
Karna hari ini adalah hari libur. Regan ingin membawa Adera ke mall atau berjalan-jalan dengan gadis itu. Dia ingin gadisnya itu menghabiskan uangnya juga menghabiskan waktunya seperti pergi ke mall atau kemana pun itup. Karna apapun dia lakukan hanya untuk istri tercintanya.
Namun gadis itu malah menolaknya, katanya dia sudah berbelanja minggu lalu bersama kedua sahabatnya jadi dia tidak menginginkan berbelanja apapun lagi. Regan hanya bisa diam saja, istrinya itu tidak gila berbelanja jadi wajar saja dia menolak ajakan Regan walau Regan agak sedikit kesal sih pada Adera.
Seperti kesehariannya saat diapartemen, Regan hanya menggunakan celana selutut saja dengan dada telanjangnya yang menunjukkan keseksian yang arfiah.
Dan Adera yang sudah terbiasa karna itu, tidak peduli. Tapi jujur saja, Adera selalu berdebar ketika melihat Regan seperti itu. Memang suaminya itu hot, dan dia tidak bisa berbohong.
Hari ini, karna hari libur, Adera hanya duduk-duduk saja disofa sambil bermain dengan anak kucingnya yang bernama Milk yang sempat ia lupakan kemarin-marin karna pertengkarannya dengan Regan tempo hari.
Adera mengunyel-ngunyel Milk dengan gemas. "Aghh, Milk mama kangen..." kata Adera sekarang dia mencium kucing yang dijadikan anaknya itu berkali-kali.
Dan Milk yang diperlakukan seperti itu hanya diam, seakan pasrah berada ditangan Adera sekarang dan membiarkan mama angkatnya itu melakukan sesuka hatinya padanya.
Regan yang baru saja selesai mandi dan berjalan menghampiri Adera yang duduk disofa di Living Room. Dan dia bahkan sekarang hanya menggunakan celana selutut saja dengan bagian atasnya yang terbuka, Regan duduk disebelah Adera.
"Udah mandi?" Tanya Adera menoleh ke Regan sebentar lalu beralih lagi pada Milk dipangkuannya.
Regan menatap Adera yang tengah asik dengan anaknya--- ralat kucingnya maksudnya. "Udah sesuai perintah kamu." Jawab Regan dengan kesal.
Karna tadi Regan merengek ingin mandi bersama Adera, mumpung libur, dia ingin melakukan hal-hal yang romantis bersama Adera termasuk mandi bersama namun Adera tadi menolak dengan mentah-mentah dan bahkan mengancamnya tidak akan memberi jatah padanya selama sebulan. Tentu saja Regan harus menurutinya jika ingin jatah terus berjalan.
"Oh bagus deh." Ucap Adera, dia menampilkan senyuman pada Regan dimana malah membuat Regan tambah kesal dengannya.
Regan berdecak sebal lalu dia merebahkan tubuhnya disofa dengan kepalanya direbahkan dipaha Adera dengan cuek.
Adera buru-buru memindahkan Milk dari pangkuannya, dia menghebus nafasnya.
"Kenapa? Gak boleh lagi?" Tanya Regan sambil mengangkat sebelah alisnya menatap Adera.
Adera menyengir, menampilkan gigi-giginya sambil menggelengkan kepalanya. "Gak kok,"
"Cih!" Decih Regan.
Tangan Adera mengusap-usap rambut Regan yang sudah mengering dan begitu Adera mengusap rambutnya, Regan langsung menyembunyikan wajahnya diperut rata Adera. Bermanja-manja pada istrinya dihari libur ini.
__ADS_1
"Kapan perut kamu jadi buncit, hng?" Kata Regan.
Adera yang seakan tahu apa maksud dari kata Regan hanya meringis. "Ya sabar dong. Semua juga butuh proses Regan." Ucap Adera.
"Papa sama bapak ribut pengen punya cucu terus. Aku juga, pengen cepet-cepet punya anak dari kamu, sayang."
"Seorang badboy bin playboy kayak kamu pengen punya anak? Sulit dipercaya." Cibir Adera.
Regan menatap Adera dengan kedua alis menyatu. "Kenapa emang?"
"Ya gak, ucapan kamu bertolak belakang sama tampang kamu soalnya." Adera terkekeh kecil.
