Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
28: Mama


__ADS_3

Regan menghantar Adera ke kampusnya menggunakan mobil. Sesampainya di parkiran kampus Adera, Regan memberhentikan mobilnya disana. Regan yang memakai kacamata hitam, menoleh ke Adera dimana gadis itu duduk manis di sebelahnya. Dia menurunkan kacamata hitamnya sampai ke hidungnya.


Mungkin kalau gadis lain yang melihat Regan memakai kacamata hitam seperti itu akan terpana karna ketampanannya yang luarbiasa. Namun Adera tetaplah Adera, dia bahkan tidak terpesona sama sekali dengan suaminya.


Adera mengambil tasnya yang ada kursi belakang. Saat dia mengambilnya, tasnya tidak sengaja malah mengenai wajah Regan. Regan yang terkena tas Adera tertawa geram. 


"Ups, sori.." sesal Adera terdengar tidak niat malah dia menahan tawanya.


Regan mendengus kesal. Wajah tampannya tidak ada apa-apanya bagi Adera. Lihat saja barusan, dia merusak wajahnya yang tampan itu.


Adera memakai tasnya. Dia menatap Regan yang menatapnya dengan wajah datar. Karna tas Adera, kacamata yang dikenakan Regan tadi terjatuh entah kemana.


"Nanti pulang dari ngampus jangan kemana-mana." Kata Regan.


Kedua alis Regan terangkat. "Kenapa?" Tanyanya.


"Nanti gue mau kasih tau seseorang sama lo."


Seseorang?


"Siapa?" Tanya Adera dengan penasaran.


"Ada lah. Orang spesial yang pengen gue kenalin sama lo." Ucap Regan.


Adera terdiam. Apa Regan akan memberitahunya bahwa ada kekasih yang sangat ia cintai yang ingin dikenalkan pada Adera?


Melihat Adera bengong. Regan menyentil dahi Adera membuat Adera terpekik. "Bengong lagi lo."


Adera mendesis sambil memegang dahinya. "Gak mau ah." Tolak Adera mentah-mentah.


Sebelah alis Regan terangkat. "Gak mau?" Beo Regan.


"Iya, aku tau kalo kamu pengen nemuin aku sama selingkuhan kamu kan?" Kata Adera sambil memicingkan matanya kepada Regan.


Regan terkekeh. Kenapa Adera sampai mikir kesana? Padahal dia ingin menemukan Adera dengan mamanya yang berada dirumah sakit. "Kok lo mikirnya kesitu?"


"Ya iyalah. Aku liat di ftv-ftv yang ada ditv tuh. Ada tuh kerakter pemeran utamanya yang bilang kalo dia mau nemuin istrinya sama orang spesial. Eh gak tau nya selingkuhannya. Udah ketebak deh, pasti kamu pengen ngelakuin hal yang sama kayak di ftv kan?" Panjang lebar Adera, dia melipat tangannya di dada.


Regan tertawa kecil. Luarbiasa istrinya itu, kenapa dia bisa-bisanya menyamakan dia dengan bhajingan ditelevisi? Regan tidak habis pikir. "Sok tau lo. Pokoknya nanti pas pulang, gue langsung jemput lo disini. Awas aja kalo gak."


Adera memutar bola matanya malas. "Iya." Jawab Adera dengan malas.


"Yaudah sana keluar. Belajar yang bener, biar pinter dikit itu otak." Suruh Regan.


Adera tidak terima. Maksud Regan otak Adera bodoh begitu?

__ADS_1


"Aku pinter ya!" Adera tidak terima.


"Iya iya lo pinter. Sana, nanti lo terlambat lagi." Kata Regan.


Adera menganggukan kepalanya. Dia membuka pintu mobil saat dia ingin keluar dari mobil namun Regan menahannya. Membuat Adera kembali menatap Regan sambil menyatukan kedua alisnya. "Apa lagi?" Nada bicara Adera terdengar malas.


"Lo gak salim dulu sama suami?" Regan mengingatkan kewajiban Adera padanya.


"Oh iya lupa." Adera menarik tangan Regan dan mencium tangannya setelah itu dia keluar dari mobil sambil menutup kembali pintu mobilnya.


Regan lupa mengingatkan sesuatu pada istrinya yang pelupa itu. Regan membuka kaca mobilnya. "Dera!" Panggil Regan.


Adera yang sudah berjalan menuju gedung kampusnya menoleh lagi. "Apa lagi sih?" Kesal Adera.


"Jangan lupa nanti, gue jemput lo. Awas aja kalo keluyuran kalo gak--" perkataan Regan terpotong karna Adera lebih dahulu menyela perkataannya.


"Iya inget. Kalo gak kena hukuman kan? Iya, gue inget." Dengan kesal Adera menyela perkataan Regan dan dia sampai tidak sadar kalau dia membuat kesalahan lagi.


Dan Regan sepertinya tidak menyadarinya. "Durhaka lo." Cibir Regan sambil tertawa kecil.


Adera memutar bola matanya. Dia kembali berjalan menuju gedung kampusnya. Meladeni Regan terus-menerus membuat emosinya terkuras. Apa katanya tadi, dia ingin menemukan Adera dengan orang spesial. Haha lelucon apa itu. Adera menggerutu dalam hati.


......................


Adera menganga tidak percaya kalau Regan membawanya ke rumah sakit jiwa. Apa Regan serius membawanya ke tempat itu?


