
Ini lah waktu yang tepat untuk membicarakan hal itu pada Regan. Karna Adera tidak yakin kalau bukan hari ini dia membicarakannya.
Mendengar cerita dari Alisia tadi siang, perasaannya jadi makin tidak menentu. Ketakutan yang ia sembunyikan semakin membesar karna mendengar cerita rumah tangga Alisia. Dan sebelum terlambat, seperti saran dari Alisia, Adera akan membicarakan itu dengan Regan secara baik-baik malam ini.
Adera menatap Regan yang tengah berkutik dengan ponselnya, dia harus membicarakannya sekarang. Iya, dia harus membicarakannya sekarang juga kalau, dia tidak tahu apa yang terjadi jika dia tidak mengatakannya pada Regan malam ini.
Merasa ditatap Adera, Regan akhirnya menoleh dengan kedua alis terangkat. "Kenapa? Tumben banget natap aku sampe begitunya?" Tanya Regan.
"Regan, kita perlu bicara." Kata Adera dengan wajah tegas.
Regan tersenyum, dia menaruh ponselnya diatas nangkas lalu menatap Adera dengan serius. "Ada apa sih, hng?"
Adera menatap Regan dengan serius. Dia akan mengatakannya malam ini juga pada Regan. Dia harus mengungkapkan perasaannya yang tidak menentu akhir-akhir ini pada Regan. Namun Adera bingung ingin membicarakannya dari mana. Dia bingung sekali.
Dan akhirnya Adera menelan lagi apa yang akan dia bicarakan dengan Regan. Dia bingung ingin membicarakannya dari mana. Tidak mungkin dia langsung mengatakan ke pointnya, karna mungkin itu membuatnya bertengkar lagi nantinya.
Baginya itu tidak apa-apa, toh hubungannya dengan Regan baik-baik saja. Jadi dia akan membicarakannya dilain hari nanti.
Adera menggelengkan kepalanya. "Gak, gak jadi. Lupain." Kata Adera, dia memalingkan wajahnya.
Melihat Adera seperti itu, Regan yakin ada yang sesuatu yang disembunyikan istrinya itu. Namun mengetahui mereka bertengkar kemarin, Regan menelannya. Dia tidak ingin membuat Adera menangis lagi jika ada kata-katanya yang salah nantinya.
"Sayang," panggil Regan dengan lembut. Dia menidurkan kepalanya dipaha Adera dengan manja. Sudah lama dia tidak bermanja begitu dengan Adera.
Adera terkejut. Dia menatap Regan menidurkan kepalanya dipahanya, dia mengangkat kedua alisnya. "Kenapa?" Tanya Adera.
"Gak papa. Salah emang kalo aku mau manja ke istri?" Jawab Regan dengan sewot.
Adera menggelengkan kepalanya. "Gak sih. Asal jangan minta ***** aja nantinya." Cibir Adera dimana membuat Regan tertawa.
__ADS_1
"Kenapa emang kalo aku minta *****?" Tanya Regan dengan jahil dia meremas buah dada Adera namun Adera memukul tangannya dengan cepat.
"Aku lagi gak mood."
"Yaudah pegang doang janji." Regan memasang wajah melasnya pada Adera, dia tidak bisa hidup tanpa kedua buah dada Adera itu, tidak bisa.
Adera memutar bola matanya. Mau tak mau dia menurutinya karna dia tahu Regan tidak bisa diam nantinya kalau tidak ia turuti. "Yaudah, iya." Ketus Adera.
Regan semringah, dengan cepat tangannya masuk ke dalam baju yang dikenakan Adera. Dia sangat tahu kalau Adera jarang memakai bra saat dirumah. Jadi dia bebas bermain-main dengan mainan kesayangannya.
Melihat Regan masih bermanja begini kepadanya entah kenapa Adera merasa kalau memang apa yang dirasakannya hanya firasatnya semata. Karna bagaimana pun tingkah dan sikap Regan saat bersamanya tidak pernah berubah.
Tangan Adera akhirnya terangkat ke kepala Regan, memainkan rambutnya. "Jangan dicubit," Adera mengingatkan.
"Iya." Jawab Regan masih bermain dengan mainan kesayangannya.
"Muka kamu mulus banget ya, baru sadar aku tuh." Kata Adera, sekarang dia menyentuh wajah Regan dengan rasa kagum. "Kamu skincarean ya?" Tanya Adera dengan penaran.
