
Ketika mereka tiba di depan para orang dewasa, Mu Ye Ran dan Mu Ye Chen segera memeluk orangtua mereka. Maklum 12 tahun tidak ketemu.
Jin Lien dan Niu'er juga sama, mereka memeluk ayah dan ibu mereka. Saling melepas rindu.
Jin Gaoqi memandang dengan senyum kecil.
"Gege, Kakak ipar. Bagaimana keadaan kalian?"
"Oh Qiqi. Kami baik-baik saja.." setelah melepas rindu dengan kedua putri mereka. Jin Tian dan Mu Xue juga memeluk Jin Gaoqi.
Jin Tian dan Mu Xue kemudian memandang Di Hong Zhuang dan Mo Fai.
Di Hong Zhuang maju lebih dulu dan menyapa Jin Tian dan Mu Xue.
"Salam Ayah mertua, Ibu mertua. Lama tak bertemu.." Mo Fai memandang Di Hong Zhuang dengan aneh karena berani menyapa Mu Xue dan Jin Tian, terlebih memanggil mereka dengan sebutan mertua.
"Ya Zhuang'er, kami awalnya hanya mengira jika kau adalah penduduk asli daratan Lijing.." Di Hong Zhuang tersenyum malu.
"Ayah mertua, aku juga baru mengetahui kebenaran saat kalian pergi membawa Lien kecil. Hari itu ayahku menjelaskan semuanya..."
Merasa jika pembicaraan akan memasuki tahap serius. Tanpa sepengetahuan siapapun, Jin Lien dengan cekatan membuat penghalang agar orang-orang tidak mendengar pembicaraan mereka.
Di Hong Zhuang mulai menjelaskan jika Ye Han Hui bukanlah ayah kandungnya melainkan ayah angkatnya yang pernah menyelamatkan ibunya.
Dia juga menjelaskan jika dia mengira liontin yang diberikan pada Jin Lien hanya Liontin milik ibunya yang di wariskan secara turun temurun, tapi siapa yang menyangka jika liontin tersebut menghubungkan ikatan mereka menjadi begitu mendalam.
Di Hong Zhuang juga menjelaskan ketika dia mulai mengetahui jati dirinya, tidak lama setelah dia mengetahui identitasnya, beberapa orang datang menjemputnya dan secara tak terduga dia di minta untuk berkultivasi untuk meningkatkan kemampuannya setelah mencapai daratan Jiangnan.
Dia baru keluar setelah 12 tahun lamanya berada di dalam pintu tertutup.
Jin Tian dan Mu Xue mengangguk mendengar penjelasan Di Hong Zhuang.
"Kami tidak keberatan mempercayakan Lien'er padamu, tapi jangan pernah mengkhianati Lien'er dan kepercayaan kami. Di dalam garis keturunan utama Keluarga Jin, setiap keturunannya hanya boleh memiliki satu Istri untuk laki-laki dan untuk perempuan, calon suaminya harus berjanji hanya akan menjadikan dirinya istri satu-satunya. Apabila janji tersebut di langgar maka anak perempuan dari keluarga Jin bisa pergi kapan saja dan langsung menceraikan suaminya.." Di Hong Zhuang tersenyum.
"Ayah mertua, anda bisa tenang! Aku Di Hong Zhuang, Kaisar dari Kerajaan Vampir bersumpah hanya akan ada Jin Lien sebagai Istriku satu-satunya. Aku tidak akan mengambil gundik ataupun selir. Jika aku melanggar sumpahku, aku bersedia di hukum oleh surga dan jiwaku tidak akan bisa berinkarnasi.." setelah selesai mengucapkan sumpahnya, cahaya terang dari langit tiba-tiba menyinari Di Hong Zhuang, hal tersebut menandakan jika sumpahnya di dengar oleh yang tertinggi.
__ADS_1
Tidak ada satu orang pun dari mereka yang berada di sana yang menyangka jika Di Hong Zhuang akan dengan lantang mengucapkan sumpahnya.
Jin Tian dan Mu Xue tersenyum lembut.
"Baik, sangat baik. Namun, kami belum mengizinkan kalian untuk menikah. Hal tersebut dikarenakan keluarga kami masih harus mengusir para pencuri di keluarga Jin.."
"Menantu tidak keberatan.." Jin Lien memandang Di Hong Zhuang penuh arti. Dia tidak pernah berpikir jika Di Hong Zhuang sangat mencintainya hingga berani bersumpah untuk setia padanya.
