
Jin Lien akhirnya menghela napas pasrah dan mengacak rambut Zhen Ruan.
"Baiklah, mommy setuju kau menjadi penguasa dunia bawah, tapi mommy tidak mengizinkanmu memiliki kontak dengan Narkoba dan sejenisnya." Seketika Zhen Ruan berbinar dan menari bahagia.
Dia mencium pipi Jin Lien dan bersorak.
"Mommy yang terbaik." Di samping, Zhen Jue tersenyum kecil dan menggeleng, lalu dia memandang Jin Lien.
"Kakek guru masih mencari lokasi yang bagus untuk membangun perusahaan, dia akan menghubungiku jika dia telah menemukan lokasi dan beberapa bakat dalam otomotif."
Jin Lien tersenyum, dia mengangguk.
"Jika guru telah menemukan lokasi untuk mendirikan perusahaan, segera kabari Mommy."
"Ya."
....
Di sisi lain, pertarungan antara Jun Kaili dan Chu Lang menjadi sangat intens. Ke-duanya telah memiliki luka di seluruh tubuh mereka. Namun, jika diperhatikan lebih baik, Jun Kaili masih tampak sangat baik.
Napasnya tampak stabil dan masih terlihat santai. Meski tubuhnya memiliki luka, tapi itu dengan perlahan pulih.
Ras Demon sendiri memiliki pemulihan fisik terhadap luka-luka dangkal, meski itu tidak secepat pemulihan ras Vampir. Namun, mereka lebih baik dari ras lain.
Secara alami, ras lain memiliki keunggulan mereka masing-masing. Ambil contoh ras Elf, mereka dapat beirnteraksi dengan dengan alam.
Ras Dewa memiliki keunggulan pada kekuatan darah mereka. Darah mereka dapat digunakan sebagai campuran obat pil atau juga bisa menjadi racun mematikan.
Hanya saja tidak banyak yang mengetahui keunggulan Ras dewa, bahkan Ras dewa sendiri hanya beberapa yang benar-benar tahu tentang keunggulan mereka.
Meski Chu Lang merupakan Ras Vampir, dan pemulihan tubuhnya lebih cepat dari Jun Kaili, tapi keterampilan mereka memiliki tingkat yang sangat berbeda.
Di mana Jun Kaili masih santai dan Chu Lang telah merasakan kritis. Jun Kaili tersenyum sarkas menatap Chu Lang di depannya yang tidak dalam kondisi baik sekarang.
"Hehehe, apakah hanya ini kekuatanmu? Aku tidak pernah berharap jika tengkorak merah sangat lemah. Bukankah pemimpinmu Dongfang Ye sangat sombong dengan kemampuan tengkorak merah. Bahkan berani memikirkan untuk merebut 3 pusaka dari 3 ras, tapi tidak berhasil merebut barang satu saja." Sejujurnya Jun Kaili tidak suka berbicara banyak, tapi jika itu untuk memprovokasi musuhnya, dia secara alami akan senang melakukannya.
__ADS_1
Chu Lang yang sudah dalam kondisi buruk tiba-tiba merasa shock dan menatap Jun Kaili dengan tak percaya.
"Bagaimana kau tahu siapa pemimpin kami?"
Jun Kaili memandangnya dengan acuh lalu berkata "tidak peduli bagaimana aku tahu, tapi kau tidak memiliki kualifikasi untuk bertanya padaku."
Setelah mengatakan hal tersebut, Jun Kaili kembali menyerang Chu Lang dan pertarungan mereka kembali terjadi. Sebenarnya Jun Kaili bisa saja langsung mengalahkan Chu Lang dengan memanggil naga hitam miliknya, tapi dia ingin bermain dengan vampir idiot di depannya saat ini.
"Oh aku akan memberi informasi padamu, mungkin saat ini keluarga Chu telah di eksekusi oleh menantu keponakanku hehehe." Meski Jin Lien bukan keponakannya yang berhubungan darah, bagaimanapun juga, Jin Lien dan Niu'er telah menjadi saudari yang berhubungan darah melalui ritual darah. Dia tentu juga menganggap Jin Lien sebagai keponakannya.
