Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 44


__ADS_3

Setelah mengatakan semuanya, Jin Shan pamit pada Huang Li Mo dan juga Mo Fai serta Jin Lien.


Begitu keluar dari ruangan Dekan dan berada di luar bangunan, Jin Shan kembali memanggil Lil Black. Saat Lil Black muncul, Jin Shan langsung melompat naik kepunggungnya.


"Er Jie, saat aku dalam perjalanan kemari, aku melihat Gege sedang beradu tanding di arena milik Vermilion Akademi.."


Memang jika menggunakan tunggangan terbang, mereka bisa melihat pemandangan di bawah. Karena tatapan Jin Shan yang begitu tajam, dia bisa dengan jelas melihat Di Hong Zhuang yang sedang bertanding.


Deg


Deg


Deg


Jantung Jin Lien berdetak beberapa kali lipat hingga senyum kecil muncul di bibirnya.


"Hehehehe ini menarik. Setelah 12 tahun berpisah, kami akhirnya akan kembali bertemu.."


"Ya Er Jie, aku pulang.."


"Tunggu!"


Jin Lien mengeluarkan banyak pil dan memberikannya pada Jin Shan.


"Berikan ini pada ayah dan ibu. Kau juga bisa mengambil beberapa untuk Kultivasimu.."


"Baik.." Jin Shan kembali turun dari punggung Lil Black dan mencuri kesempatan untuk mencium pipi Jin Lien.


"Er Jie kau tetap yang terbaik.."


Jin Lien terdiam kala Jin Shan mencium pipinya, tapi dia kemudian tersenyum lembut merasakan kehangatan di hatinya.


"Ternyata begini rasanya punya adik. Tidak buruk.."


"Tentu. Sampaikan juga salamku pada Ibu, ayah, Bibi dan paman ya.."


Lagi-lagi Mo Fai dan Huang Li Mo tidak tahu harus beraksi seperti apa. Tingkah pengeran kutub saat ini sangat berbanding terbalik dengan dirinya di kehidupan pertama.


Selepas kepergian Jin Shan, Jin Lien berbalik dan menyerat Mo Fai kembali ke Asrama. Huang Li Mo dibiarkan tercengang oleh tingkah Jin Lien dan hanya bisa menggeleng tanpa daya.


Bagi mereka tim elit, mereka tidak perlu mengikuti pelajaran di kelas. Secara umum., Mereka yang bergabung di dalam tim elit merupakan murid cerdas. Dengan hanya mereka berada di Asrama belajar bersama dan saling bertukar petunjuk, mereka akan dengan cepat paham.


Sumber daya yang diberikan pada mereka juga berlipat ganda dari pada murid biasa.


Hal tersebut yang menyebabkan murid yang menjadi anggota tim elit memiliki kultivasi tinggi dari yang lainnya.


Selama perjalanan menuju Asrama, senyum Jin Lien tidak pernah luntur. Wajah tampan Di Hong Zhuang terus terngiang di benaknya.


Mo Fai hanya menggeleng dan memandang datar pada Jin Lien yang hanya bisa tersenyum tidak jelas.


Dalam hati dia berpikir siapa Gege yang dimaksud oleh Jin Shan. Meski begitu, dia memilih diam.

__ADS_1


...


Di Asrama Red Vermilion lebih tepatnya kamar milik Di Hong Zhuang.


Di Hong Zhuang duduk di depan meja belajarnya sambil membaca buku yang merupakan tulisan tangan Jin Lien.


Puas dengan membaca buku tersebut, dia mengambil kertas yang dia sobek dari surat yang dulu ditinggalkan oleh Jin Lien.


Setiap kata yang tertulis sangat membuatnya bahagia dan selalu tersenyum.


Kata di kertas tersebut tidak lain adalah (Zhuang, aku mencintaimu)


Hanya beberapa kata sederhana, tapi membuat perasaannya menghangat. Dia juga tidak tahu kapan memiliki perasaan yang sama dengan Jin Lien. Namun, ketika membaca kalimat pendek itu, dia akhirnya sadar jika dia juga mencintai adik kecilnya.


Dia kembali mengingat dengan ucapan yang Jin Lien bisikan tepat di telinganya.


"Zhuang, kau milikku dan tidak di Izinkan untuk melirik wanita lain. Aku akan mengikuti kedua orangtuaku. Ketika aku dewasa, aku akan kembali untukmu. Aku mencintaimu.."


Mengingat ucapan itu, Di Hong Zhuang tidak berhenti untuk terus tersenyum.


"Di mana kau saat ini? aku berharap kita akan di pertemukan secepat mungkin.." Di Hong Zhuang memegang belati yang merupakan pasangan dari belati Jin Lien.


Dia kembali terkekeh geli begitu ucapan Niu'er juga kembali terngiang di telinganya.


"Gege atau bisa kupanggil Adik Ipar, jangan mengecewakan Lien'er.."


