
Xu Lan juga tidak menyangka bahkan dengan sikap bar-bar adik perempuannya, pamannya tidak peduli. Di mana sikap kemuliaan seorang kaisar?
Dia bahkan ragu jika yang di depannya adalah pamannya.
"Ada apa? Kenapa kalian tidak tinggal di Akademi?"
"Paman, kami baru saja dari kekaisaran Xiling menculik kaisar dan yang lainnya, dan Lan Jie ingin bertemu denganmu."
Mendengar pernyataan blak-blakan Jin Lien, tubuh Jun Kaili gemetar karena terkejut.
Menculik kaisar kekaisaran Xiling?
Menculik keluarga kerajaan?
Apakah mereka gila. Ya, dia tahu jika Jin Lien bersaudara tidak normal, tapi dia tidak pernah berpikir jika kelakuan ke-tiga saudara itu bahkan sangat mengejutkan.
"Kalian...." Dia bahkan tidak tahu harus berkata apa. Jika dia memiliki penyakit jantung, bisa dipastikan jika saat ini Jun Kaili telah mengalami kejang.
Dia kemudian mengalihkan perhatiannya pada Xu Lan. Melihat wajah akrab itu, tubuh Jun Kaili semekain gemetar.
Keponakannya yang menghilang ketika perang pecah, saat ini tengah berdiri di depannya. Sudah lama dia mencari, tapi tidak membuahkan hasil.
"Lan Lan, apakah itu kau?"
"Ya ini aku paman, senang bertemu denganmu lagi."
"Gadis nakal, kemana saja kau pergi."
Jun Kaili tidak bisa menahan kegembiaraannya dan berdiri dari posisinya kemudian bergegas memeluk Xu Lan.
"Ceritanya panjang, sekarang aku ingin bertanya. Kenapa suasana istana sangat ramai?"
Melepas pelukannya, Jun Kaili tersenyum.
"Paman kalian yang tampan ini akan segera mengirim hadiah pertunangan pada calon bibi kalian."
Tidak ada yang menyangka jika Jun Kaili akan menjadi sangat narsis.
Jin Lien dan Niu'er melihat Jun Kaili dari atas sampai bawah dengan jempol dan telunjuk mengapit dagu mereka.
Seolah mereka sedang menilai apakah pernyataan percaya diri itu layak diucapkan?
"Paman, tingkat kenarsisanmu telah mencapai level tinggi. Aku tidak tahu, apakah bibi mampu mentolerir tingkat ini?" Jin Lien menggeleng dengan lemah. Seolah penyakit narsis Jun Kaili tidak dapat lagi diselamatkan.
"Kau gadis konyol."
__ADS_1
Pletak
Jun Kaili yang biasanya elegan dan mulia, di depan Jin Lien dan yang lainnya akan berubah menjadi pria yang penuh kasih sayang.
Jin Lien yang sudah terbiasa, cuma menggerutu jengkel dan memalingkan muka.
"Nah, kapan hadiah pertunangan akan diantarkan? Bisakah kami ikut?"
Wajah Jun Kaili menjadi cerah mendengar pertanyaan Niu'er. Dia dengan cepat mengangguk.
Jika dia mengajak semua keponakannya ini, dia bisa menunjukkan betapa cantiknya Shu'er itu.
"Baik, kalian boleh ikut. Pergilah untuk mengganti pakaian kalian dengan pakaian resmi, jangan menggunakan pakaian ini. Kami akan berangkat setelah 2 jam."
Segera Jin Lien, Niu'er, Xu Lan dan Jin Shan menjadi bersemangat.
Berbalik untuk keluar dari ruang kerja Jun Kaili, mereka bergegas menuju kamar mereka untuk mengganti pakaian.
Tidak perlu ditanya, Jin Lien dan yang lainnya memiliki kamar sendiri di istana pribadi milik Jun Kaili.
Melihat hal ini, Xu Lan yakin jika Jin Lien dan yang lainnya sering datang. Jika tidak, tidak mungkin untuk mereka memiliki ruang pribadi sendiri.
Niu'er dan Xu Lan memulihkan penampilan mereka menjadi ras Demon.
Jin Lien juga tidak menggunakan penampilan dirinya sebagian seorang Elf, tapi seorang Vampir.
Setelah dua jam, mereka akhirnya keluar dari kamar mereka setelah berganti pakaian.
