Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
Pesta Yang Mengejutkan


__ADS_3

Ini lah waktu yang sangat tidak Adera inginkan. Yaitu, datang ke pesta perusahaan yang sangat membosankan itu. Dia datang sesuai permintaan rekan-rekan kerjanya, walaupun tidak ingin, Adera akhirnya datang juga.


Malam ini, Adera memakai dress berwarna biru terang. Walau semua orang yang datang ke pesta itu memakai pakaian serba hitam bak ingin melayat orang meninggal, Adera tidak peduli jika bajunya beda dengan yang lainnya. Toh sebenarnya dia tidak niat datang ke pesta itu.


Karna memakai baju yang berbeda, Adera mulai merasa semua pasang mata mengarah padanya ketika Adera baru saja masuk ke dalam gedung dimana pesta itu diselenggarakan. Ditatap seperti itu tentu membuat Adera jadi malu, memang benar dia salah kostum tapi kenapa mereka menatapnya segitunya?


Dengan rasa kepercayaan dirinya yang sudah runtuh, Adera memaksakan diri untuk terus berjalan ke dalam. Walau dia merasa sangat malu sekarang padahal tadi dia biasa-biasa saja.


"Wah, Adera, kamu cantik banget!" Seru Kiran, rekan kerja Adera yang langsung mendekati Adera.


Adera menatap Kiran dan rekan kerja lainnya, kostum mereka juga sama. Berwarna hitam, apa cuma dia disini yang memakai warna pakaian yang berbeda? Rasanya Adera ingin langsug pulang saja saking malunya.


"Ya ampun, mama muda kita cantik banget walau salah kostum." Puji sekaligus ledekan dari Cantika ke Adera.


Adera cemberut. "Kok kalian gak ngomong sih kalo warna pakaiannya ditentuin? Udah gitu hitam-hitam lagi kayak mau ngelayat." Kata Adera dimana membuat rekan-rekan kerjanya tertawa.


"Ya abis kamu gak nanya. Kita semua kira kamu udah tau, jadi kita gak kasih tau." Kata Gina, rekan kerja Adera lainnya.


"Iya, lagi kamu kenapa gak tanya-tanya dulu sih ke kita?" Kiran menimpali. "Tapi tenang aja jangan insicure, walaupun salah kostum kamu cantik kok."


Adera mengangkat kedua alisnya. "Serius?" Tanya Adera.


Ketiga rekan kerjanya itu menganggukan kepalanya secara bersamaan.


"Kamu malah yang paling cantik disini." Cantika memuji Adera lagi.


Pipi Adera memerah karna dipuji begitu, biasanya jika dia sedang tidak percaya diri. Seseorang akan memujinya bahkan menyemangatinya sampai dia kembali percaya diri. Namun kenapa disaat seperti ini Adera masih saja memikirkan dia?


"Kalian juga cantik-cantik kok." Puji Adera pada ketiga rekan kerjanya.


"Kamu lebih cantik, Adera. Liat deh, pak Zayn aja ngeliatin kamu sampe gak kedip." Kata Cantika, matanya mengarahkan pada Zayn yang berdiri tak jauh dari mereka.

__ADS_1


Seketika Adera mengikuti arahan Cantika, dan kebenaran saja saat ini Zayn tengah memandanginya dari jauh. Tapi apa mungkin yang ia tatap adalah Adera? Bisa saja wanita lain disekitarnya berhubung wanita-wanita yang datang ke pesta ini cantik-cantik bahkan lebih cantik darinya.


Adera mengangkat kedua alisnya menatap Zayn, seketika tatapan mereka bertemu dalam beberapa detik karna kemudian Zayn melemparkan senyuman tipis pada Adera membuat Adera terkejut bukan main.


Apa Adera salah lihat? Atasan yang sangat ia benci itu memberikan senyuman tipis padanya? Sangat sulit dipercaya.


"Liat gak liat gak? Pak Zayn senyum lho tadi astagaaaa ..... Ganteng banget sumpahhh!" Heboh Gina, dia menyaksikan senyuman Zayn itu yang membuatnya meleleh.


Kiran dan Cantika menganggukan kepalanya setuju. Mereka pun sama halnya dengan Gina, meleleh melihat senyuman Zayn pertama kalinya.


"Tapi senyuman itu buat Adera." Kata Cantika.


"Iya, dia senyum ke Adera, ya ampun." Kiran menyetujuhi.


Namun Adera malah jadi merinding begitu dia melihat senyuman Zayn dan lagi mengarah padanya. "Bikin merinding." Ucap Adera sambil memegangi kedua tangannya dimana membuat Kiran, Gina dan Cantika menatapnya dengan wajah datar.


"Adera emang berbeda dari kita." Kata Kiran.


