Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
Nasi Goreng


__ADS_3

"Raka, mama pulang." Kata Adera begitu dia masuk ke dalam rumahnya dan menutup kembali pintu rumahnya. Tidak lupa, Adera membuka sepatunya dahulu dan menaruhnya dirak sepatu lalu dia berjalan ke kamarnya sambil memijat kepalanya yang agak pening itu. Mungkin karna berkerja terlalu keras membuat Adera kelelahan.


Adera duduk disofa ruang tamu sebentar, dia benar-benar kelelahan dan perutnya merasa lapar. Tidak mendengar suara berisik Raka, Adera menduga kalau mungkin saja Raka sudah tidur dikamarnya. Dan apakah Regan sudah pulang? Kenapa Adera jadi memikirkan pria itu. Tidak, Adera tidak boleh bergantung pada pria itu lagi.


"Baru pulang?" Suara yang membuat Adera langsung menatap Regan yang keluar dari dapur dan duduk disebelahnya dengan membawakan piring berisi nasi goreng ditangannya.


Adera menatap Regan dengan sengit, kenapa pria itu suka sekali dekat-dekat dengannya sih!


Regan pun juga menatap Adera dengan wajah tidak berdosa setelah menaruh piring berisi nasi goreng buatannya diatas meja. "Apa?" Tegur Regan.


"Ngapain sih deket-deket? Kenapa juga belum pulang? Kalo ada tetangga yang ngeliat gimana?" Omel Adera seperti kereta.


Regan yang melihat Adera mengomel dengan wajah marahnya tertawa kecil. Sudah lama dia tidak melihat wajah dan mendengar omelan dari Adera itu, dia merindukannya.


Melihat Regan tertawa membuat Adera bingung. "Dih malah ketawa!" Ketus Adera.


"Kenapa emang mau ngelarang ketawa juga?" Goda Regan dengan senyuman menggoda dibibirnya.


Dan Adera malah menampilkan ekspresi datar melihat senyuman Regan. "Pulang sana, gak ada keperluan lagi kan? Pulang gih, nanti disangka macem-macem sama tetangga." Kata Adera sekaligus usiran untuk Regan.


"Kamu ngusir aku, hng?" Regan menggoda Adera dengan mencoba lebih mendekat ke Adera.


"Yaiyalah, kita gak punya urusan lagi. Urusan kamu juga cuma sama Raka bukan aku, dan lebih baik kamu pulang sekarang!" Usir Adera.


Usiran Adera malah membuat Regan tersenyum. "Gak mau." Tolaknya mentah-mentah.


Adera mengangkat sebelah bibirnya. "Dih? Gak mau? Mau dipanggilin RT biar diusir sekalian?" Ancam Adera.


Namun tetap saja tidak berefek apa-apa pada Regan, dia bahkan mendorong wajahnya lebih dekat dengan Adera. "Panggil aja, silahkan. Aku gak takut." Regan menantang.


Adera menjadi kesal dengan Regan. Dia menjauhkan wajah Regan darinya dengan telapak tangannya. "Gak usah sok ganteng! Udah ubanan juga!" Cibir Adera dimana membuat Regan tidak percaya.

__ADS_1


Regan sudah ubanan? Mana mungkin. Regan masih muda bagaimana sudah terlihat rambut ubannya.


Tanpa disuruh lagi, Adera langsung memakan nasi goreng yang Regan sajikan untuknya. Mengingat perutnya kelaparan, jadi dia langsung sikat saja makanan di depannya walau Regan belum bilang kalau nasi goreng itu untuknya. Masa bodo lah, siapa suruh dia malah menyajikan kepada Adera.


Adera menyuap nasi goreng itu ke dalam mulutnya, pertama kali yang lidahnya rasakan adalah enak. Nasi goreng itu bena-benar enak bahkan Adera membandingkan nasi goreng buatannya dengan nasi goreng itu. Nasi goreng itu benar-benar enak.


"Siapa yang masak?" Tanya Adera tanpa basa-basi lagi pada Regan.


Regan tersenyum, dengan bangganya dia melipat kedua tangannya di dada.


Melihat itu, Adera sudah tahu jawabannya. Jawabannya, orang yang memasak nasi goreng itu adalah Regan. Seketika Adera menjadi tersedak karna terkejut.


Dan Regan langsung bersiaga memberikan air minum pada Adera yang langsung diteguk habis oleh Adera. "Pelan-pelan mangkanya makannya." Kata Regan.


