
"Kamu yakin kita pergi ke kebun binatang?" Tanya Regan yang sedang menyetir kepada Adera yang tampak bersemangat sekali disebelahnya.
Adera yang duduk disebelahnya menganggukkan kepalanya dengan semangat. Dia bingung ingin pergi kemana dan kebetulan tadi dia mendapat pesan dari group sahabatnya bahwa mereka janjian akan pergi ke kebun binatang. Jadi dia akan bergabung dengan mereka, ya walaupun belum memberitahu Regan dahulu sih.
Biarlah lagipun lebih seru jalan bareng-bareng walau Adera tahu sih nanti Regan akan marah jika tahu Adera sudah berjanjian dengan kedua sahabatnya itu.
Adera mengambil ponselnya lalu menyalahkan kamera, dia ingin mengirimnya kepada kedua sahabatnya itu yang mungkin sudah sampai disana. Dia membenarkan rambutnya agar terlihat aestetik, ya bagaimana pun Adera juga ingin fotonya terlihat cantik.
Regan melirik Adera yang tengah sibuk mengambil foto, dia tersenyum melihat Adera begitu semangat ia ajak jalan-jalan. "Apa-apaan monyong-monyong begitu, mau dicium, hah?" Tegur Regan ketika Adera memonyongkan bibirnya.
Adera menatap Regan, dia menyengir. Memang monyong itu kan gaya andalan gadis jaman sekarang dan itu baru pertama kalinya Adera mencobanya.
Sesampai diparkiran kebun binatang, Adera dan Regan turun berbarengan dari mobil, mereka langsung bergandengan tangan membeli karcis untuk mereka masuk ke dalam.
Setelah membeli karcis, Regan dan Adera masuk ke dalamnya. Adera yang begitu semangat dan antusias bahkan sampai tersenyum-senyum sendiri dan Regan yang melihat itu gemas.
"Jangan norak napa sih." Cibir Regan menyembunyikan rasa gemas pada istrinya.
Adera menatap Regan dan menjulurkan lidahnya.
"Adera!" Teriakan yang sangat Adera kenali, siapa lagi pemilik suara cempreng yang menggelegar kalau bukan Rina, sahabatnya.
Adera tersenyum lebar, dia mencari keberadaan sahabatnya itu dan dia melihat Rina, Friska yang sedang menunju kearahnya juga Rivaldo dan Toni yang berada dibelakangnya. Luarbiasa, dia senang sekali bisa jalan-jalan bersama-sama mereka.
Regan yang mendengar dan juga melihat kedua sahabat Adera itu menganga tidak percaya. Ia kira dia hanya akan berjalan-jalan bersama Adera saja namun siapa disangka Adera malah membawa mereka juga sekaligus kedua cecuruk yang berada dibelakang mereka.
Adera menoleh ke Regan, dia tertawa melihat reaksi Regan ya walaupun dia merasa bersalah sih karna tidak bilang dulu ke Regan kalau mereka bergabung.
"Hai Adera yang jelek!" Sapa Friska ketika mereka sudah mendekati Adera dan Regan. Tatapan Friska beralih ke Regan. "Hai mas Regan yang makin ganteng!" Sapanya juga dengan centil.
Regan hanya mendengus. Istrinya ini membohonginya, kenapa mereka harus bergabung padahalkan Regan hanya ingin berjalan-jalan berduaan sama dengannya. Ya bisa dibilang dia ingin berkencan dengan Adera saja lah.
"Ihh sumpah, seneng banget bisa bareng-bareng kalian. Huaaa," lebay ala Rina sambil memeluk Adera dan Friska. Dan mereka bertiga pun tertawa.
"Huaaaa, bang Regan... Kenapa lo kesini bang?" Kata Rivaldo begitu dia melihat Regan. Sedangkan Toni yang melihat Regan langsung memutar bola matanya malas.
"Lo yang ngapain disini! Gue mau kencan sama istri gue, kenapa lo semua.. astaga!" Sahut Regan.
"Ya gak papa kali gabung, lebih seru tau." Adera berucap pada Regan.
__ADS_1
Regan menatap Adera dengan kecewa, ini kan kencannya dengan Adera kenapa bisa dia dengan seenaknya begini. Ya ampun, Regan tidak mengerti lagi isi pikiran Adera.
"Anggap aja ini tripple date, mas Regan." Kata Rina membuat Friska yang mendengar itu malu-malu sambil melirik Toni yang tampak diam saja.
"Yaudah yuk kita jalan-jalan liat hewan-hewan siapa tau ada yang ganteng, haha." Ucap Friska, menggandeng tangan Rina dan Adera. Mereka sudah duluan menjauh dari ketiga cowok itu yang masih berdiam ditempat.
Kini giliran Regan menatap Rivaldo dan Toni. "Lo berdua, ngeselin anj--" hampir saja Regan mengumpat saking kesalnya.
Toni menatap Regan dengan senyuman smirknya. "Gak sadar?" Balasnya.
"Btw, awas lo ya deketin Adera." Ancam Regan pada Toni.
"Yaelah, gue juga udah punya Friska kali. Kalem aja." Toni membalasnya.
......................
"Ihhh lucu banget sumpah monyetnya," antusias Rina melihat monyet kecil yang bergelantungan dikandangnya.
