
Malam ini, dengan kecewa Regan tidur sendirian di kamar Adera. Dengan menyedihkannya dia tidur sendirian diatas ranjang Adera tanpa Adera. Tanpa ada seseorang yang menemaninya.
Memang sangat menyedihkan. Adera meninggalkannya sendirian dikamarnya sedangkan dia tidur bersama Raka dikamar sebelah. Dengan teganya Adera membiarkan Regan tidur sendirian begini sedangkan dia tidur bersama anaknya padahal yang sangat membutuhkannya adalah Regan.
Padahal Regan sudah membuat rencana agar dia bisa mengambil kesempatan menyentuh tubuh Adera yang sudah lama tidak ia jamah tapi rencana itu buyar begitu saja saat Adera memutuskan tidur bersama Raka dan meninggalkannya sendirian begini.
Dan lagi ini semua gara-gara Raka, anak menyebalkan itu. Kalau saja Raka tidak merajuk dan merengek minta ditemani sudah dipastikan Regan tidur bersama istri tercintanya diranjang ini tapi Raka mengacaukan semuanya.
Berulang kali Regan hanya bisa menghebus nafasnya gusar, dia bahkan tidak bisa tidur sekarang. Dia hanya menatap langit-langit kamar Adera sambil meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan.
Karna tidak tahan lagi, akhirnya Regan memutuskan pergi menghampiri Adera di kamar Raka. Tidak peduli jika Adera marah padanya. Regan langsung bangun dari ranjang Adera dan pergi keluar kamar.
Regan berinisiatif bergabung tidur dengan Adera dan Raka walau dia tidak tahu apakah ada tempat untuknya bergabung dengan mereka. Tapi masa bodo lah, yang terpenting dia hanya ingin melihat wajah istrinya.
Saat Regan keluar kamar Adera, secara kebetulan Adera pun keluar dari kamar Raka. Mereka berbarengan keluar dari kamar dan langsung menatap satu sama lain menyadari jika mereka keluar dari kamar secara bersamaan.
Regan tidak bisa menahan senyumnya kala melihat Adera, sepertinya Adera merasakan hal yang sama dengannya walaupun Regan begitu percaya diri.
"Kamu belom tidur?" Tanya Adera sembari menutup kembali pintu kamar Raga, dia menatap Regan dengan kerutan di keningnya.
Regan mengelengkan kepalanya. "Gak bisa tidur." Jawab Regan. "Kamu juga kenapa belom tidur? Kangen sama aku?" Tanya Regan juga.
Adera mengangkat sudut bibirnya. "Pede banget kamu!" Cibir Adera membuat Regan tertawa kecil.
"Ya terus kenapa nona Adera belum tidur?"
"Cuma gak bisa tidur aja." Jawab Adera dengan nada jutek.
Tanpa berbicara lagi Adera berjalan ke sofa dan mendudukan bokongnya disana. Regan pun mengikutinya. Begitu Adera duduk di sofa, dia juga duduk disebelahnya dengan wajah yang tidak berdosa.
Adera menatap Regan yang duduk berdekatan dengannya. Dan Adera hanya bisa menghebus nafasnya, melihat tingkah Regan yang semakin lama terlihat seperti anak kecil. Walau itu agak menggemaskan tetap saja Adera agak jengkel dengan suaminya itu.
"Ngapain sih deket-deket? Sempit tau!" Kata Adera dengan wajah kesal.
__ADS_1
Regan justru tidak peduli, dia hanya memasang wajah bak anak kecil yang tidak berdosa. "Kenapa emang? Masalah?" Sengit Regan yang malah membuat Adera kesal dengannya.
Adera hanya berdecak kesal, dia mengambil remote tv dan menyalahkan televisi. Lebih baik menonton tv daripada meladeni Regan yang hanya akan membuat jantungnya bermasalah.
Regan memandangi wajah Adera dengan tangannya yang seakan memeluk Adera disenderan sofa. Dia menyender sembari memandangi wajah cantik sang istri yang tengah mencoba mengabaikannya dengan menonton tv.
"Kamu pernah selingkuh?" Tiba-tiba saja Regan menanyakan pertanyaan itu dimana membuat Adera sontak kembali menatapnya dengan wajah bingung.
"Hah?"
"Kamu pernah berhubungan sama cowok lain pas kita pisah? Atau punya hubungan sama lelaki lain selama lima tahun ini?" Tanya Regan sekali lagi lebih jelas.
"Kalo iya kenapa?" Jawab Adera dengan jutek.
"Ya, aku cuma mau mastiin kalo kamu gak berhubungan sama lelaki lain selain aku." Ucap Regan.
Adera mendengus, dia menatap Regan dengan wajah jutek. "Iya, aku punya hubungan sama lelaki lain bahkan udah berkali-kali. Kamu pikir lima tahun ini aku gak kesepian? Ya, gak mungkin kan aku cuma setia sama suami yang bahkan gak berhasil nemuin istrinya sendiri." Kata Adera sekaligus sindiran untuk Regan.
"Tapi kenapa gak cari papa baru buat Raka? Kamu kan kesepian, Raka juga butuh seorang papa kan? Kenapa kamu gak nikah lagi?" Regan malah memancing Adera. Dia hanya ingin memaksa Adera untuk mengatakan bahwa dia masih mencintainya.
Regan manggut-manggut. "Tapi akhirnya kamu milih aku lagi kan?" Goda Regan, dia menatap Adera lekat-lekat.
Adera mengangkat sebelah sudut bibirnya. "Dih kepedean. Itu juga karna Raka, kalo bukan karna Raka sampe kapan pun aku juga gak mau nerima kamu lagi."
"Tapi keliatannya kamu masih cinta sama aku."
