
Di penginapan di mana Mu Jing Yu dan yang lainnya menginap. Lebih tepatnya di kamar milik Jin Tian.
Mu Fei Sun dan Isterinya Meng Lan Yin tengah duduk di kursi menatap kedua anaknya dan menantunya.
Mu Xue dan Mu Jing Yu tidak pernah berpikir jika anak-anak mereka akan membawa kedua orang tua mereka untuk menemui mereka.
"Setelah ini, kalian pulanglah ke rumah!" Mu Xue menghela napas kemudian menolak.
"Ayah Kaisar! Untuk saat ini, Xue belum bisa kembali karena harus menemani suamiku untuk merebut kembali miliknya.."
Mu Fei Sun kemudian mengalihkan pandangannya pada Jin Tian..
"Nak, ada masalah apa? Katakan! Mungkin orang tua ini bisa membantu.."
"Ayah mertua, tidak perlu. Ini hanya masalah penghianat keluarga Jin yang telah merenggut semuanya.."
Mu Fei Sun menatap Jin Tian sejenak lalu mengangguk.
"Jika kau membutuhkan sesuatu, cukup katakan padaku saja.."
"Ya ayah mertua.."
Mu Fei Sun kemudian mengalihkan pandangannya pada Mu Jing Yu dan Bai Xun.
"Ayak Kaisar, jika anda menginginkan aku kembali bersama keluargaku. Maaf, aku belum bisa kembali jika Jiejie belum kembali.."
Mu Fei Sun menghela napas lelah, kenapa dia bisa memiliki dua anak yang keras kepala.
Beruntung anak-anaknya yang lain tidak keras kepala seperti anak pertama dan anak ketiganya.
"Baiklah kami tidak akan memaksa kalian. Namun, kalian harus berkunjung sesekali untuk menjenguk kami.."
"Ya.."
Dengan begitu, permasalahan keluarga yang awalnya hanya salah paham akhirnya terselesaikan.
...
Jin Gaoqi yang tidak berada di kamar kakaknya, memilih berjalan-jalan sendiri. Semua keponakannya entah mengapa melupakan dirinya.
Jin Gaoqi lagi-lagi menghela napas, dia melihat sekeliling dan ternyata dirinya telah berada di daerah yang di penuhi toko.
Ada banyak toko pakaian, toko perhiasan dan toko lainnya. Wajah Jin Gaoqi menjadi datar.
__ADS_1
"Apakah semua toko di jaman kuno ini tidak kreatif dan itu semua hampir sama?"
Jin Gaoqi mengamati semua toko di jalan itu, hingga tatapannya berhenti di salah satu toko yang tidak mencolok alias sangat biasa.
"Toko macam apa pula itu?" Dengan langkah berat, Jin Gaoqi melangkah menuju toko tersebut.
Ketika dia melangkahkan kakinya memasuki toko, dia di buat terkagum dengan apa yang berada di dalam toko itu.
Toko tersebut bukanlah toko perhiasan atau pakaian, melainkan toko berbagai senjata. Tidak hanya ada senjata saja, ada juga beberapa barang aneh di dalam toko tersebut.
Kening Jin Gaoqi mengernyit memandang benda aneh yang sangat familiar.
Dia berdiri lama di depan rak tersebut memandang benda kotak persegi panjang itu dengan rumit.
"Smartphone? Kenapa ada Smartphone di toko ini?"
Jin Gaoqi melihat sekeliling mencari penjaga toko, dia ingin membeli smartphone tersebut.
Namun, lama mencari. Dia tidak menemukan penjaga toko yang membuat toko ini terlihat aneh.
Jin Gaoqi melihat harga Smartphone tersebut, harga yang tertera di sana adalah 120 koin kristal.
"Tidak masalah jika penjaga toko tidak ada, di sini dia mengatakan jika harga Smartphone ini adalah 120 koin kristal. Cukup aku membayar dan mengambil barang yang aku beli dan kita impas.."
Jin Gaoqi sudah memutuskan dan dia tidak hanya membeli smartphone tersebut, dia juga membeli satu smartphone lainnya untuk Jin Lien yang berasal dari dunia yang sama dengannya.
"Eh, bahkan sepeda juga ada?"
Jin Gaoqi tidak membuang waktu lagi dan membeli sepeda tersebut. Setelah membayar semuanya, dia akhirnya keluar dari toko dengan membawa sepeda tanpa menoleh ke belakang lagi.
