Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
70: Masa Lalu


__ADS_3

Hari itu dan malam itu, Regan baru pulang dari sekolah ralat dia baru saja pulang dari tempat tongkrongannya bersama teman-temannya disalah satu kafe terkenal di jakarta.


Dia berjalan kaki sendirian melewati jalanan yang sepi, dia berjalan dengan memasukkan kedua tangannya disaku calana sambil bersiul dengan santai. Karna motornya mogok dijalan, Regan meninggalkan motornya dijalanan. Tidak peduli ada yang mengambilnya atau tidak toh Regan bisa membelinya lagi dengan mudah secara kan dia anak sulung orang kaya.


Namun langkahnya seketika terhenti ketika seorang gadis menghalangi jalannya dengan beraninya. Yang Regan tahu gadis itu adalah teman sekelasnya yang sering dibicarakan teman-teman sekelasnya karna kecantikan dan postur tubuhnya yang lumayan seksi. Tapi gadis itu tidak membuat Regan tertarik sama sekali.


Regan menatap gadis itu dengan wajah datar dan juga terlihat galak. "Minggir!" Galaknya.


Gadis itu menggelengkan kepalanya. "Aku cuma mau ngomong sama kamu, sebentar. Boleh?" Katanya dengan beraninya.


Regan berdecak. "Apa?" Galaknya lagi.


"Bicaranya ditaman aja." Gadis itu menunjuk taman yang dekat dengan daerah itu.


Dengan segan Regan mengikuti gadis itu. Dia tahu apa yang akan gadis itu bicarakan padanya, apa lagi kalau bukan pernyataan cinta padanya. Dia sudah sering seperti ini. Tapi karna mood Regan tidak begitu buruk, Regan akan mengikutinya walaupun dia akan menolaknya seratus persen.


Sesampai ditaman, gadis itu menatap Regan dengan tatapan yang Regan sudah tahu apa artinya itu. "Regan, aku suka kamu." Ungkapnya dengan lancar seperti tidak ada kegugupan atau apapun itu. Dan ternyata gadis itu cukup berani juga menyatakan perasaannya begitu, membuat Regan sedikit tertarik untuk menyakitinya.


"Gue gak mau." Tolak Regan mentah-mentah membuat gadis itu tidak percaya.


"K-kenapa? Aku denger kamu juga suka sama aku, tapi kenapa kamu nolak begitu?" Gadis itu tidak percaya.


Regan tertawa sinis. Apa katanya Regan juga menyukainya? Darimananya, Regan saja baru tahu wajah gadis itu. "Kenapa gue harus suka sama lo?" Cibir Regan.


"Iya, karna aku cantik idola cowok-cowok disekolah. Dan mana mungkin kamu gak suka sama aku."


"Percaya diri banget lo." Regan tersenyum miring melihat gadis itu sangat percaya diri.


"Aku mau jadi pacar kamu, Regan." Katanya dimana membuat Regan mengangkat sebelah alisnya.


"Hah?"


"Aku mau jadi pacar kamu." Ulang gadis itu.


"Gue gak mau." Tolak Regan dengan cepat.

__ADS_1


Gadis itu tidak percaya dengan jawaban Regan. Padahal dia kan idola sekolah yang sangat terkenal dengan kecantikan dan kemolekan tubuhnya tapi kenapa Regan malah menolaknya?


"Kenapa?" Tanyanya tidak percaya.


Regan berdecak. "Gue gak suka lo." Ketus Regan.


"Kenapa gak suka? Banyak cowok-cowok yang lomba-lomba ngedapetin aku, tapi kenapa kamu gak suka aku?" Mata gadis itu sudah berkaca-kaca dan Regan benci melihatnya.


"Cih, karna lo bukan selera gue, ngerti?!" Decih Regan.


"Regan, tolong terima aku jadi pacar kamu, aku mohon." Tiba-tiba saja gadis itu menangis di depan Regan. Dia menatap Regan dengan mata yang terus mengeluarkan airmata.


Bukannya iba melihatnya menangis, Regan malah tersenyum miring melihat gadis itu tetap kekeh ingin menjadi kekasihnya. "Gak punya malu lo? Minta-minta begitu?" Cibir Regan.


"Aku gak peduli, asal kamu terima aku jadi pacar kamu." Kekeh gadis itu membuat Regan jadi kesal. Ah, dia benci gadis sepertinya.


"Gue gak mau! Pergi lo dari padangan gue sebelum gue bener-bener main kasar sama lo!" Bentak Regan akhirnya, dia sudah tidak tahan dengan gadis itu yang memaksa.


