Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 94


__ADS_3

"Hancurkan racun tersebut menjadi bubuk jika kalian bertemu kelompok tengkorak merah atau hidup kalian terancam.."


"Ya.."


Setelah menjawab, mereka segera menelan penawar dari racun darah kalajengking asap..


Begitu semua selesai, mereka segera berkumpul dengan yang lainnya untuk segera berangkat. Yang tidak memiliki kontraktual terbang, mereka menggunakan pedang terbang.


100 murid dari Qinglong Akademi telah dilepaskan untuk menuju hutan neraka.


Hutan neraka cukup jauh dari akademi, jadi mereka harus berangkat sekarang.


Saat berada di udara, Jin Lien mengeluarkan Handycam miliknya dan mulai merekam mereka yang sedang terbang. Ada yang menggunakan pedang terbang, ada yang menggunakan binantang kontraktual mereka ada pula yang menggunakan daun.


Jin Gaoqi hanya tersenyum melihat Jin Lien yang merekam semuanya.


Murid Qinglong Akademi tidak lagi terkejut ketika Jin Lien mengeluarkan Handycam miliknya, karena mereka telah terbiasa melihat Jin Lien mengeluarkan benda aneh tersebut.


Satu hal yang mereka tahu adalah Fungsi beda aneh Jin Lien sama dengan fungsi dari batu memori.


Setelah beberapa jam terbang, tim Qinglong Akademi bertemu tim dari Vermilion Akademi.


Jin Lien tersenyum saat melihat Lulu dan Mimi yang menunggangi dua jenis Luan Bird. Mimi menunggangi Luan Bird api sedangkan Lulu menunggangi Luan Bird es.


Segera kelompok mereka bergabung. Meski mereka rival, tapi mereka bersaing secara sehat dan tidak menjatuhkan. Hanya orang-orang tertentu yang tidak suka saja, itupun bisa dihitung.


Jin Lien terus merekam kegiatan terbang mereka, hingga Handycam-nya berhenti pada Di Hong Zhuang yang dengan gagah berada di punggung seekor naga emas.


Merasakan aura naga emas, segera Xi Mo keluar dari dimensi lotus. Xi Mo memandang sengit pada naga emas tersebut.


"Ada apa Momo?"


Xi Mo memandang sedih pada Jin Lien yang membuat Jin Lien bingung.


"Lienlien, naga emas itu adalah saudara angkatku. Dia sering membully diriku yang menggemaskan ini.."


Jin Lien tercengang dengan pengakuan Xi Mo yang kelewatan narsis.


"Sssst, Momo yang sabar ya! Nanti aku marahin tuh naga jelek.."


"Lienlien serius?"


"Ya.."


"Terima kasih.."


Setelah mengaduh, Xi Mo kembali memandang remeh pada naga emas milik Di Hong Zhuang.


Sontak naga emas sweatdrop melihat hal tersebut.


"Anak itu tidak berubah, tetap yang paling menggemaskan.."


"Siapa?"


Di Hong Zhuang penasaran ketika mendengar suara batin naga emas.


"Bukan siapa-siapa master! Hanya adik angkatku yang menggemaskan ketika ngambek.."


"Siapa itu?"

__ADS_1


"Itu, ular 7 kepala yang telah berkontrak dengan nyonya.."


Di Hong Zhuang memandang Jin Lien dan Xi Mo yang saat ini sedang terlihat angkuh. Seketika Di Hong Zhuang ikut sweatdrop.


"Wifei, ada apa dengan Xi Mo?"


"Bukan apa-apa, dia hanya mengeluh jika dia sering dibully oleh naga emas mu.."


"Hah?"


Di Hong Zhuang tidak tahu harus berkata apa mendengar penjelasan Jin Lien.


Dia kemudian menepuk punggung naga emas.


"Katanya kau sering membully dirinya?"


"Ya, karena dia terlalu menggemaskan.."


"Hn, ada pantas dia mengaduh pada Lien kecil dan mungkin mendapatkan pembelaan sehingga di terlihat angkuh seperti itu.."


"Pfffft.."


Setelah menempuh perjalanan selama 12 jam, mereka singgah sebentar untuk berisitirahat dan mengisi ulang energi mereka.


Mereka turun di hutan kecil dan berisitirahat sejenak. Beberapa memilih mengonsumsi Pil pemilih Qi dan stamina, beberapa memilih berburu hewan roh kecil untuk dipanggang.


