
"Kamu nanti pulang malam?" Tanya Adera pada Regan dikursi pengemudi.
Regan menoleh ke Adera. "Aku gak tau. Kenapa emang, hng?" Jawab sekaligus tanya Regan balik.
Adera menggelengkan kepalanya. "Gak papa sih, cuma nanya aja. Aku pulang dari kantor nanti mau main sama Friska. Boleh kan?" Kata Adera.
Regan memberhentikan mobilnya ketika sudah sampai diparkiran kantornya lalu dia menatap Adera yang masih menunggu jawaban darinya. "Iya, boleh. Tapi emang kamu gak capek?" Tangan Regan terangkat mengelus-elus rambut lembut Adera.
Adera memegang tangan Regan yang mengelus rambutnya, dia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis. "Ngelayanin kamu aja aku kuat, masa main sama Friska aja capek." Ucap Adera.
Regan terkekeh, tiba-tiba saja keinginannya memasuki Adera datang karna ucapan Adera itu. "Wah, sekarang Adera udah dewasa ya." Goda Regan.
Adera memutar bola matanya. "Aku udah dewasa semejak kamu tidurin, haha," sahut Adera dibarengi tawa pelan.
Regan ikut tertawa pelan. Kenapa istrinya itu menjadi bicara terang-terangan seperti ini?
"Eumm, Regan, bibir aku gak terlalu merah kan ya?" Tanya Adera, tadi sebelum berangkat ke kantor, Adera berburu-buru karna kesiangan dan dia pun sempat tidak bercermin.
"Coba sini aku liat," Regan menyuruh Adera lebih mendekat.
Adera membuka sabuk pengamannya lalu mendekatkan wajahnya pada Regan. Namun Regan malah berdecak dimana membuat Adera tidak mengerti. "Apa sih?"
"Lebih dekat, sayang." Ucap Regan dengan lembut dimana membuat hati para wanita hanyut seketika terkecuali Adera, karna dia sudah terbiasa dengan itu.
Adera lebih mendekat kali ini dan Regan malah mendorong bibirnya membuat kedua bibir mereka menyatu.
Regan ******* lembut bibir Adera, menikmati bibir istrinya sebelum dia menjalani hari ini. Dan Adera juga membalasnya dengan seksama. Ketahuilah, sekarang Adera sudah banyak belajar dengan Regan tentang berciuman dan dia sedikit pro melakukannya walau tidak sehebat Regan.
Setelah sudah cukup puas, Regan melepaskan pengutan mereka. Dia menatap sang istri yang juga menatapnya, dia tersenyum. Tangannya bergerak mengusap airliur yang ia tinggalkan disudut bibir Adera.
"Pasti sekarang bibir merah aku berantakan." Kata Adera, dia langsung menarik dasboard diatas kepalanya dan bercermin disana. Tapi entah kenapa bisa lipstiknya tidak berantakan padahal kan dia berciuman dengan Regan tadi.
"Aku bantu kamu hapus sedikit, lagi kamu pake lipstik terang banget. Mau kamu tunjukkin ke siapa emang, hng?"
Adera kembali menatap Regan, kini dia menahan tawanya melihat bibir Regan ada bekas-bekas lipstiknya. Dengan cepat Adera menghapus bekas lipstik itu dibibir Regan dan Regan hanya diam saja. "Kalo kamu ke kantor begini, percaya deh pasti heboh, hahaha," Adera tertawa.
Regan tersenyum. "Yaudah kalo gitu kita bolos aja hari ini." Ucap Regan.
Kedua alis Adera terangkat. "Apa? Kamu kira kita masih sekolah apa? Bolos-bolos."
"Ya abis aku gak pengen jauh-jauh dari kamu." Manja Regan, biasalah dia akan begitu jika bersama Adera.
"Dih, bucin dasar." Cibir Adera. "Yaudah ya, kalo gitu aku mau langsung ke dalam aja. Aku gak mau terlambat." Kata Adera sambil mengambil tasnya yang ia taruh dikursi belakang.
__ADS_1
Wajah Regan meregut. Dia sangat tidak suka berjauh-jauh dari Adera. Bisa saja dia berada dikantor cabang disana, tapi Adera pasti akan marah padanya.
Melihat wajah Regan cemberut, Adera terkekeh pelan. "Ih kok kamu cemberut? Ihhh kok gemes?" Dengan gemas Adera mencubit pipi Regan.
Regan tidak bisa menahan senyumnya ketika Adera mencubitnya dengan gemas.
"Kalo gitu aku pergi ya," pamit Adera.
Dengan lemas Regan menganggukan kepalanya. "Iya," jawabnya.
