
"Baik.." Jin Shan tersenyum dengan jawaban yang diberikan oleh Jin Lien.
Jin Lien memandang Niu'er dan Jin Gaoqi untuk memberi isyarat jika ada sesuatu yang penting yang akan mereka bicarakan.
Segera Niu'er mengatakan pada semuanya jika Jin Shan adalah adiknya dan ada sesuatu yang penting yang harus di diskusikan dengan Jin Lien membuat semua akhirnya mengerti dan lembu memasuki Asrama.
Ketika Mo Fai ingin pergi juga, tangannya di cekal oleh Jin Lien.
"Fai Ge, kau harus ikut dengan kami untuk ke ruangan dekan!"
"Ada apa memangnya?"
"Ini permintaan Shanshan, kelihatannya sangat serius.." Mo Fai memandang Jin Shan dengan rumit. Ada perasaan akrab dan rindu yang dia rasakan saat menatap Jin Shan. Namun, karena ini adalah pertemuan pertama mereka, Mo Fai tidak bisa mengatakan persis apa perasaan tersebut.
"Baik, tapi aku heran kenapa adikmu bisa menembus penghalang Akademi.." Jin Shan sendiri menjadi agak salting.
Ketiganya melangkah menuju ruangan dekan. Di dalam ruangan, Huang Li Mo sedang membaca berkas tentang pertandingan yang akan diadakan dua hari lagi.
Ketika mereka sampai. Seperti biasa, Mo Fai akan membuka pintu tanpa mengetuk. Reaksi Huang Li Mo juga biasa saja.
Melihat Huang Li Mo, mata Jin Shan berkaca-kaca. Dia sangat merindukan pamannya ini yang merupakan adik dari ibunya di kehidupan pertamanya.
"Ada apa Fai'er?"
"Paman, adik laki-laki dari Lien kecil ingin membicarakan sesuatu yang penting.."
Huang Li Mo mengangkat kepalanya dan tidak lagi terfokus pada berkas di meja.
Dia memandang Jin Shan hingga perasaan akrab menelusup ke dalam hatinya.
"Lien kecil?"
"Dekan, maaf sebelumnya tapi ini sangat penting.."
"Baik tidak masalah, kalian duduklah!"
Mereka mengangguk dan Jin Shan mengangkat Blue Feather dari punggungnya dan menaruhnya di meja.
__ADS_1
Sontak Huang Li Mo terkejut melihat Guqin yang selalu bersama keponakannya.
Raut wajah Jin Shan seketika berubah serius, dia memandang ketiga orang di dalam ruangan itu secara bergantian.
"Saat aku baru berusia seminggu, Jiejie pernah bertanya padaku dan menebak jika aku bukan jiwa asli tubuh ini kan?"
Jin Lien mengangguk, tapi tidak dengan Mo Fai dan Huang Li Mo yang menatap Jin Shan agak tak mengerti.
"Ya, tebakan Jiejie waktu itu segera aku mengkonfirmasi dengan anggukan. Aku tidak bisa mengatakan kronologisnya karena saat itu aku masih belum bisa berbicara.."
"Uhm, aku tahu itu Shanshan. Lanjutkan!"
Jin Shan mengambil Blue Feather dan mengelusnya dengan penuh kasih sayang yang tentu di balas oleh Blue Feather dengan mengeluarkan cahaya cemerlang.
Dia menarik napas dalam bersiap untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Paman, Dage. Mungkin kalian akan sulit mempercayai apa yang aku katakan, tapi Jiejie bisa menjamin apa yang aku katakan meskipun terdengar tidak masuk akan tapi itu semua adalah benar.."
Keduanya mengangguk. Meski begitu, mereka masih tidak mengerti.
Huang Li Mo dan Mo Fai terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Jin Shan yang tidak lain adalah Mo Zhuting pangeran keempat kerajaan Ras Dewa. Hal tersebut menandakan jika Mo Fai merupakan pangeran pertama kerajaan ras dewa yang merupakan pangeran yang terkucilkan karena menyembunyikan bakatnya.
Mo Fai dan Mo Zhuting merupakan saudara seibu jadi tidak heran bagi mereka jika keduanya akur.
