
Meskipun seragam mereka agak berbeda, tapi itu tidak menjadi masalah bagi yang lainnya. Jin Lien dan Jin Gaoqi bahkan mengubah seragam 4 tim lainnya. Tidak ada Tim dari Qinglong Akademi yang mengenakan hanfu layaknya 3 akademi lainnya, melainkan mereka mengenakan celana dan atasan yang selalu di gunakan oleh para pembunuh bayaran.
4 tim lainnya tidak ada yang protes, justru mereka sangat bahagia dengan seragam mereka saat ini.
Setelah Jin Lien melompat turun dan Xi Mo melingkar nyaman di tubuhnya, Jin Lien berbalik dan menatap yang lainnya dengan senyum lebar.
Mo Fai melangkah maju dan memimpin semua menuju tempat yang di sediakan untuk mereka, dia juga menyempatkan mendaratkan usapan lembut di kepala Jin Lien dan itu tidak mempengaruhi mahkota bunga di kepalanya.
Dia juga dengan santai mengambil tangan Niu'er dan melangkah penuh percaya diri serta kebanggaan seorang pangeran tertinggi. Mata emasnya berkilau dengan menyilaukan, cahaya dingin dari tatapannya cukup membuat lawan agak meneguk ludah, tentunya itu tidak berlaku untuk beberapa orang.
Jin Lien, Jin Gaoqi, Mu Ye Ran dan Mu Ye Chen serta yang lainnya mengikuti dari belakang. Semua tahu tentang hubungan Niu'er dan Mo Fai jadi tidak ada yang berkata apa-apa. Secara alami mereka mendukung hubungan keduanya meski ada diantara mereka yang cukup iri.
Jin Lien juga melangkah dengan anggun, dagunya terangkat menandakan jika dia tidak akan gampang untuk di tindas oleh siapapun, tidak ada senyum lebar yang tadi dia tunjukan, itu hanya wajah datar nan dingin. Setiap orang yang secara tidak sengaja bertatapan dengannya akan mengalami ketakutan yang entah datang dari mana.
Tatapan tajam menusuk itu seolah akan menelanmu hidup-hidup dan tidak akan membiarkan seinci pun dari tubuhmu tersisa.
Jin Shan yang berada jauh di bangku penonton tidak bisa tidak merasa merinding di dalam hatinya melihat tatapan Jin Lien yang sangat menakutkan itu. Dia kemudian melirik ibu dan ayahnya yang menatap tercengang.
Tatapan mereka secara alami jatuh pada Niu'er yang bergandengan tangan dengan Mo Fai.
Keduanya melirik dan merasa agak sedih. Keduanya tentu merasa jika putri kecil mereka akan segera di rebut. Bahkan putri ke-dua mereka telah di rebut sejak usia dini dan sekarang, putri pertama mereka bahkan akan segera di rebut.
Meskipun putri mereka mengenakan topeng, tentunya mereka berdua tahu membedakan anak-anak mereka. Mu Jing Yu dan Bai Xun juga memiliki senyum lembut kala melihat kedua putra dan putri mereka yang tampak santai dan tidak terpengaruh oleh aura menindas yang di pancarkan dari tim utama dari 3 akademi lainnya.
Jin Lien juga secara alami telah menemukan posisi Di Hong Zhuang, tapi dia berpura-pura tidak tahu dan tidak mengenal. Memandangnya sejenak lalu mengalihkan tatapannya kearah yang lain hanya untuk sekedar menilai.
"Ugh, kenapa Gege masih setia dengan Topeng itu, tapi setidaknya itu membuatnya terhindar dari para gadis-gadis yang akan mengerumuninya.."
__ADS_1
Sejujurnya, Jin Lien sangat ingin pergi dan memeluk Di Hong Zhuang bahkan duduk di pangkuannya, tapi saat melihat tubuhnya yang telah remaja, rona merah muncul di pipinya.
Dia tidak mungkin melemparkan dirinya begitu saja kan? Itu terlalu bar-bar untuk seorang gadis. Jadi, memilih untuk tidak memperhatikan Di Hong Zhuang lagi dan menekan rasa rindunya untuk dirinya sendiri.
Di kursi para dekan, 3 dekan lainnya menatap tak puas pada Huang Li Mo.