Sebelum membuka pintu mobilnya, Adera memicingkan matanya kepada Regan. Lalu dengan secepat kilat dia mencuri satu kecupan di pipi Regan dimana membuat Regan terkejut karna perlakuannya itu. "Sampai jumpa lagi, daddy Regan." Kata Adera lalu dia keluar dari mobil setelah mengatakan itu.
Regan menyentuh pipinya sendiri. Hatinya bagai ingin meledak karna perlakuan tiba-tiba istrinya itu apalagi Adera memanggilnya dengan sebutan 'daddy' seketika Regan ingin pingsan saja mendengar itu bahkan hidungnya mulai mengeluarkan darah karna Adera.
......................
"Ra, wah gak nyangka ya sebentar lagi masa magang kamu habis." Kata Alisia pada Adera.
Sekarang mereka tengah menikmati makan siang dikantin kantor, seperti biasa lah, mereka selalu berduaan saja jika di kantor.
Adera menatap Alisia. Betul juga, sebentar lagi masa magangnya akan berakhir. Dia tidak menyangka bisa secepat ini. "Oh iya yah, gak nyangka juga aku, mbak."
Alisia tersenyum, dia duduk lebih mendekat ke Adera dimana membuat Adera mengangkat kedua alisnya. "Ra, mbak pengen tau deh."
"Apa mbak?" Tanya Adera.
Kening Adera mengkerut mendengar pertanyaan Alisia. "Positif? Positif apa tuh mbak?"
Alisia menyenggol lengan Adera. "Positif hamil, Ra."
Adera tersedak mendengarnya. Buru-buru dia mengambil air dan meminumnya. Pertanyaan Alisia sangat mengejutkannya.
Setelah sudah minum, Adera menatap Alisia lagi. "Mbak, aku belum," jawab Adera.
"Oh belum ya, mbak kira pak Regan orang yang berusaha keras."
"Maksud mbak?"
"Berapa kali pak Regan minta jatah?" Tanya Alisia makin ngawur.
Untung saja Adera tidak tersedak lagi. Dia sedikit terkejut sih Alisia menanyakan itu tapi sepertinya Alisia pantas untuk menjadi tempat bercerita tentang rumah tangganya karna dia kan sudah berpengalaman.
Alisia mengangkat kedua alisnya menunggu jawaban Adera. Mungkin dia juga penasaran dengan Regan.
__ADS_1
"Itu mbak, kadang dua kali sehari, kadang-kadang juga tiga kali sehari. Udah kayak minum obat lah mbak, dia tuh." Jawab Adera.
Alisia tertawa kecil mendengarnya. Sesuai gosip yang ada jika Regan memang kuat diranjang, ya lihat saja dari tubuhnya. Sudah terlihat. "Wah, durasinya gimana?" Tanya Alisia lagi tambah-tambah, tidak tahulah.
Pipi Adera memerah seketika mengingat durasi yang ia habiskan jika sedang bercinta dengan Regan. Mungkin itu jika di ingat-ingat setiap mereka melakukannya durasinya lebih dari dua jam atau lebih. Regan itu benar-benar kuat diranjang bahkan Adera pernah kelelahan melayaninya.
Adera menggelengkan kepalanya. "Mbak, jangan tanya-tanya ituan ah." Kesal Adera.
Alisia tertawa puas menggoda Adera. "Pasti kuat lebih dua jam kan?" Tebak Alisia.
Lagi-lagi pipi Adera merona. "Mbak ah," rengek Adera dimana membuat Alisia makin mengencangkan tawanya.
"Eh udah denger blom, gosip hangat pagi ini?" Gosip karyawan yang duduk dibelakang meja Alisia dan Adera.
Adera dan Alisia seketika terdiam mendengar gosipan itu dan ketika sudah mendengarnya giliran mereka lah yang menggosipinya.
"Apa tuh?"
"Katanya pak Regan udah punya istri loh."
"Ah masa? Kok gue gak rela ya, pak Regan udah punya istri."
"Yee emang lo doang, hari ini tuh hari patah hati sedunia. Karna pak Regan ternyata udah punya pawang."
"Heem,"
"Tapi lo mau tau lagi gak?"
"Apa?"
"Ternyata pak Regan ngehamilin istrinya duluan."
"Maksud lo, hamil diluar nikah gitu?"
"Iya,"
Byurr!
Saking menikmati mendengarkan gosip dari rekan kerjanya itu, Adera malah dikejutkan dengan seseorang yang menumpahkan sop panas dibajunya.
Buru-buru Adera terbangun dan menepuk-nepuk blouse yang ia pakai. Tubuhnya menjadi panas karna sop panas yang tumpah tepat diblousenya.
"Adera," kaget Alisia.
__ADS_1
"Ya ampun," seseorang yang menumpahkan sop itu dibaju Adera berseru dengan kencang.
Adera menatap orang yang menumpahkan sop itu. Kedua alisnya terangkat.