Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
Raka Nakal


__ADS_3

Keesokan paginya, Adera baru saja menyelesaikan mandinya. Dengan menggunakan handuk dililitkan ditubuhnya, Adera keluar dari kamar mandi sembari bersenandung kecil.


Dengan bersenandung Adera berjalan melewati ruang tamu sambil menggeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Yang ia tahu, Regan belum kesini jadi dia bebas berkeliaran dengan memakai handuk sekalipun.


Adera berharap semoga saja Regan punya urusan lain atau apapun itu dan tidak datang ke rumahnya hari ini. Karna hari ini hari liburnya, dia akan bersantai-santai tanpa harus melihat wajah menyebalkan Regan itu dan hanya berduaan saja dengan putra kesayangannya, Raka.


Dan ternyata kenyataan jauh berbeda dengan ekpetasinya, Adera melototkan mata kala melihat Regan yang entah dari kapan sudah berada dirumahnya bahkan dia saat ini sedang duduk menyeder disofa ruang tamunya, dan parahnya lagi dia kebetulan juga menatap kearahnya dengan mata mesumnya.


Dari kapan Regan ada duduk disana? Kapan dia datang? Kenapa dia jadi seenaknya keluar masuk ke rumah Adera tanpa izinnya? Itulah yang dipikirkan Adera saat ini sambil melotot kearah Regan.


Melihat tubuh Adera yang hanya dibaluti handuk yang pendek, Regan seketika berpikir mesum pada Adera. Dia bahkan menampilkan senyuman nakalnya pada Adera, apa Adera sengaja melakukannya karna mengetahui Regan datang?


Adera makin melototkan matanya melihat senyuman nakalnya pada Adera. "Tutup mata!" Teriak Adera namun dengan secepat kilat dia berlari ke kamarnya dan langsung mengunci pintu kamarnya.


Regan yang melihat itu tidak bisa menahan tawanya, istrinya itu makin terlihat seksi dan juga makin terlihat menggemaskan. Bagaimana bisa, padahal umurnya terus bertambah, tapi kenapa dia makin menggemaskan saja, atau karna Regan sudah lama tidak melihatnya?


Raka yang baru saja bangun, dia keluar dari kamarnya sambil menguap lebar-lebar. Ketika matanya sudah terbuka, Raka langsung menemukan papanya yang duduk di ruang tamu. Dengan semangat Regan mendekati Regan dan melompat ke pangkuannya hingga membuat Regan terkejut karnanya. "Hai papa yang masih gantengan aku." Kata Raka.


"Baru bangun jagoan?"


Raka menganggukan kepalanya. "Iya, aku begadang mainin game yang papa beliin tadi malam. Seru banget, aku udah naik ke level 15 dong!" Jawab Raka dengan semangat.


"Oh iya? Wah jadi kamu begadang tadi malam, kalo mama tau pasti dia bakal marah,"


Buru-buru Raka menutup mulut papanya dengan tangannya yang mungil. "Kalo papa bilang ke mama kalo aku begadang, aku gak akan bantu papa deket mama ku!" Ancam Raka dimana membuat Regan kicep alias bungkam.


Masih kecil saja sudah pintar mengancam papanya bagaimana nanti. Hadeh, dasar kenapa anaknya pintar sekali sih padahal umurnya masih terbilang masih kecil. Bisa-bisa nanti dia akan menjadi musuh Regan dalam mendekati Adera mengetahui anaknya itu sangat tidak suka ada yang mendekati mamanya terlebih Regan sendiri.


"Oke oke, papa gak akan bilang ke mama." Akhirnya Regan mengalah saja daripada menjadi runyam.

__ADS_1


Raka tersenyum puas.


"Gak akan bilang ke mama apa?" Adera membuka suaranya begitu dia keluar dari kamarnya dan tidak sengaja mendengar ucapan Regan barusan.


Raka langsung gelagapan melihat mamanya keluar dari kamar dan sepertinya mendengar pembicaraannya dengan papanya. "M-mama, papa tuh bilang mau kenalan sama tante Lidia." Alibi Raka dengan menggunakan papanya itu.


Regan menganga tidak percaya putranya berbohong demi menutupi kesalahannya dari Adera dan lagi Regan yang menjadi sasarannya. Dan apa katanya Tante Lidia? Regan saja tidak kenal siapa dia.


Kedua alis Adera terangkat, tapi dia melipat kedua tangannya di dada menatap Regan dengan mata tajam. "Oh, ternyata orangtua ini naksir juga sama janda kembang itu?"


Regan menatap Raka yang malah seakan cuek saja, lalu menatap Adera yang menatapnya bak ingin membunuhnya hidup-hidup. Dasar Raka itu, lihat saja nanti pembalasan darinya. "Enggak sayang, aku aja gak kenal dia." Kata Regan mencoba membela diri.


"Sayang?" Beo Adera, sudah lama dia tidak mendengarnya kenapa malah terasa asing di telinga Adera.