"Salah emang?"
"Gak kok," Adera mencubit pipi Regan gemas dan itu membuat Regan tidak bisa menahan senyumnya.
"Jadi sekarang mau bercocok tanam lagi?" Goda Regan.
"Eumm, pasti kearah situ. Udah tau deh pikiran seorang Regan Geraldo."
"Candu-candu. Jujur ya, sebelum ngelakuin sama aku, siapa aja perempuan yang kamu tidurin, heh?"
"Gak ada, kamu itu pertama kalinya buat aku."
Adera berdecih tidak percaya. "Gak percaya! Mana mungkin, toh kamu kayak udah berpengalaman begitu." Tukas Adera.
"Kalo gak percaya yaudah. Asal kamu tau ya keperjakaan aku diambil sama kamu." ketus Regan.
"Apa? Aku gak percaya." Adera tidak percaya apa yang dikatakan Regan. Regan masih perjaka saat menikah dengannya? Adera tidak percaya, mengingat betapa liarnya dan ahlinya Regan saat bercinta dengannya.
"Seterah kamu. Aku gak peduli mau percaya atau gak. Gak penting." Cuek Regan.
Adera mendengus kesal mendengarnya. "Gitu ya?"
"Iya," jawab Regan santai.
__ADS_1
"Yaudah minggir, jangan deketin aku mulai sekarang." Adera mengangkat kepala Regan dan bangun dari sofa dengan wajah kesal.
Regan yang melihat itu mengangkat kedua alisnya tidak mengerti. Dia menatap Adera yang pergi ke kamar dan menutup pintu kamar dengan kencang. Ada apa dengan istrinya itu?
Karna tidak ingin terjadi apa-apa, Regan langsung mengikuti Adera ke kamar. Dia mengayunkan kenop pintu kamar namun pintu kamar itu dikunci dari dalam oleh Adera.
"Sayang, buka dong. Ayo bercocok tanam buat debay." Kata Regan, sambil mengayunkan kenop pintu kamarnya berkali-kali.
"Gak mau disentuh sama bekasan orang!" Teriak Adera dari dalam.
Kening Regan mengekerut mendengarnya. Bekasan orang? Maksudnya Regan bekasan orang begitu?
"Sayang, kamu pertama kalinya buat aku." Bujuk Regan dengan suara lembut berharap Adera luluh.
"Kamu pikir aku percaya gitu?"
"Aku serius, aku gak pernah tidur sama wanita lain. Aku alergi sama wanita lain kecuali kamu, sayang."
"Gak percaya!"
Regan menggetuk-ngetuk pintu kamar berharap Adera membukanya karna dia ingin memeluk dan mencium istrinya itu sekarang juga. "Adera ayolah, aku pengen cium kamu." Kata Regan.
"Minta cium aja sama cewek yang pernah kamu tidurin!" Sahut Adera dari dalam.
Regan menghebus nafasnya gusar. Kenapa Adera tidak percaya kalau Adera adalah gadis pertama yang ia tiduri? Kenapa Adera tidak mempercayainya?
"Oke aku jujur, sebelum kita nikah, aku sering tidur bareng Dito, puas?" Ucap Regan. Maksud dari ucapan Regan adalah dia pernah tidur bersama dengan Dito, ya menginap maksudnya sambil bermain game maksudnya.
Dan pada akhirnya Adera membuka pintu kamarnya membuat Regan tersenyum karna istrinya membuka pintu kamar juga akhirnya. Namun tiba-tiba...
Plak!
Adera menampar pipi Regan. Dia salah paham dengan ucapan Regan barusan. "TIDUR DILUAR!" teriak Adera lalu menggebrak pintu kamar kedua kalinya.
Regan yang merasakan pipinya memanas karna tamparan dari Adera malah tersenyum gemas. Melihat wajah Adera yang marah itu membuatnya gemas. Aghhh, Regan sangat tidak kuat dengan kegemasan istrinya itu. "Why you so cute, Adera?" gemasnya.
__ADS_1
Regan masih memegangi tamparan cinta dari sang istri, dia berjalan ke sofa dan mendudukkan bokongnya disana. Masih tersenyum-senyum sendiri sambil memegangi pipinya. "I went crazy over you, Adera Danilaova!!"