Gadis itu menangis kejar dan akhirnya melarikan diri. Mungkin dia masih punya rasa malu sedikit karna Regan sudah menolaknya berulang kali tetap saja dia memaksa.


Begitu gadis itu pergi, Regan itu menghebus nafasnya gusar, hampir saja dia ingin berbuat kekerasan pada gadis itu saking kesalnya.


Saking terkejutnya Regan sampai memegangi dadanya. "Lo ngapain disitu, cebong?!" Bentak Regan.


Anak kecil itu berdiri. Dia berkacak pinggang dihadapan Regan. "Kakak jahat ya bikin kakak tadi nangis." Ucap anak perempuan berumur sepuluh tahun itu.


Regan mendengus. "Salah dia, maksa banget buat jadi pacar gue."


"Tapi tetap aja kakak bikin kakak itu nangis." Ucap anak kecil itu.


Regan mengacak-ngacak rambutnya sambil menatap anak kecil itu. "Gue gak suka dia, bong."


"Kalo kakak gak mau pacaran sama kakak cantik itu berarti kakak mau jadi pacar aku dong?"


Regan mengangkat sebelah alisnya. "Hah?"

__ADS_1


"Kakak ganteng kayak pangeran terus aku cantik kayak tuan putri, jadi aku mau jadi istri kakak!" Tegas anak kecil itu sambil menunjuk Regan.


Regan tertawa mendengarnya. Dia tidak tahan untuk tertawa karna ucapan anak kecil itu. "Lo mau jadi istri gue, cil?"


Anak kecil itu menganggukan kepalanya. "Iya, aku mau jadi pacar sama istri kakak." Tegasnya.


Regan memberhentikan tawanya, dia berjongkok dihadapan anak kecil itu. "Nama lo siapa emangnya?" Tanya Regan.


"Adera, Adera Danialova."


"Nah Adera, kalo lo mau jadi istri atau pacar gue, lo harus punya susu yang gede dulu."


"Kenapa?"


"Karna gue gak suka susu kecil, gue susu besar."


Adera memasang wajah polosnya. Dia tidak mengerti maksud dari perkataan Regan. "Emang beli dimana susu besarnya?" Tanyanya dengan polos.


Regan menahan tawanya mendengarnya namun dia menahannya. "Bukan susu ituan, tapi susu lo, ngerti?"


Dengan polosnya Adera menganggukam kepalanya. "Tapi janji aku jadi istri sama pacar kakak?" Adera mengangkat jari kelingkingnya.


Dan Regan juga mengangkat jari kelingkingnya, menautkan jari kelilingnya dengan jari mungil Adera. Padahal Regan tidak serius menanggapinya, dia hanya suka saja dengan gadis mungil berwajah imut itu.


Semejak malam itu, Regan sering menemui Adera kecil ditaman, dia menemani gadis kecil itu menunggu bapaknya disana. Dia menjahilinya bahkan sering membuat Adera menangis tapi tidak bisa dipungkiri bahwa Regan merasa dekat dengan gadis kecil itu padahal dia tidak pernah dekat dengan seorang gadis seperti itu kecuali dengan mamanya. Mungkin karna dia gadis kecil yang tidak tahu apa-apa.


Karna saking seringnya menamaninya ditaman, Regan sampai tahu semua tentang gadis kecil itu. Tentang semua yang diceritakan Adera kecil padanya, bahkan dia tahu kalau ibu kandungnya meninggal saat dia berumur dua tahun dan dia dibesarkan oleh bapaknya seorang diri.


Keesok-esokan harinya, Regan masih saja menemui gadis kecil itu di taman. Setiap pulang sekolah atau pulang dari main bersama teman-temannya, Regan akan menyempatkan menemui gadis kecil itu dan menemaninya sampai bapak gadis kecil itu pulang.


Seperti sekarang, sepulang dari main dengan teman-temannya, Regan menemani Adera yang seperti biasa menunggu bapaknya pulang.


"Kakak udah punya pacar ya?" tanya Adera sambil memakan coklat pemberian dari Regan.


Regan mengangkat sebelah alisnya. "Gak, kan kata lo, lo itu pacar gue. Inget?" jawab Regan dalam hatinya dia ingin tertawa dengan jawaban yang ia berikan.

__ADS_1


Adera tersenyum lebar sambil menatap Regan. "Iya, aku suka kakak!" senangnya dimana membuat Regan yang melihatnya juga tersenyum.


Setidaknya saat bersama gadis kecil itu, Regan tidak merasa kesepian. Walau itu hanya dalam waktu sebentar.


__ADS_2