Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 113


__ADS_3

Bai Xun tersenyum puas menatap kedua anaknya yang saat ini tidak berkutik.


Setelah semua tenang, Di Hong Zhuang membuka suara.


"Ayah mertua! Ibu Mertua! Aku akan menitipkan anak-anak pada kalian selama kami masih belajar di Akademi.."


Mu Xue tersenyum dan mengangguk


"Tanpa kau minta, kami dengan senang hati, akan menjaga mereka.."


"Terima kasih.."


"Tidak perlu, mereka juga adalah cucu kami.."


Dia kemudian menatap semua anaknya.


"Kalian untuk sementara tinggal bersama kakek dan nenek ya sayang.."


"Yes Daddy.."


Di Hong Zhuang lega, karena semua anaknya mau menurut.


"Biarkan Jue ikut bersama Mommy, Jue ingin selalu mengawasi saham-saham Jue.."


"Ruan juga ingin pergi, karena Ruan sedang berusaha untuk menjadi seorang penulis.."


Di Hong Zhuang kemudian menatap Jin Lien, Jin Lien menghela napas dan mengangguk


"Tidak masalah.." Jin Lien kemudian menatap Jun Kaili.


"Bagaimana paman!"


"Paman telah mengumpulkan pasukan, tapi belum menemukan pasukan tengkorak merah yang akan menyerang kerajaan para mermaid.."


Jin Lien mengangguk, dia kemudian mengeluarkan Drone yang dia temukan saat berada di dunia kecil.


"Pergi dan pantau setiap sudut hutan yang berada di dekat pantai! Segera kirim hasilnya padaku!"


"Baik master!"


Drone itu segera terbang untuk melakukan tugas yang diberikan Jin Lien.


"Ada apa?"


"Kerajaan kekasih paman Jun akan diserang oleh Tengkorak merah, ayah.."

__ADS_1


Jun Kaili memandang Jin Lien dengan tajam. Membuat agar Jin Lien tutup mulut.


Jin Tian menatap aneh pada Jun Kaili yang tengah menatap tajam pada Jin Lien..


"Saudara Jun, anda belum memiliki Permaisuri untuk mendampingi Anda, jadi apa salahnya.."


"Bukan seperti itu.."


Jun Kaili seolah ingin menangis mendengar hal tersebut.


"Hei, aku hanya berteman. Lagipula aku tidak bisa menikah dengannya karena dia seorang Mermaid. Seorang Mermaid hanya bisa hidup di dalam air dan bukan di darat.."


Mereka semua termenung mendengar penjelasan Jun Kaili..


"Paman benar, jadi kasihan dong jika kalian tidak bisa bersatu.." Niu'er juga ikut mengompori suasana dan semua segera tersenyum aneh.


"Bukankah ada cara untuk seorang Mermaid memiliki kaki.." Lulu juga menambah hal untuk di diskusikan tentang masa depan Jun Kaili..


"Aku sering membaca cerita, jika Mermaid bisa memiliki kaki jika ekor mereka kering dan tidak menyentuh air, itu juga asal mereka tidak terluka.." semua mengalihkan pandangan pada Mimi. Saat itu, Jun Kaili merenung. Dia memang tidak sengaja menemukan Shu'er yang tengah dibawa paksa oleh pasukan tengkorak merah.


Saat itu, tubuh Shu'er dipenuhi luka dan juga seolah akan sekarat, beruntung dia menemukan Shu'er dan membawanya ke istana miliknya untuk memulihkan diri.


Meski begitu, luka dalam yang dimiliki Shu'er belum pulih, karena Shu'er harus memulihkan diri di kedalaman laut.


"Mungkin kalian benar, tapi apakah aku yang seorang demon bisa bersatu dengan bangsa Mermaid?"


"Apa yang dikatakan Jiejie benar, paman tak perlu khawatir.."


Semua yang berada di ruangan itu tersenyum memandang Jun Kaili yang terlihat merona tipis.


...


Kekaisaran Vampir, Keluarga Bangsawan Chu.


Chu Lang yang biasanya terlihat tegas dan galak, kini terlihat sayu dan lemas.


Dirinya terus menatap batu jiwa Chu Hua yang merupakan anak gadis yang paling dia sayangi. Batu jiwa Chu Hua yang selalu bersinar terang, kini tidak lagi memperlihatkan kilaunya.


Batu jiwa itu tampak gelap dan memiliki retakan yang menandakan jika pemilik batu jiwa itu tidak lagi bernyawa alias telah meninggal.


