Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
87: Obsesi?


__ADS_3

"Kenapa dia gak angkat telfon ku sih?" Geram Saskia, dia sudah mencoba menghubungi Regan berulang kali bahkan berpuluh-puluh kali namun Regan tidak pernah mengangkatnya.


Saskia jadi kesal sendiri, memang dia sadar jika sikap Regan tidak akan berubah untuknya namun dia sangat merindukan Regan. Dia bahkan sampai gila karna merindukan lelaki itu.


Saking kesalnya tidak pernah diangkat Regan, Saskia membanting ponsel mahalnya dengan kencang. Dia berteriak sambil mengacak rambutnya frustasi. Kenapa Regan memperlakukannya seperti ini? Itu yang membuatnya frustasi.


"Sayang," seseorang memanggil Saskia, dia baru saja datang ke kamar Saskia.


Saskia menoleh, dia sudah mengetahui bahwa orang itu bukan Regan dan itu membuatnya tidak tertarik sama sekali. "Apa?" Sahut Saskia ketus.


Lelaki yang baru saja masuk ke kamar Saskia itu mendekatinya dengan raut wajah yang tegas. Dia mendekati Saskia dan duduk disebelah Saskia duduk ditepi ranjangnya.


Dengan perlakuan lembut lelaki itu mengusap rambut Saskia. Dia tahu kalau wanita itu tengah merasa tertekan. "Kenapa sih?" Tanya lelaki yang terlihat berusia tiga puluh tahun itu.


Saskia cemberut. Dia akhirnya menatap lelaki itu. "Aku kesel, Regan gak angkat telfon dari aku. Aku tau dia sekarang lagi sama gadis yang bernama Adera itu, dan itu buat aku kesel banget!" Keluh Saskia pada lelaki itu.


Lelaki itu tersenyum. Dia masih mengusap rambut Saskia dengan lembut. "Dia kan istrinya, jadi wajar aja mereka bersama." Ujar lelaki.


"Tetap aja, aku gak rela Regan sama gadis kampungan itu walau dia istrinya. Aku gak rela."


"Kan ada aku, kenapa kamu selalu ngejar dia yang bahkan gak pernah natap kamu sekali pun?" Suara lelaki itu menjadi parau.


"Aku tau, tapi cuma Regan yang aku pengen. Sekalipun dia gak cinta aku, aku pengen dia." Kekeh Saskia dengan tegas.


Lelaki itu menghela nafasnya panjang. "Kamu cuma obsesi ke dia, Kia." Gumam lelaki itu tanpa di dengar oleh Saskia.


"Kamu kemana aja emangnya? Kenapa baru muncul sekarang?" Tanya Saskia dia memukul paha lelaki disebelah itu dengan manja.


Lelaki itu tersenyum tipis. "You miss me?" (Artinya: kamu rindu aku?)


Saksia menganggukkan kepalanya. "Bukan cuma aku, tapi anak kita juga." Saskia menunjuk perutnya yang membuncit.


Tatapan lelaki itu beralih ke perut Saskia, dia menyentuh perutnya, mengusap-usapnya dengan lembut. "Papa juga kangen kamu, sayang." Ucap lelaki itu dengan lembut sampai membuat Saskia tersenyum.


"Dan sekarang waktunya kunjungi dia." Dengan agresifnya Saskia langsung menyambar bibir lelaki itu.


......................

__ADS_1


Sesampai di apartemen, Regan membawa Adera yang tertidur digendongannya ke kamarnya dan menidurkan gadis itu diatas ranjang dengan hati-hati. Ditatap wajah Adera yang tertidur dengan nyenyak. Seharian dia sangat bersemangat sekali dan sekarang malah kelelahan. Dasar istri Regan itu.


Sebelum beranjak dari sana, Regan menyempatkan untuk mencium bibir sang istri dengan lembut namun siapa disangka Adera jadi terbangun dengan perlakuan Regan.


Bukan hanya terbangun, Adera bahkan sampai membalas ciuman Regan, kedua tangannya pun ia kalungkan dileher Regan seakan tidak membiarkan Regan meninggalkannya. Suara kecapan dari bibir keduanya membuat suansana tersendiri untuk mereka.


Saat Regan melepaskan ciuman itu, mata Regan dan Adera seketika bertemu. Regan tersenyum kepada Adera sembari menghapus air liur yang ia tinggalkan disudut bibir Adera.


"Kebangun, hng?"


Adera menganggukkan kepalanya dengan. "Kamu yang bangunin aku," jawab Adera dengan suara khas orang bangun tidur.


Regan tertawa pelan. Rupanya dia telah membangunkan gadisnya itu dengan ciumannya. "Maaf, kamu jadi kebangun."


"Segitu seksinya bibir aku sampe kamu cium pas lagi tidur?" Kata Adera membuat Regan tertawa.


