
Ketiga sosok transparan tersebut tersenyum melihat Jin Lien yang tengah fokus dalam menyuling pil.
Sosok mereka dapat muncul karena Jin Lien telah menggunakan tripod mereka. Lotus kecil berdiri mematung saat melihat ketiga sosok transparan tersebut yang tidak lain adalah master terdahulu dari dimensi lotus.
"Ma...Ma...Master..."
Ketiganya tersenyum melihat Lotus kecil yang tergagap. Master wanita meletakan jari telunjuknya di bibirnya untuk meminta agar Lotus kecil tetap diam.
Lotus kecil sendiri baru menemukan kejadian seperti ini. Dia sangat terkejut melihat 3 sosok transparan yang sangat dia kenal.
Ketiga sosok transparan itu mengajak Lotus kecil dan Xiao Yi untuk menjauh dari Jin Lien yang tengah fokus menyuling pil.
Ketika mereka telah jauh, segera Lotus kecil melemparkan dirinya kepelukan ketiga master terdahulunya. Namun, Lotus kecil hanya menembus dan tidak bisa memeluk ketiga master terdahulunya.
"Lotus kecil dengar!"
"Ya master pertama.."
Master pertama yang disebut Lotus kecil merupakan seorang pria dengan surai pirang dan mata sebiru langit
"Kami bisa muncul di sini karena gadis yang tengah menyuling pil telah menggunakan tripod kami, seharusnya kami tidak bisa muncul lagi, tapi aura Dantian emas miliknya yang membuat kami dapat bangkit dan menjadi seperti sekarang.."
Lotus kecil dan Xaio Yi diam mendengar penjelasan master pertama yang kelihatannya sangat serius.
"Kalian pasti tahu tentang apa itu Dantian emas. Jangan bilang jika kalian tidak tahu.."
"Kami tahu.."
"Dantian emas yang dimiliki oleh master kalian memiliki energi kehidupan yang sangat pekat. Jika kultivasinya memasuki ranah God, dia bisa membantu untuk menghidupkan kami.."
Lotus kecil membulatkan matanya mendengar penuturan master ketiganya yang juga seorang pria, master ketiga merupakan pria yang memiliki surai perak serta-merta mata biru.
Cukup tampan, meski kedua master itu tampan, tapi bisa dipastikan jika Jin Lien tidak akan tertarik, paling-paling hanya dijadikan pencuci mata saja.
Lotus kecil dan Xiao Yi tentu tahu jika Dantian emas memiliki energi kehidupan. Pemilik Dantian emas dapat menumbuhkan pohon dan menambah vitalitas pohon yang akan mati, tapi Lotus kecil dan Xiao Yi tidak pernah tahu jika Dantian emas yang memiliki energi kehidupan sangat pekat dapat menghidupkan seorang.
"Tentu untuk menghidupkan kami, tidak akan segampang itu. Akan dibutuhkan wadah untuk menampung roh kami.."
__ADS_1
"Wadah?"
"Ya, kami tidak bisa berlama-lama karena kami masih terlalu lemah. Katakan padanya nanti untuk mengumpulkan tulang dari kultivator yang berada di ranah God, Air Roh surgawi dan yang terakhir adalah tanah liat yang memiliki Qi spiritual pekat. Jika semua telah terkumpul, katakan padanya untuk membuat patung dari tanah liat dicampur dengan air Roh surgawi. Setelah patung terbentuk, letakan tulang dari kultivator di depan masing-masing patung lalu salurkan energi kehidupan Dantian emas ke tulang hingga tulang memasuki patung. Jika proses sudah selesai, biarkan patung berada di dimensi lotus selama beberapa tahun dan roh kami akan menempati patung tersebut. Itu juga kami masih memerlukan waktu untuk menyatu dan berubah menjadi manusia pada umumnya..."
Lotus kecil mencatat semua yang dikatakan oleh master kedua yang merupakan master wanita.
"Usahakan tidak ada yang boleh mengetahui ini keculai gadis yang kini menjadi master kalian.." peringat master pertama.
"Baik.."
