
"Hay, pak Regan." Seru seorang wanita kepada Regan.
Seketika Adera langsung menatap wanita itu. Wanita cantik dengan memakai gaun panjang yang mewah yang berjalan mendekati Regan.
Adera memicingkan matanya. Apakah dia kekasih Regan? Kalau benar, kenapa Regan malah menikahinya?
Regan menatap wanita itu dengan wajah datarnya. Yang jadi pertanyaan Adera, kalau benar wanita itu adalah kekasih Regan, kenapa reaksi Regan begitu membosankan? Berbeda jika Regan dengannya.
"Kenapa kamu ada disini, Sandra?" Tanya Regan dengan ketus.
Wanita cantik bernama Sandra itu tersenyum pada Regan. Dia seperti tidak peduli dengan kehadiran Adera, dia hanya memusatkan matanya pada Regan seorang. "Saya diundang langsung dengan penyelenggara pestanya, pak." Jawab Sandra
Tunggu, jika dia adalah kekasihnya kenapa dia berbicara dengan Regan menggunakan bahasa formal? Apa benar dia kekasihnya bukan sih?
Adera terus memandangi Regan dan wanita bernama Sandra itu sambil terus memasukkan kue-kue ke dalam mulutnya. Mereka terlihat cocok kalau dilihat-lihat namun kenapa dia agak sedikit tidak suka melihat wanita itu?
"Saya pikir bapak tidak akan datang, dan saya senang bisa melihat pak Regan disini." Ucap Sandra sambil terus tersenyum pada Regan.
"Saya datang bersama istri saya." Jawab Regan dengan wajah dingin.
"Dimana istri bapak?" Sepertinya dia tidak percaya kalau Regan sudah menikah, dia mengira Regan sedang membual saja.
Regan menarik tangan Adera yang sedang fokus memakan kue-kue enak itu membuat tubuh Adera tertarik kepadanya dengan pose sedang memasukkan kue ke dalam mulutnya. "Dia istri saya." Ucap Regan.
Sandra memandangi Adera dari atas kebawah. Bukan kah itu tidak sopan memandang orang dengan begitu? Kenapa dia memandangi Adera begitu?
Adera tersenyum pada Sandra, dia sudah menghabisi kue di dalam mulutnya. "Hallo, senang bertemu dengan anda." Adera menyapa dengan ramah.
Sandra membalas senyuman Adera namun Adera tahu kalau senyuman itu adalah senyuman palsu. "Hallo, nona, senang bertemu dengan anda juga." Balasnya malah terdengar sok ramah.
"Dera, marketing manager di salah satu perusahaan Mahardika." Regan memberi tahu Adera.
Bagaimana bisa seorang sekretaris mempunyai sekretaris pribadinya? Adera masih kurang mengerti. Tapi yang pasti, dia bukan kekasih Regan melihat bagaimana mereka berbincang tadi.
__ADS_1
"Anggap aja Dito itu wakil presdir dan kaki tangan dari presdir Mahardika Groups, jadi dia juga punya sekretaris." Regan menjelaskannya, dia tahu Adera kurang mengerti.
"Oh gitu," Adera manggut-manggutkan kepalanya.
"Kalo gitu, boleh gak, gu-- aku jadi sekretaris pribadi kamu?" Adera sengaja menggoda Regan di depan Sandra.
Regan tersenyum pada Adera, dia memeluk pinggang Adera. "Tentu sayang. Kamu boleh kapan pun." Jawab Regan, dia mengikuti drama yang dibuat Adera.
Sandra yang melihat kemesraan Regan dengan istrinya mulai kesal. Dia mengepalkan tangannya, ketara sekali jika dia marah pada Adera namun sekuat tenaga dia menahan amarahnya, dia tidak mau mengores nama baiknya di depan Regan. "Nona, sangat cantik." Puji Sandra tiba-tiba.
Adera menatap Sandra lagi. Dia tersenyum. Tentu dia tahu pujian itu hanya pura-pura supaya dia bisa menarik perhatian Regan. "I know, saya emang cantik dari masih jadi kecebong, hehe." Adera membalasnya dengan candaan.
Sandra mengantur emosinya. Dia sangat tidak suka Adera sok kecantikan begitu padahal jelas sekali lebih cantikkan dia daripada Adera, namun kenapa Regan tidak pernah sekali pun memandangnya? Kenapa Regan malah tidak bisa mengalihkan pandangannya dari istrinya itu?
"Regan, aku mau ke toilet dulu ya." Kata Adera.
Regan menganggukan kepalanya. "Jangan lama-lama." Ujar Regan dan Adera menganggukinya.
