
Hari berlalu dengan cepat, pintu dunia kecil akan terbuka seminggu lagi.
Semua peserta yang ingin memasuki dunia kecil, akhirnya telah menyelesaikan pelatihan mereka. Mereka saat ini berada di periode tenang, guna mempersiapkan diri dan mental mereka.
Pintu dunia kecil akan terbuka ketika bulan menutupi matahari. Fenomena alam semacam itu masih dianggap tabu dan menganggap jika ada seseorang yang lahir tepat saat fenomena alam itu terjadi, maka orang tersebut akan dianggap sebagai pembawa sial bagi keluarga.
Pemikiran tersebut tentu tidak berlaku bagi Jin Lien dan Jin Gaoqi. Mereka menganggap hal itu adalah gerhana matahari yang biasa saja.
Mereka orang modern dan tentu tahu betul apa itu gerhana matahari.
Niu'er saat ini tengah menyiapkan segala sesuatu yang ingin dibawa olehnya.
Begitu acara beres-beres selesai, dia mendatangi Jin Lien.
"Lien kecil! Kau di dalam?"
"Ya Jiejie. Masuk saja!"
Ketika Niu'er masuk, dia hanya bisa menepuk dahinya. Bagaimana tidak, Jin Lien sedang bersandar di kepala ranjang sambil nonton pertunjukan ayah dan anak yang belum sempat dia lihat.
"Astaga, kau sama sekali tidak bisa menghilangkan kebiasaanmu itu?"
Jin Lien terkekeh dan menggeleng.
"Ini Asupan buatku Jiejie. Ada apa Jiejie kemari?
"Aku dengar jika Jin Hua Lin telah meninggal."
"Oh itu, itu sudah beberapa bulan lalu. Blood Eagle yang membunuhnya atas perintah paman putra mahkota."
Niu'er seketika terdiam, dia berniat membawa berita hot, tapi ternyata jin Lien telah mengetahuinya bahkan itu sudah lama.
"Kenapa tidak mengatakannya padaku?"
"Jiejie tidak bertanya.."
Ketika keduanya tengah berbincang, Rui muncul.
"Salam nona sulung! Nona kedua!"
"Bagaimana?"
"Semua bukti yang diberikan padaku untuk diperiksa adalah fakta. Bukti itu asli dan sama sekali tidak direkayasa.."
Jin Lien tersenyum puas, tapi Niu'er menjadi bingung.
"Apa yang kalian bicarakan?"
"Bukan apa-apa Jiejie, hanya bukti tentang keluarga Chu yang berkhianat pada kerajaan Vampir.."
"Owgh..."
Niu'er kemudian melirik Rui.
"Kau boleh pergi!"
Rui sweatdrop mendengar pengusiran Niu'er, tapi dia langsung menurut.
"Jiejie! Aku ingin pergi ke Vermilion Akademi. Apakah kau ingin ikut? Sekalian bertemu dengan sepupu kita di sana.."
"Baiklah.."
__ADS_1
Segera, Jin Lien dan Niu'er pergi menemui Huang Li Mo. Sebenarnya, bisa saja Jin Lien pergi menggunakan cara seperti Di Hong Zhuang, tapi dia ingin mengajak Niu'er, jadi dia menggunakan cara manual.
Keduanya melangkah keluar Asrama menuju ruangan Huang Li Mo, tapi belum jauh mereka melangkah, mereka malah bertemu Huang Li Mo yang sepertinya akan mendatangi asrama mereka.
"Salam paman dekan." Sapa keduanya
"Ada apa?"
"Bisakah kami izin untuk pergi ke Vermilion Akademi, ini tentang sesuatu yang penting."
"Pergilah! Cepatlah kembali, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu Lien kecil.."
"Baik paman dekan. Terima kasih.."
"Hmmp.."
Jin Lien dan Niu'er melangkah menjauhi asrama. Keduanya menuju gerbang utama Akademi.
Setelah berbicara sebentar, mereka di izinkan untuk keluar. Jin Lien, menaikinya Wyvren miliknya bersama Niu'er. Mereka hanya menggunakan Xi Qing.
Xi Qing terbang membelah langit siang itu, angin sepoi-sepoi mempermainkan helai rambut keduanya.
Melihat ke bawah, Jin Lien merasa pemandangan tersebut sangat indah.
Dia mengeluarkan Handycam dan merekam pemandangan itu, termasuk dirinya dan Niu'er yang berada di atas punggung Xi Qing.
Cukup lama mereka berada di udara, terbang membelah angin.
Tidak jauh dari posisi mereka, mereka bisa melihat bangunan Vermilion Akademi.
