Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
24: Adera Mabuk


__ADS_3

Sambil menunggu Adera kembali dari toilet, Regan mengambil segelas minuman sirup dari atas meja prasmanan. Sudah lima belas menit lebih Adera belum kembali dari toilet, apa gadis mengalami perut sembelit sampai selama ini ditoilet.


Regan meminum sirup itu sedikit demi sedikit hingga habis. Matanya mencari-cari keberadaan Adera, siapa tahu gadis itu keluyuran dahulu namun matanya terhenti. Dia melihat Sandra, keluar dari lorong toilet sambil tersenyum-senyum.


Seketika Regan cemas. Dia tahu betul Sandra seperti apa, mengetahui bagaimana dia berusaha mendekatinya selama ini. Dia adalah wanita yang licik.


Apakah Sandra melakukan sesuatu pada istrinya?


Dengan cemas Regan langsung berlari ke lorong menuju toilet namun langkahnya terhenti melihat Adera keluar dari sana dengan berjalan sempoyongan sambil memegangi kepalanya. Segera Regan menghampiri Adera yang tengah dimarah-marahi para tamu undangan karna berjalan menabrak-nabrak orang.


Adera menundukkan kepalanya pada orang yang ia tabrak, dia meminta maaf pada orang itu lalu kembali berjalan dengan sempoyongan hingga ingin terjatuh.


Untung saja Regan sudah terlebih dahulu mendekat jadi dia langsung bisa menangkap tubuh Adera yang ingin terjatuh. Regan yakin ada sesuatu yang terjadi pada Adera. "Lo gak papa?" Tanya Regan.


Adera langsung menatap Regan dengan mata sayu. Dia menyipitkan matanya menatap wajah Regan lalu dia menunjuk wajah Regan seperti orang yang mabuk. "Lo siapa?" Tunjuk Adera.


"Gue?" beo Regan, kenapa dengan Adera. Apa dia mengalami amnesia dadakan.


"Lo orang jahat? Mau ngejahatin gue ya?" Celoteh Adera sambil menunjuk-nunjuk Regan.


Kening Regan mengkerut. Apa yang terjadi pada Adera? Kenapa dia aneh begini setelah kembali dari toilet?


"Jangan jahatin Adera, jangan ya." celoteh Adera lagi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. "Adera udah punya suami, jangan dijahatin, jangan.." celoteh Adera masih berlanjut.


"Siapa yang mau jahatin lo. Gue Regan, suami lo!"


Kening Adera mengkerut. "Jadi, kamu Regan ya, Adera istri kamu kan ya?" Adera tertawa sendiri.


Sekarang semua tamu undangan menatap kearah Adera yang mabuk. Dia menertawakan Adera, padahal tidak ada acara minum-minum disana kenapa dia mabuk sendiri.


"Bau alkohol." Gumam Regan mencium bau alkohol dari mulut Adera. Dia curiga ada yang mengerjai Adera dengan memasukkan alkohol kedalam minuman Adera. Tapi siapa?


"Regan, kenapa kamu nikahin aku? Kita kan gak saling cinta, kenal juga gak. Kenapa harus aku yang dinikahim kamu?"


"Dera, lo mabuk."

__ADS_1


"No no no. Siapa yang mabuk? Aku gak pernah tuh minum miras. Mana mungkin aku mabuk." Adera menggerakan-gerakan tangannya didepan wajah Regan.


"Kita pulang." Regan menarik tangan Adera pergi dari sana namun Adera menahannya. Secara tiba-tiba dia menangis ditempat membuat para tamu undangan yang melihatnya merasa heran.


Adera duduk dilantai sambil menangis seperti anak kecil dan itu membuat Regan bingung. "Huaa, gak mau. Aku kan gak mau nikah sama Regan, gak mau. Kenapa dipaksa? Huaa."


Regan tidak habis pikir kalau Adera mabuk begitu. Dia jadi pening menghadapi Adera yang mabuk itu. "Adera bangun, kita pulang." Regan mencoba merayu Adera tetap saja Adera tidak mau. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Gak mau. Regan jahat, Regan tukang paksa. Adera gak mau pulang sama Regan."


Tidak ada pilihan lagi. Sekarang mereka jadi pusat perhatian semua orang terutama Adera yang mabuk itu. Regan tidak ada pilihan selain menggendong Adera dan pergi dari sana.


Regan menggendong Adera yang duduk dilantai. Dia akan membawa Adera pulang, keadaan Adera sekarang benar-benar mengenaskan.