Hatinya merasa hangat, matanya berkaca-kaca, bibirnya bergetar. Dia tidak tahu bagaimana lagi caranya untuk mengekspresikan kebahagiaanya.
"Terimakasih.." hanya satu kata itu yang bisa terucap dari bibirnya. Di Hong Zhuang tersenyum dan membelai kepala Jin Lien.
"Apapun akan aku lakukan asal itu membuatmu bahagia.."
Semua yang mendengar ucapan Di Hong Zhuang sangat bersyukur karena suami masa depan Jin Lien sangat menyayanginya.
Mu Xue dan Jin Tian memandang Mo Fai dengan serius, tapi tatapan Jin Tian seolah mengatakan jika Mo Fai adalah tersangka.
Dia perlahan mendekat dan berbisik di telinga Mo Fai yang membuat Mo Fai membeku.
"Paman?" Nada suara Jin Tian sangat tidak enak di dengar.
"Setelah merebut hati anak pertamaku, kau masih memanggilku paman?" Wajah Mo Fai berubah pucat dan dia segera mengubah caranya memanggil Jin Tian.
"Ayah Mertua.."
"Jelaskan!"
Semua memandang Mo Fai dengan pandangan penuh tanya.
"Waktu itu aku terlalu bosan dan sangat sedih karena kehilangan saudara keempat. Untuk menghibur diri, aku memutuskan untuk mengunjungi daratan Lijing. Saat perjalanan, aku mendengar suara seruling yang sangat indah, ketika sampai di tempat asal suara tersebut, aku tertegun dan langsung terpesona pada Niu'er. Awalnya aku tidak memiliki harapan besar untuk bertemu Niu'er lagi karena aku mengira dia akan tinggal di daratan Lijing untuk waktu lama karena aku mendengar dia mengatakan akan memusnahkan prajurit musuh yang telah menyusup ke wilayah Kerajaan Nancheng. Ternyata, aku kembali melihatnya saat mendaftar dan aku berharap jika dia akan memilih pergi ke Qinglong Akademi agar memudahkanku untuk mendekatinya..
"Jadi, surat penerimaan untuk Lien'er dan kedua sepupunya itu karena kau mengatakan kemampuan Lien'er pada Huang Li Mo. Apakah aku benar pangeran pertama atau bisa aku menyebutmu pangeran yang di kucilkan di kerajaan Dewa.."
"Ya Ayah mertua.."
__ADS_1
"Kau juga telah mendengar apa yang aku katakan tadi kan?"
"Ya, Niu'er akan menjadi Istriku satu-satunya dan tidak akan mengecewakan kalian. Ini sumpahku, jika aku melanggar, biarkan yang tertinggi menghukumku.." cahaya misterius juga langsung menerpa Mo Fai sebagai tanda sumpahnya adalah asli.
"Sangat bagus. Jangan lupa untuk memanggilku ibu mertua!"
"Ya Ibu Mertua.."
Semua tersenyum bahagia tapi Jin Tian tiba-tiba berdehem.
"Ehem. Jun Kaili, sampai kapan kau ingin menutupi keberadaanmu? Tidakkah kau ingin menyapa keponakanmu dan calon menantu?"
Setelah mengatakan hal tersebut, sosok pria berambut merah dengan mata merahnya muncul entah dari mana.
Hanya dengan sekali pandang, orang-orang dapat memastikan jika sosok tersebut merupakan Ras Demon.
Segera Niu'er menjadi bahagia dan langsung memeluk Jun Kaili yang tidak lain adalah paman Jun.
"Bisa lepaskan paman dulu!" Niu'er memerah dan melepas pelukannya.
Jun Kaili memandang Jin Tian, dia terkekeh pelan.
"Aku tidak menyangka jika kau menyadari keberadaanku A Tian.." Jin Tian mengangguk dan tersenyum kecil.
Kemudian Jun Kaili memandang Mo Fai dengan Serius.
"Aku perlu mengatakan sesuatu padamu.." sebelum Jun Kaili berbicara panjang lebar tentang Niu'er, Mo Fai segera memotongnya. Raut wajah Mo Fai juga terlihat sangat serius.
"Jika itu tentang identitas lain Niu'er yang merupakan seorang Demon. Aku tidak masalah dan akan menerima dirinya apa adanya. Karena yang aku Cintai adalah dirinya bukan apa identitasnya.
Niu'er membatu dan memandang Mo Fai dengan rumit.
...
Terus dukung Aska dengan Like' dan Vote karya ini ya terimakasih.
__ADS_1