Adera menatap Regan. Dia tidak tahu apa yang dipikirkan Regan sampai membawanya kesana. "Ngapain kita kesini?" Tanya Adera. Tidak mungkin kan Regan mantan pasien disana dan ingin menemukannya dengan suster yang berjasa padanya. Itu kemungkinan sih. Pikir Adera.


Regan menatap Adera dengan senyum smirknya. "Kita daftar buat lo masuk kesana." Ucap Regan dengan kejam.


Adera menggelengkan kepalanya sambil melotot sempurna. Dia tidak mau dimasukkan kesana. "Gak mau."


Regan terkekeh geli. "Gak elah. Kita mau nemuin seseorang di dalam sana." Kata Regan.


Jangan bilang kalau seseorang yang dimaksud Regan adalah suster yang merawatnya saat dia dirawat di rsj ini dan dia jatuh cinta dengan suster itu. Wahh itu masuk akal.


"Mikir apa lo?" Tegur Regan.


Adera menggelengkan kepalanya.


"Yaudah kalo gitu kita masuk ke dalam." Kata Regan, dia langsung menarik tangan Adera kedalam rumah sakit jiwa itu.


Adera tidak tahu kalau Regan juga terkenal disana. Ternyata para perawat disana mengenal Regan bahkan mereka menyapa Regan seperti sudah kenal dengannya. Apakah itu masuk akal jika Adera berpikir Regan punya hubungan spesial dengan salah satu perawat disana melihat betapa kenalkan para perawat-perawat itu pada Regan.


Adera hanya diam, mengikuti Regan yang menggenggam tangannya menuju suatu ruangan. Sepertinya Adera harus seberusaha mungkin tenang dan siap mental di depan kekasih Regan sebentar lagi.

__ADS_1


Regan membuka pintu ruangan itu. Hal pertama yang Adera lihat adalah seorang wanita paruh baya yang sedang duduk dikursi goyang bersama perawat yang sedang menyuapinya disebelahnya.


Adera mengangkat kedua alisnya. Dia tidak tahu hubungan wanita paruh baya itu dengan Regan sampai Regan menyebutnya orang spesial atau mungkin yang Regan maksud bukan wanita itu melainkan perawat cantik yang duduk disebelah wanita paruh baya itu?


"Akhirnya mas Regan datang." Sapa perawat itu. Dia bangun dari kursi dan menghampiri Regan. Sepertinya bangunnya perawat itu tidak membuat wanita itu bergeming melihat dia tidak beraksi apapun.


"Ibu gak mau makan mas dari tadi." Perawat itu melapor pada Regan.


Regan menghela nafasnya panjang. "Yaudah suster bisa pergi dulu. Biar saya yang menyuapi mama saya." Kata Regan pada perawat itu.


Perawat itu menganggukan kepalanya. "Iya, kalo gitu saya permisi mas." Perawat itu langsung melenggang pergi dari sana.


Sebentar, sepertinya Adera salah dengar, kalau Regan menyebutkan kalau wanita paruh baya itu adalah mamanya?


Begitu perawat itu pergi sambil menutup kembali pintu ruangan itu, Regan menarik Adera mendekat pada wanita paruh baya itu.


Regan melepaskan tangan Adera dan dia berjongkok dihadapan mamanya, Rose. Dia menggenggam kedua tangan Rose dan itu membuat Rose tersadar karna Rose sangat tahu sentuhan anaknya.


"Regan kamu datang?" Seru Rose senang.


Regan tersenyum. "Sesuai janji Regan kemarin, Regan bawa menantu mama kesini." Kata Regan.


Melihat Regan begitu lembutnya pada mamanya yang sakit itu, Adera tanpa sadar tersenyum. Sosok Regan yang lembut itu berhasil membuat hatinya luluh begitu saja.


"Dimana? Dimana gadis cantik itu?" Rose seperti tidak sabar menemui menantunya.


"Adera," panggil Regan menyuruh Adera mendekat.


Adera mendekat sambil tersenyum, dia mencium tangan Rose.


Rose yang tidak percaya melihat menantunya yang hanya diberi tahu Regan secara langsung membuat Rose bahagia, dia tersenyum lebar. "Ya allah, cantik sekali istri kamu, Regan." Ucap Rose, kesenangan melihat menantunya.


Regan tersenyum bahagia melihat Rose kembali tersenyum seperti itu hanya melihat Adera. Sedangkan Adera hanya tersenyum malu. Dia berjongkok dihadapan Rose tepatnya disebelah Regan.


"Aku boleh panggil mama kan?" Kata Adera.


"Ya boleh lah, sayang. Ya ampun Regan mama gak percaya kamu nikah sama gadis secantik ini."


"Mama juga cantik kok. Aku sampe terpana lho tadi ngeliat kecantikan mama." Ucap Adera membuat Rose cekikikan.


"Bisa aja kamu, sayang." Rose cekikikan.


"Mah, tadi kata perawat mama gak mau makan, mama mikirin apa sih?" Tanya Regan, sekarang giliran dia yang ditatap oleh Rose.


"Mama cuma gak nafsu aja." Jawab Rose membuat Regan menghela nafasnya.

__ADS_1


"Mama, makan dong. Kalo mama gak makan, gimana nanti bisa ngeliat cucu mama?"


Adera melotot mendengar perkataan Regan barusan. Apa? Cucu?


__ADS_2