Arrogant Girl Adventure

Arrogant Girl Adventure
AGA 90


__ADS_3

Di Hong Zhuang segera pergi ke kamarnya sendiri. Dia sudah jijik dengan Chu Hua yang selalu mengekornya.


Dulu juga ada gadis, bahkan adik dari sahabatnya menyukainya . Dia menolak gadis itu ketika gadis itu menyatakan cinta, tapi gadis itu mengerti dan tidak mengejarnya lagi. Dia menghargai gadis itu dan menganggapnya sebagai adik, tapi Chu Hua ini benar-benar membuat dirinya sangat jijik.


...


Di kamar milik Mu Ye Mi. Jin Lien dan Niu'er didudukan di atas ranjang.


Mu Ye Lu dan Mu Ye Mi duduk di kursi dan menghadap mereka.


"Apakah benar, kalian anak bibi pertama?"


"Ya, ibu kami bernama Mu Xue dan ayah bernama Jin Tian. Dia seorang Elf.."


"Woah, jadi kami ternyata masih memiliki sepupu lain selain Xing Ge dan Jiang Ge.."


"Hehehe begitulah.."


"Kalian lucu, wajah kalian sangat mirip, tapi bisa dibedakan. Benar kata Xing Ge dan Jiang Ge.."


"Ya, memang sangat gampang dibedakan.."


Jin Lien mengeluarkan sesuatu dari dimensi lotus dan memberikannya pada Mu Ye Mi dan Mu Ye Lu.


Benda tersebut tidak lain adalah kalung dengan hiasan permata shapire dan Amethist.


"Ini untuk kalian sebagai hadiah pertemuan kita.."


"Ini indah, terima kasih Lien kecil.."


"Apakah kalian memiliki ingatan kuat?"


Niu'er kemudian memandang Jin Lien dengan kening yang berkerut.


"Jika tidak, ambil kertas dan aku akan menggambarkan kalian sebuah peta, tapi ingat, peta ini hanya kalian yang boleh memilikinya.."


"Tidak perlu menggambar, kami bisa mengingat apapun yang kami lihat walau hanya sekali.."


Niu'er tercengang dengan mulut sedikit terbuka.


"Bisa dikatakan jika kami memiliki memori fotografi.."


"Baiklah jika memang seperti itu. Aku hanya akan menunjukan peta pada kalian.."


"Lien'er, peta apa yang kau maksud?"


Niu'er akhirnya tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.


"Wajar jika Jiejie tidak tahu, aku baru akan memperlihatkan pada kalian tepat saat 3 hari sebelum dunia kecil terbuka. Peta ini adalah peta dunia kecil yang aku dapatkan dari seseorang yang keberadaannya sangat jauh.."


Niu'er mengangguk dan Mimi serta Lulu diam menyimak. Mereka tidak pernah berpikir jika Jin Lien memiliki peta dunia kecil.


Jin Lien mengeluarkan gulungan kertas dari dimensi lotus dan membukanya di depan ketiga kakaknya itu.


Peta itu sangat detail, kecuali lokasi Air Roh Surgawi dan tempat yang diminta oleh orang itu kunjungi. Kedua lokasi itu telah dihilangkan Jin Lien agar hanya dia dan Di Hong Zhuang yang mengetahui tepatnya kedua lokasi tersebut .

__ADS_1


Ketiganya setelah melihat peta tersebut, mereka menatap tak percaya pada Jin Lien.


"Ini peta dunia kecil? Sangat detail bahkan rute aman juga dijelaskan dengan detail.."


"Ya.. apa kalian sudah mengingatnya?"


"Tentu.."


"Kalau begitu, aku akan menyimpannya. Jangan bocorkan ini pada siapapun termasuk pada Chu Hua itu.."


"Pfft.."


"Bilang saja kalau kau cemburu.."


Lulu hanya tertawa tertahan dan Mimi langsung menembak Jin Lien mengatakan jika Jin Lien cemburu.


"Cemburu karenanya hanya akan menurunkan levelku. Alasan utamaku melarang kalian untuk tidak memperlihatkan peta tersebut, itu karena Chu Hua bagian dari Tengkorak Merah yang pernah menyerang saat pertandingan persahabatan antara 4 Akademi..


Keduanya saling berpandangan sejenak dan dengan serius mengangguk.


