
Jin Gaoqi membuka kulkas dan menemukan banyak bahan makanan yang masih segar. Dia heran melihat semua bahan makanan tersebut, tapi dia tidak banyak berpikir dan mengambil semuanya keluar.
"Ahg, aku akan memasak saja untuk mereka semua. Masak apa bagusnya ya?"
Jin Gaoqi tersenyum ketika memikirkan apa yang akan dia masak. Dia dengan lihai mengolah semua bahan masakan yang ada.
Sementara Jin Gaoqi sedang memasak. Zhang Yu dan yang lainnya masih berjuang untuk berdiri.
Keringat telah membanjiri mereka. Mereka bahkan jatuh berkali-kali akibat beban gravitasi yang menekan mereka.
"Sialaaaaan, latihan macam apa yang dilakukan oleh tunanganmu, ketua?"
"Jangan tanya padaku! Aku saja tidak tahu. Mari terus berjuang!"
"Baik.."
Mereka tidak menyerah meski mereka terus jatuh berkali-kali, beberapa dari mereka bahkan menggunakan Qi Spiritual untuk meringankan beban, tapi semua itu sia-sia. Karena bukannya beban berkurang, tapi beban semakin bertambah.
Mereka terus berjuang untuk berdiri, meski berkali-kali jatuh, hingga aroma harum masakan Jin Gaoqi memasuki indera penciuman mereka.
Untuk beberapa alasan, mereka seolah memiliki energi tambahan untuk terus berusaha melawan gravitasi yang menekan mereka.
Hingga beberapa jam kemudian, mereka semua akhirnya mampu untuk berdiri. Hanya berdiri dan belum mampu untuk mengangkat kaki mereka.
Mereka menghela napas lega ketika mereka bisa berdiri. Ada senyum kepuasan di bibir mereka semua.
Jin Gaoqi keluar dari dapur dengan dua robot yang berbentuk meja untuk menampung semua makanan.
Semua makanan untuk seratus orang termasuk dirinya telah selesai.
"Kalian duduk dulu! Aku telah selesai memasak untuk kalian.."
Zhang Yu tersenyum kecil, meski dirinya sangat lelah, tapi Jin Gaoqi tidak membiarkan mereka semua kelelahan begitu saja, malah memasak untuk mereka mengisi energi.
Mereka yang sudah berdiri menghela napas, telah bersusah payah berdiri dan mereka disuruh untuk duduk kembali. Sungguh terlalu..
Namun, melihat banyak makanan enak yang terlihat baru untuk mereka, mereka menjadi bersemangat.
Jin Gaoqi segera menaruh makanan tersebut di tengah-tengah dan mereka semua dengan perlahan merangkak mendekati makanan.
.....
Jin Lien terus mengawasi dari ruangan kendali, dia telah menanam perintah pada setiap robot. Jika, seseorang berani menyerang orang-orang terdekatnya, maka para robot akan otomatis bergerak untuk menyerang.
Yang masuk dalam daftar orang terdekat Jin Lien adalah Mu Ye Lu, Mu Ye Ran, Mu Ye Mi, Mu Ye Chen, Jin Gaoqi, Zhang Yu, Mo Fai, Jin Shan, Cao Xing, Cao Jiang, Niu'er.
Jin Lien memasukan data tersebut hingga tertanam di memori para robot. Jika robot melihat mereka, robot dapat mengindentifikasi dan langsung mengenali mereka.
Itulah makanya salah satu robot langsung mengenali Jin Gaoqi dan menyebutnya Bibi master.
Jin Lien selesai mengatur kendali, dia merenggangkan tubuhnya..
"Sudah selesai.biarkan mereka semua berkultivasi di bangunan yang di tunjukan Robin dan Vee.."
__ADS_1
"Nanti ajarkan aku juga cara menggunakan benda-benda ini, tidak etis rasanya jika aku sebagai suami mu kelak tidak bisa menggunakan barang yang dengan mudah kau mainkan.."
"Baiklah Hubby.."
Jin Lien terkekeh dan mereka berdua keluar dari ruang kendali. Ketika mereka keluar, mereka bisa melihat ke-20 anak mereka tengah membaca buku.
Untuk anak lima tahun seperti mereka, sangat lumrah untuk dilihat jika mereka sedang bermain. Namun, yang Jin Lien dan Di Hong Zhuang lihat malah sebaliknya.
