Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
22: Pesta Klien


__ADS_3

Sesampainya digedung tempat dimana klien Regan menyelenggarakan pestanya. Adera dan Regan turun dari mobil ketika sudah memparkirkan mobil Regan ditempat seharusnya. Setelah itu Adera dan Regan segera memasuki gedung dengan saling menggenggam tangan.


Begitu berada di dalam gedung, Adera menatap orang-orang yang datang ke pesta itu. Banyak sekali para wanita dan lelaki yang diundang ke pesta itu. Dan lagi kelihatannya mereka semua bukan orang biasa. Pakaian yang mereka kenakan saja sangat mewah. Mungkin itu memang bukan pesta biasa.


Adera menjadi minder, melihat betapa cantik-cantiknya wanita yang juga datang ke pesta itu. Seketika rasa kepercayaan dirinya langsung menurun begitu saja. Padahal tadi diapartemen dia sudah agak percaya diri menghadiri pesta itu namun sekarang dia merasa ingin balik lagi ke apartemen saja.


Menyadari istrinya sedang tidak percaya diri, Regan mendekatkan bibirnya ke telinga Adera. Dia akan membuat kepercayaan diri Adera kembali lagi. "Lo cantik." Bisik Regan.


Bisikan Regan membuat Adera menatapnya. Kata-kata itu begitu klise tapi memang membuat kepercayaan diri Adera kembali lagi. Anggap saja yang tadi itu adalah pujian untuknya.


Adera tersenyum pada Regan. "Gue cantik? Lebih cantik dari perempuan-perempuan disini?" Kata Adera tanpa menggeluarkan suaranya.


Regan tersenyum juga, namun senyumannya sangat tipis. Dia mengganggukinya. Memang dimata Regan hanya Adera gadis yang cantik disana tidak ada yang lain. Regan kembali berjalan sambil menggenggam tangan Adera erat.


Kedatangannya yang baru itu membuat para tamu undangan menatap kearahnya. Mungkin mereka terpesona dengan ketampanan Regan namun kenapa semua laki-laki juga menatap kearahnya? Tidak mungkin kan semua laki-laki disana juga terpesona dengan Regan?


"Selamat malam, pak Regan." Sapa seorang laki-laki yang sepertinya lebih tua dari Regan beberapa tahun. Dia menjabat tangan dengan Regan sambil tersenyum. "Akhirnya anda datang juga." Katanya.


Melihat laki-laki itu sangat menyanjung Regan, Adera sudah mengira kalau dialah si pembuat pesta ini.


"Selamat malam, pak Leon." Sapa Regan juga namun bedanya dia tidak tersenyum sama sekali pada laki-laki itu.


Tatapan Leon beralih pada Adera yang masih berada disebelah Regan. Dia mengangkat kedua alisnya, menatap Adera. "And who is she?" Tanyanya menggunakan bahasa inggris.


Regan memeluk pinggang Adera dari samping dengan posesif. "She's my wife." Jawab Regan.


Leon menggut-manggut sambil beroh ria. Lalu dia menjulur tangannya pada Adera sambil tersenyum. "Senang bertemu dengan anda, nyonya Mahardika." Ucap Leon pada Adera.


Adera menatap Regan dahulu sebelum menjabat tangan dengan Leon. Lalu dia menjulurkan tangannya, menjabat tangan Leon. "Senang bertemu dengan anda." Adera berucap dengan kaku.


Leon tersenyum menggoda Adera namun dengan cepat Regan menarik tangan Adera dari genggaman tangan Leon. Dia sangat menyadari tatapan yang Leon berikan pada istrinya dan dia tidak menyukainya.


"So beautiful." Puji Leon pada Adera.


Regan memasang wajah dingin.

__ADS_1


Adera merasa canggung. Apa-apaan laki-laki itu, kenapa dari tadi terus menatap Adera begitu? Memangnya Adera ini wanita apa sampai dilihati begitu. Sungguh, Adera sangat benci laki-laki sepertinya. Sudah ketara sekali dari wajahnya kalau dia adalah pria berhidung belang.


"Ngomong-ngomong pak Regan, kenapa anda tidak mengundang saya dipernikahan anda?" Kata Leon.


"Istri saya tidak suka keramaian. Kami menikah secara tertutup." Jawab Regan dengan dingin.


"Gadis yang menarik." Gumam Leon menatap Adera sebentar.


Adera hanya diam sambil menundukkan kepalanya. Biarlah Regan yang menjawab pertanyaan lelaki itu. Adera risih terus ditatap begitu, dia ingin cepat-cepat pergi dari sana.


"Sayang!" Seorang wanita bergaun seksi mendekati Leon dan memeluk lengan Leon dengan manja.


Adera mengangkat kepalanya lagi, dia melihat wanita itu memeluk lengan Leon. Dan sepertinya mereka adalah sepasang kekasih mendengar wanita itu memanggilnya dengan sebutan 'sayang'. Adera berdecih pelan, padahal sudah mempunyai kekasih secantik itu, matanya masih saja jelalatan ke gadis lain. Dasar hidung belang.