"Tapi muka kamu mulus banget, aku jadi insicure tau." Adera cemberut. Dia memang cemburu kenapa bisa lelaki bisa mempunyai kulit selembut dan semulus itu.
"Jangan dong, masa insicure sama suami sendiri."
Mengingat tentang insicure, Adera juga pernah mengalaminya saat dia melihat wajah Saskia, wanita yang kemarin dia temui itu. Wajahnya semulus wajah Regan, dan juga kecantikannya tidak manusiawi.
"Aku mau cerita deh, kemarin kan aku punya kenalan gitu, dia perempuan. Kita sempet ngobrol-ngobrol disini sebentar. Dia cantik banget, bahkan kecantikannya gak manusiawi, pokoknya cantik banget deh. Tapi dia lagi hamil, dia bilang dia dihamili teman masa kecilnya tapi temannya itu gak mau tanggung jawab, eh malah nikah sama wanita lain. Kok bisa ya wanita secantik dan sesempurna dia disia-sia gitu sama cowok." Cerita Adera dimana membuat Regan membulatkan matanya.
Ciri-ciri yang disebutkan Adera tadi itu seperti ciri-ciri Saskia. Dalam benaknya apakah Adera bertemu dengan Saskia dan Saskia menceritakan tentangnya kepada Adera? Seketika Regan menjadi takut.
"Kamu dengerin cerita aku gak sih?" Kesal Adera ketika tiba-tiba Regan terdiam.
__ADS_1
Regan menganggukan kepalanya. Jika benar yang ada dikandungan Saskia adalah anaknya, apakah dia harus bertanggung jawab? Dan bagaimana nantinya pernikahannya dengan Adera akan berakhir seperti itu? Astaga, pertanyaan itu selalu mengusai kepalanya sampai-sampai dia jadi selalu tidak terkendali pada Adera.
"Aku dengerin kok." Jawab Regan.
"Tapi aku suka dia." Ucap Adera dimana membuat Regan mengangkat kedua alisnya. "Dia itu cantik banget sumpah, aku aja sampe insicure lho." Sambung Adera.
"Kata siapa, orang cantikkan kamu kok." Sahut Regan.
Adera yang mendengarnya malah curiga. "Gimana kamu bisa nilai gitu aja? Kan kamu belum ketemu dia." Sarkas Adera.
"Yaa, mau secantik apa pun dia, kamu tetap yang tercantik dihatiku sayang." Gombal Regan, dia tersenyum pada Adera.
Adera juga tersenyum, dia suka saat Regan menggombalinya begini. Karna yang digombalkan Regan bukan bualan semata, tapi itu apa yang dikatakan hatinya. Adera sangat mengenal Regan.
Ting tong!
Suara bel apartemen membuat Adera dan Regan saling lihat-lihatan, mereka menaitkan kedua alisnya satu sama lain. Ini sudah masuk jam sembilan malam, siapa yang mengunjungi mereka semalam ini?
"Ada yang mencet bel tuh," kata Adera, walaupun Regan memang sudah tahu sih, karna kan dia pun juga mendengarnya.
Regan bangun, dia tidak tahu siapa yang datang dimalam-malam begini, tentu itu mengganggu Regan dan Adera. Lebih tepatnya Regan terganggu karna waktu berduanya dengan Adera diganggu seseorang.
"Aku ikut," kata Adera begitu Regan turun dari ranjang, dia dengan cepat mengintili Regan dari belakang. Adera penasaran siapa sih yang datang malam-malam begini?
Dengan Adera dibelakangnya, Regan akhirnya membuka pintu apartemen. Dimana langsung menampakan sosok Saskia yang basah kuyup. Mungkin dia kehujanan karna saat ini memang sedang hujan lebat namun kenapa wanita itu kesini dengan keadaan begitu?
"Saskia?" Ucap Regan terkejut.
Saskia mendonggakan kepalanya menatap Regan lalu selanjutnya dia langsung memeluk Regan tanpa aba-aba dimana membuat Regan terkejut juga Adera yang masih berada dibelakang Regan terkejut bukan main.
__ADS_1
Saskia memeluk Regan dengan Adera yang menyaksikannya dibelakangnya. Dalam benak Adera bertanya, apa hubungan Saskia dengan Regan melihat Saskia langsung memeluknya dan juga Regan yang terdiam.
"Aku kangen kamu, Regan."