Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 127


__ADS_3

Jin Hao Li tengah memandang dingin pada Jin Tian dan pasukan demon yang berdiri menghalangi jalannya.


"Oh, aku tidak tahu jika keponakanku sangat peduli denganku."


Jin Tian tidak peduli dengan apa yang diucapkan oleh Jin Hao Li, dia hanya mencibir di dalam benaknya.


"Tentu aku peduli, karena aku peduli, aku ingin kau mati di tanganku." Nada Jin Tian seolah dia sedang bercanda. Namun, dalam nada bercanda itu, ada jejak kebencian dan permusuhan mendalam.


Ucapan Jin Tian bahkan membuat senyum sarkasme di bibir Jin Hao Li bertambah lebar, jejak pembunuhan samar berkedip di matanya.


Dia mengangkat tangannya menandakan jika dia memerintahkan pasukannya untuk menyerang pihak Jin Tian yang tengah menghalangi jalannya.


Jin Tian melirik Rui yang berdiri di sampingnya, Rui juga melirik Jin Tian dan mengangguk.


Segera mereka juga memerintahkan pasukan demon di belakang mereka untuk bentrok dengan pasukan tengkorak merah.


....


Di Istana Mermaid, Kaisar Mermaid memandang Jenderal besarnya yang telah setia pada kerjaan selama beberapa ratus tahun.


Jenderal tersebut adalah Jenderal Rong Cao. Perawakannya yang gagah membuatnya menjadi pria yang sangat diinginkan oleh mermaid betina.


Jenderal Rong saat ini tengah berlutut di depan Kaisar Mermaid.


"Lapor yang mulia, pejabat ini mendapat informasi jika Tengkorak merah dihadang oleh ras demon agar mereka tidak mencapai pantai. Pertarungan di permukaan sangat kacau dan bisa dipastikan jika kerajaan akan aman. Kita hanya perlu berjaga jika ada dari tengkorak merah yang berhasil meloloskan diri."


Jiang Hao yang merupakan Kaisar Mermaid memandang Jenderal Rong lama, setelah beberapa menit dia mulai bersuara.


"Katakan pada yang lainnya untuk tidak menurunkan kewaspadaan!"


"Ya yang mulia."


Setelah jenderal Rong pamit, Jiang Hao menghela napas. Ada senyum tipis di bibirnya.


Dia tidak menyangka jika pria yang disukai oleh putrinya tengah menghalau pasukan tengkorak merah.


"Sepertinya aku harus memberitahu Shu'er cara untuk mendapatkan kedua kaki seperti manusia. Cepat atau lambat, dia akan hidup di daratan."


...


Kembali kepertarungan Jin Tian dan Jin Hao Li.

__ADS_1


Tempat mereka bertarung tidak lagi terlihat baik, pohon yang tadi berdiri kokoh, beberapa telah tumbang akibat pertarungan ke-dua kelompok tersebut.


Jin Hao Li tidak lagi memiliki penampilan rapi, beberapa pakaiannya telah sobek akibat serangan dari Jin Tian, bahkan ada jejak darah di pinggir bibirnya.


Jin Hao Li maju menyerang Jin Tian dengan tinju yang memiliki Qi Spiritual padat. Namun, Jin Tian berhasil menghindari tinju tersebut ketika akan mengenainya, Jin Tian miring ke kiri dan memegang lengan Jin Hao Li yang terulur untuk meninjunya, dia kemudian memunggungi Jin Hao Li dan menaruh semua kekuatannya di punggungnya kemudian membanting Jin Hao Li dengan keras ke tanah.


"Aaarggh, si*lan. Aku akan membunuhmu."


Jin Hao Li sangat marah, tapi dia tidak bisa bangun dari posisinya saat ini, karena Jin Tian tengah menginjak dirinya.


Jin Tian tersenyum meremehkan ketika Jin Hao Li telah berada di bawah kakinya.


"Kau tahu paman! Aku sudah lama menunggu waktu seperti ini untuk membalas dendam kematian Ayah dan ibuku serta adik-adikku yang mati dalam bencana yang kau bawa."


Jin Tian kemudian menoleh melihat binatang Spiritual miliknya yang tengah bertarung dengannya binatang Spiritual milik Jin Hao Li.