Setelah merasa jika energi mereka pulih, mereka melanjutkan perjalanan mereka. Terus seperti itu hingga mereka sampai di hutan Neraka.


Ketika mereka sampai di hutan Neraka, mereka bisa melihat banyak orang.


Maklum saja, karena pintu masuk ke dunia kecil berada di sisi luar hutan nereka.


Semua pandangan mengarah pada mereka yang baru sampai.


"Akhirnya kau datang.."


Mimi dan Lulu juga telah menemukan lokasi Cao Xing dan Cao Jiang langsung menerjang mereka dengan pelukan..


"Xing Ge! Jiang Ge! Aku kangen kalian.."


"Hohohoho Mimi selalu yang bersemangat.." sedangkan Lulu hanya tersenyum kecil.


"Jadi semua yang ingin masuk ke dunia kecil sudah berkumpul?"


Jin Shan mengangguk menjawab pertanyaan Jin Lien.


"Kita hanya menunggu bulan menutupi matahari dan pintu dunia kecil terbuka.."


Jin Lien mengangguk mengerti. Dia kemudian mengajak Jin Shan ketempat sepi.


"Ada apa Er Jie?"


"Ambil ini dan bagikan pada semua! Masing-masing dapat tiga pil. Namun, kalian harus memakan penawarnya lebih dulu, cukup satu penawar. Penawar berada di botol putih, dan racun ada di botol hitam."


"Kenapa Er jie memberikan ini?"


"Tengkorak merah berencana membunuh semua yang masuk ke dalam dunia kecil, jika kalian bertemu mereka langsung hancurkan satu pil menjadi bubuk. Ingat, harus makan penawar setelah kau membagikan pada semua.."


"Baiklah Er Jie.."

__ADS_1


Setelah Jin Shan menerima semua yang diberikan Jin Lien, dia segera kembali pada kelompoknya untuk membagikan racun tersebut pada yang lain.


Untuk anggota Red Vermilion, Di Hong Zhuang telah membagikan pada yang dia percayai saja.


Tidak jauh, dari posisi semua berada, kelompok tengkorak merah sedang menatap semuanya dengan sinis.


"Kalian semua akan mati di tangan kami tengkorak merah.."


....


Zhang Yu melangkah mendekati Jin Gaoqi yang tengah menikmati cemilan ringan entah dia dapat dari mana.


"Qi'er!"


Jin Gaoqi mengangkat kepala dan menata Zhang Yu.


"Hm?"


"Sekarang, kau mau menerimaku kan?"


Jin Gaoqi tidak menjawab dan melanjutkan menikmati cemilannya..


"Jadi, apa jawabanmu?"


"Jangan ganggu aku!"


"Qi'er tolong jangan terlalu galak pada calon suamimu ini!"


Duagh.


Jin Gaoqi langsung menendang tulang kering Zhang Yu yang membuat Zhang Yu meringis.


"Baik, ingat! Aku tidak menerima dan tidak mengizinkan kau memiliki selir!"


Zhang Yu tersenyum lebar dan segera mengecup kening Jin Gaoqi.


"Itu tanda kau sekarang milikku.." Jin Gaoqi melototi Zhang Yu yang saat ini telah kembali ke kelompoknya.


Tanpa sadar, dia tersenyum dan tentu membuat seorang pemuda yang berada di kelompok lain merasa jatuh hati pada Jin Gaoqi.


Seketika Jin Gaoqi merasa merinding dan langsung berlari memeluk Zhang Yu.


Zhang Yu dan yang lainnya seketika tercengang.


"Qi'er ada apa?"


"Aku merasa ada seorang yang mengincar ku dan tertarik padaku. Jangan jauh-jauh dariku!"


Zhang Yu tidak tahu harus menangis atau tertawa mendengar pengakuan Ini Gaoqi.


Dia kemudian melihat semua para pemuda dari semua kelompok, hingga pandangannya berhenti pada seorang pemuda yang terlihat marah di kelompok kerajaan Qing.


"Tidak apa-apa, kau adalah gadisku sekaligus tunanganku. Aku akan menjagamu.."


"Terima kasih.."


"Ketika kita masuk ke dunia kecil, jangan jauh-jauh dariku!"


"baik.."

__ADS_1


Jin Gaoqi dari kehidupan pertamanya, dia paling peka terhadap laki-laki yang berniat buruk atau sekedar tertarik padanya hanya karena nafsu.


....


__ADS_2