
Jin Lien menyeringai dan menunggu kedua penyusup itu. Dia bangun dari posisi duduk di ranjangnya dan berdiri di pinggir jendela sambil melihat bulan.
Tanpa dia sadari, Di Hong Zhuang datang dan memeluknya dari belakang.
"Sedang apa?"
"Aku hanya menunggu dua penyusup yang dalam perjalanan.."
Seketika aura di sekitar Di Hong Zhuang menjadi berat.
"Tidak perlu khawatir! Mereka hanya dua orang yang berada di ranah Master. Itu bukan masalah.."
"Baiklah. Kau istirahat saja! Biarkan suamimu ini yang membereskan mereka.."
"Suami?"
"Ya, kau itu istriku! Kita hanya perlu melakukan prosesi pernikahan lalu hubungan kita bisa di katakan sah.."
Jin Lien tampak berpikir lalu dia mengangguk.
"Baik. Kalau begitu, aku akan memanggilmu, Hubby."
"Hubby?"
"Ya, Hubby sama artinya dengan suami.."
Di Hong Zhuang tersenyum kecil dan mengangguk.
"Aku setuju.."
Jin Lien kembali ke ranjang miliknya, dia ingin menyimpan energi untuk besok..
"Hubby, sebaiknya kau juga beristirahat! Biarkan Xi Mo yang berjaga.."
"Baiklah.."
Xi Mo segera keluar dan berjaga di sekitar jendela, tempat yang biasanya di lewati oleh penyusup.
Ketika Di Hong Zhuang telah berbaring di samping Jin Lien, kedua penyusup tersebut juga sampai.
Jin Lien hanya menatap tajam pada kedua sosok tersebut yang tengah berdiri dengan wajah pucat di depan Xi Mo.
[Penyusup merupakan anggota pembunuh bayaran Serigala Darah, diperintahkan oleh seorang gadis Vampir untuk membunuh Host]
Muncul tanda keringat jatuh sebesar biji jagung di kepala Jin Lien. Dia tidak menyangka jika Chu Hua sampai menyewa pembunuh bayaran.
Tentu dia bisa menebak jika itu Chu Hua, meski Alex tidak menyebut namanya, gadis Vampir yang Jin Lien tahu sangat membencinya hanyalah Chu Hua.
"Hubby, sepertinya J*lang itu minta di siksa deh.."
"Siapa?"
"Chu Hua.."
"Maksudmu, dia yang mengirim kedua orang itu!"
"Ya.."
"Dari mana kau tahu?"
Jin Lien ingin mengatakan jika dia mengetahuinya dari Alex, tapi suara Alex kembali terdengar di benaknya.
__ADS_1
[Host dilarang memberitahu siapapun tentang keberadaan Alex kecuali nona Jin Gaoqi yang memiliki Timi.]
Jin Lien kembali berwajah datar.
"Hmp, siapa lagi yang membenciku selain Chu Hua itu. Aku bisa menyimpulkan seperti itu karena Jin Hao Li dan Jin Hua Lin sedang dalam pengawasan Rui.."
"Masuk akal, biar aku yang membereskan Chu Hua itu.."
"Tidak perlu! Serahkan dia padaku! Karena dia berniat merebutmu dariku. maka, aku akan membuatnya menyesali karena salah memilih lawan.."
"Baiklah Lien kecil, kau menang. Sekarang tidur!"
"Uhm.."
Sementara itu, kedua orang suruhan Chu Hua telah berada di dalam perut Xi Mo
...
Hari barupun menyapa, Jin Lien terbangun dalam pelukan Di Hong Zhuang.
"Selamat pagi Lien kecil.."
"Selamat pagi juga tampan.."
"Cara tidurmu sepertinya telah berubah, tidak seperti waktu kau kecil yang tidak pernah tenang.."
"Hei, jangan membahas cara tidurku!"
"Baiklah cintaku.."
Blush
Jin Lien menunduk dengan rona merah menghiasi pipinya
Rona merah di pipi Jin Lien dalam sekejap menghilang ketika suara Alex kembali terdengar.
Jin Lien memasuki dimensi Lotus, dia membawa Di Hong Zhuang bersama.
"Hubby, kau berkeliling lah dulu! Aku akan mandi lebih dulu.."
Di Hong Zhuang agak terpesona melihat pemandangan dimensi lotus. Ketika mendengar kata mandi diucapkan Jin Lien, matanya langsung menyala.