Bacaan yang mereka baca juga termasuk bacaan berat yang tidak cocok untuk anak seusia mereka.
Jin Lien bahkan dibuat tidak bisa berkata-kata..
"Bukankah kau juga seperti itu, Lien kecil?"
Jin Lien melototi Di Hong Zhuang.
"Itu beda, jiwaku adalah jiwa orang dewasa.."
"Mereka juga sama Lien kecil, mereka bahkan telah berusia ribuan tahun. Hanya saja pertumbuhan mereka tertahan oleh cairan hijau yang tak aku ketahui.."
"Kau ada benarnya juga, aku jadi kasihan pada diriku sendiri yang memiliki anak bahkan lebih tua dariku.."
Di Hong Zhuang terkekeh dan mencubit kedua pipi Jin Lien.
"Kau terlalu berlebihan. Ayo gabung dengan mereka!"
"Baik.."
....
Jin Tian dan Mu Xue yang berada di kamar mereka entah mengapa malah asik mengobrol.
"Suami, aku merasa jika aku akan memiliki cucu dalam waktu dekat.."
Jin Tian seketika melototi istrinya yang bicara omong kosong.
"Hei, anak-anak kita bahkan belum menikah.."
"Aku tahu, tapi aku merasa seperti itu. Itu juga bukan hanya 1, tapi banyak.."
Jin Tian lagi-lagi terngagah dengan penuturan sang istri..
"Mungkin kau lelah.."
"Hei jangan meremehkan insting seorang ibu.."
"Ya, aku tidak merendahkan instingmu, tapi mungkin kau lelah, ayo istirahat dulu.."
"Istirahat? Ini bahkan masih tengah hari. Ckckckck.."
Jin Tian terkekeh menanggapi protesan sang istri.
"Baik, kalo begitu mari bertaruh!" Mu Xue langsung menatap Jin Tian dengan bersemangat.
__ADS_1
"Bertaruh jika salah satu dari mereka membawakan kita cucu?"
"Tentu!" Jin Tian bahkan sampai berkeringat dingin melihat keantusiasan sang istri.
"Kenapa tidak? Bayarannya apa?"
"Jika mereka membawa cucu untuk kita, kita akan merawatnya. Namun, jika mereka tidak membawa cucu untuk kita, kita lebih baik membuat adik untuk mereka bertiga."
Pletak
"Mesum.."
"Ayolah! Apa salahnya menambah anak.."
Pletak
"Dasar kau mesum!"
Mu Xue keluar dari kamar dengan wajah merah merona meninggalkan Jin Tian yang tengah tertawa terbahak-bahak.
"Nanti malam kau tidur di luar!"
Dengan sekejap, Jin Tian berhenti ketawa dan mengejar Mu Xue yang wajahnya sangat merah..
Mu Xue melangkah keluar dari kediamannya dan bertemu dengan Mu Jing Yu dan Bai Xun.
"Jiejie, kami pamit ingin kerumah Xun'er.."
"Baik. Hati-hati!"
"Ya, tapi Jiejie! Kenapa wajahmu sangat merah?"
"Tidak usah tanya! Pergilah sekarang!"
Mu Jing Yu berkeringat dingin, jika kakaknya bahkan berkata seperti itu, berarti mood-nya tidak baik.
"Baik Jiejie.." Mu Jing Yu bahkan dengan cepat menarik istrinya untuk menjauh agar tidak terkena amukan Mu Xue.
...
Hari-hari di dalam dunia kecil berlalu begitu saja, sudah seminggu mereka semua berada di dalam dunia kecil.
Mereka yang kemarin tidak mampu berdiri di ruangan yang memiliki gravitasi, bahkan sudah bisa melangkah walau masih perlahan.
Mu Ye Lu dan Mu Ye Mi bersama murid Vermilion Akademi juga diantar menuju bangunan yang mirip dengan tempat Jin Gaoqi dan Jin Shan.
Ketika mereka memasuki ruangan tersebut, segera mereka semua terjatuh. Tidak ada satu pun dari mereka yang bisa berdiri.
Sudah seminggu juga kelompok tengkorak merah terus berjuang mencari sesuatu yang menyangkut segel.
Gao Li bahkan sampai bertanya pada salah satu robot dan meminta untuk menganalisis segel mereka
.....
__ADS_1