"Mengapa tim elit utama anda mengenakan topeng?"
"Itu sangat tidak memuaskan untuk menatap wajah mereka.."
"Kami bahkan bingung kenapa tim elit mu semua mengenakan topeng.."
"Kalian bertiga, apakah sudah puas bertanya? Aku tidak tahu tentang mereka mengenakan topeng, itu merupakan ide mereka sendiri.."
Huang Li Mo tidak tahu harus mengatakan apa. Dia memilih diam dan mengamati murid dari Akademinya.
Dia tersenyum kecil melihat kepercayaan diri dari para muridnya itu. Dia segera mengatakan pada seorang untuk memulai acara pembukaan, tapi itu harus berhenti ketika Di Hong Zhuang berdiri.
Saat tatapan Jin Lien mengarah padanya dan secara tak terduga dia juga menatap mata Jin Lien, walau itu hanya beberapa saat, dia langsung tahu jika gadis itu adalah gadisnya, miliknya yang bahkan telah mengklaimnya lebih dulu.
Di Hong Zhuang tidak pernah menyangka jika mereka akan bertemu sebagai pesaing. Walaupun Jin Lien memakai topeng, tapi dia bisa tahu jika ada kecantikan dewi yang bersembunyi di bawah topeng tersebut.
Jin Lien tidak tahu jika Di Hong Zhuang kini melangkah ke arahnya, dia masih sibuk bermain dengan Xi Mo sambil memikirkan cara untuk menyapa Di Hong Zhuang.
Ketika Di Hong Zhuang berdiri di depan Jin Lien, semua mata langsung mengarah padanya.
Hua Chun Wei bahkan memandang penuh perhatian dan keingintahuan saat Di Hong Zhuang mendekati seorang gadis yang merupakan pesaing dari Qinglong Akademi.
__ADS_1
Di bangku penonton, Jin Shan menyeringai memandang ke arah Di Hong Zhuang.
"Aku mengira jika kakak ipar tidak mengenali Er Jie, tapi siapa yang menyangka jika hanya butuh satu pandangan singkat dan dia langsung mengenalinya.."
"Ada apa dengan itu Shan'er?"
"Oh ayolah Bu, mereka berpisah saat Er Jie bahkan masih tiga tahun.."
Para orang dewasa terdiam mendengar apa yang di katakan Jin Shan. Memang benar jika keduanya berpisah saat Jin Lien masih tiga tahun.
"Seberapa kuat kasih sayang Hong Zhuang untuk Lien'er?"
Mereka akhirnya bertanya dalam benak mereka sendiri, mungkinkah itu karena mereka telah terikat oleh takdir yang di buat oleh Kalung Pusakanagara Kekaisaran Ras Vampir?
Niu'er terdiam ketika Di Hong Zhuang berdiri di depan Jin Lien. Dia ingin menyapa tapi dia mendengar suara bisikan dari Mo Fai.
"Apa kau mengenalnya?"
"Uhm, dia kakak angkat kami saat berada di daratan Lijing, tapi dia dan Lien'er memiliki perasaan satu sama lain. Mereka bahkan sudah tidur sekamar dan keduanya selalu menempel.."
Mo Fai tercengang mendengar Fakta tersebut. Bukankah Jin Lien waktu di daratan Lijing masih berusia 3 tahun? Dia sungguh tidak bisa mengerti tentang hubungan keduanya.
Semua perhatian mengarah pada Di Hong Zhuang yang masih setia berdiri mengamati gadis yang bahkan masih asik dengan binatang kontraktualnya.
Tidak ada yang menyadari bahwa seorang gadis yang juga merupakan Ras yang sama dengan Di Hong Zhuang tengah menatap tajam dan penuh amarah pada Jin Lien.
Gadis itu tidak lain adalah gadis yang ingin di jodohkan oleh Hua Chun Wei pada Di Hong Zhuang. Dia bahkan telah mendekati dan berusaha menggoda Di Hong Zhuang, tapi Raja dari Ras Vampir itu hanya memberinya bahu dingin dan tidak pernah repot untuk meliriknya selain menganggapnya teman satu tim.
__ADS_1
.....
Dukung Aska dengan Like'dan Vote karya ini ya.