Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
Butuh Penjelasan


__ADS_3

"Adera kita butuh penjelasan!" Kata Gina, dia langsung mengintrogasi Adera begitu Adera baru saja datang ke kantor dengan Kiran dan Cantika.


Mereka mengintrogasi Adera yang barus saja ingin duduk dimeja kerjanya dan itu membuat Adera tersenyum kaku sambil menggaruk-garuk kepalanya, rupanya mereka mengetahui tentang malam itu. Tentu saja mengetahuinya, itu malah membuat semua tamu kehebohan dengan kejadian malam itu apalagi mereka.


"Jelasin ke kita tentang malam itu, Adera? Siapa pria tampan itu? Kenapa dia bisa meluk kamu begitu? Siapa dia Adera?" Pertanyaan yang keluar dari ketiganya secara bersamaan.


"Aku bakal jelasin, tapi nanti ya?" Kata Adera, mengulur waktu. Dia tidak bisa cerita kalau orang yang memeluknya secara tiba-tiba dipesta itu adalah papa kandung Raka dan suaminya.


"Kenapa gak sekarang aja? Sekarang aja oke?" Gina memaksa Adera karna sangat penasaran dengan pria yang memeluk Adera malam itu.


Dan Adera menghebus nafasnya, baiklah dia akan menjelaskan sedikit tentang kejadian malam itu kepada mereka. Daripada Adera terus diganggu mereka saat berkerja, karna Adera tidak bisa berkerja jika diganggu. Jadi dia memutuskan untuk menjelaskannya walau tidak secara rinci.


"Oke, aku cuma ngasih tau sedikit tentang pria itu. Dia suami aku." Jelas Adera dengan singkat dan itu berhasil membuat mereka bertiga terkejut bahkan karyawan lainnya juga sangat terkejut dengan penjelasan Adera. Tentu saja, gosip itu sudah tersebar dengan cepat ke semua karyawan.


Gina, Kiran dan Cantika menutup mulut mereka yang terbuka lebar saking terkejutnya dengan ungkapan Adera. Mereka tidak bisa berkata-kata selain saling menatap satu sama lain.


"Udah ya, aku mau ke meja ku." Adera berjalan ke meja kerjanya tanpa mempedulikan reaksi mereka bertiga yang masih terkejut itu.


"Yaa, padahal kita udah ngedukung Adera sama pak Zayn. Ternyata dia udah punya suami, dan suaminya itu gak beda jauh dari pak Zayn bahkan lebih oke dari pak Zayn." Kata Kiran pada kedua temannya sedangkan Adera sudah duduk dimeja kerjanya, segera membuka komputernya.


Gina dan Cantika menganggukan kepalanya. "Pantes aja Adera sering nolak dijodohin sama pak Zayn, toh suaminya lebih-lebih dari pak Zayn." Timpal Gina.


"Betul-betul, aku aja sampe sempet kesemsem sama suami Adera pas pertama kali liat lho, walau pak Zayn masih tetap dihati tapi gimana ya..." Cantika menyetujuhinya.


"Dan berarti pria itu, papa kandungnya Raka?"


"Adera, jadi selama ini kamu nolak pak Zayn ternyata udah ada yang lebih dari dia? Ya ampun, Ra, kenapa gak bilang sih?" Karin berkata pada Adera.

__ADS_1


"Terus kenapa kamu gak bilang kamu punya suami dari awal?" Gina menambahkan.


Adera menaruh tasnya diatas meja kerjanya, dia menatap ketiga rekan kerjanya yang masih saja membicarakannya. "Aku gak pernah bilang kalo aku single, lho." Jawab Adera.


"Tetep aja, tapi kenapa dia baru nonggolin mukanya sekarang?" Tanya Karin dengan bingung.


Dahi Adera mengkerut. Kenapa mereka ingin tahu sekali masalah pribadinya? Dan Adera sedikit tidak nyaman dengan itu. "Maaf ya, gak bisa cerita kalo masalah itu. Maaf," kata Adera membuat ketiga wanita itu mengerti.


"Maaf ya, bikin kamu gak nyaman." Sesal Gina.


"Gak papa." Adera tersenyum.


Suasana ruangan karyawan langsung membisu ketika melihat seorang Zayn datang ke ruangan mereka dengan sikap wibawanya. Bahkan ketiga serangkai itu langsung diam begitu melihat Zayn datang dengan gaya coolnya.