Begitu Chu Lang mendengar informasi jika keluarga Chu mungkin telah dieksekusi, dia menjadi sangat marah.
"Bagaimanapun juga, kau hanya bisa menyalahkan anak perempuanmu yang terkasih karena telah membocorkan rahasia gelap keluarga Chu pada pemuda yang sangat dia cintai."
Melihat Chu Lang marah, Jun Kaili kembali menabur garam pada luka Chu Lang yang semakin membuatnya marah.
Saking marahnya Chu Lang, dia bahkan menyemburkan darah dari mulutnya hingga kesadarannya perlahan meninggalkan tubuhnya.
Memandang hal tersebut, Jun Kaili ternganga tak percaya. Tidak mungkin hanya dengan memprovokasi Chu Lang dengan hal-hal, hingga dia hanya membunuh Chu Lang dengan beberapa kalimat.
Sadar dari kebodohannya untuk sesaat, Jun Kaili melangkah maju menuju tempat di mana mayat Chu Lang berada.
Dia menunduk dan mengambil cincin penyimpanan milik Chu Lang yang terjatuh dan menyimpannya. Dia kemudian memandang bawahannya dan memerintahkan mereka untuk pergi ke sisi barat untuk membantu.
...
Mo Feng Yao yang berada di Akademi Qinglong tampak hidup dengan baik. Hal yang sama juga terjadi dengan Mo Bing.
Mereka secara alami menjadi murid Qinglong Akademi melalui pintu belakang dan menjadi bagian dari Black Dragon.
Karena mereka telah menjadi bagian dari Black Dragon, tentu mereka juga mengikuti latihan rutin tim elit tersebut.
Pada awalnya mereka merasa sulit dengan metode pelatihan dan sulit menyesuaikan diri, tapi secara perlahan mereka mulai terbiasa.
Cao Jiang dan Cao Xing, meski ke-duanya tidak berada di tim elit, tapi mereka memiliki izin khusus untuk bergabung dengan Black Dragon dalam pelatihan harian.
__ADS_1
Ketika mereka semua berlatih bersama, terkadang pandangan Cao Xing jatuh pada Mo Feng Yao.
Mo Feng Yao merupakan gadis cantik dan memiliki kepribadian yang riang, dia juga merupakan gadis yang jujur.
Dia juga bisa melihat jika Mo Feng Yao, meski dia merupakan seorang putri yang manja, tapi dia cukup mandiri dan tidak pernah mengeluh.
Dia tahu jika latihan yang mereka lakukan sangat berat, tapi Mo Feng Yao tetap gigih dan tidak pernah mengeluh.
Cao Jiang secara alami memperhatikan adik laki-lakinya yang terus memperhatikan Mo Feng Yao.
Dia berusaha menyamakan posisi mereka ketika mereka sedang berlari. Kemudian dia berdehem dan mencoba menggoda Cao Xing.
"Xing! Aku berpikir jika adik perempuan Saudara Mo Fai sangat cantik."
Coba Xing melirik kakaknya, dia mengangguk setuju.
"Aku juga berpikir begitu, dia juga tidak seperti gadis lain yang akan memiliki bintang di mata mereka begitu bertemu beberapa pemuda tampan."
Ke-duanya terus berlari dan mengobrol bersama.
Mo Feng Yao yang juga sedang berlari tentu bisa merasakan tatapan Penas yang mengarah padanya. Dia tidak tahu siapa yang begitu bersemangat menatapnya.
Tiba-tiba dia merasa merinding di seluruh tubuhnya, tatapan yang mengarah padanya bukan tatapan biasa, melainkan tatapan panas seolah menargetkannya.
Melihat reaksinya Mo Feng Yao yang agak aneh, Jin Gaoqi menaikan alisnya dan mendekati gadis tersebut.
"Yaoyao! Ada apa denganmu?"
"Aku merasa jika seseorang tengah memandangku dan menargetkan ku. Aku tiba-tiba merasa merinding."
Jin Gaoqi tiba-tiba teringat dengan perasaan dia ditatap oleh seorang pangeran dari kerajaan lain ketika akan memasuki dunia kecil.
Dia tersenyum dan mengacak rambut Mo Feng Yao.
"Mungkin dia tertarik padamu."
__ADS_1
....