Flap
Flap
Flap
Xi Qing mulai terbang rendah dan secara perlahan mendarat di depan gerbang Vermilion Akademi.
Begitu Jin Lien dan Niu'er turun, dia segera mengubah ukuran tubuhnya dan bertengger manis di bahu Jin Lien.
Dua penjaga gerbang yang mengenali Jin Lien datang menghampiri mereka.
"Apakah anda ada keperluan dengan Dekan?"
"Ya.."
"Mari saya antar!"
"Terima kasih.."
Jin Lien dan Niu'er mengikuti salah satu penjaga menuju ruangan Hua Chun Wei.
Yang telah melihat Jin Lien sebelumnya, tentu mereka tidak asing dengan sosoknya. Selain karena Jin Lien merupakan anggota tim elit Black Dragon, dia sebelumnya pernah datang bersama dekan.
Untuk saat ini, Jin Lien mengenakan kaos lengan pendek bergaris dipadukan dengan celana Joger hitam panjang, dengan bagian depan kaos dimasukan sedikit ke dalam celana. Di kepalanya, bertengger manis topi Snapback yang bagian depannya sengaja diarahkan kebelakang menutupi mahkota bunga di kepalanya. Sneakers putih dengan apik membungkus kakinya. Serta jubah kebesaran Black Daragon yang tidak pernah ketinggalan.
Penampilan Niu'er sendiri agak sedikit berbeda dengan Jin Lien. Dia mengenakan kaos hitam polos, dipadukan dengan Hot pants Denim biru. Kepalanya dibiarkan terbuka menampakkan mahkota bunga miliknya, serta Sneakers hitam membungkus kakinya. Dia juga tidak melupakan jubah kebesaran Black Dragon. Niu'er yang terkesan seksi dengan paha putih mulus serta kaki Jenjang yang sangat di idamkan oleh para gadis dunia modern tidak membuat gunjingan atau gosip terjadi.
Justru style keduanya membuat siapa saja berdecak kagum ketika melihat mereka.
Keduanya terus mengikuti penjaga yang mengantar mereka, hingga mereka akhirnya tiba di depan ruangan milik Hua Chun Wei.
__ADS_1
"Terima kasih.."
Lagi, Jin Lien dan Niu'er berterima kasih pada penjaga gerbang yang mengantar mereka.
"Tidak masalah nona.."
Melihat kepergian penjaga tersebut, Jin Lien dan Niu'er tersenyum lalu mengetuk pintu.
"Masuk!"
Suara milik Hua Chun Wei akhir terdengar memerintahkan mereka untuk masuk.
Keduanya membuka pintu dan memasuki ruangan tersebut. Tentu ketika mereka masuk, mereka dihadiahi oleh tatapan milik Hua Chun Wei.
"Oh Lien kecil kau datang bersama kakakmu?"
"Ya bibi.."
"Duduklah!"
Keduanya langsung duduk di kursi yang memang tersedia di ruangan tersebut.
"Ada apa?"
"Bibi! Bisakah anda memanggil Zhuang kemari?"
"Tak perlu dipanggil, dia pasti akan tiba sebentar lagi.."
"Baik.."
"Ngomong-ngomong kenapa kau datang bersamaan kakakmu?"
Niu'er tersenyum dan menjawab Hua Chun Wei.
"Saya dan Lien'er selain ingin membicarakan sesuatu yang penting, kami juga ingin bertemu sepupu kami."
"Sepupu?"
"Ya, Mu Ye Mi dan Mu Ye Lu adalah sepupu kami.."
"Baiklah, setelah pembicaraan penting selesai. Kalian pergilah bertemu mereka.."
"Terima kasih.."
Tidak lama mereka menunggu, Di Hong Zhuang akhirnya muncul.
Dia tersenyum pada keduanya. Segera, Niu'er berdiri dan langsung memeluk Di Hong Zhuang.
"Gege, kau masih saja mengenakan topeng jelek ini?"
Di Hong Zhuang tersenyum dan mengacak surai Niu'er.
"Kenapa tidak. Ayo lepas dulu, sepertinya kalian datang ke sini dengan tujuan penting kan?"
Niu'er melepas pelukannya dan kembali duduk di kursi. Sedangkan Jin Lien dengan santai menatap interaksi keduanya.
Tidak ada rasa cemburu atau apapun itu, karena menurutnya itu wajar, sebab mereka pernah menjadi saudara dan saudari saat berada di daratan Lijing.
Bahkan dirinya sendiri sering bergelayut manja pada Mo Fai, atau merengek meminta sesuatu dan Niu'er bahkan lebih santai.
....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ges dengan cara Like' dan Vote ya, Terima kasih..