"Lien kecil, bagaimana kalau mandi bersama?"
Jin Lien kembali merona dan memandang tajam pada Di Hong Zhuang.
"Mesum.."
"Ayolah, lagipula kita hanya mandi bersama dan tidak melakukan apapun.."
Jin Lien tampak berpikir, memikirkan pro dan kontra mandi bersama.
[Host di persilakan memakai bikini jika ingin mandi bersama]
Seketika wajah Jin Lien bersinar bahagia. Baginya yang pernah hidup di zaman modern, memakai bikini tidaklah memalukan. Dia beberapa kali memakai bikini saat mengunjungi pantai.
"Baik, tapi hanya mandi.."
"Tenang Lien kecil, suamimu ini tidak akan melakukan hal-hal aneh sebelum kita menikah secara sah.."
Jin Lien mengangguk dan pergi mengganti pakaiannya dengan bikini. Sedangkan Di Hong Zhuang pergi ke kolam yang di sinyalir adalah tempat Jin Lien untuk mandi.
__ADS_1
Kolam tersebut merupakan kolam air panas yang sudah ada di dalam dimensi lotus saat Jin Lien menemukannya.
Dia melepas semua pakaiannya lalu masuk ke dalam kolam air panas. Seketika, Di Hong Zhuang merasakan jika semua sarafnya rilex.
Jin Lien dengan jubah mandinya hanya menatap Di Hong Zhuang yang telah berada di dalam kolam air panas. Dia melihat sekeliling dan menemukan pakaian Di Hong Zhuang tergeletak begitu saja.
"Apakah dia tidak memakai apapun dan memasuki kolam?"
Lagi-lagi Jin Lien merona. Dia mendekat dan menatap Di Hong Zhuang.
"Kau tak memakai apapun?"
"Kita lagi ingin mandi, untuk apa mengenakan pakaian?"
"Baiklah, Hubby kau menang.." Jin Lien melepas jubah mandinya dan memperlihatkan tubuhnya yang indah dengan balutan bikini merah yang menambah kesan seksi Jin Lien.
Glup
Di Hong Zhuang meneguk salivanya dengan paksa ketika melihat bentuk tubuh Jin Lien yang sangat menggairahkan.
"Apa? Kita hanya akan mandi!" Peringat Jin Lien sekali lagi dan memasuki kolam.
Di sekitar kolam, sudah ada perlengkapan mandi Jin Lien seperti sabun dan shampo.
Mengenyahkan semua pikiran tentang tubuh indah Jin Lien, Di Hong Zhuang juga mulai mandi.
Melihat Jin Lien memakai sabun dan menimbulkan bisa di seluruh badan, Di Hong Zhuang menjadi penasaran.
"Lien kecil! Apa yang kau gunakan itu?"
"Hmmp? Ini disebut sabun.."
"Lalu yang itu?" Sambil menunjuk botol shampo.
"Itu namanya Shampo, dipakai untuk mencuci rambut.."
"Oh, biarkan aku membantumu menggosok rambutmu.."
"Baik, tapi biar aku yang menakar ukurannya. Takutnya, kau akan menuang semuanya ke rambutku.."
Di Hong Zhuang terdiam, dia memang berniat menuang semua ke kepala Jin Lien karena tidak tahu cara menggunakan shampo.
Jin Lien membuka tutup botol Shampo dan menuangnya di telapak tangan Di Hong Zhuang.
"Segini sudah cukup! Silakan bantu istri ini menggosok rambutnya.."
"Baik, setelah suami membantu menggosok rambut Istri. Istri gantian menggosok rambut Suami, bagaiamana?"
"Baik.."
Di Hong Zhuang dengan lembut menggosok rambut Jin Lien, wangi dari shampo membuat Di Hong Zhuang merasa nyaman.
"Istri, apakah kau memiliki Sabun dan Shampo lain?"
"Aku memiliki banyak, aku bisa memberikannya padamu.."
Di Hong Zhuang tersenyum dan membantu Jin Lien menggosok rambut. Dia juga terkadang membantu Jin Lien menggosok punggung ketika melihat tangan Jin Lien tidak mencapai target.
Setelah Jin Lien selesai, dia juga membantu Di Hong Zhuang menggosok rambut serta punggung. Dia sudah terbiasa melihat tubuh Di Hong Zhuang saat dia memasuki kolam, jadi Jin Lien tidak merasa malu sidikitpun.
...
__ADS_1
Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya, Terima kasih.