Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
34: Debut Magang


__ADS_3

Hari ini hari dimana Adera debut magang di anak perusahaan Mahardika Groups. Dia pergi ke kantor bersama Regan juga namun setelah sampai dikantor, Adera menyuruh Regan jauh-jauh darinya karna dia tidak ingin semua karyawan memandangnya buruk walaupun memang dia istri Regan.


Karna kantor itu merupakan anak perusahaan dan juga bisa dibilang milik suaminya, Adera langsung disambut oleh sekretaris Dito. Memang beruntung sekali Adera. Walaupun dia merasa tidak bisa melakukan apa-apa dan harus bergantung pada Regan.


"Tenang aja. Gak usah tegang begitu. Kan ini perusahaan suami sendiri." Ucap Dito pada Adera, dia menenangkan Adera yang sepertinya tegang sekali.


Adera menatap Dito yang berjalan beriringan dengannya. Dia memang merasa tegang sekali karna ini kan hari debutnya jadi karyawan magang dikantor suaminya. "Ini debutku jadi karyawan magang, bang." Jawab Adera.


Dito tersenyum pada Adera dan tangannya mengelus puncak kepala Adera. Dito sudah menganggap Adera sebagai adik sendiri karna baginya memang Adera sangat menggemaskan untuk dijadikan seorang adik. "Tenang aja."


Adera menganggukkan kepalanya. "Btw, Regan dimana bang?" Tanya Adera.


"Lagi diruangannya. Mau mampir dulu kesana? Kangen sama suami kamu?" Jawab Dito sekaligus godaan untuk Adera..


Adera menggelengkan kepalanya sambil memukul bahu Dito pelan. "Apa sih, bang. Enggak tau."


Dito dan Adera langsung masuk ke dalam ruangan karyawan. Disana banyak sekali karyawan yang sedang sibuk berkutik pada komputernya. Adera memang diposisikan sebagai karyawan biasa, dan itu Adera yang memintanya.


Kedatangan Dito membuat perhatian para karyawan teralihkan. Para karyawan langsung bangun dari kursinya dan menyapa sekretaris Dito dengan serentak.


Adera dibuat kagum dengan pemandangan itu. Posisi Dito diperusahaan Mahardika Groups tidak diragukan lagi setelah melihat betapa menghormatinya semua karyawan padanya.


"Perkenalkan ini karyawan magang yang akan mulai hari ini dia berkerja disini." Ucap Dito dengan wajah dingin berbeda sekali dengan Dito biasanya.


Adera menundukkan tubuhnya pada senior-seniornya, dia tersenyum canggung.


"Alisia,"


Karyawan wanita bernama Alisia itu menyahut dengan sopan.


"Bantu dia." Kata Dito dan wanita bernama Alisia menganggukkan kepalanya.


Dito menatap Adera dahulu sebelum beranjak pergi dari sana. Dia tersenyum pada Adera. "Semangat istri Regan!" Dito menyemangati Adera dengan berbisik. Setelah itu dia langsung beranjak pergi dari sana karna masih banyak pekerjaan yang menunggunya.


Seperginya Dito, Adera menjadi malu. Dia sekarang ditatap para karyawan. "M-mohon bantuannya," ucap Adera sambil menundukkan badannya.

__ADS_1


Adera berjalan ke meja kerjanya tepat disebelah meja wanita bernama Alisia itu. Namun saat dia berjalan kearah meja kerjanya, tiba-tiba saja ada sesuatu yang membuat Adera tersandung dan terjatuh.


Adera meringis, kakinya terasa sakit karna terseleo. Dia mencari benda yang membuatnya tersandung namun yang dia temukan malah kedua wanita yang merupakan karyawan disana juga menertawakannya seperti meledeknya.


Padahal ini hari dia debut magang disana, tapi interaksi mereka malah semena-mena pada Adera. Adera mencoba sabar, karna ini adalah debutnya jadi dia tidak boleh merusaknya.


Adera segera bangun. Dia kembali berjalan ke meja kerjanya yang sudah ada peralatan kerja seperti komputer tentunya. Adera duduk di meja kerjanya dan dia menoleh pada Alisia yang ada disebelahnya yang menatapnya.


Adera menganggukan kepalanya sekali sopan seperti menyapa Alisia sambil tersenyum.


Alisia membalasnya dengan senyuman manis. "Anak magang ya?" Tanya Alisia.


Adera mengangukkan kepalanya dengan kikuk.


Alisia tertawa kecil. "Jangan kikuk begitu dong, sekarang kita teman ya. Kalo ada apa-apa, atau butuh bantuan. Bilang aja ke aku." Kata Alisia.


Adera tersenyum. Setidaknya Alisia tidak seperti karyawan tadi yang menertawakannya, walaupun umur Alisia lebih tua darinya beberapa tahun, Adera jadi ingin berteman dengannya. "Terimakasih, kak."


......................