Ya meski usianya lebih tua dari Niu'er, karena dia mencintai Jin Lien jadi dia tidak masalah di panggil adik Ipar oleh Niu'er.


Dia selalu berpikir jika Jin Lien tumbuh menjadi gadis remaja, dia akan menjadi tua dan tidak layak untuk Jin Lien.


Namun, siapa yang menyangka jika dirinya tidak menjadi paman tua yang tidak layak tapi tetap tampan dan muda saat berada di daratan Jiangnan yang setiap penduduknya memiliki usia yang sangat panjang ketimbang daratan Lijing.


"Kali ini, aku tidak akan membiarkan mu pergi Lien kecil.."


Memegang dadanya di mana kalung Pusaka menyatu dengannya.


"Aku tidak pernah berpikir jika kalung peninggalan ibu merupakan lambang seorang permaisuri kerajaan Ras Vampir..."


Hanya sebuah kalung dan mereka terikat menjadi pasangan yang harus selalu bersama. Kalung yang entah membawa masa depan mereka seperti apa.


"Ah, aku sungguh merindukanmu.."


...


Jin Shan yang baru sampai di penginapan segera di tatap oleh 4 orang dewasa.


"Jadi dari mana saja kau Shan'er?"


"Hehehe dari menemu Da Jie dan Er Jie.."


Ke-empat orang dewasa saling memandang kemudian mereka tersenyum.

__ADS_1


Jin Shan juga mengeluarkan banyak pil yang tadi diberikan oleh Jin Lien.


"Ini titipan dari Er Jie, dia juga menitip salam untuk kalian.."


"Pergilah beristirahat! Kau pasti lelah.."


"Baik ayah.."


...


Dua hari berlalu dengan cepat. Tim Black Dragon semua telah siap dengan seragam mereka. Tidak hanya tim Black Dragon saja tapi 4 tim lainnya yang merupakan murid Qinglong Akademi juga telah siap dengan seragam khusus mereka. Namun, Black Dragon agak berbeda karena semua anggotanya mengenakan topeng berwarna hitam yang menutupi wajah bagian atas mereka.


Jin Lien sendiri tidak sabar untuk cepat sampai di tempat mereka mengadakan pertandingan.


Dia tidak sabar ingin melihat Di Hong Zhuang. Meski begitu, wajah tetap tenang seperti biasa.


Sebelum mereka berangkat di lokasi pertandingan, mereka mendengar pengumuman yang di berikan oleh Dekan Akademi.


"Ingat untuk memberikan yang terbaik dari kemampuan kalian! Tunjukan pada akademi lainnya jika Qinglong Akademi merupakan Akademi terbaik. Meski aku bersahabat dengan dekan dari Akademi lainnya, aku tetap tidak ingin kalah bersaing dari mereka.."


"Ya Dekan.."


Segera mereka pergi meninggalkan Qinglong Akademi menuju lokasi.


Lokasi diadakan pertandingan bertempat di arena besar yang berada di kota Blaze. Kota Blaze sendiri merupakan ibu kota dari wilayah tengah.


Lokasi Arena kini telah di padati oleh banyak penonton.


Beberapa kelaurga Kekaisaran dari semua Kekaisaran yang berada di daratan Jiangnan juga datang untuk menyaksikan pertandingan.


2 Kekaisaran dari Ras manusia yang merupakan Kekaisaran Chu dan Kekaisaran Qing secara khusus Kaisar mereka sendiri yang datang untuk menyaksikan pertandingan bersama permaisuri masing-masing.


Kekaisaran Han yang merupakan Kekaisaran Elf juga sama dan yang terakhir adalah Kekaisara Xiling yang merupakan Kekaisaran Ras dewa tidak jauh berbeda.


Kaisar dan Ratu sendiri yang datang menandakan mereka ingin melihat anak-anak mereka bertanding dalam pertandingan yang di adakan 15 tahun sekali itu.


Pertandingan tersebut meliputi dua bagian yaitu pertandingan Alkimia dan juga beladiri.


Tidak hanya anggota keluarga Kekaisaran Yanga datang, tapi juga ketua Asosiasi Alchemis dan semua pemimpin sekte serta para ahli terkenal.


Tujuan mereka tidak lain adalah untuk menyaksikan para generasi muda bertanding dan mencari bibit unggul untuk di jadikan murid.


Tidak hanya penonton yang telah padat tapi juga para tetua dari setiap Akademi telah menempati tempat mereka masing-masing termasuk 4 dekan yang sedang berdiskusi. Mereka saling membanggakan murid-murid mereka.


3 dekan lainnya hanya bisa menatap iri pada Huang Li Mo karena berhasil mendapatkan dua gadis abnormal ke Akademi miliknya.


Andai mereka bertiga tahu jika Huang Li Mo tidak hanya mendapat 2 murid abnormal, tapi juga 3 monster lainnya, bisa di pastikan ketiganya akan mengalami shock berlebihan hingga menimbulkan efek tak sadarkan diri.


....


Dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya.

__ADS_1


__ADS_2