Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
72: Falling In Love


__ADS_3

"Pah, papa selalu nyuruh aku buat nikah kan?" Kata Regan pada papa Jay yang sedang duduk santai di living room sambil menyeruput kopinya.


Papa Jay menaruh kopinya diatas meja, dia menatap Regan yang duduk dihadapannya sekarang ini. "Kenapa? Kamu udah kepikiran mau nikah? Mau papa cariin wanita yang pas buat kamu?" Jawab papa Jay dengan kedua alis terangkat.


Regan menggelengkan kepalanya. "Gak pah. Tapi aku udah nemuin seseorang yang buat aku jatuh cinta." Kata Regan membuat papa Jay terkejut.


Papa Jay bahkan menyembur kopinya yang ada dimulutnya ke wajah Regan saking terkejutnya dengan ucapan putra sulungnya itu. "Apa? Kamu jatuh cinta? Kok bisa?" Papa Jay tidak percaya.


Karna setahunya, putranya itu tidak pernah tertarik pada wanita manapun bahkan saat dia masih kecil. Papa Jay saja sempat memikirkan karna Regan tidak tertarik wanita dan dia takut Regan malah tertarik dengan sesamanya. Namun mendengar Regan jatuh cinta dari mulutnya sendiri tentu membuat papa Jay terkejut bukan main.


"Ternyata aku udah jatuh cinta dari sepuluh tahun lalu, pah." Ucap Regan, dia tersenyum sendiri setelah menyadari perasaannya pada gadis itu.


Memang sepuluh tahun lalu Adera masih menjadi gadis kecil namun dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia punya perasaan yang berbeda pada gadis itu bahkan setelah bertahun-tahun Regan masih memikirkannya. Setelah melihatnya hari ini, Regan sangat yakin dengan perasaannya.


Papa Jay menampilkan wajah serius. Dia menatap putranya itu dengan wajah tegas. "Siapa dia Regan?" Tanya papa Jay.


"Dia gadis kecil yang dulu aku anggap adik sendiri pah. Sekarang aku ketemu lagi sama dia setelah sepuluh tahun berlalu. Dan aku emang jatuh cinta sama dia, pah." Jawab Regan dengan yakin.


Papa Jay menghela nafasnya. "Jadi? Sekarang kamu apa? Apa rencana kamu mendapatkan gadis itu, Regan?"


"Regan mau jadiin dia istri aku, pah." Tegas Regan.


Setelah berbicara dengan papa Jay, papa Jay mendukung keinginan Regan untuk melamar gadis bernama Adera itu ke rumahnya. Papa Jay awalnya apakah itu berhasil atau tidak.


......................


Beberapa minggu berlalu, Regan dan papanya akhirnya mencoba mendatangi rumah gadis yang bernama Adera itu.


Saat Adera menunjukkan wajahnya dihadapan Regan, Regan benar-benar tidak bisa berbicara apa-apa melihat gadis kecil yang polos saat itu kini sudah tumbuh dengan cantiknya. Regan bahkan sampai gugup setengah mati begitu dia melihat Adera dan juga Adera melihat kearahnya.


Tapi dengan keberaniaannya, Regan melamar Adera walaupun sedikit dengan paksaan juga dengan hinaan yang ia lontarkan ke bapaknya, tapi sungguh itu semua ia lakukan hanya dengan satu tujuan, memiliki Adera seutuhnya.

__ADS_1


Dan siapa disangka gadis kecil yang ia kenal gadis yang polos sekarang sudah menjadi gadis yang pemberani. Tidak pernah disangka, Adera berani duduk diatas pangkuannya di depan papa dan bapaknya karna. Dan itu membuat Regan tidak bisa bernafas, sungguh, dia sangat gugup saat itu.


Namun kebahagiaan menimpa Regan. Adera, gadis itu menerima lamaran Regan. Ya, walaupun Regan melamar tapi dengan paksaan dan siapa sangka gadis itu menerimanya dengan aksi naik keatas pangkuan Regan di depan kedua orang tua mereka.


Mereka melangsungkan pernikahaan itu dengan Adera yang belum memiliki perasaan apapun dengannya. Regan yakin dia bisa membuat Adera jatuh dalam pelukannya.


Regan memang bukan pria yang romantis, dia juga tidak tahu cara memperlakukan seorang wanita bagaimana. Namun caranya memperlakukan Adera itu berbeda, berbeda dari yang lainnya.


