Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 165


__ADS_3

Mereka sangat yakin jika Jin Lien membuka matanya, dia akan menjadi sosok yang sangat mempesona.


Mereka tidak menunggu lama, Jin Lien membuka mata miliknya, mata Phoenix dengan pupil hitam perlahan berubah menjadi merah dengan iris vertikal di mana iris vertikal itu menyebar menutupi seluruh bola mata tanpa menyisahkan warna apapun.


Itu terlihat sangat cantik dan dipenuhi pesona tak terbantahkan.


Baik Hong Zhuang dan tiga master membeku melihat kecantikan Jin Lien yang seolah dia bukan milik dunia.


Jin Lien saat ini terlihat seperti Dewi dengan rambut pirang keemasan yang tumbuh sedikit lebih panjang dari sebelum dia membuka mata. Wajah oval miliknya terlihat lebih putih dengan sedikit kemerahan menandakan jika dia telah pulih dari kekurangan Qi ketika menyalurkan Qi secara berlebihan. Alisnya melengkung indah sangat serasi dengan mata Phoenix dengan mata yang sepenuhnya hitam. Hidung mancung dan bibir merah tanpa pewarna membuat siapa saja yang memandang Jin Lien akan merasa mabuk.


Untuk sesaat Hong Zhuang dan tiga master membeku dan tidak dapat bereaksi melihat penampilan Jin Lien yang berubah dengan mendadak. Bahkan ukuran payudara tidak lagi sekecil itu, itu sangat cocok dengan bentuk tubuh Jin Lien yang langsing tanpa lemak berlebihan.


Jin Lien mengedipkan matanya berkali-kali ketika melihat empat sosok yang kini membeku tanpa alasan. Dia juga dapat yakin jika tiga sosok lainnya adalah master yang berhasil mendapatkan tubuh fana.


Dia bahagia, sangat bahagia karena usahanya tidak sia-sia dan itu berhasil. Tujuannya yang lain akhirnya terpenuhi.


Itu juga menandakan jika bebannya berkurang satu, dia tersenyum tulus dan berdiri tanpa menyadari perubahan dirinya.


"Murid memberi hormat pada guru."


Karena ketiganya berada di depannya, dia tidak menyebutkan spesifiknya dan memberi hormat pada semua.


Barulah saat itu, empat sosok tertentu akhirnya sadar dari keterkejutan mereka.


"Wifei, kau sangat cantik."


Mendengar Hong Zhuang memujinya, Jin Lien tersipu. Wanita siapa yang tidak ingin dipuji oleh pasangan mereka? Tentunya meski itu hanya beberapa kalimat sederhana yang keluar dari mulut pasangannya, secara alami mereka akan sangat bahagia.


"Lien kecil, kau telah menjadi gadis secara utuh." Master ke-dua tersenyum mengamati tubuh Jin Lien dari atas ke bawah. Tentu, gerakan mencolok master ke-dua membuat Jin Lien tahu dan juga ikut mengamati tubuhnya.


Ketika dia menunduk, dia mendapati dadanya yang semula kecil memiliki tonjolan besar.


Blush


Seketika wajahnya memerah dan dia menunduk dengan malu. Ada gumaman kecil keluar dari bibirnya.


"Bagaimana ini bisa terjadi?"


"Kau bertanya pada kami, lalu kami akan bertanya pada siapa? Perubahan tubuhmu tentu disebabkan olehmu sendiri."

__ADS_1


Kali ini master ke-tiga yang berbicara dan disetujui oleh yang lainnya. Hong Zhuang juga tersenyum jahil dan menarik Jin Lien ke dalam pelukannya.


"Apapun dan bagaimanapun kau, aku menyukaimu karena itu kamu."


Tiga master saling memandang dan tersenyum, melihat kasih sayang ke-duanya, mereka juga sedikit merasa malu dan mundur diam-diam.


Hanya ketika mereka akan mencapai pintu, Jin Lien kembali berbicara.


"Master, bisakah Lien mengetahui nama kalian?" Jin Lien kali ini juga tidak lagi berada dipelukan Hong Zhuang.


Hong Zhuang juga secara alami penasaran dengan nama tiga master itu.