Kedapatan Adera berdecih sambil menatap Leon dan kekasihnya, Regan lega dalam hati. Sesuai ekspetasinya, Adera tidak menyukai tipe laki-laki seperti itu walaupun Leon terbilang cukup populer dengan ketampanannya.


"Sayang, aku nunggu kamu tau." Kata wanita itu dengan nada manja.


Leon menatap kekasihnya, dia tersenyum pada kekasihnya. "Maaf, aku tinggal kamu. Karna harus menyanjung orang penting dipesta kita."


Wanita itu menatap Regan. Dan ternyata dia sama saja seperti wanita lainnya yang langsung terpesona dengan ketampanan Regan. Wanita itu seketika langsung berpaling dari Leon membuat Leon menepuk jidatnya sendiri karna kekasihnya itu.


Regan hanya diam saja dengan memasang wajah dingin pada wanita itu.


"Viola, yang sopan dong bicara dengan pak Regan." Tegur Leon.


"Maaf, abisnya baru kali ini aku ketemu langsung sama Regan."


Adera heran. Seberapa tampannya sih Regan dimata wanita-wanita. Kenapa dia selalu saja dipuja-puja?


"Pak Regan, silahkan nikmati hindangan yang ada. Dan maaf atas kekasih saya yang lancang pada anda." Kata Leon.


Regan hanya mengangguk. Dia menarik tangan Adera pergi dari sana. Dia juga tidak ingin berlama-lama disana.


"Gue pengen kesana." Adera mengunjuk meja-meja dimana terdapat banyak makanan dan minuman disana.

__ADS_1


Adera langsung menarik tangan Regan kesana. Dia tidak peduli banyak yang menatapnya yang penting sekarang dia akan menyicipi makanan enak-enak disana.


Regan yang ditarik begitu oleh Adera hanya bisa pasrah mengikuti kemauan istrinya.


Adera mengambil kue cup diatas meja pasminan. Dia langsung menyicipinya tanpa bicara lagi. Setelah merasakan kue itu di dalam mulutnya, Adera menatap Regan dengan ekspresi yang menggemaskan. "Enak." Katanya, dan kembali mengigit kue itu sedikit demi sedikit hingga habis dan ketika habis, dia mengambilnya lagi.


Melihat Adera sangat menikmati kuenya, Regan tersenyum gemas melihatnya. Adera begitu menggemaskan sampai dia ingin mengigit pipinya yang penuh dengan kue itu.


Tangan Regan bergerak menghapus krim dari sudut bibir Adera lalu dia mencicipi krim bekasan Adera itu ke dalam mulutnya. Memang manis namun baginya Adera lebih manis dari kue itu.


"Nih coba yang ini deh. Enak banget." Adera menyuapi kue cup berbeda dan bekas gigitannya kepada Regan.


Regan terdiam sebentar lalu dia menerima suapan Adera. Dia mengunyah kue itu dalam mulutnya sambil menatap Adera yang menunggu jawabannya tentang rasa kue itu.


"Gimana enak kan?" Tanya Adera.


Regan menganggukinya. "Iya, enak."


Adera tersenyum lebar. Dia kembali menyuapi kue yang lainnya pada Regan namun pergerakan berhenti ketika lampu gedung itu padam dan hanya ada lampu diatas gedung yang menyala.


Diatas panggung ada Leon dan kekasihnya Viola disana. Sepertinya mereka akan mengatakan sesuatu disana terlihat sekali Leon membawa mik.


"Perhatian semua tamu undangan. Terimakasih telah hadir dalam pesta perayaan perusahaan saya yang ke tujuh tahun. Terimakasih telah memberi dukungan pada kami hingga perusahaan kami bisa menjadi sebesar ini. Dengan sangat penuh terimakasih dari saya, mari kita rayakan pesta ini dengan gembira." Ucap Leon diatas panggung dan lampu gedung kembali menyala.


"Jaga mata lo." Tegur Regan ketika Adera masih menatap keatas panggung dimana masih ada Leon disana.


Adera menatap Regan. "Siapa?" Adera tidak terima.


"Ya lo lah."


"Lah kok gue? Lo lah, disini banyak cewek-cewek cantik, seksi pula. Gue yakin lo gak bisa jaga mata lo." Adera membalikkan Regan.


Regan berdecih. Mana ada, mana bisa dia beralih dari sosok bidadari dihadapannya. Walaupun banyak wanita cantik dan seksi tetap saja Regan hanya memusatkan matanya pada satu gadis dihadapannya ini.


"Hay pak Regan." Seru seorang wanita kepada Regan.

__ADS_1


Seketika Adera langsung menatap wanita itu. Wanita cantik dengan memakai gaun panjang yang mewah yang berjalan mendekati Regan.


Adera memicingkan matanya. Apakah dia kekasih Regan? Kalau benar, kenapa Regan malah menikahinya?


__ADS_2