
Sepulang dari rumah Rina, Adera langsung masuk ke apartemen Regan. Padahal sudah beberapa hari dia keluar masuk apartemen namun tetap saja orang-orang disana menatap Adera seolah Adera hanya wanita sewaan padahalkan dia istri sah dari Regan.
Sepertinya Adera akan bicara dengan Regan tentang hal itu, dia tidak mau dicap sebagai wanita sewaan oleh mereka.
Untung dia sudah hafal digit kunci pintu apartemen Regan. Dia hanya harus menekan nomer-nomer yang pernah diajarkan Regan padanya.
Setelah pintunya terbuka, Adera langsung masuk ke dalam dan menutup pintu kembali. Adera membuka sepatunya dahulu lalu dia menaruh sepatunya di rak sepatu.
Adera melihat sekeliling apartemen yang sunyi, ia yakin pasti Regan belum pulang dari kantor.
Sebenarnya dia takut sendirian disana, namun apalah dayanya. Dia hanya harus menunggu Regan pulang sebentar lagi kan? Dia akan memberanikan diri.
Adera membaringkan tubuhnya di sofa panjang, dia mengambil ponsel dari celana jeansnya. Dan dia menyentuh aplikasi media sosial. Karna dia penasaran dengan akun media sosial Regan, Adera mencari nama Regan di pencarian.
Dan ketemu. Nama akun Regan sudah ia temukan dengan penasaran dan kepo yang tinggi, Adera melihat-lihat akun dari Regan tersebut.
Tidak banyak foto yang diposting Regan, hanya ada dua atau tiga foto disana namun foto-foto itu bukan foto-fotonya melainkan foto pemandangan, dan foto berkas-berkas yang berantakan.
Tapi tunggu, Adera memperbesar satu foto yang membuatnya penasaran tingkat dewa. Foto itu adalah foto seorang gadis yang hanya terlihat rambutnya saja.
Adera terbangun, terduduk. Dia sangat penasaran sekali, siapa gadis yang di posting Regan di akunnya? Apakah dia gadis yang spesial bagi Regan?
Adera menggaruk-garuk kepalanya. Dia mencoba mencari gadis itu di daftar akun yang di ikuti Regan namun betapa terkejutnya ternyata Regan hanya mengikuti satu akun dan itu... akun Adera.
Sejak kapan Regan mengikuti akunnya? Dan siapa sih gadis yang ada difoto itu?
Ceklek!
Bunyi pintu terbuka.
Adera langsung menoleh ke arah pintu dan benar saja Regan baru saja pulang. Adera memicingkan matanya ke Regan yang juga menatapnya dengan datar.
"Kenapa lo?" Tegur Regan.
Adera menggeleng-gelengkan kepalanya. Rasa penasaran itu membuatnya ingin menanyakan langsung siapa gadis itu pada Regan.
Regan membuka jasnya dan melemparkannya pada wajah Adera. "Abis darimana aja lo tadi?" Tanya Regan, dia berjalan mendekati Adera dan duduk disebelah Adera di sofa.
Adera mengambil jas Regan dari wajahnya, dia menatap Regan kesal. "Kan gue udah kasih tau lo kalo gue kerumah Rina." Jawan Adera.
Kedua alis Regan terangkat, dia menatap Adera lekat-lekat. "Beneran ke rumah Rina kan?" Tanya Regan sekali lagi memastikan.
Adera memutar bola matanya. "Iya, kalo gak percaya tanya aja sama orangnya langsung." Kata Adera meyakinkan.
__ADS_1
Regan mengangguk pelan. "Oh." Dia ber oh singkat.
"Oh iya, lo punya cewek spesial gak sih?" Tanya Adera, dia harus bertanya secara halus tentang siapa gadis yang di posting Regan di akun media sosialnya itu.
Regan mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti apa yang dikatan Adera. "Cewek spesial?" Beonya.
Adera mengubah posisi duduk menjadi menghadap Regan. "Itu lho, cewek yang sangat berarti dalam hidup lo." Pancingan Adera sepertinya akan berhasil.
Regan masih tidak mengerti maksud dari Adera. Gadis spesial?
"Ada." Jawabnya.
Adera tersenyum lebar. Akhirnya rasa penasarannya akan terjawab juga. "Siapa?"
Regan makin tidak mengerti dengan Adera, kenapa dia tersenyum begitu? Ada apa sih dengannya?
"Mama gue lah." Jawab Regan.
Adera menatap Regan datar. "Lupain deh." Kesalnya.
