Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 141


__ADS_3

Dengan perlahan, Mu Ye Ran mulai menceritakan tentang mimpi yang dia alami beberapa hari lalu.


Ia bahkan menggambar sketsa tentang taman di mana dia berada untuk menunggu sosok Liu Wu. Menggambar mobil dan motor yang dia lihat.


Semakin dia bercerita, Jin Gaoqi semakin takjub. Dia tidak pernah menyangka jika dunia memiliki misterinya sendiri, pasangan yang dipisahkan oleh dimensi berbeda memiliki cara sendiri untuk bertemu.


Jika dilihat dari logika orang modern, mungkin hal ini terdengar konyol dan tidak masuk akal.


Namun, hal tidak masuk akal apa lagi yang tidak pernah ditemui oleh Jin Gaoqi.


Dia mati dan jiwanya berpindah ke dimensi berbeda, itu saja sudah tidak masuk akal.


Di dunia modern, banyak novel Time travel yang pernah dia baca. Sebelum mengalami hal seperti itu, dia juga mengatakan jika apa yang tertulis di novel adalah hal yang tidak masuk akal dan hanya fiktif.


Fiktif berarti tidak nyata, tapi setelah dia mengalami sendiri.


Tiba-tiba tubuh Jin Gaoqi menegang, dia takut jika penulis itu telah mengalami hal tidak masuk akal ini.


Berpindah dimensi?


Kelahiran kembali ke usia muda?


Terlahir di tubuh orang lain?


Ya, dia takut jika penulis dari 3 ide di atas mengalami secara langsung.


Hanya dia tidak tahu, siapa orang pertama yang menulis novel tentang ide 'rebirth' itu.


Jika dia tahu, dia berencana akan menjadikan orang itu sebagai idolanya.


Setelah Mu Ye Ran menyelesaikan ceritanya, Jin Gaoqi tersenyum lebar. Ia kemudian memberitahu isi pesan tersebut pada Mu Ye Ran.


"Liu Wu mengirim pesan, dia mengatakan jika dirinya sangat merindukanmu."


Blush


Wajah cantik dan imut Mu Ye Ran seketika memerah, sangat merah layaknya buah ceri.


"Bibi! Apa yang kau katakan?"


"Liu Wu merindukanmu."


Oke, Mu Ye Ran sekarang berdebar. Dia merasa hangat dan bahagia. Melihat reaksinya, Jin Gaoqi menyeringai.


Dia membuka email dan segera menghubungi Liu Wu melalui Video Call.


"Ambil ini dan mengobrol dengannya, aku akan keluar dulu."

__ADS_1


Jin Gaoqi tidak ingin mengganggu ke-duanya lagi untuk melepas rindu mereka, meski hanya melalui video Call.


Mengatakan tentang rindu. Ia sejujurnya sangat merindukan Zhang Yu.


"Agh, aku merindukanmu."


Bergumam pelan, dan dia melangkah menuju kamarnya.


....


Di sisi lain, Vermilion Academy.


Di Hong Zhuang tengah berdiri di depan Mu Ye Mi dan Mu Ye Lu. Ke-dua gadis di depannya ini memiliki expresi yang berbeda.


Mu Ye Lu yang selalu berwajah datar terus menatap tenang pada Di Hong Zhuang. Sedangkan Mu Ye Mi terus menunjukan senyum konyolnya.


Meski mereka kembar, tapi ke-duanya memiliki perilaku dan pribadi yang sangat bertentangan.


"Ada apa kalian mencariku?"


"Ini ketua, bisakah kau membawa kami bertemu Lien kecil dan bibi Gaoqi?"


Hong Zhuang mengernyit mendengar permintaan si kembar.


"Jika kalian ingin bertemu Lien kecil, mungkin kalian belum bisa. Karena saat ini Lien kecil tengah menjalankan misi. Namun, jika kalian ingin bertemu bibi, aku bisa membawa kalian."


Ke-duanya saling memandang, kemudian mereka menggeleng.


"Baik. Kalian kembalilah dan berlatih."


"Ya ketua."


Segera si kembar pamit, dan Di Hong Zhuang hanya menatap punggung si kembar dengan penuh arti.


Dia tidak tahu hal penting apa yang ingin dibicarakan oleh si kembar pada Lien kecilnya.