Adera dan Friska yang melihat itu malah tertawa, karna secara tidak sengaja dia melihat sesuatu dari monyet itu. Entah mungkin bisa dibilang kelamin monyet itu yang seakan memberi tahu kepada Rina.
Sedangkan Regan, Toni dan Rivaldo malah asik-asikkan bermain ular di tempat lain. Mereka jadi akrab dalam waktu sekejap bahkan mereka sempat berdebat ular mereka mana yang lebih besar dan panjang. Dan mereka sangat menikmati itu, bahkan Toni dan Regan jadi akur karna kehadiran Rivaldo.
"Gedean gue njir," ucap Rivaldo sambil memegang ularnya.
"Apa-apaan, punya gue lebih gede lebih panjang dari lo berdua!" Regan juga ikut tidak mau kalah.
Rivaldo dan Toni menatap Regan secara bersamaan namun tatapan mereka turun ke bawah tempat ular Regan menaung.
"Pantes Adera suka sama lo, bang." Ucap Rivaldo dengan ambigunya.
"Adera bukan cewek kayak gitu, lol." Regan menoyor kepala Rivaldo yang mengatai Adera semena-mena begitu.
"Pake salep apa lo bang sampe segede itu?" Tanya Rivaldo yang amat sangat tidak masuk akal.
Regan menatap juniornya sendiri. Dia tersenyum miring. "Punya gue murni, gak pake pembesar apa-apa. Kenapa lo, iri?" Cibir Regan.
Rivaldo berdecak sebal. Dia kembali memainkan ular yang dipegangnya. "Adu aja yuk, siapa yang lebih gede sama panjang." Ajakan yang gila dari Rivaldo.
Toni dan Regan merasa tertantang sekali dengan Rivaldo.
__ADS_1
Saking keseruannya beradu ular dengan Rivaldo dan Toni, Regan bahkan sampai lupa kalau dia lebih tua dari mereka.
"Regan,"
"Valdo,"
"Toni,"
Panggil ketiga gadis itu yang baru saja sudah puas memutari kebun binatang, melihat binatang-binatang yang ada. Mereka bertiga mendekati ketiga lelaki itu yang tengah beradu ular. Namun saat melihat ular-ular itu, mereka bertiga berteriak.
"Si beg* main uler lagi lo pada!" Celetuk Friska dia memang punya phobia ular. Dan begitu dia langsung berlari menjauh dari sana, dia sangat takut sekali dengan yang namanya ular.
"Tau udah punya uler masih maen uler! Valdo, udahan gak mainnya!" Omel Rina juga.
Sedangkan Adera berdecak tidak percaya. Benar kata Rina, mereka kan sudah punya ular masing-masing tapi malah main ular lagi. Dan yang paling membuat Adera tidak percaya adalah Regan, lelaki itu malah sempat melirik Adera dengan senyuman jahil dibibirnya.
"Tangung, kita lagi taruhan siapa uler yang paling gede sama panjang." Jawab Rivaldo, dia malah melanjutkan bermain ular ditangannya itu.
Rina kesal, dan akhirnya dia mendekati Rivaldo, menjewer telinganya hingga membuat Rivaldo mengaduh kesakitan. "Udahan mainnya, atau kamu aku tinggal!" Ancamnya.
Rivaldo menurut apa yang disuruh kekasihnya. "Iya-iya aku udahan, ini mau masukin kandangnya lagi." Dia pasrah.
"Regan kamu juga ih, ngapain sih main uler? Gak ada kerjaan." Adera pun sama dia mengomeli Regan.
"Kamu gak suka uler emang?" Tanya Regan dengan sebelah alis terangkat.
Adera menggelengkan kepalanya, melihatnya saja Adera sudah geli bagaimana memegangnya apalagi Adera pun takut jika ular itu mematuknya. "Gak ihh," Adera memasang wajah geli.
Regan tersenyum. Dia menatap ular itu lalu dia segera mengembalikan ular itu dikandangnya. Sepertinya Adera hanya menyukai ular miliknya.
Sedangkan Antony, dia sudah mengembalikan ular yang ia pegang sedari Friska datang. Dia tahu betul kalau Friska punya phobia ular, jadi dia langsung menaruhnya lagi tanpa berpikir lagi. Dan dia juga sudah mendekati Friska yang sudah pucat akibat melihat ular-ular tadi.
"Fris lo gak papa?" Tanya Toni, cemas pada Friska yang memucat.
Friska menggelengkan kepalanya. "Gak, lagi lo ngapain sih main uler gitu? Ihh, najis."
Toni akhirnya menjelaskan kenapa dia bisa bermain ular bersama Regan dan Rivaldo, dia menjelaskan pada Friska lewat membisik padanya.
Dan Friska yang mendengar itu semua melotot sempurna bahkan pipinya mulai memerah mendengar bisikan penjelasan dari Toni. Bagaimana bisa dia mengatakan hal memalukan begitu pada Friska? Dan lagi kenapa Friska sampai membayangkan hal-hal yang tak senonoh. Ya ampun!
__ADS_1
"Mikir jorok ya lo?" Goda Toni melihat ekpresi Friska sekarang.
Friska menggelengkan kepalanya. "Gak ya!" Elak Friska.