Dia tersenyum puas, lalu kembali menatap tajam pada Jin Hao Li yang tak mampu bergerak.


Cahaya Qi spiritual perlahan berkumpul di tangan kanan Jin Tian hingga membentuk pedang.


Pedang tersebut tidak lain adalah pedang pusaka keluarga Jin. Hanya pewaris asli yang dapat memiliki dan menggunakan pedang tersebut.


"Paman! Kau pasti mengetahui pedang ini kan? Selama bertahun-tahun kau mengambil alih posisi kepala keluarga Jin, kau bertujuan untuk mengambil pedang ini, tapi sayangnya, pedang yang terbuat dari inti pohon kehidupan milik Ras Elf ini hanya akan menyetujui ahli waris yang sebenarnya. Artinya, kau tidak layak untuk menyentuhnya."


Semakin Jin Tian berbicara, semakin marah pula Jin Hao Li.


Dia telah lama menjadi pemimpin keluarga Jin, mencari keberadaan pedang yang sedang dipegang oleh Jin Tian. Namun, pedang itu ternyata tidak pernah jauh dari Jin Tian dan usahanya selama ini ternyata hanya sia-sia.


"Kau, serahkan pedang itu padaku!"


Jin Tian menaikan alisnya, kemudian dia tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha paman! Lihat posisimu saat ini! Kau tidak berada dalam posisi untuk memerintahkan aku."


Crashh


Jin Tian dengan kejam menebas tangan kiri Jin Hao Li. Mata Jin Hao Li sudah sangat merah karena sudah sangat marah pada Jin Tian.


Dia dengan licik tersenyum penuh provokasi menatap Jin Tian.


"Jin Tian! Kau terlalu naif jika berpikir kalau aku sudah kalah. Namun, yang kalah adalah kau."

__ADS_1


Begitu suaranya jatuh, dari tanah keluar sulur berwarna hitam langsung menjerat Jin Tian hingga Jin Tian tidak bisa bergerak.


"Hahahaha, lihat! Kau bahkan tidak tahu jika aku masih memiliki kemapuan lain."


Jin Tian masih dengan dingin menatap Jin Hao Li yang tengah tertawa gila.


Dengan lambaian tangan, salah satu sulur membentuk sudut runcing dan akan menikam Jin Tian tepat di jantung.


....


Kediaman Jin di kota angin,


Jin Lien memasuki kamarnya, dia kemudian memasuki dimensi Lotus.


Ketika dia muncul di dalam dimensi lotus, Zhen Jue dan Zhen Ruan langsung menghampirinya.


Tidak seperti ketika keduanya tak ada, yang menyambut kedatangannya adalah Lotus kecil dan Xiao Yi.


Zhen Jue dan Zhen Ruan langsung menarik tangan Jin Lien dan mencari tempat yang bagus untuk duduk.


"Sepertinya kalian sangat bahagia?"


"Iya dong. Itu karena kakek guru telah berhasil sampai di dunia modern."


"Sungguh?" Zhen Ruan mengangguk antusias.


"Mom! Bagaimana menurutmu jika aku meminta kakek guru untuk mengambil anak-anak terlantar dan melatih mereka menjadi anggota organisasi bawah tanah dengan aku yang menjadi pemimpin." Jin Lien yang merupakan seorang jenderal muda di kehidupan pertamanya hanya bisa melototi Zhen Ruan yang ingin terlibat dengan dunia bawah.


"Tidak boleh!"


"Ayolah Mom, dengan aku yang menguasai dunia bawah, Kakak pertama dapat menguasai dunia bisnis. Bukankah itu keren?" Di Zhen Jue yang dijual oleh adiknya hanya memiliki wajah datar tanpa expresi.


Sekali lagi Jin Lien melotot marah pada Di Zhen Ruan.


Dia berpikir dalam benaknya dengan tak berdaya.


"Aku yang dulu seorang jenderal muda yang mengabdi pada Negara, kenapa memiliki seorang anak yang terobsesi ingin menguasai dunia bawah. Terlebih dia seorang gadis, jika Jue yang mengatakan hal tersebut, aku bisa memakluminya."


Dia terus memandang Zhen Ruan yang tengah memasang wajah imut dan menyedihkan berharap dia setuju dengan permintaannya.


....

__ADS_1


__ADS_2