anak perempuannya itu dan segera menuju ruangan di mana pemimpin tengkorak merah berada.
Tok
Tok
Tok
"Masuk!"
Jin Hao Li membuka pintu dan masuk.
Di dalam ruangan itu, seorang pria dengan topeng emas bercampur hitam, menatap data pada Jin Hao Li yang datang mengganggu kegiatan miliknya.
"Jika kau datang ke sini untuk meminta izin. Aku tidak mengizinkan.."
"Tapi tuan, Lin terbunuh.."
"Percuma saja kau pergi. Anak kesayanganmu itu tidak meninggalkan mayat utuh, bahkan tulangnya juga tidak tersisa.."
"Tapi...."
"Tidak ada tapi! Akademi Baihu saat ini sedang mengadakan latihan bertahan hidup untuk memilih siapa saja yang menjadi peserta untuk memasuki dunia kecil. Anakmu itu telah mati dimakan hewan buas. Tanda miliknya bahkan tidak menunjukan adanya rekaman Spiritual untuk menunjukan pembunuh. Itu hanya ada satu hal yang tersisa, yaitu anakmu dimakan hewan buas..."
Pria itu memandang dingin pada Jin Hao Li kemudian melanjutkan ucapannya.
"Orang lemah seperti itu, tidak dibutuhkan di dalam organisasi. Kau bisa kembali!"
Jin Hao Li mengepalkan tangannya dan menunduk hormat, dia kemudian keluar dari ruangan khusus itu dengan wajah suram dan sedih.
Melihat kepergian Jin Hao Li dengan dingin, pria itu menyeringai.
"4 Akademi besar! Metode latihan kalian memang paling berbahaya, tapi itu semua tidak akan ada gunanya ketika mereka yang kalian banggakan, semua mati di dalam dunia kecil.."
...
__ADS_1
Terus Dukung Aska ya! biar Aska makin semangat ngetiknya.. lancar Update, kalian juga bakal lancar bacanya..