Ia juga tidak tahu apakah misi Lien kecil berjalan lancar? Sudah beberapa hari dia belum melihat Lien kecil, dia sangat merindukan gadis kecilnya.


Mengingat masa lalu, Hong Zhuang terkekeh pelan.


"Apakah aku akan mengajak ayah dan kakek untuk ikut? Sebaiknya aku harus membicarakan dengan mereka. Lagipula, belum ada kabar tentang pemuda itu dari bibi."


Berbalik ke kamarnya, Di Hong Zhuang membiarkan anggota timnya menggeleng ketika mendengar gumaman kecilnya.


...


Di laut istana Mermaid.

__ADS_1


Jiang Hao tengah menatap putrinya dengan wajah memerah. Ia merasa seolah baru kemarin dia menggendong putri kecilnya, dan sekarang putrinya akan menikah.


Sebagai seorang ayah yang membesarkan putrinya tanpa bantuan sang istri, dia sangat menyayangi Jiang Shu.


Jiang Shu adalah permata yang dia jaga dengan baik, yang dia manjakan walau tidak berlebihan. Mendidiknya hingga memiliki kepribadian seorang gadis bangsawan.


Tidak memiliki kesombongan karena identitasnya, juga tidak bertingkah rendah diri.


Jiang Shu dididik secara ketat oleh Jiang Hao, menghormati mereka yang layak, menjadi pribadi yang dapat bergaul dengan rakyat.


Ada banyak pemuda yang menyukai Jiang Shu, tapi sayang, dia tidak memiliki perasaan pada pemuda-pemuda itu.


Meski dia baik, tapi dia memperlakukan mereka sama dan itu hanya sebagai teman biasa.


Dan saat ini, Jiang Shu juga tengah menatap ayahnya yang entah mengapa memiliki mata berkaca-kaca.


"Ayah ada apa?"


"Nak! Apakah kau serius mencintai Jun Kaili itu?"


Blush.


Jiang Shu memerah dan menunduk malu. Dengan pasti dia mengangguk.


"Ya ayah, aku sungguh mencintainya."


Jiang Hao tersenyum lembut dan mengelus puncak kepala Jiang Shu.


"Dengar nak! Kau adalah satu-satunya putriku. Ayah tidak memiliki keturunan lain selain dirimu. Jika kau menikah dengannya, maka kau harus mengikutinya dan menjadi permaisuri kekaisaran Demon. Secara otomatis ayah tidak bisa memberikan tahta padamu, dan akan memberikan tahta pada sepupumu Jiang Shao."


Jiang Shu tersenyum lembut, dia mengangguk.


"Ayah! Tentang tahta, aku tidak khawatir. Sepupu Shao cocok untuk itu, aku akan mendukung secara alami keputusan ayah. Tentang menikah dan menjadi istri Kakak Jun, aku secara alami menunggu dirinya untuk datang melamar ku."


Nah, Jiang Hao terkekeh pelan. Putrinya yang dia besarkan secara hati-hati memiliki pemikiran terbuka. Tidak menjadikan posisi sebagai hidupnya.


"Ya, ayah juga ada di sini untuk menyampaikan padamu, jika Jun Kaili beberapa hari lalu datang untuk melamar dirimu. Membantai tengkorak merah yang akan menyerang kerajaan kita untuk hadiah lamaran terhadapmu, dan masih ada beberapa hadiah lainnya. Itu akan dikirim segera ke kamarmu. Nak! Apakah kau tidak akan menyesal."


Jiang Shu menjadi kaku mendengar pengakuan ayahnya, dia tidak menyangka jika Jun Kaili telah datang melamarnya, tapi dia tidak mengetahuinya.


Dengan keyakinan di hatinya, Jiang Shu menjawab dengan mantap pertanyaan ayahnya.


"Ayah! Aku tidak akan menyesal, aku tahu hatiku."


"Jika kau sudah yakin, ayah tidak akan banyak berbicara. Ayah hanya akan memberitahumu teknik untuk mengubah ekormu menjadi sepasang kaki. Kau juga harus berlatih untuk mengendalikan kaki mu nanti."


Segera Jiang Shu menjadi sangat bersemangat, mendengar dia akan memiliki kaki. Ia tersenyum bahagia.

__ADS_1


Dia tidak sabar ingin merasakan bagaimana rasanya berjalan dengan ke-dua kaki.


.....


__ADS_2