"Papa bohong mah, dia nyuruh aku kenalin ke tante Lidia kemarin. Terus papa juga godain tante Lidia pas mama gak ada, mangkanya tolak aja papa. Papa itu genit tau mah." Lihat lah anak itu makin mengompori Adera.


Kalau begini, Regan tidak ada kesempatan lagi mendekati Adera kalau begini jadinya. Anak nakalnya itu, ternyata dia hanya berpura-pura polos pada Regan.


Adera dengan cueknya langsung berjalan ke dapur, sebenarnya dia agak kesal sih tapi yasudahlah. Kan dia tidak punya hak lagi marah pada Regan kalau dia berkenalan dengan siapapun. Karna dia juga kan yang menolak Regan berulang kali, mungkin Regan sudah jengah padanya.


Setelah melihat Adera ke dapur, Regan langsung menatap Raka yang masih duduk dipangkuannya. Regan tidak percaya, ia kira Raka adalah anak polos yang menuruti apa katanya tapi ternyata benar kata Adera. Dia adalah anak nakal yang tidak mendengar perkataan orang tuanya dan Regan jadi kesal sekarang.


Saking kesalnya dengan anaknya itu, Raka  langsung menyerang Raka dengan mengeliti tubuhnya hingga membuat Raka tertawa kencang. "Berani bilang begitu sama mama kamu, heh?"


Raka tertawa kencang, serangan Regan tidak dapat dia prediksi jadi dia tidak ada kesempatan untuk menghindarinya. "Ampun pah, ampun, hahahaha,"


......................


"Dera, aku beneran gak kenal sama tante Lidia lho." Regan mencoba menjelaskan pada Adera agar Adera tidak salah paham dengannya lagi dan ini semua gara-gara Raka nakal itu, dia harus membujuk Adera begini.

__ADS_1


Adera yang sedang oseng-oseng sayur, menoleh ke Regan yang berdiri di sebelahnya. Sudah dari tadi Regan menjelaskan itu walau Adera bilang dia sama sekali tidak peduli dengan itu semua tapi tetap saja Regan mencoba meyakin dirinya.


Dan Adera menjadi kesal karna dia sedang masak dan Regan mengganggunya terus. Adera menaruh coded di dalam penggorengan lalu berkacak pinggang pada Regan yang memasang wajah melas padanya.


"Ya terus? Aku tuh gak peduli, Regan. Mau kamu nikah lagi kek sama dia atau apa, aku gak peduli. Seharusnya kamu yakinin istri satu kamu itu, bukan aku." Kata Adera.


Sebelah alis Regan terangkat, mendengar ada kata janggal dari perkataan Adera. "Istri satunya? Maksud kamu?" Tanya Regan dengan bingung.


Adera memutar bola matanya sambil berdecak sebal. "Jadi sekarang istri keduanya dilupain? Bener-bener ya." Cibir Adera.


Dan itu semakin membuat Regan bingung. "Istri kedua?" Beo Regan masih tidak mengerti.


"Gak usah sok lupa, Regan. Jangan bilang kamu juga lupa sama anak kamu satunya?"


Regan mengerti sekarang. Yang Adera maksud itu adalah Saskia, wanita pengrusak rumah tangganya. Rupanya Adera masih salah paham dengan itu, ya mungkin juga karna Regan belum sempat menjelaskan tentang itu pada Adera jadi wajar saja Adera berpikir Regan mempunyai istri dan anak lain.


Regan tertawa sendiri, pantas saja Adera menolaknya. Ternyata dia masih menyangka jika Regan sudah menikah dengan Saskia dan mempunyai anak darinya. Regan pun bodoh tidak mengetahui itu dari awal.


Melihat Regan tertawa sendiri membuat Adera mengkerutkan keningnya tidak mengerti. Merasa aneh pada Regan yang tiba-tiba tertawa sendiri. "Lah malah ketawa sendiri. Udah sedeng ya?" Kata Adera.


Regan memberhentikan tawanya seketika, dia menatap Adera lekat-lekat. "Jadi kamu kira aku nikahin dia gitu?"


"Yaiyalah, kamu kan ngehamilin dia. Ya pasti harus tanggung jawab kan?" Adera kembali mengaduk-aduk masakannya di dalam penggorengan.


"Aku gak nikah sama dia, Dera." Ucap Regan membuat Adera memberhentikan aktifitasnya dan menatap Regan lagi dengan wajah serius.


"Jadi kamu lari dari tanggung jawab kamu, Regan? Aku gak percaya kamu sepengecut itu." Kata Adera dengan wajah tidak percaya.


Regan berdecak. "Kamu pikir aku bakal nikahin orang yang bukan hamil karna aku?"

__ADS_1


"M-maksud kamu?" Tanya Adera tidak mengerti.


"Bukan aku yang hamilin dia, Dera." Ungkap Regan.


__ADS_2