"Hem, bener. Dan karna dia beda dari kita pak Zayn malah tertarik sama dia." Gina menambahkan.


Dan ketiga rekan kerjanya itu pun tidak mengikuti Adera, mereka masih saja membicarakan tentang senyuman Zayn dengan heboh. Tapi Adera tidak mempedulikan itu, dia tidak peduli kepada siapa Zayn memberikan senyuman itu, dia tidak peduli sama sekali.


Adera mengambil minuman sirup diatas meja prasmanan, meneguknya hingga habis. Pikiran Adera dipenuhi dengan kenangannya dengan orang itu, dan itu membuatnya sama sekali tidak peduli dengan Zayn. Pikirannya sudah dipenuhi oleh orang itu, orang yang bahkan sudah berusaha Adera lupakan namun dia tidak pernah bisa.


"Adera Danialova," panggil seseorang yang Adera sudah tahu siapa.


Siapa lagi kalau bukan Zayn, si CEO menyebalkan yang suka mencari masalah padanya. Dengan malas Adera menoleh ke Zayn yang entah dari kapan sudah berada disebelahnya, ikut mengambil minuman diatas meja prasmanan dan meneguknya.


Adera menatap wajah Zayn yang menyebalkan itu, bahkan hanya melihatnya saja membuat Adera darah tinggi.


Zayn menatap Adera begitu dia sudah meneguk minuman itu, dengan satu tangan dimasukkan ke dalam saku celana juga satu tangannya yang memegang gelas minuman sirup. Memang terlihat keren dimata Adera namun tetap saja Adera tidak menyukainya.

__ADS_1


"Saya kira kamu tidak datang, nona Adera Danialova." Kata Zayn dengan senyuman miringnya.


Adera memutar bola matanya. "Kenapa? Kalo saya gak datang, anda akan memotong gaji saya lagi begitu?" Sinis Adera.


Zayn tertawa pelan. "Bukan begitu, hanya saja saya senang melihat kamu disini, nona Adera." Ucap Zayn.


Bukannya merona saat Zayn mengucapkan itu, Adera malah mengangkat sebelah sudut bibirnya, mencibir Zayn. "Hah? Apa wajah saya terlihat peduli, pak Zayn?"


Sekali lagi Zayn tertawa pelan. "Kamu terlihat sangat cantik malam ini, Adera." Puji Zayn.


Adera menatap Zayn dengan mimik yang sulit dijelaskan. Tiba-tiba saja Adera mengingat orang itu ketika Zayn memujinya.


Melihat wajah Adera berubah begitu dia memujinya membuat Zayn tidak mengerti. "Kenapa? Saya tidak bohong mengatakannya, Adera." Kata Zayn dengan sebelah alis terangkat.


Adera mengalihkan pandangannya dari Zayn. "Terimakasih," ucap Adera. "Walau saya masih tidak percaya dengan apa yang anda katakan." Lanjut Adera.


"Hei, saya serius. Apa kamu pikir saya pria yang suka memuji-muji wanita dengan gampangnya?"


Adera menganggukan kepalanya.


Zayn tidak percaya, bagaimana bisa dia disebut pria yang suka menggombal dan memuji wanita lain padahal yang ia katakan tadi sesuai apa yang ada di dalam hatinya. Tapi ya sudahlah.


"Maaf pak Zayn, sepertinya saya harus ke toilet. Kalau gitu saya permisi ke toilet sebentar, pak Zayn." Pamit Adera tanpa mengetahui kalau ada seseorang yang sedang mengambil minuman disebelahnya.


Adera membalik tubuhnya, melangkah kakinya meninggalkan Zayn. Kenapa disaat seperti ini kenangan itu kembali berputar diotaknya? Adera tidak mengerti seharusnya dia bisa melupakannya namun kenapa dia tetap tidak bisa melakukannya?


Greb!


Begitu Adera ingin beranjak pergi dari sana tiba-tiba saja sekujur tubuhnya dibuat membeku ketika ada seseorang yang secara mengejutkan memeluknya dari belakang.


Bahkan tubuh Adera seakan tidak bisa melangkah dari sana, tubuhnya benar-benar membeku ditempat. Pelukan, wangi tubuh seseorang itu seketika membuatnya tidak bisa berkutik selain terkejut dan juga membeku ditempat secara bersamaan.

__ADS_1


"I find you, Adera Danialova." Kata seseorang yang memeluk Adera dari belakang.


Suara itu, Adera membulatkan matanya. Suara yang ia rindukan kini terdengar jelas ditelinganya. Apakah ini hanya khayalannya saja atau ini hanya mimpinya semata. Jika benar, tolong bangunkan Adera segera. Adera sangat berharap mimpi ini langsung berakhir.


__ADS_2