"Gak usah kepedean aku bilang! Aku udah gak punya perasaan apa-apa lagi sama kamu!"
"Tapi cara kamu ngeliat aku seakan kamu berontak minta aku narik kamu ke ranjang." Bisik Regan tepat di telinga Adera dimana membuat wajah Adera langsung merah padam.
"M-mana ada? Yang ada kamu selalu natap aku pake mata mesum kamu itu!" Adera membela diri.
"Buktiin. Buktiin seberapa jagonya kamu ngegoda mereka juga buktiin kalo aku masih tergoda sama kamu, secara kan kamu udah berhubungan sama lelaki lain. Ngedengernya aja udah bikin aku gak nafsu lagi sama kamu." Regan semakin memancing Adera.
__ADS_1
Wajah Adera semakin memerah. Dia memang mengatakan itu agar Regan cemburu dan marah padanya bukan berarti dia ingin Regan tidak bernafsu dengannya lagi seperti ini.
Bagaimana ini? Haruskah Adera menggoda Regan lagi supaya Regan kembali tergoda dengannya secara kan dia tidak ingin jika Regan mencari kesenangan lain diluar sana hanya karna cerita bohongnya itu. Adera tidak menginginkan itu tapi Adera gengsi jika harus melakukannya, menggoda Regan dengan aksi yang memalukan apalagi dia dan Regan baru saja berbaikan. Adera tidak tahu harus berbuat apa sekarang.
Sedangkan Regan, dia menunggu aksi istrinya yang akan menggodanya. Dia memang tidak mempercayai perkataan Adera, sama sekali tidak hanya saja Regan ingin sedikit menghukum Adera yang berbicara sembarangan begitu.
Sudah Regan prediksi apa yang akan dilakukan Adera, akhirnya Adera melakukan aksinya dengan duduk dipangkuan Regan. Menatap Regan dengan wajah memerah, juga dengan tangannya yang meremas kaos yang dikenakan Regan.
Regan hanya diam saja, dia ingin tahu seberapa berani Adera yang dewasa ini menggodanya. Regan hanya menunggu aksi Adera selanjutnya sambil mengangkat sebelah alisnya.
"A-aku bisa buktiin gimana jagonya aku berhubungan sama lelaki lain selama lima tahun ini. Dan ini bukan berarti aku pengen kamu!" Kata Adera, memberanikan dirinya menatap Regan lebih lama dan lebih dekat.
Regan menganggukan kepalanya. "Silahkan buktiin. Seberapa jagonya kamu ngegoda lelaki lain selama lima tahun ini dan juga," tangan Regan menyentuh dagu Adera seakan ingin menciumnya. "Buat aku seperti mereka, tergoda dengan aksi kamu walaupun aku udah gak bernafsu sama kamu." Lanjut Regan, dia berkata dengan sensual.
Wajah Adera semakin memerah, entah semerah apa kondisi wajah Adera saat ini. Namun dengan memberanikan dirinya, Adera akhirnya membuka bajunya sendiri di depan Regan, di depan mata Regan sehingga hanya menyisahkan bra berwarna pink saja.
Setelah itu dengan memberanikan diri, Adera langsung mencium bibir Regan tanpa aba-aba seakan dia adalah wanita jal*ng yang tengah membuat pelanggannya ter*ngs*ng begitulah Adera sekarang.
Dan Regan yang melihat Adera membuka bajunya sendiri juga merasakan ciumannya yang sudah tidak ia rasakan selama lima tahun ini hanya diam saja. Belum saatnya untuknya membalas perlakuan Adera, Regan masih ingin tahu seberapa mahirnya Adera walaupun dia sudah tidak melakukannya selama bertahun-tahun.
Tangan Adera mencoba menyelonong ke dalam kaos yang dikenakan Regan, dia menyentuh perut sixpacknya juga dada bidang Regan dengan gerakan sensual.
Setelah cukup mencium bibir Regan, ciuman Adera turun ke leher Regan. Dia mengecup-ngecup lehernya dan tanpa sadar dia juga membuat banyak tanda dileher Regan.
Regan yang merasakan itu merasa tidak sanggup lagi. Bagaimana tidak? Sudah lima tahun dia tidak merasakannya dan saat ini istrinya sedang mencoba menaikkan hasratnya.
"Cukup!" Regan memberhentikan aksi Adera dengan sekali bentakan kecil.
Adera langsung menjauh dari leher Regan dan menatapnya dengan mata yang juga dikabuti hasrat yang terpendam. "Kamu mau aku berhenti sekarang?" Mata Adera menatap mata Regan dengan senduh mengetahui jika Regan sudah tidak bernafsu lagi dengannya. "Yaudah, aku paham. Kamu udah gak bernafsu lagi sama aku."
Dengan wajah tidak bersemangat Adera turun dari pengkuan Regan, dia mengambil bajunya lagi dan menutupi tubuh bagian depannya dengan itu. Lalu Adera meninggalkan Regan dengan wajah sedih yang ia sembunyikan dari Regan.
Namun Adera tiba-tiba terkejut ketika Regan menariknya dan langsung mencium bibirnya dengan panas. Adera terkejut dengan perlakuan Regan, dia bahkan sejenak terdiam tidak membalas ciuman Regan sampai akhirnya Adera membalas ciuman Regan sama panasnya sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Regan.
__ADS_1
Tidak bisa menahannya lagi, Regan membawa Adera masuk ke dalam kamarnya lalu menutup pintunya tanpa menguncinya. Tidak tahu apa yang terjadi setelah itu, hanya saja malam ini seperti malam pertama bagi mereka. Malam pertama setelah lima tahun berpisah. Itulah yang mereka rasakan.