Adera menatap Regan, tidak disangka kalau Regan bisa memasak nasi goreng seenak ini bahkan lebih enak dari nasi goreng masakannya. Adera langsung cemas, takut jika Raka tidak ingin lagi memakan masakannya jika masakan Regan lebih enak dari masakannya.


"K-kamu beneran yang masak?" Tanya Adera, masih sedikit terkejut.


Adera menggelengkan kepalanya, perlakuan Regan barusan membuatnya membeku. "Masakannya lebih enak dari punya aku." Gumam Adera tapi masih bisa didengar Regan.


Regan yang mendengar itu tersenyum gemas. "Gak ada yang bisa nandingin masakan kamu, Dera. Tenang aja." Ucap Regan.


"Jadi mau merendah untuk meroket?" Cibir Adera.


"Ya kalo kamu mikir begitu sih terserah."


Adera makin dibuat kesal, apa-apaan si pria itu. Menyebalkan!


"Yaudah kalo gitu aku pulang." Regan bangkit dari sofa.


"Pulang sana, dari tadi juga udah diusir!" Sinis Adera.

__ADS_1


Regan tertawa, dia menatap Adera yang masih duduk disofa. "Jangan sampe kangen, nona manis." Kata Regan, menggoda Adera.


Adera mengangkat sebelah sudut bibirnya, mencibir Regan. "Dih, kepengenan dikangenin masnya nanti istri satunya cumburu lho!" Cibiran sekaligus sindiran dari Adera.


Sebelah alis Regan terangkat mendengar kata 'istri satunya'. Istri satu-satunya yang ia punya kan cuma Adera, kenapa dia malah bilang begitu? Regan tidak mengerti.


Melihat Regan masih terdiam, Adera pun ikut berdiri. Dengan paksa Adera mendorong Regan melangkah kakinya ke pintu dan Regan hanya diam saja. "Udah sana pulang!" Usir Adera sembari mendorong tubuh Regan sampai ke pintu.


Setelah sampai di depan pintu, Adera menghebus nafasnya, ternyata hanya mendorong tubuh pria itu butuh tenaga yang lebih. Adera menatap Regan yang malah mesem-mesem tidak jelas. "Malah mesem-mesem, pulang sana! Rumah ini udah tertutup buat kamu." Ketus Adera sambil melipat tangannya didada.


Regan menatap Adera yang berdekap dada. "Tertutup? Berarti besok aku gak boleh ke sini lagi?" Tanya Regan.


Adera memutar bola matanya, dia tahu Regan menjebaknya. "Gak! Mangkanya gak usah kesini lagi!" Jutek Adera.


Regan menyeringai. "Berarti aku gak boleh kesini lagi? Nemuin Raka?" Tanya Regan lagi, memancing Adera.


"Gak boleh!"


Regan memasang wajah sedih buatannya. "Jadi aku beneran gak boleh ketemu Raka lagi? Kenapa kamu jahat banget Adera misahin papa dari anaknya?" Kata Regan dengan dramatis, mungkin dia mempelajari jurus itu dari Dito.


Adera makin dibuat jengkel, dia pun menggeram kesal. "Udah sana pulang! Gak usah banyak ngomong! Pulang sana ke kandang kamu!" Geram Adera.


Regan tertawa renyah, puas sekali melihat wajah kesal istrinya itu. "Yaudah aku pulang, mama Adera." Pamitnya setelah memberikan senyuman mempesonanya pada Adera.


Namun bukannya langsung pergi, Regan malah sempat-sempatnya mengambil kesempatan mengecup pipi Adera dimana membuat Adera sontak mematung dengan wajah yang memerah.


"Sampai jumpa besok, mama Adera." Setelah mengatakan itu, Regan langsung beranjak pergi ke mobilnya yang terparkir di depan rumah Adera.


Adera dibuat merona dengan perlakuan Regan barusan. Memang itu bukan pertama kalinya dalam hidupnya dikecup begitu oleh Regan hanya saja dia kan sudah lama tidak bertemu Regan dan mendapatkan kecupan itu. Dan itu membuat detak jantungnya jadi tidak beraturan seperti ini.


Cukup Adera, ini bukan saatnya kamu malah merona dengan perlakuan pria itu. Kecupan itu bukan apa-apa bagimu, jadi tenang saja, oke?

__ADS_1


__ADS_2