
"Terima kasih karena telah membantu untuk menghalau tengkorak merah Kaisar Demon."
Jun Kaili tersenyum tipis, dia memandang serius pada Jiang Hao.
"Sudah menjadi kewajibanku. Menghalau mereka juga merupakan hadiah untuk melamar Shu'er sebagai permaisuri ku."
Jun Kaili kemudian melambai dan beberapa kotak besar muncul di aula.
"Dan beberapa barang yang ada di dalam kotak juga merupakan hadiah aku melamar Shu'er."
Jiang Hao tidak mengatakan apapun, dia mempersilakan ke-duanya untuk duduk di tempat yang telah dipersiapkan.
Jiang Hao menghela napas dan memandang Jun Kaili dan Jin Tian.
"Sebulan kemudian adalah upacara pernikahan yang akan aku persiapan untukmu dan Shu'er. Aku ingin kau menjaga dan memperlakukannya dengan baik."
"Tentu, ini sumpahku dan aku hanya akan menjadikan Shu'er sebagai satu-satunya istriku."
Jiang Hao mengangguk puas.
Tanpa memberitahu Jiang Shu, Jun Kaili dan Jin Tian pamit. Jin Tian tidak pernah menyangka jika lamaran Jun Kaili berjalan dengan sukses.
Para pejabat tidak ikut campur dalam masalah pernikahan Shu'er dan mereka memilih diam selagi Jun Kaili dan Jiang Hao sedang berdiskusi.
...
Dunia modern.
Sebuah Vila mewah yang hanya ditinggali oleh seorang pemuda.
Pemuda dengan wajah tampan serta aura yang kuat. Ia tengah berada di ruang kerjanya dan terus menatap laptop untuk menantikan konten terbaru duo Soul, tapi sampai saat ini belum ada konten terbaru yang diunggah.
Dia merasa bosan dan berdiri melangkah menuju jendela. Menatap jauh ke langit malam.
Drrt
Drrt
Ia mengernyit ketika mendengar getaran ponselnya di meja. Berjalan mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera di layar.
Tidak ada jejak expresi di wajahnya ketika melihat nama tersebut. Dia memutuskan untuk menerima panggilan tersebut.
"Hmm?"
__ADS_1
Hanya gumaman tak jelas yang terdengar dari mulutnya.
**Juan, apakah kau belum tidur sama sekali?**
"Ada apa Wu?"
**Aku bermimpi aneh, seorang gadis mengatakan padaku untuk menunggunya.**
Ya pemuda yang menerima panggilan telepon adalah Juan Axulio. Ia menaikan alisnya mendengar penuturan sahabatnya itu.
"Itu hanya bunga tidur."
Dia membalas dengan ringan, tapi sahabatnya masih membantah.
**Ya aku tahu, tapi gadis ini adalah gadis yang kita lihat di Video saat menonton konten terakhir Duo Soul.**
"Ooo"
Juan mulai tertarik dan memilih mendengarkan. Dia tahu betul kepribadian sahabatnya itu.
Meski mereka bertiga tampak seperti gunung es ribuan tahun, tapi jika hanya mereka bertiga, mereka akan menunjukan kepribadian asli mereka
Pada dasarnya Liu Wu yang tengah menelponnya saat ini sangat irit bicara, lebih irit kata daripada dirinya.
**Ya dia memintaku untuk menunggunya, entah apa maksud dari mimpi itu. Ia juga memberitahu namanya padaku.**
**Mu Ye Ran**
"Nama yang bagus. Bagaimana penamlilannya?"
**Dia gadis yang menaiki kelopak bunga**
Juan dengan cepat menuju mejanya dan memutar konten terakhir duo soul. Ia kemudian melihat sosok Mu Ye Ran dengan senyum manis.
"Wu! Jika mimpimu benar, maka dimensi lain benar adanya. Tidak hanya sekedar asumsi kita, lalu apa keputusanmu? Mengingat kita tidak dekat dengan gadis-gadis."
**Aku rasa dia cukup imut dan aku memutuskan untuk menunggunya dan menjadikannya milikku.**
Sementara mereka terus berbicara, panggilan lain datang. Segera Juan menggabungkan semua panggilan menjadi satu dan mengubahnya menjadi panggilan Video.
Juan bisa melihat wajah ke-dua sahabatnya. Liu Wu yang tampak baru bangun dan Ting Wan yang memiliki raut wajah serius.