Regan hanya terdiam menatap istrinya dengan tanda tanya. Kenapa gadis itu sekarang marah? Memang ada yang salah dari jawabannya?
"Eh, tapi sebentar deh." Kata Adera, dia lebih mendekati Regan, wajahnya dia dekatkan lebih dekat ke wajah Regan membuat Regan terkejut.
"Lo ngapain sih?" Regan mulai risih.
"Bentar, bentar doang."
Mata Adera sangat serius menatap mata Regan dari dekat. Dia baru melihat dan menyadari kalau manik mata Regan ternyata berwarna coklat terang. Dan itu terlihat sangat indah bagi Adera.
"Kok gue baru sadar lo punya mata coklat terang, ya?" Ucap Adera namun belum menjauhkan diri dari Regan.
Regan hanya diam saja dengan kedua matanya yang dipaksa dilebarkan oleh Adera.
"Lo-- ehh!" baru ingin bicara lagi secara tiba-tiba Regan menarik pinggang rampingnya lebih dekat dengannya dan itu membuat Adera terpekik terkejut.
Sekaranglah giliran Regan yang menatap Adera dari dekat, dia menatap Adera bak seperti elang yang ingin memangsa mangsanya.
"Gue ijinin lo natap mata gue sepuas lo." Ucap Regan.
Adera jadi salah tingkah, dia mencoba melepaskan diri namun bukannya melepaskannya, Regan malah makin memeluk pinggangnya membuat dada Kira hampir menempel dengan dada Regan saking dekatnya Regan dan Adera sekarang.
"Lepasin dong." Pinta Adera, meminta Regan melepaskannya.
__ADS_1
"Gak mau." Tolak Regan.
Regan tidak mau melepaskan Adera dan Adera frustasi karna itu. Dia menjadi tidak bisa bernafas lega karnanya.
Regan semakin memeluk pinggang Adera dengan erat sampai-sampai dia mulai merasakan dadanya bertabrakan dengan dada Adera. Dan itu semakin membuatnya kehilangan akal.
Regan melirik bibir Adera, dia mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Adera dengan perlahan. Step by step, itulah yang dilakukan Regan sekarang.
Kring kring kring!
Suara dering ponsel Adera yang berarti ada panggilan yang masuk. Adera dan Regan yang masih bertatapan langsung menoleh secara bersamaan ke ponsel Adera yang diletakan diatas meja.
Regan berdecak kesal, dia langsung melepaskan pelukannya di pinggang Adera. Baru saja ingin merasakan bibir istrinya, ada saja pengganggu.
Adera buru-buru mengambil ponselnya lagi, dia menatap Regan dahulu sebelum mengangkat telfonnya.
"Siapa?" Tanya Regan.
"Eumm, dari Toni." Jawab Adera ragu-ragu.
Regan berdecak. "Jangan diangkat." Larangnya.
"Tapi siapa tau ada yang penting."
Regan menatap Adera tajam. "Gue bilang jangan diangkat!" Ucap Regan sedikit membentak.
Adera akhirnya menurutinya, dia menaruh kembali ponselnya diatas meja. "Lo ada masalah ya?" Tebak Adera.
"Iya, karna istri gue masih ngomong kurang ajar sama gue!" Padahal bukan karna itu perasaannya menjadi memburuk.
"Iya, gue bakal coba."
"Coba dari sekarang."
Adera menyiapkan hatinya, dia menarik nafas dan membuangnya lalu dia menatap Regan lagi dengan senyuman yang lebar dibibirnya. "Maafkan aku ya, suamiku." Katanya.
"Pffttt," Regan menahan tawanya.
Adera menatapnya kesal. Padahal dia sudah mengumpulkan diri untuk mengatakan itu tapi dengan menyebalkannya dia malah tertawa.
"Tau ah!" Saking kesalnya dengan Regan, Adera bangun dari sofa dan meninggalkan Regan ke kamar sambil menggerutuki Regan.
Melihat Adera marah padanya, Regan terkekeh sendiri. Dia mengambil ponselnya dari saku celana bahannya lalu dia melirik kamarnya dimana Adera sudah masuk ke dalam kamar.. Terdapat notifikasi di ponselnya kalau Adera mengikuti akun media sosialnya.
__ADS_1
Regan tersenyum-senyum sendiri, dia menyenderkan kepalanya di senderan sofa. Dia menatap notifikasi itu berulang kali, senyum dibibirnya tidak bisa berhenti.