Memang benar Regan jadi tidak tahan melihat bibir Adera yang terbuka saat tertidur namun perkataan Adera membuatnya tertawa ya karna memang kenyataannya sih.


Regan menyempatkan mengecup bibir Adera disela tawanya. "Ya karna emang bibir kamu yang minta buat aku cium, sayang."


"Yaiya, masih marah, ya abis kamu seharusnya kita cuma berduaan eh malah ada mereka. Aku jadi gak sempet berduaan sama kamu sayang." Ucap Regan. Dia memang masih kesal dengan Adera karna perihal tadi bahkan mereka sempat bertengkar kecil dimobil sampai akhirnya Adera tertidur.


"Maaf," sesal Adera sembari memegang kedua pipi Regan. "Tapi sekarang kan kita udah berduaan. Kamu bebas ngelakuin apa aja deh sama aku. Mau sepuluh ronde pun aku bolehin anggap aja sebagai permintaan maaf dari aku." Kata Adera.


Regan tersenyum senang. "Beneran?" Tanya Regan dengan sebelah alis terangkat.


Adera menganggukkan kepalanya. "Beneran. Kamu bebas sepenuhnya."


"Jangan salahin aku kalo aku gak bisa berhenti." Regan mengingatkan.


Adera meneguk slivanya susah payah. Apakah dia bisa melayani Regan sampai sepuluh ronde? Apakah dia kuat melakukannya? Seketika Adera mengerutuki diri sendiri karna berbicara itu tanpa berpikir dahulu.


Tapi sepertinya Adera sudah tidak bisa berpikir lagi dan menawar pada Regan karna selanjutnya Regan sudah menyerangnya tanpa aba-aba dan dia hanya bisa pasrah saja.


......................


Setelah melakukannya lebih dari tiga ronde, Adera sudah kelelahan. Dia sampai ambruk diatas dada Regan saking tidak kuatnya lagi menandingi Regan.

__ADS_1


Inilah akibat karna Adera tidak berpikir dahulu apa yang ia tawarkan pada Regan. Sepuluh ronde? Mustahil baginya, ini saja baru tiga ronde dan Adera sudah kelelahan duluan.


Lagian Adera heran, apakah Regan meminum obat kuat? Kenapa dia kuat sekali staminanya tidak pernah habis dan lagi dia kuat berjam-jam. Heran Adera tuh pada suaminya, sebenarnya dia itu punya kekuatan super atau apa sih?


"Nyerah?" Regan bertanya.


Adera yang masih mencoba menormalkan detak jantungnya mengganggukkan kepalanya di dada bidang Regan. Dia menyerah, dia sudah sangat kelelahan.


Regan tertawa pelan. "Aku masih punya stamina buat ronde berikutnya lho," ucap Regan menggoda Adera.


"Udah ah, aku gak kuat. Capek," rengek Adera.


Regan tertawa pelan lagi. Dia pun tidak bisa memaksa Adera untuk melayani lagi, dia tahu kalau Adera sudah sangat kelelahan melayaninya tadi. "Yaudah, besok kita lanjutin lagi."


"Terserah kamu deh," kata Adera. "Lagi aku aneh sama kamu, kamu habis minum obat kuat ya?" Tuduh Adera. Dia masih sangat amat lemas jadi hanya bisa ambruk diatas Regan tanpa bisa berkutik, bahkan tubuh Regan dan tubuhnya masih menyatu jadi satu.


"Gak, sayang. Seharusnya kamu bangga punya suami yang staminanya gak habis-habis kayak aku." Jawab Regan dengan berbangga diri.


"Berbangga diri!" Cibir Adera.


Adera berusaha membangunkan dirinya lalu melepaskan penyatuan dirinya dengan Regan dengan pelan-pelan. Dia masih mempunyai sedikit tenaga untuk melepaskannya dari tubuhnya. Setelah itu Adera membaringkan tubuhnya disebelah Regan.


Dan Regan pun langsung menarik selimut menutupi tubuh mereka lalu dia membawa Adera ke dalam dekapannya. Walau tubuh mereka masih dalam keadaan naked, Regan dan Adera saling berpelukan seakan saling memberikan kehangatan satu sama lain.


"Aku cinta kamu," ucap Regan yang sudah sering ia ucapkan pada Adera.


Adera tersenyum, dia menyembunyikan wajahnya didada bidang Regan, mendengar detak jantung Regan yang tidak beraturan. Dia menyukai itu, itu membuatnya yakin kalau memang Regan hanya mencintainya.


"Aku laper," rengek Adera merasakan perutnya sangat lapar. Mungkin efek karna melayani Regan berkali-kali.


"Mau bikin mie instan?"


Adera menatap Regan, mendengar mie instans dari mulut Regan membuatnya jadi ingin memakannya. Sudah lama Adera tidak merasakan enaknya mie instans. "Yaudah, tapi aku masih lemes."


"Aku yang buat. Mau?"


Adera menganggukan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2