Penampilan mereka saat ini bisa dibilang sangat menakjubkan, tidak ada lagi pakaian modern. Bukannya mereka tidak ingin memakai gaun dan jas resmi, tapi itu akan terlihat aneh jika mereka mengenakan hal tersebut untuk berkunjung ke kerajaan Mermaid.
Melihat penampilan mempesona ke-empat keponakannya, Jun Kaili tidak bisa untuk tidak mengagumi mereka.
"Pohon yang baik tentu akan menghasilkan buah yang baik pula"
Dia tersenyum melihat Niu'er dan Xu Lan tidak menyembunyikan ras mereka sebagai seorang demon. Bahkan sudut bibir Jun Kaili bergerak-gerak melihat Jin Lien yang menggunakan identitas dirinya sebagai Ratu dari kerajaan Vampir.
Meski belum menikah, tapi status dirinya adalah pasti. Aura yang keluar dari tubuhnya tidak bisa menyembunyikan identitas dirinya yang merupakan seorang ratu.
Melihat penampilan Jin Shan sendiri, Jun Kaili hanya menggeleng. Tidak peduli menggunakan penampilan dari ras apa. Ke-empat keponakannya ini memiliki pesona masing-masing dan itu tidak terbantahkan.
Para pengawal yang terpilih untuk pergi membawa hadiah pertunangan tidak bisa menyembunyikan kekaguman mereka.
Mereka bahkan dipaksa untuk tunduk dengan aura yang menguar dari ke-empatnya. Terlebih aura milik Jin Lien yang lebih kuat dari tiga orang lainnya.
"Ayo!"
__ADS_1
Setelah Jin Lien dan yang lainnya berdiri di dekatnya, Jun Kaili Segera mengaktifkan Array teleportasi yang berada di bawah kaki mereka.
Dalam sekejap, sinar putih menyelimuti mereka semua dan menghilang dari istana. Beberapa saat kemudian, mereka muncul di pinggiran pantai.
Mengambil kotak yang entah apa isinya, Jun Kaili membuka dan membagikan isi dari kotak itu pada semua yang hadir.
Setelah mengonsumsi herbal tersebut, mereka segera melompat ke dalam air.
Meski mereka bisa menggunakan kekuatan spiritual untuk melindungi diri mereka, tapi air di wilayah para Mermaid, kekuatan pelindung itu tidak akan berguna.
Mereka berenang dengan kecepatan normal menuju kerajaan Mermaid.
...
Di istana Mermaid
Kaisar dan Jiang Shu tengah menunggu kedatangan kelompok Jun Kaili untuk membawa hadiah pertunangan.
Jiang Hao, Kaisar Kerajaan Mermaid memiliki pemikiran dalam benaknya.
Meski ini hanya hadiah pertunangan, dia telah memutuskan untuk menjadikan hari ini adalah hari pernikahan putri kesayangannya.
Dia memandang lembut pada putrinya yang tampil sangat cantik. Walaupun itu bukan pakaian pengantin berwarna merah, tapi pakaian yang dikenakan Jiang Shu adalah gaun pengantin khas ras duyung.
Ada senyum lembut di bibir Jiang Hao.
"Shu'er, walaupun Jun Kaili mengira ini adalah pertunangan kalian, ayah akan mengirimmu pergi dan menjadikan hari ini adalah hari pernikahan milikmu yang termegah."
Tidak hanya ada Jiang Hao dan Jiang Shu di istana, tapi semua pejabat dan keluarga bangsawan datang.
Mereka ingin melihat siapa pria beruntung yang dapat menaklukan hati tuan putri mereka.
Mereka ingin melihat seperti apa sosok pria itu, mereka berharap jika pria tersebut adalah pria tampan yang menyaingi ketampanan pemuda dari kerajaan mereka.
Jika itu lebih rendah, mereka akan merasa terhina memberikan tuan putri mereka yang sangat cantik pada pria yang tidak layak disebutkan itu.
"Ayah Kaisar! Shu'er yakin jika kakak Jun akan terkejut dengan rencana yang Anda ubah."
"Ayah tidak peduli. Yang ayah pedulikan adalah kebahagiaanmu."
"Shu'er mengerti."
"Jadi duduklah dengan tenang!"
"Ya ayah kaisar."
__ADS_1
Shu'er tidak berbicara lagi, tapi duduk dengan anggun di tempatnya. Banyak pemuda yang menyukai Jiang Shu merasa pahit di hati mereka.
........