"Kalau begitu kami akan berisitirahat sampai waktu itu tiba. Sampaikan juga padany! jika dia adalah murid kami dan dia berhak atas semua yang kami tinggalkan.."
"Baik.."
Lagi-lagi Lotus kecil mengiyakan apa yang diminta oleh ketiga master terdahulunya.
Ketika ketiga sosok transparan itu tidak lagi terlihat, Lotus kecil tiba-tiba menjadi pucat.
"Kakak ada apa?"
"Semua bahan yang diminta oleh ketiga master sangat sulit didapat. Aku tidak tahu apakah master dapat menemukan semuanya?"
"Ya semoga saja.."
Keduanya menghela napas dan kembali ke tempat Jin Lien menyuling pil.
....
Jin Shan, Cao Xing dan Cao Jiang akhirnya tiba di kediaman di kota angin.
Mereka bertiga segera turun dari punggung binatang kontraktual masing-masing.
Segera, seorang pelayan segera menyambutnya.
"Selamat datang tuan muda.." Jin Shan mengangguk sebagai respon.
"Panggilkan aku Tang Yi dan Xu Yi! Aku memiliki sesuatu untuk dikatakan pada mereka. Oh sekalian katakan pada pelayan di dapur untuk menyiapkan Kopi dan cemilan untuk kami bertiga.."
__ADS_1
"Baik tuan muda.."
Setelah pelayan itu pergi, Jin Shan mengajak Cao Xing dan Cao Jiang ke halaman miliknya.
Cao Jiang dan Cao Xing tampak terpesona dengan pemandangan di kediaman tersebut. Di mana banyak bunga dan pohon persik yang menghiasi setiap halaman dan taman.
"Xing Ge! Jiang Ge! Ayo kita ke halaman milikku!"
"Baik.."
Mereka bertiga melangkah menuju halaman Jin Shan, sepanjang perjalanan banyak pelayan yang menunduk hormat dan ditanggapi dengan anggukan oleh Jin Shan. Melihat dua pemuda tampan yang berjalan bersama tuan muda mereka, mereka juga menunduk menyapa kedua pemuda itu tanpa sedikitpun pemujaan atau ketertarikan.
Hal tersebut tentu membuat bingung Cao Xing dan Cao Jiang yang sudah sering diberikan tatapan memuja yang bahkan membuat mereka risih.
"Jiang Ge dan Xing Ge pasti bingung kan?"
Keduanya menunduk malu karena Jin Shan mengetahui pikiran mereka.
"Tidak perlu heran, semua pelayan di sini telah melihat pria tampan melalui benda aneh milik Er Jie, jadi mereka terlihat biasa saja saat melihat pemuda tampan seperti kita.."
Keduanya segera memiliki wajah datar mendengar penuturan percaya diri Jin Shan.
Mereka akhirnya tiba di halaman milik Jin Shan. Jin Shan menyuruh mereka untuk duduk sebentar sementara dirinya memasuki kamar miliknya dan mengganti hanfu yang dipakainya dengan kaos oblong biru dan celana Jeans pendek.
Setelah mengganti pakaiannya, dia keluar dari kamar. Cao Xing dan Cao Jiang tidak bertanya tentang pakaian yang dipakai oleh Jin Shan karena dia telah terbiasa melihat orang-orang tertentu memakai pakaian serupa saat di Akademi.
"Sebelum Xing Ge dan Jiang Ge pergi, kalian istirahat dulu dan nikmati kopi dan cemilan yang di sediakan oleh pelayan di kediaman ini.."
"Kopi? Apa itu?"
"Minuman, rasanya cukup enak tapi pahit jika tidak ditambah gula. Warnanya hitam jika tidak ditambah susu atau krimer.." setelah menjawab pertanyaan Cao Jiang, pelayan datang membawa kopi dan cemilan.
Jin Shan lalu mempersilakan keduanya untuk menikmati minuman yang disebut kopi.
Keduanya melihat warna kopi yang hitam pekat agak ragu, tapi ketika melihat Jin Shan yang dengan santainya menyeruput kopi sambil memakan kue kering. Mereka menjadi penasaran dan memutuskan untuk meminum kopi yang berada di depan mereka.
....
__ADS_1
Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya terimakasih.