Bagi bangsa Vampir yang meninggal, jika terlambat untuk ditemukan oleh keluarga, maka tubuhnya akan hancur menjadi debu, tapi jika keluarga berhasil menemukannya, maka tubuh vampir tersebut bisa awet dan hanya akan tertidur selama puluhan ribu tahun.


"Aku seharusnya tidak mengizinkan Hua'er untuk memasuki dunia kecil itu..."


Dia sangat sedih mengetahui jika putri kesayangannya itu telah meninggal dan tubuhnya hancur menjadi debu.

__ADS_1


Chu Lang sendiri tidak menyadari jika keluarga Chu saat ini dalam bahaya karena ulah putri kesayangannya itu.


Hanya menunggu Di Hong Zhuang kembali dan keluarga Chu akan langsung dieksekusi.


"Apa yang harus aku katakan pada ibu dan istriku tentang kematian Hua'er?" Chu Lang sangat sedih dan bingung hingga segel di dadanya bersinar menandakan panggilan dari pemimpin tertinggi tengkorak merah..


Wajahnya mengeras dan kembali datar, tidak ada lagi raut kesedihan yang terlihat seperti beberapa waktu lalu.


Dia segera menghilang dari tempatnya membuat seolah dia tidak pernah ada di sana.


Dalam sekejap, Chu Lang muncul di depan bangunan yang terlihat misterius. Dia melangkah masuk dan di sambut oleh penjaga gerbang yang tampak menunduk hormat padanya.


"Silakan tuan Chu, Master telah menunggu.."


"Hm.."


Chu Lang melangkah dengan tegas menuju ruangan di mana selalu dijadikan ruangan pertemuan.


Saat sampai dan membuka pintu ruangan, dia melihat semua bangku telah terisi dan hanya menyisahkan satu bangku kosong yang merupakan miliknya.


"Salam pemimpin!"


"Duduk!"


Chu Lang melangkah menuju kursinya. Segera semua diam dan atensi mereka tertuju pada seorang pemuda atau lebih tepatnya seorang pria yang wajahnya tertutup oleh topeng perunggu yang hanya menampakkan pipi sebelah kanan saja.


"Aku mengumpulkan kalian semua di sini karena ada dua hal yang ingin aku bahas dan beritahukan pada kalian.."


Pria tersebut yang tidak lain adalah pemimpin tengkorak merah terdiam sesaat, dia memperhatikan wajah semua bawahannya. Pandangannya berhenti pada Chu Lang yang meski tampak dingin, tapi ada setitik kesedihan di matanya. Hal serupa juga dia temukan pada Jin Hao Li. Namun, setitik kesedihan tersebut memiliki arti berbeda.


Chu Lang memiliki kesedihan yang mengartikan jika dia sedih karena anak kesayangan yang selalu dia manjakan layaknya berlian, kini telah pergi meninggalkan dirinya.


Sedangkan di mata Jin Hao Li, kesedihan yang dia rasakan sangat berbeda dengan kesedihan Chu Lang.


Kesedihan tersebut menggambarkan jika dia kehilangan wanita yang teramat dia cintai dari pada rasa kehilangan seorang putri yang berharga.


Pria tersebut tersenyum tipis, sangat tipis untuk disadari oleh semua bawahan miliknya yang kini telah berkumpul di depannya.


"Kabar yang aku ingin sampaikan adalah 100 anggota yang kita kirim untuk membunuh semua orang yang memasuki dunia kecil tidak bisa kembali. Mereka semua kehilangan nyawa mereka termasuk Chu Hua yang merupakan anak dari Chu Lang.."


Chu Lang mengepalkan tinjunya, jika ingin jujur, dia memang sangat kehilangan putri yang teramat dia sayangi itu.


"*Dengan meninggalnya mereka, maka jiwa mereka tentu secara alami akan menjadi tumbal untuk membangkitkan ayah. Kalian hanya orang bodoh yang termakan dengan tipu muslihatku.."


.....

__ADS_1


**Aska berencana untuk istirahat karena jari-jari Aska gemetar setelah membuat CRAZY UP untuk kalian. Namun, kalian tidak mengerti malah terus menagihku seolah aku memiliki hutang jutaan pada kalian. aku memang aktif dan sering membaca komik untuk mencari inspirasi, tapi ada di antara kalian mengira jika aku tidak peduli dengan cerita ini. Dengar! AGA sudah di Kontrak dan sangat mustahil untuk Aska terlantarkan. membaca komentar kalian semua, itu cukup untuk membuat Aska berhenti menulis dan ingin Hiatus***.


Rencana awal ingin menamatkan Aga di Chapter 250, Aska kurangi menjadi 150 Chapter saja. Aska mau rehat sejenak dan Hiatus menulis novel.


__ADS_2