Dia memperlakukan Adera dengan caranya sendiri, ya walau banyaknya pertengkaran antara mereka bahkan mereka hampir saja ingin berpisah karna kesalah pahaman keduanya. Dan pada akhirnya, dia berhasil. Berhasil mendapatkan hati Adera seutuhnya, berhasil membuat Adera jatuh dalam pelukannya.


Begitulah kisah dimana Regan mulai jatuh cinta pada Adera. Walaupun banyaknya paksaan, ancaman, Regan tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa dia bahagia. Dia sangat bahagia menikah dengan gadis pujaannya. Sungguh.


Regan sangat mencintai Adera. Begitulah adanya. Bukan perasaan yang hanya penasaran, atau obsesi semata. Regan hanya mencintai Adera, itu murni dari hatinya terdalam.


......................


Epilog.


Mereka baru saja bangun tidur, namun masih berada diatas ranjang sambil berpelukan. Karna hari ini libur, Adera jadi membiarkan Regan terus memeluknya walaupun dia baru bangun dan juga belum mandi.


Regan memeluk tubuh Adera dengan mengangkat kakinya mengunci kaki Adera agar Adera tidak langsung bangun dari ranjang, yah seperti mengunci pergerakan Adera lah. Regan menatap Adera juga. "Kamu mau manggil aku apa?" Tanya Regan dengan suara serak-serak basahnya.


Adera berpikir sebentar. "Eumm, gimana kalo oppa?"


Regan tertawa mendengarnya. "Kamu mau punya suami kakek-kakek?"


"Ih bukan kakek-kakek. Rina selalu manggil kayak gitu kek idol korea. Kayak panggilan buat cowok-cowok korea gitu katanya." Kata Adera.


"Gak mau. Apaan oppa-oppa, kamu nyamain aku sama mereka?"


"Emang kenapa? Ganteng-ganteng tau."

__ADS_1


"Sayang, lebih gantengan aku." Ucap Regan dengan percaya diri.


Adera menatap Regan dengan wajah datar. Kenapa Regan begitu percaya diri saat bersamanya? Juga selalu memamerkan ketampanan dan kepanasan tubuhnya. "Jangan percaya diri begitu ya!"


Regan terkekeh. "Emang kenapa? Itu kenyataannya sayang." Kata Regan sambil mengecup bibir Adera.


Adera tersenyum, dia memukul dada bidang Regan. Dia tersipu. Wajah Regan yang baru bangun tidur, ditambah dadanya yang terbuka membuatnya lebih tampan seratus kali lipat. Dan Adera baru menyadari ketampanan suaminya itu yang luarbiasa.


"Mau mandi bareng?" Ajak Regan.


"Mandi bareng?" Beo Adera.


"Atau mau lakuin rutinitas pagi hari?" Regan mengedipkan sebelah matanya dengan nakal.


Adera mengangkat kedua alisnya. Tapi dia mengetahui maksud itu. Apalagi kalau bukan rutinitas ranjang dipagi hari.


"Aku bau loh. Kan belum mandi." Adera mencari alasan agar tidak melakukan apa yang di inginkan suaminya itu.


"Peduli setan." Regan langsung menindih tubuh Adera dengan cepat dimana membuat Adera melotokan matanya.


"Regan, aku bau ketek loh."


Regan menatap Adera dengan sebelah alis terangkat. "Terus? Aku gak peduli, sayang."


"Nanti malam aja gimana? Ganti scedule-nya ya?" Adera mengedap-ngedipkan kedua matanya agar Regan luluh.


Regan berpikir sebentar, lalu menghebus nafasnya panjang. "Oke, nanti malam, kita tunda dulu. Tapi--"


"Regan kamu mau ngapain?" Mata Adera melotot. Kedua tangannya ditahan Regan diatas kepalanya, seperti mengikat kedua tangannya dengan tangannya yang kekar itu.


Regan malah menampilkan senyuman mesumnya pada Adera. "Sekarang aku haus, butuh susu kamu." Katanya.

__ADS_1


Lalu kemudian dia langsung menyerang Adera dimana membuat Adera berteriak sambil tertawa secara bersamaan. Karna Regan menggelitiki lehernya dahulu sebelum dia melakukan apa yang ia mau pada Adera.


__ADS_2