Hal yang tidak di perhatikan Jin Gaoqi adalah toko yang dia kunjungi telah menghilang..
Jin Gaoqi menaiki sepeda dan menggoes sepeda barunya dengan gembira.
Banyak pasang mata yang melihatnya dan menatap Jin Gaoqi dan sepedanya dengan tatapan takjub.
Giok setengah lingkaran miliknya yang tergantung di pinggangnya bergerak tertiup angin tapi tidak sampai lepas dari pinggang Jin Gaoqi.
Merasakan sepeda untuk pertama kalinya di dunia kuno ini membuat mood Jin Gaoqi meningkat pesat.
Dia bahagia menemukan sepeda lagi, meski itu tidak semewah motor ataupun mobil.
Asik menggoes sepedanya, pandangan Jin Gaoqi mendapati Zhang Yu yang tengah membeli sesuatu di STAN kecil pinggir jalan.
__ADS_1
Di sampingnya ada gadis Elf lainnya yang berusaha mendapat perhatian, tapi selalu di abaikan.
"Ckckckckck, jika itu aku. Aku pasti tidak akan mengejar orang yang tidak menginginkanku.. mau taruh di mana muka cantikku jika aku mengemis seperti gadis itu. Hello dunia tidak hanya memiliki satu pria, jika perlu aku menginginkan semua pria tampan yang mengejarku, bukan aku yang mengejar mereka. Harga diri seorang Jin Gaoqi sangat tinggi.."
Tidak lagi memperhatikan Zhang Yu dengan gadis penguntitnya, Jin Gaoqi mengedarkan pandangannya ke pedagang kaki lima di sekitar jalan.
Matanya membola dengan binar bahagia ketika melihat salah satu pedagang sedang menjual makanan favoritnya..
"Uwoooooh Tahu Busuk. Aku suka itu.." Jin Gaoqi langsung turun dari sepedanya dan menyimpan sepeda itu ke dalam cincin penyimpanan.
Dia duduk di bangku kosong yang di sediakan pedagang tersebut.
"Bibi pesan tahu busuk super pedas porsi besar.." pedagang yang merupakan wanita paruh baya menatap Jin Gaoqi sejenak. Dia kemudian tersenyum, dia tidak menyangka jika ada gadis cantik yang ingin memakan tahu busuk.
Wajar jika bibi pedagang berpikir seperti itu, itu karena Jin Gaoqi tidak memakai topeng miliknya.
Beberapa saat kemudian, tahu busuk pesanan Jin Gaoqi telah tiba. Dia langsung melahapnya dengan semangat..
"uwooooh Ini baru surganya makanan enak.."
Satu persatu tahu busuk memasuki mulut Jin Gaoqi. Dia memakannya penuh semangat dan kegembiraan.
Hanya beberapa menit, tahu busuk porsi besar telah tandas.
"Bibi pesan satu porsi lagi.."
Tingkah Jin Gaoqi yang bersemangat saat menikmati tahu busuk membuat orang-orang yang berlalu lalang menatapnya dengan aneh.
Tidak semua orang tahu betapa enaknya tahu busuk itu, mereka bahkan jijik untuk melirik. Namun, bagi mereka yang mengetahui kelezatan makanan tersebut, mereka bahkan rela antri untuk membeli makanan tersebut.
Jin Gaoqi makan dengan gembira, pemandangan Jin Gaoqi yang dengan senang menikmati tahu busuk seolah itu adalah makanan lezat sedunia jatuh di mata Zhang Yu.
Dia mengernyit heran melihat Jin Gaoqi yang bersemangat. Melihat itu, dia tersenyum tipis hingga tidak di sadari oleh gadis yang selalu menguntitnya, siapa lagi kalau bukan Jin Hua Lin.
Zhang Yu melangkah menuju kedai kaki lima di mana Jin Gaoqi menikmati tahu busuk miliknya.
"Bibi, beri aku satu porsi juga.."
Jin Gaoqi melirik Zhang Yu sejenak lalu kembali fokus pada makanannya.
"Bibi tambah lagi.."
Zhang Yu tercengang, dia tidak menyangka jika Jin Gaoqi sangat menyukai makanan bau ini..
__ADS_1
...
Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya Terima kasih.