"Kalau begitu, nona Sandra, saya permisi ke toilet sebentar." Adera melenggang pergi meninggalkan Sandra dan Regan.
Regan mengangguk sekali. Lagipun dia pergi pun Regan tidak peduli.
Sandra berjalan ke bar tender disana. Pesta itu sangat mewah, bahkan ada bar tender disana, jadi Sandra memesan satu minuman pada bar tender itu. Setelah itu, Sandra segera mengikuti Adera ke toilet sambil membawa dua gelas berisi minuman alkohol namun salah satu gelas itu berisi alkohol yang kadarnya tinggi.
Ditoilet, Adera menatap dirinya dikaca dekat wastafel. Dia tidak mengerti, kenapa dia tidak suka melihat wanita itu? Padahalkan wanita itu hanya karyawan di kantor Regan namun kenapa hatinya begitu kesal melihat bagaimana wanita itu memandangi Regan dan berbicara pada Regan?
Sial, Adera tidak mengerti apa yang dipikirkannya. Dia ingin sekali mencuci wajahnya dengan air untuk mengurangi rasa kesalnya pada wanita itu namun dia takut jika riasan diwajahnya jadi luntur.
"Hallo, nona." Sapa Sandra ketika dia berdiri diwastafel sebelah Adera.
Adera terkejut, dia menoleh ke Sandra. Kenapa wanita itu mengikutinya sampai kesini? Batin Adera.
"H-halo."
__ADS_1
"Nona tahu, saya terkejut lho mengetahui pak Regan mempunyai istri. Dan ternyata selera pak Regan itu rendah banget ya." Kata Sandra, mengolok-olok Adera.
Adera merasa tersinggung dengan perkataan Sandra. Dia menatap Sandra dengan kedua alis terangkat. "Maksud anda ini apa ya?"
Sandra memutar bola matanya. Tidak ada Regan disana, jadi dia tidak perlu berpura-pura baik lagi di depan Adera. "Maksud saya, dari banyaknya wanita cantik yang mendekati pak Regan, kenapa dia malah menikahi gadis seperti.. maaf seperti anda."
Maksudnya Adera tidak pantas begitu menikah dengan Regan? Hahhh, Adera jadi emosi dengan wanita itu. Oke, Adera akan meladeni wanita itu.
"Ouhh, jadi saya gak pantas ya nikah sama Regan. Lalu siapa dong yang pantas? Anda?" Adera membalas perkataan Sandra.
"Tidak juga, saya tidak berharap lebih dengan pak Regan."
"Tapi anda berbicara seperti itu seperti anda sangat berharap pada Regan, bukan?" Adera menskakmat Sandra.
Sandra mengertakan gigi-giginya, merasa sangat kesal dengan Adera.
"Dan anda merasa bangga karna pak Regan memilih anda? Hahaha, nona, jangan berharap begitu, siapa tahu, sebulan kemudian pak Regan menceraikan anda."
Adera tertawa geram. Dia sangat suka berhadapan dengan wanita ular seperti ini. Sudah lama dia tidak mengeluarkan khodamnya. "Wah, ternyata anda sangat tahu Regan ya. Tapi kenapa tidak anda saja yang dinikahi Regan, kenapa saya?"
"Berbangga diri sekali anda, nona. Saya tahu pak Regan menikahi anda. Tapi apa yakin karna pak Regan mencintai anda?"
"Dan anda sebaiknya sadar diri. Jangan merasa anda dicintai pak Regan. Toh kenyataannya dia masih suka pergi ke hotel denganĀ wanita lain."
Adera menaitkan kedua alisnya. Apakah benar Regan suka pergi dengan wanita lain ke hotel?
"Saya tidak peduli dengan itu. Dan asal anda tahu kenyataan bahwa yang sekarang menjadi istri dari Regan adalah saya, bukan anda." Cibir Adera.
Sandra tersenyum meremehkan. "Semoga anda bahagia ketika anda tahu bahwa suami anda sering selingkuh diluar sana." Sandra menaruh segelas alkohol disamping wastafel lalu dia pergi dari sana.
Seperginya Sandra, Adera sangat kesal. Apa-apaan wanita itu mendoakannya begitu? Cih, dasar wanita ular.
Karna emosinya terkuras karna wanita itu, Adera jadi haus. Dia mengambil segelas air yang entah dari kapan sudah ada disana. Dia meminum segelas air itu namun ketika dia merasakan rasa dari air tersebut, Adera langsung memuntahkan air itu.
__ADS_1
"Apaan nih, rasanya pait banget." Celoteh Adera, dia menatap gelas itu.
Namun tidak bisa dipungkiri kalau sekarang kepala Adera merasakan pusing yang luarbiasa.