
"Regan bangun!" Adera menepuk pipi Regan yang belum juga bangun. Bukannya terbangun, Regan malah membawa Adera ke dalam dekapannya sambil bergumam tidak jelas.
Adera kesal, sudah lima belas yang lalu dia membangunkannya tapi Regan tidak bangun juga. Dan bukannya bangun, Regan sekarang malah memeluknya. Bagaimana tidak membuatnya kesal coba?
Padahal Adera harus cepat-cepat ke kantor tapi dia masih terkurung dengan Regan diatas ranjang. Dan lagi dia belum bersiap-siap, mandi pun belum dan itu karna Regan yang belum terbangun juga dari tidurnya.
Regan adalah presiden direktur, kapan pun dia datang ke kantor tidak masalah. Lah bagaimana dengannya yang hanya karyawan magang? Dia harus datang lebih awal agar tidak terlambat, dia ingin berkesan baik dalam magangnya. Dan sekarang dia malah terkurung begini.
"Regan, bangun dong! Nanti aku terlambat!" Adera mencoba membangunkan Regan sekali lagi.
Namun Regan malah lebih memeluknya dengan erat, seakan tidak ingin melepaskan Adera. "Gak mau." Sahutnya dengan suara serak-serak basah.
Adera mendengus kesal. "Regan! Aku gak mau ya terlambat ke kantor. Nanti mereka malah kasih kesan buruk ke aku terus laporan ke kampus." Kata Adera.
"Aku yang urus." Sahut Regan tapi tidak membebaskan Adera dari dekapannya.
Adera menggeram kesal. "Yaudah kalo kamu emang gak mau bangun, tapi lepasin aku!"
"Gak mau."
Adera tidak habis pikir lagi dengan suaminya yang sekarang menjadi bayi yang manja begini. Itu sangat menyebalkan bagi Adera.
"Ayolah, Regan. Aku mau mandi." Rengek Adera.
"Mandi bareng?"
Mandi bareng bagaimana. Adera kan masih datang bulan, dan lagi dia akan sangat malu jika mandi bersama dengan Regan. Dia jadi teringat pada kejadian waktu itu, dimana dia menyabuni benda keras milik Regan. Ahh, sekarang pipi Adera memanas karnanya.
"G-gak ya!" Tolak Adera dengan tegas.
Regan mendesah kecewa, dia akhirnya melepaskan Adera. Mendengar tolakan dari Adera membuat Regan jadi tidak bersemangat.
Buru-buru Adera bangun dan duduk ditepi ranjang. Dia menguncir cepol rambutnya sambil menatap Regan yang seakan tidak bersemangat diatas ranjang. Apakah dia begitu karna Adera menolaknya? Adera seketika menjadi kasihan pada Regan.
Adera pernah baca artikel dimedia sosial, kalau laki-laki itu akan menjadi tersiksa jika kebutuhannya tidak terpenuhi dan juga itu menjadi kesempatan bagi seorang suami untuk mencari wanita lain untuk menuntaskannya. Adera jadi takut jika itu terjadi.
Bagaimana pun, sudah kewajibannya memberikan kesuciannya kepada Regan, karna itu adalah hak suami. Tapi karna dia masih dalam keadaan haid, dia tidak bisa melayani Regan sekarang padahal kelihatannya Regan sangat ingin melakukannya.
__ADS_1
"Segitu pengennya kamu?" Tanya Adera membuat Regan yang masih berbaring diranjang menatapnya.
"Iyalah! Pake nanya lagi!" Sewot Regan.
"Maaf ya sebelumnya, aku kira kamu itu gay lho, eh ternyata kamu normal toh." Kata Adera tiba-tiba membuat Regan melototkan matanya.
"Apa? Kamu pikir aku gay? Aku?" Regan menunjuk dirinya sendiri.
Adera menganggukan kepalanya dengan wajah polos. "Gak tau, tapi pernah kepikiran aja." Jawab Adera.
Regan mendengus. Dia bangun dan terduduk. "Perlu aku buktiin sekarang? Kalo aku normal, hah?" Regan mendekati Adera ingin mengangkap tubuhnya namun Adera terlebih dahulu menjauh sambil tertawa.
Padahal tadinya Adera hanya usil bilang begitu pada Regan. Ternyata dia membuat suaminya itu sampai kesal.
"Oke oke, aku percaya." Kata Adera sambil tertawa.
"Percaya apa, heh?" Sengit Regan.
Adera berpura-pura mikir lalu menatap Regan sambil mengedipkan sebelah matanya. "Kalo kamu gay yang baru aja jadi normal."
Regan mendengus kesal mendengarnya. Memangnya Adera tidak bisa melihar aura dari Regan? Mana mungkin dia belok, astaga.. Rasanya Regan ingin menyerangnya saja.