Tiga master tersenyum dan mengangguk lalu memperkenalkan nama mereka.


"Hua Yuntian." Master pertama memperkenalkan namanya dengan singkat.


(Hua untuk nama keluarga master pertama berarti lukisan dan untuk nama keluarga bibi Hong Zhuang adalah bunga.)


"Nalan Zhili." Master ke-dua juga tidak muluk-muluk dalam memperkenalkan namanya.


"Aku Huang Rulie, Lien kecil harap ingat nama kami."


Mengetahui nama tiga masternya, Jin Lien sangat bahagia. Tidak menunggu lama, dia membawa masternya keluar dari dimensi lotus.


Ketika mereka keluar, Jin Lien dan Hong Zhuang juga mengajak tiga master keluar dan bertemu yang lainnya.


Mereka secara alami akan pamit untuk segera kembali ke kota angin.


Mereka juga sedikit khawatir tentang Mo Feng, apakah dia telah mencapai kota angin atau tidak. Mereka secara pribadi ingin memastikan.


Ketika mereka keluar, Niu'er dan Jin Shan serta Xu Lan terkejut dengan hadirnya tiga sosok tambahan.


Dalam hati mereka berpikir dari mana datangnya tiga sosok tambahan ini, sedangkan mereka tidak pernah melihat kedatangan mereka.


"Jiejie, Shanshan, Lan Jie, kita sudah cukup lama berada di sini. Aku ingin kita kembali ke kota Angin."


"Baik, tapi kita harus pamit pada paman dan bibi."


"Ya."

__ADS_1


"Tapi Er Jie, siapa tiga senior yang berada di belakangmu?"


Jin Lien berhenti dan menatap Jin Shan.


"Mereka tiga masterku yang baru saja aku bangkitkan."


"Hah?"


Mereka tampak bodoh dengan apa yang dikatakan Jin Lien, tapi mereka tidak memikirkannya lagi dan menyusul Jin Lien menuju aula utama.


Secara mengejutkan, Jun Kaili dan Jiang Shu tidak mengenakan pakaian resmi mereka dan hanya pakaian kasual yang menandakan jika mereka akan melakukan perjalan.


Jin Lien dan yang lainnya bingung, tapi tetap mendekati dua sosok itu.


"Paman, kami akan kembali ke kota Angin."


Jun Kaili mengeryit ketika melihat tiga sosok yang dia tidak kenal, tapi tidak bertanya. Secara alami Jin Lien akan memperkenalkan mereka.


"Kalau begitu mari kita pergi bersama."


Jujur mereka tidak tahu jika Jun Kaili juga ingin pergi, tapi segera setuju dan mereka semua keluar.


Berdiri di depan Istana, kemudian mereka berjalan ke arah larik teleportasi.


Berdiri di dalam larik teleportasi, cahaya langsung menyelimuti mereka semua dan mereka menghilang.


Dalam sekejap mereka muncul di larik teleportasi yang ada di kota Angin.


Melihat suasana ramai kota angin, Jin Lien dan yang lainnya tidak bisa menahan senyum. Mereka segera berjalan menuju kediaman keluarga Jin.


Secara alami kelompok Jin Lien menarik perhatian, tapi segera banyak yang mengenali mereka dan tidak melirik lagi.


Tiga master yang telah lama diam di dalam dimensi lotus memiliki perasaan sukacita ketika merasakan suasana dunia luar selain di dalam dimensi lotus.


Namun, dunia yang mereka lihat saat ini sangat berbeda dengan dunia milik mereka ketika mereka belum menjadi Roh dan tinggal di dalam dimensi lotus.


Meski sekilas sama, tapi itu sangat berbeda. Mereka tahu jika dunia sekarang adalah daratan Jiangnan dan dunia mereka sebelumnya adalah benua Naga Langit dan itu sangat berbeda.


Meski tingkat kultivasi sama, namun tidak bisa dipungkiri jika keduanya adalah dunia yang berbeda.

__ADS_1


Karena ini mereka tidak memiliki perasaan nostalgia, itu hanya perasaan senang karena bisa melihat dunia lagi.


.......


__ADS_2