"Jika kalian tidak percaya, Blue Feather bisa menjadi bukti. Kalian tahu jika Blue Feather memiliki kontrak jiwa denganku sehingga dia tidak akan mengakui orang lain sebagai masternya.."
Keduanya akhirnya mengerti tentang perasaan akrab yang tiba-tiba mereka rasakan saat bertemu Jin Shan.
"Oh aku akan menjawab pertanyaan Da ge tadi, aku bisa memasuki penghalang karena aku memiliki token muridku. Hehehehe.."
Huang Li Mo dan Mo Fai tidak tahu harus beraksi seperti apa saat mendengar Jin Shan tertawa. Yang mereka tahu adalah Jin Shan yang dulunya adalah Mo Fai tidak memiliki expresi di wajahnya meski itu bersama orang terdekatnya, ya walaupun tindakannya akan mencerminkan perbedaan.
Karena hal tersebut, Mo Zhuting disebut sebagai pangeran kutub. Hanya Jin Lien yang bisa membuatnya tunduk dan ketakutan.
"Apakah Ayah dan Ibu tahu jika kau datang ke sini? Jin Shan menggeleng pelan.
"Tidak, aku hanya mengatakan pada mereka jika aku ingin berjalan-jalan di luar keran bisa terus berada di penginapan.."
__ADS_1
Jin Lien mengerutkan dahinya memandang Jin Shan meminta penjelasan. Aura menekan miliknya sontak membuat Jin Shan meneguk ludah dengan paksa serta keringat dingin telah membanjiri punggungnya.
Lagi-lagi Mo Fai dan Huang Li Mo terkejut dengan reaksi yang diberikan Jin Shan pada Jin Lien. Setahu mereka, Jin Shan atau bisa di sebut Mo Zhuting tidak pernah takut pada siapapun termasuk ayah mereka yang merupakan Kaisar dari Ras dewa.
"Sial, Er Jie tetap saja yang paling menakutkan. Hiiiiii.."
"Shanshan, aku tahu kau mengatakan jika aku menakutkan kan. Berhenti berpikiran aneh tentangku!"
"Er Jie hehehe kau tetap yang terbaik. Kami datang ke kota Blaze karena ingin menyaksikan pertandingan 5 Tim elit dari setiap akademi dua hari lagi.."
"Apakah begitu?"
"Tentu saja, Er Jie bisa bertanya pada paman di sana.." dan Huang Li Mo hanya memberikan anggukan karena masih tak percaya melihat keponakannya yang ketakutan oleh Jin Lien.
Jin Lien akhirnya memberikan senyum kecil dan mengacak rambut Jin Shan. Jin Shan tidak menolak kerena dia sudah lama tidak merasakan belaian Jin Lien.
Lagi-lagi Mo Fai dan Huang Li Mo terkejut dengan pemandangan di depan mereka.
"Sejak kapan Zhuting merasa nyaman dengan belaian orang di kepalanya? Dulu saja dia sangat tidak ingin kepalanya di sentuh oleh siapapun.." batin keduanya kompak
Mereka saling melirik kemudian memberikan senyum kecil.
"Karena kau berada di tubuh adik Jin Lien, kami akan merahasiakan keberadaanya dan tentu kami tidak akan memanggilmu dengan nama lamamu melainkan dengan namamu saat ini.."
"Ya paman, namaku sekarang-sekarang adalah Jin Shan. Putra satu-satunya pasangan Jin Tian dan Mu Xue dan yang paling tampan diantara kami bertiga.."
Jin Lien, Mo Fai dan Huang Li Mo seketika menjadi datar mendengar pernyataan narsis Jin Shan.
"Ya Lord, sejak kapan dia menjadi narsis seperti itu?"
"Shanshan memang yang paling tampan, karena Da Jie dan aku adalah seorang gadis. Jika ayah dan ibu memberikan kami adik laki-laki, tentu kau akan memiliki saingan.."
Sontak pernyataan Jin Lien membuat Mo Fai dan Huang Li Mo tertawa terbahak-bahak dan Jin Shan hanya bisa cemberut.
....
Dukung Aska dengan Like'dan Vote karya ini ya
__ADS_1