Dari tadi Regan ingin sekali menemui Adera, namun Adera kan melarangnya. Adera bilang dia tidak ingin ada berpikir buruk tentangnya walaupun dia adalah istri sah Regan padahal Regan sendiri tidak memikirkan itu. Tapi Regan rasanya ingin sekali menemui gadis itu.


Dito yang sedang menikmati coffeenya langsung menoleh dimana Regan sedang berdiri menatap keluar jendela. "Adera? Dia oke aja tuh. Emang awalnya dia gerogi." Jawab Dito.


Regan merindukan Adera. Padahal mereka tadi berangkat bersama namun Regan merasa rindu pada istrinya itu. Bayangkan saja, Adera magang diperusahaannya namun tidak bisa bertemu dengannya.


"Kenapa lo?" Tanya Dito merasa aneh pada gerak-gerik Regan.


Tidak menjawab pertanyaan Dito, Regan memutuskan menemui Adera. Bukan menemuinya secara langsung namun melihatnya dari jauh daripada dia terus gelisah seperti ini.


Melihat Regan pergi dari ruangannya, Dito tersenyum. Dia senang Regan sebegitu bucinnya pada Adera. Karna dia teman kecil Regan, baru kali ini dia melihat Regan seperti itu. Dan itu semua karna Adera, gadis yang manis itu.


Regan berjalan ke lift dan menekan tombol lantai dimana karyawan biasa berkerja. Dia gelisah sekali sampai tidak fokus berkerja. Dia ingin bertemu dengan Adera, gadis itu pasti sangat kebingungan sekarang.


Sesampai diruangan karyawan, Regan masuk dengan gaya wibawanya. Dia memasang wajah dingin seperti biasanya seperti tidak ada apa-apa padahal nyatanya dia ingin menemui Adera.

__ADS_1


Dan setibanya disana, semua karyawan dengan hormat bangun dan menyapanya dan Regan hanya menganggukan kepalanya menanggapi sapaan mereka.


"Eh, liat tuh, pak Regan datang. Tumben banget dia kesini." Kata seseorang karyawan.


"Kenapa ya pak Regan kesini, gak biasanya dia tuh." Sahut karyawan lainnya.


"Mungkin ada yang mau ditemuinnya kali."


Bisikan itu membuat perhatian Adera teralihkan dari komputernya. Dia mencari keberadaan Regan dan matanya mendapatkan Regan tengah berdiri dengan memasukkan kedua tangannya disaku celananya dan dia menatap kearah Adera dengan wajah dinginnya.


Adera berpura-pura tidak mengenalnya. Dia mengabaikan Regan dan kembali bekerja seperti tidak terjadi apa-apa.


Melihat Adera mengabaikannya, Regan jadi kesal sendiri. Berani sekali gadis itu mengabaikan suaminya begitu saja? Haha, Regan terkekeh geram melihat sikap istrinya tersebut.


"Selamat siang pak Regan, apa ada yang bisa dibantu?" Kata seorang karyawan wanita yang diketahui adalah wanita yang menertawakan Adera tadi. Dia mendekati Regan dengan gatalnya.


Regan melirik wanita itu lalu dia mengabaikannya. Dia kesana hanya ingin melihat Adera. Hanya itu.


Adera kembali menoleh ke arah Regan. Dia melihat wanita yang menertawakannya tadi sedang menempel-nempel dengan Regan walau Regan tidak menanggapinya tetap saja Adera tidak suka itu. Adera berdecih melihat wanita itu lalu kembali bekerja untuk mengabaikan itu.


Kesal karna terus diabaikan Adera, akhirnya Regan berjalan mendekati Adera membuat semua karyawan yang menyaksikannya dibuat tidak percaya. Pasalnya baru kali ini Regan datang keruangan itu dan juga baru kali ini mereka melihat Regan mendekati karyawan duluan karna biasanya karyawan itulah yang mendekati Regan.


Regan berdiri disebelah meja kerja Adera, dia berdiri dengan gaya coolnya. "Karyawan magang," panggil Regan membuat Adera menatapnya dengan kedua alis terangkat.


Regan menatap Adera. "Kerja yang serius. Jangan main-main." Ucap Regan membuat Adera bingung.


Dari tadi pun dia sudah bekerja dengan serius, memangnya dia bekerja dengan main-main?


"Saya udah kerja dengan serius dari tadi kok, pak." Sahut Adera.


"Tetap aja. Jangan sampai membuat kesalahan apapun di hari debut kamu ini."


Adera memutar bola matanya malas. "Iya, pak." Jawabnya dengan malas.


Regan berjalan menjauh dari sana. Walau hatinya masih menginginkan melihat wajah Adera, Regan tetap harus pergi dari sana.

__ADS_1


Adera dibuat bingung dengan Regan. Kenapa dia menemuinya begitu? Padahalkan Adera sudah bilang kalau saat dikantor, mereka bersikap layaknya boss dan karyawan magang biasa. Tapi kenapa Regan malah mendatanginya begini? Tapi jujur, Adera pun jadi bersemangat setelah melihat wajah datar Regan itu.


__ADS_2