Serentak mereka semua menyapa sang CEO dengan bebarengan kecuali Adera, karna dia tidak menyadari kehadiran CEO itu disana karna dia sibuk dengan pikirannya sendiri sambil melihat laporan-laporan yang masuk ke mailnya.


Adera langsung tersadar dan dia sedikit terkejut. Dia sontak langsung berdiri dan membukukkan tubuhnya kepada Zayn, karna dia banyak pikiran entah kenapa dia malah melakukan itu. Perlakuan yang belum pernah dia lakukan pada CEO angkuh itu.


"Ikut ke ruangan saya." Perintah Zayn dan Adera langsung mengikuti Zayn dari belakang menuju ruangannya.


Adera berjalan mengikuti Zayn dari belakang dan masuk ke dalam lift begitu lift terbuka. Dia hanya terdiam, biasanya dia akan berbicara dan bertanya pada Zayn atau bisa dibilang tidak bisa diam tapi kali ini dia hanya terdiam, sibuk dengan pikirannya sendiri.


Dan Zayn yang menyadari itu melirik Adera, dia merasa setelah kejadian malam itu, Adera banyak diam. Dan itu membuatnya sedikit khawatir, atau memang dianya saja yang terlalu menghawatirkannya?


Saat lift terbuka, Zayn dan Adera beriringan berjalan ke ruangannya. Dan lagi-lagi Adera hanya terdiam hingga sesampai diruangannya dan duduk disebrang meja kerja Zayn, Adera baru membuka suaranya.


"Kenapa anda memanggil saya kemari?" Tanya Adera akhirnya.

__ADS_1


Zayn menghebus nafasnya, dia menatap Adera dengan serius. "Ada yang membuat saya kepikiran dan penasaran, Adera." Kata Zayn.


Kening Adera mengkerut. "Ada apa?" Tanya Adera lagi tidak mengerti.


"Apa malam itu terjadi sesuatu pada kamu dan juga Regan?" Tanya Zayn langsung ke intinya.


Kedua alis Adera terangkat. "Tunggu, Regan? Anda mengenal Regan, pak?" Adera berbalik bertanya.


Zayn menganggukan kepalanya. "Saya mengenal dia, dia teman masa SMA saya. Dan pertanyaannya, apa hubungan kamu dengan Regan sampai Regan memeluk kamu malam itu?" Jawab Zayn.


Adera terdiam sejenak lalu membuka suaranya lagi. "Kenapa bapak ingin tahu tentang privasi saya?"


Zayn pun tidak tahu alasannya, setelah malam itu, Zayn tidak bisa tidur dengan nyenyak karna terus memikirkan tentang malam itu. Dan Zayn pun tidak tahu alasannya kenapa. "Saya pun tidak tahu, Adera. Sungguh, saya merasa ada yang tidak beres dengan saya." Zayn memijit pelipisnya dengan pelan.


"Saya tidak mengerti apa yang anda katakan, pak Zayn." Adera mengkerutkam dahinya.


Zayn kembali menatap Adera. "Apa kamu punya hubungan spesial dengan Regan?"


Adera menatap Zayn dengan heran. Kenapa dia ingin sekali mengetahuinya? Kenapa pagi ini aneh sekali, semua orang ingin mengatahui privasinya dan jujur Adera kurang nyaman apalagi Zayn sebegitu ingin tahunya tentang hubungannya dengan Regan.


"Maaf pak, sepertinya ini tidak bisa saya jawab. Karna ini bukan masalah perkerjaan, jadi saya tidak bisa menjawabnya, maaf."


"Kalau anda sangat ingin tahu, kenapa tidak menanyakan langsung pada Regan? Bukannya dia teman semasa SMA anda? Kalo gitu saya permisi." Adera bangun dari kursi dan beranjak pergi dari sana.


Adera kurang nyaman jika Zayn menanyakan privasinya, karna dia dan Zayn hanya sebatas atasan dan bawahan. Tidak seharusnya dia bertanya tentang privasinya.


Sedangkan Zayn, seperginya Adera dari ruangannya, dia menyenderkan kepalanya disenderan kursi. Memalukan, kenapa dia bisa bertanya hal yang tidak seharusnya dia tanyakan pada Adera? Dan kenapa dengan perasaannya akhir-akhir ini? Dia sama sekali tidak mengerti.

__ADS_1


Zayn menghebus nafasnya gusar, apa dia mempunyai perasaan spesial pada wanita itu sampai membuatnya begini? Jika benar, apa yang harus Zayn lakukan ke depannya? Zayn tidak tahu.


__ADS_2