**Ada apa dengan wajahmu Wan?**
__ADS_1
***Kelompok itu akan melakukan transaksi di hotel Xx besok jam 11 malam.***
"Maka kita harus bersiap."
Ketiganya menyeringai jahat, entah apa yang ada di pikiran mereka, tapi satu yang pasti. Mereka memiliki pemikiran yang sama.
Tidak ada yang tahu, selain posisi mereka sebagai CEO termuda. Mereka bertiga merupakan kelompok 3 bayangan kegelapan, meski mereka tidak terlibat dalam dunia bawah dan bukan anggota dari pasukan khusus militer, tapi nama 3 bayangan kegelapan sangat ditakuti oleh beberapa kelompok dunia bawah dan juga anggota militer tidak ada yang berani mengusik mereka.
Selama Mayor Jenderal Jin Lien meninggal, anggota pasukan khusus tidak sekuat dulu. 3 bayangan kegelapan juga tahu jika meninggalnya Mayor Jenderal Jin Lien tidak sederhana meninggal ketika menyelamatkan sandera dan tertembak oleh salah satu t*roris.
3 bayangan kegelapan selalu bertindak dengan keinginan mereka, menggagalkan transaksi ilegal yang dapat merugikan negara. Memberantas mereka yang korup dan masih banyak lagi tindakan pahlawan yang mereka lakukan tanpa ada yang menyadari.
Mereka bertiga juga merupakan Fans fanatik Mayor Jenderal Jin Lien, mereka kagum dengan Mayor muda itu. Tidak hanya kekuatannya, tapi juga adalah Mayor perempuan terkuat pertama sepanjang masa.
Namun, ketika mereka mengetahui jika posisi Mayor kebanggan mereka diganti oleh sosok gadis cantik lainnya, mereka sangat tidak puas.
Mereka tahu, jika posisi Mayor saat ini di dalam kelompok pasukan khusus yang pernah berada di bawah komando Jin Lien diganti oleh sahabat Jin Lien, keterampilan gadis itu sangat berbanding jauh dengan milik Jin Lien.
Ketika mereka bertemu gadis itu secara tidak sengaja, mereka kadang sangat tidak puas dan selalu memandang gadis tersebut dengan jijik.
***Lalu apa yang kalian bicarakan tadi?*** Ting Wan sangat penasaran dengan topik pembahasan ke-dua sahabatnya itu.
"Tidak ada, hanya Wu kita terbangun karena bermimpi jika seorang gadis mengatakan untuk menunggunya."
Ting Wan diam-diam menatap sahabatnya yang menurutnya sangat tidak peka terhadap lingkungan dan sangat irit kata itu.
**Kenapa menatapku seperti itu? Aku tidak berbohong. Gadis itu merupakan gadis yang berada di konten terakhir yang Duo Soul unggah, dia yang sedang berada di kelopak bunga.**
Untuk sejenak, Ting Wan menjadi bersemangat dan berlari untuk mengambil laptopnya.
Dia memutar kembali konten tersebut dan mencari gadis yang dimaksud oleh Liu Wu.
Dia mengamati gadis itu lama dan kemudian mengangguk, kemudian dia mengalihkan pandangannya pada gadis yang tengah duduk di punggung Seekor Wyvren es, ia mengernyit dan mengamatinya dengan serius.
Ketika Ting Wan melihat mata Jin Lien yang cerah, ia langsung menegang dan seolah mata itu sangat akrab.
Sebagai fans fanatik, tentu dia sangat mengenali tatapan mata idolanya. Expresi wajah Ting Wan sangat rumit, sesekali dia menaikan kacamatanya untuk memperbaiki posisi kacamata itu.
Melihat reaksi temannya melalui panggilan video, Juan Axulio dan Liu Wu saling menatap.
**Wan! Apa yang terjadi padamu?**
Mendengar suara Liu Wu, Ting Wan segera berdehem ringan. Ia kemudian memandang ke-dua sahabatnya itu dengan serius.
__ADS_1
***Juan! Wu! Coba kalian perhatikan gadis kecil yang berada di punggung Wyvren es itu! Aku tiba-tiba merasa jika aku akrab dengan tatapan matanya. Melihat tatapannya yang tajam dan jernih itu, aku terkejut karena tatapan itu sangat mirip dengan milik Mayor Jin.***
....