Adera yang digendong begitu, langsung memberotak dan menangis sekencang-kencangnya. "Tolong, Adera mau diculik, huaaa, tolong.." teriak Adera.


"Adera diem!" Bentak Regan pelan.


Adera mencebikkan bibirnya mendengar Regan membentaknya barusan.


Diparkiran mobil, Regan langsung memasukkan Adera ke dalam mobil disebelah kursi pengemudi. Walaupun Adera banyak memberontak sambil teriak-teriak tidak jelas, Regan berhasil memasukkannya kedalam mobil. Sungguh Adera yang mabuk benar-benar membuatnya kewalahan.


Adera memanyunkan bibirnya menatap Regan. Kedua tangannya berada dikedua bahu Regan. Wajah mereka sangat dekat bahkan Regan sampai mencium bau alkohol yang menguar dari mulut Adera.


"Kenapa Adera tanya alasan Regan nikahin Adera, Regan marah? Adera kan cuma tanya, Adera kan istri Regan. Adera pengen tau alasannya." Kata Adera, tidak jelas.


"Adera," panggil Regan dengan lembut.


Adera mengangkat kedua alisnya. "Apa? Adera sedih, Regan jahat." Jawabnya, dia menangis secara tiba-tiba.


Regan menghebus nafasnya, dia mengusap airmata Adera. "Adera tau kan kenapa laki-laki nikahin perempuan karna apa?"


Adera menggelengkan kepalanya seperti anak kecil. "Gak tau, Adera gak tau."


"Karna--" baru ingin menjawabnya, Adera tiba-tiba menangkup wajah Regan dengan kedua tangannya yang mungil.

__ADS_1


Adera menatap wajah Regan dengan seksama. "Regan ganteng, sempurna. Katanya Regan gak pantes sama Adera. Jadi Adera jelek dong?" Celoteh Adera.


"Siapa yang ngomong begitu?" Tanya Regan.


"Cewek cantik yang bilang. Adera gak pantas sama Regan, terus Regan juga cuma jadiin Adera mainan aja. Gak kan ya, Regan?"


Regan terdiam. Siapa yang berani bicara begitu pada Adera?


"Adera cantik kan ya, Regan?"


Regan menganggukinya. Tangannya merapikan rambut Adera yang berantakan. Walau Adera sedang mabuk, tidak bisa dipungkiri kalau Regan benar-benar gemas dengan Adera dalam mode itu.


"Adera, siapa yang bilang begitu?" Tanya Regan dengan lembut.


Adera menggeleng-gelengkan kepalanya. "Gak tau. Adera gak tau."


Regan menghebus nafasnya gusar. Berarti yang mengatakan itu adalah yang memberikan Adera minuman miras itu. Tapi siapa pelakunya?


Jari lentik Adera menyentuh-nyentuh bibir Regan, dia memainkan bibirnya Regan. "Adera mau ciuman kayak di drama korea. Regan kan gak pernah cium Adera, Adera sedih." Katanya lalu menyatukan bibirnya dengan bibir Regan dimana membuat Regan terkejut.


Yang lebih mengejutkannya lagi, Adera bisa berciuman dengan baik walau agak kaku. Adera bahkan memainkan bibir Regan dengan bibirnya namun ciumannya bukan ciuman panas.


Regan jadi terbawa suasana. Ini adalah momen langkah yang ia dapatkan dari Adera yaitu diciumnya seperti ini. Tidak ingin hanya menikmatinya saja, Regan membalas ciuman Adera, tangannya sontak melingkar dipinggang Adera.


Regan meresap dan melu mat bibir Adera. Saking menikmati ciuman itu, mata Regan dengan sendirinya terpejam. Tangannya bahkan mengusap-usap punggung Adera dengan lembut.


Tangan Adera sontak melingkar dileher Regan. Dia sudah kehabisan oksigen karna ciuman itu.


Mengetahui Adera belum berpengalaman berciuman, Regan melepaskan pengutan mereka. Dia menatap Adera yang tersegal-segal.


"Regan," panggil Adera.


"Kenapa?"


Adera tersenyum. "Adera suka ciumannya. Adera mau cium lagi."

__ADS_1


Baru ingin menyatukan bibirnya dengan bibir Regan, Adera memutahkan sesuatu di baju Regan. Dia mengeluarkan semua makanannya yang ia makan dari perutnya. Dia memutahkan semuanya di jas dan kemeja Regan.


Dan Regan hanya bisa pasrah menerima muntahan dari istrinya. Bajunya sudah kotor sudah dengan mutahan Adera.


__ADS_2