"Tengkorak merah. Dari namanya saja, sudah jelas jika mereka adalah kumpulan para penjahat. Kau tenang saja, kami tidak akan membocorkan peta ini.." Lulu yang hanya berbicara 3 kata, untuk pertama kalinya berbicara panjang lebar.


Dia juga segera menarik Jin Lien ke sudut kamar dan berbisik.


Jin Lien seketika menegang ketika mendengar hal apa yang dibisikkan oleh Lulu. Dia memandang Lulu dari atas sampai bawah kemudian memandang Mimi yang tengah tersenyum manis.


Matanya menyipit seolah tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Lulu.


"Apa buktinya?"


Jin Lien segera meminta Lotus kecil untuk memasukan benda yang diminta oleh Lulu kedalam kotak.


Dia juga berpesan agar benda itu lengkap tidak kurang.


Setelah benda itu dimasukan, Jin Lien langsung memberikan kotak tersebut pada Lulu.


"Semua ada di sini, aku memberikan kalian berdua set lengkap.."


"Kau memang sepupu terbaik.."


Jin Lien dengan sombong menepuk dadanya yang agak menyembul itu.


"Tentu saja. Jangan sebut aku Jin Lien kalau aku tidak bisa memenuhi permintaan sepupuku.."


"Hei, apa yang kalian bicarakan di sudut? Aku tersinggung loh.." Niu'er bertanya dengan wajah yang dibuat seolah-olah dirinya sedang teraniayah.


"Jiejie, kau berlebihan. Lulu hanya meminta sesuatu dariku.."


"Hmmp. Oh iya, kalian masih memiliki 3 sepupu lainnya.."


"Ya kami tahu, ketua sudah mengatakannya pada kami.."


Mimi dengan cepat menjawab.


"Jadi, sejak kapan Lien kecil dan ketua menjadi pasangan?"

__ADS_1


"Oh ayolah Mimi, jangan tanyakan padaku! Tapi tanyakan pada Lien'er.."


Sontak Mimi dan Lulu memandang Jin Lien membuat Jin Lien salah tingkah dan tersenyum canggung.


"Sejak aku berusia 3 tahun.." keduanya seketika tak bisa berkata-kata dengan pengakuan Jin Lien.


"Kau aneh, sukanya sama paman-paman.."


"Hei Lulu! Meski begitu, dia tetap tampan untukku. Muehehehe.."


Seperti itulah jika para gadis berkumpul. Hal yang mereka bahas tidak jauh dari seputar pemuda tampan.


"Sebelum kami pulang. Aku ingin mengajak kalian menonton BF.."


Pletak


Pletak


Pletak


"Lien'er, hentikan Hobi laknat mu itu!"


"Kau itu seorang gadis, tontonan yang berbobot sedikit.."


"Hn.."


"Hei, ini asupan tahu. Ayolah, itung-itung untuk pelajaran ketika kalian menikah nanti.."


Ketiganya segera berubah pikiran, mereka memandang Jin Lien dengan antusias.


"Apakah ada Tontonan antara sesama pemuda?" Tanya Mimi dengan antusias.


"Tentu ada. Anak dan ayah juga ada. Selain itu aku juga memiliki video kisah cinta antara adik dan kakak kandung..."


"Woaaaah, seruuu itu. Cepat putar dan kita nonton.."


Jin Lien sontak menatap aneh pada Lulu dan Mimi.


"Kalian ternyata berpura-pura polos. Aku mengerti sekarang.."


"Tidak usah bertele-tele, cepat putar videonya Lien kecil.."


"Baik.."


Jin Lien segera memutar Video BF tentang pemuda dan pemuda. Mereka menonton dengan serius sambil mengemil sesuatu yang diambil oleh Jin Lien dari dimensi lotus.


Menonton Film Blue sambil ngemil memang adalah yang terbaik bagi Jin Lien. Namun, berbeda dengan Mimi, Lulu dan Niu'er yang semakin lama semakin gelisah juga mereka.


Ketiganya menatap Jin Lien yang sama sekali tidak terpengaruh oleh tontonan tersebut.


"Ugh, Lien kecil! Kau sungguh tidak normal. Nonton film ini, kau bahkan tidak terpengaruh.." Mimi mulai mengeluh tentang Jin Lien.


"Sudahlah, jika kalian tidak bisa menahan lagi. Maka, kalian bergegaslah saling membantu. Agar aku bisa menyaksikan pertunjukan langsung.." Jin Lien menunjukan seringai yang membuat ketiganya mematung di tempat.


...

__ADS_1


__ADS_2