Kedua bahu Adera terangkat, dia bersikap sok cool seketika. Lalu dia mendekati Regan yang duduk ditepi ranjang. Dia mendekatkan bibirnya ke pipi Regan. Mengecup pipinya singkat sambil tangannya dengan jahil menggerayang di dada bidang Regan. Dimana membuat sesuatu dari Regan beraksi.
Lalu dia menatap kebawah Regan yang mulai beraksi karna aksinya barusan. Dalam hati Adera cekikikan berhasil menggoda sang suaminya. "Wah ternyata emang normal ya?" Ucap Adera dengan nada menggoda.
Regan menatap kebawahnya, dia sudah menggeras karna Adera dan Regan langsung menatap Adera dengan senyuman dibibirnya karna kenakalan yang dibuat Adera pagi ini. "Wah udah berani sekarang?" Regan berdiri bersiap menangkap Adera untuk membalas apa yang dilakukan Adera padanya.
Reaksi Adera justru menantang Regan, dia melipat kedua tangannya di dada dengan wajah menantang sang singa.
Kemudian Regan langsung berlari menangkap Adera dan untungnya Adera juga ikut berlari dan dia dengan cepat langsung masuk ke dalam kamar mandi sambil tertawa kencang lalu dia menutup pintunya dengan kencang.
Karna Adera menutup pintu dengan kencang seperti itu, hampir saja wajah tampan Regan tertabrak pintu itu.
"Kamu udah berani bangunin singa dari tidurnya, Dera." Teriak Regan dari luar dimana membuat Adera yang di dalam kamar mandi tertawa puas.
"Ah masa?" Sahut Adera dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Liat aja, aku bales kamu. Jangan harap bisa ngelariin diri nanti!" Teriak Regan.
Lalu Regan kembali ke ranjang, dia tersenyum gemas sambil mengacak-ngacak rambutnya karna kelakuan Adera pagi ini.
Lihat saja Adera, saat nanti pada waktunya, Regan akan membuatmu mendesahkan nama Regan dengan kencang diatas ranjang nanti. Lihat saja nanti.
......................
Hari ini, keadaan hati Adera benar-benar bagus. Pertama karna dirinya tidak jadi berpisah dengan Regan dan memulai hubungannya dengan Regan sejak awal, kedua karna dia berhasil menggoda Regan tadi.
Kan pasalnya Regan selalu menggodanya bahkan sampai membuat jantung Adera disko karnanya dan pagi ini Adera berhasil membalasnya dan itu membuat Adera benar-benar bahagia sekarang.
Hari ini, Adera banyak tersenyum dan menyapa para karyawan. Suasana hati Adera yang membuatnya sebahagia ini hari ini. Dia bahkan tersenyum pada Olivia yang malah melempar tatapan tajam padanya.
Adera duduk dimeja komputernya. Menaruh tas selempangnya disebelah komputernya. Membayangkan wajah Regan tadi, membuat Adera cekikikan sendiri. Mengingat wajah menggemaskan Regan tadi. Dan itu membuat Adera senang sekali.
Dan sekarang Adera jadi merasa merindukan Regan padahal baru tadi mereka berpisah diparkiran. Tapi sudah rindu saja.
Melihat Adera cekikan sendiri membuat Alisia yang memperhatikannya dari tadi jadi heran. Karna tidak biasanya Adera begini
Alisia mencolek lengan Adera yang masih cekikan sendiri bahkan sampai menggoyang-goyangkan kakinya dilantai. Dia merasa ada yang tidak beres dengan Adera hari ini.
Adera menoleh ke Alisia dengan senyuman yang masih tercetak dibibirnya. "Ada apa, mbak?" Tanyanya.
"Kamu gak papa?" Tanya Alisia dengan kedua alis terangkat.
Adera menutup mulutnya sendiri yang cekikikan lagi lalu dia menggerak-gerakan tangannya di depan Alisia. "Aku gak papa kok, mbak." Jawabnya.
Alisia merasa heran pada Adera dan itu membuatnya ikut tertawa kecil. "Apa sih yang bikin kamu bahagia banget hari ini?"
"Gak ada kok, mbak. Gak ada." Kata Adera. "Oh iya, mbak. Aku pengen tanya sesuatu nanti sama mbak."
"Apa?"
Adera menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga. Dia ingin bertanya totur saat malam pertama. Alisia kan sudah berpengalaman, jadi sepertinya lebih baik bertanya padanya yang sudah berpengalaman daripada kedua sahabatnya yang koplak itu.
"Nanti aku kasih tau." Ucap Adera lalu dia menatap ke layar komputernya yang sudah dinyalakan.
__ADS_1
Dia mengetik sesuatu disana dengan mata yang serius. Dan dia membacanya dengan serius juga dengan teliti.
Dan artikel yang baca Adera adalah: tutorial menjadi cantik dan seksi membahana untuk malam pertama dengan suami. Dia membacanya dengan diam-diam sambil membacanya dengan serius. Untung tidak ada yang melihatnya membaca artikel itu.