
"Sayang," panggil Regan, dia baru saja pulang dari kantor. Tapi dia tidak melihat Adera, atau mungkin istrinya itu sedang keluar sekarang?
Karna sekarang Regan sudah kembali ke kantor pusat jadi dia tidak pulang bersama Adera. Dan itu membuat Regan hampa karna berjauhan dengan Adera walau tidak sampai seharian.
Regan melempar tas kerja dan jasnya diatas sofa living room, dia mencoba mencari keberadaan istrinya namun seketika dia terkejut melihat siapa yang saat ini rebahan disofa sambil memakan beberapa cemilan.
Dan orang itu adalah sepupunya, Rivaldo yang juga adalah kekasih dari Rina, sahabat Adera. Memang sepupunya itu sering datang kesini tapi itu sebelum Regan menikah dengan Adera. Melihat sepupunya yang sok tampan itu, Regan jadi terkejut.
"Ngapain lo disini, Do?" Tegur Regan, menjitak kepala sepupunya yang sedang rebahan sambil memakan cemilan itu.
Rivaldo menatap Regan, dia berdecak. "Kenapa emang? Sombong banget lo mentang-mentang udah punya bini, jadi gue gak boleh main kesini lagi, gitu?" Cerocos Rivaldo.
"Dih, lo emang gue udah larang main kesini kan."
Larangan untuk Rivaldo itu bahkan ada sebelum Regan menikah dengan Adera. Regan melarangnya karna sepupunya itu sering kali mencuri kaset film dewasa miliknya, bahkan dia sering mencuri barang-barang brandednya bahkan dia pun juga sampai pernah mencuri celanadalam Regan. Bagaimana Regan tidak melarangnya coba?
Rivaldo berdecak lagi. "Sok banget lo mentang-mentang punya istri." Cibir Rivaldo.
Regan menjitak kepala Rivaldo sekali lagi. "Kemana Adera?" Tanya Regan.
"Di dapur sama my girlfriend. Lagi bikin kue dia buat gue." Jawab Rivaldo.
"Cih, awas aja lo minjem kamar gue buat berduaan." Ancam Regan.
"Yeee emang gue cowok apaan ngajak cewek gue ke kamar orang. Gue juga punya kamar, keles."
"Cih!" Decih Regan, lalu dia beranjak pergi ke dapur untuk menemui sang pujaan hatinya. Regan sudah merindukan istrinya itu.
Di dapur, terlihat sekali Adera tengah tertawa-tawa bersama Rina, sahabatnya. Terdengar sekali Adera dan Rina sedang menceritakan keburukan dan kelucuan pasangan masing-masing. Dan Regan pun mendengar Adera membicarakan dirinya sambil tertawa puas.
Bukannya kesal karna digosipkan para gadis itu, Regan malah ingin langsung menggurung Adera ke dalam kamar saking menggemaskannya gadis itu.
Tak ingin menunggu lagi, Regan langsung mendekati istrinya, dia memeluk Adera dari belakang tanpa peduli adanya Rina disana.
Adera terkejut karna tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang namun dia menyadari bahwa itu adalah suaminya. Dia hafal betul pelukan dan wangi maskulin dari suaminya itu.
Tapi karna adanya Rina, Adera jadi tidak nyaman. Jadi dia langsung melepaskan tangan Regan yang memeluknya.
"Kenapa?" Tanya Regan dengan sebelah alis terangkat.
"Ada orang ih, malu." Bisik Adera.
Rina yang melihat kemesraan itu hanya menggeleng-gelengkan kepala. "Udah sih, kalo mau peluk-pelukan lanjutin aja. Anggap aja gue itu nyamuk." Sindir Rina. "Gue mau ke Aldo dulu lah." Lanjut Rina.
"Ngapain lo?" Tanya Adera.
"Mau minta peluk sama dia. Emang lo doang yang bisa dipeluk cogan. Cowok gue juga ganteng tuh." Jawab Rina membuat Adera tertawa kecil.
"Yaudah sana. Minta peluk sama cowok lo sana." Usir Adera.
"Dih sibuk. Bye!" Rina meninggalkan dapur. "Ayang, mau pelukkk!" Teriak Rina kepada Rivaldo.
Adera tertawa mendengarnya. Sahabatnya memang tidak ada yang benar, tapi dia juga sama saja sih. Haha, receh deh.
__ADS_1
"Kamu baru pulang atau gimana?" Tanya Adera.
"Baru tadi." Jawab Regan.
Adera manggut-manggut. "Aku udah siapin makan malam, kalo kamu mau makan sekarang makan aja duluan." Kata Adera, dia berjalan ke oven dimana kue buatannya dan Rina dioven di dalamnya.
Regan kembali mendekati Adera yang sedang mematikan oven dan memeluknya lagi dari belakang.
Adera berdecak. "Manja," cibirnya.
"Manja sama istri sendiri gak papa kali." Jawab Regan.
"Hemm," Adera hanya berdeham.
Cup!
Regan curi-curi kecupan di pipi Adera. Dimana membuat Adera menengurnya.
"Heh?"
Regan tertawa kecil. "Gimana hari ini? Capek gak?" Tanya Regan.
"Seharusnya aku yang nanya begitu. Kamu capek gak hari ini?"
"Sedikit sih, tapi setiap ngeliat kamu rasa capek itu hilang seketika." Jawab Regan.
"Heleh."
"Mau dipijit?"
Regan mengangguk. "Pijit plus-plus."
Adera mencubit paha Regan dimana malah membuat Regan tertawa kencang.
"Kenapa sih otak kamu cuma diisi yang begituan aja?"
"Ya karna kamu yang bikin aku mikirin hal begituan, sayang."
"Mana ada. Pasti kamu juga pernah mikir mesum sama wanita lain kan?"
"Gak, sayang. Aku cuma mesum sama kamu doang."
"Masa? Buktinya kamu sering tuh nonton film dewasa. Dan gak mungkin kan kamu gak mikir cewek yang ada di film itu."
Regan terkekeh. "Kalo itu mah naluri para pria, sayang."
"Cih!" Adera berdecih.
Cup!
Sekali lagi Regan mengecup pipi Adera dan kali ini membuat Adera tersenyum.
"Udah ah sana. Mandi, terus makan." Suruh Adera.
__ADS_1
"Masih mau meluk kamu," kata Regan dengan manjanya.
"Udah sana. Aku mau mindahin kue nih."
Regan tersenyum. "Siap nyonya Mahardika."
......................
Epilog.
(Spesial Rina dan Rivaldo)
"Aldo, mau peluk!" Pinta Rina pada kekasihnya yang masih rebahan diatas sofa.
"Gak mau kamu bau tepung." Tolak Rivaldo, dia masih fokus menonton televisi sambil memakan beberapa cemilan. Mengabaikan pacarnya yang tengah cemberut karnanya
Rina berdecak sebal. Dia dengan bar-barnya naik keatas tubuh Rivaldo, lebih tepatnya mendudukan dada Rivaldo dengan sengaja. Dan Rivaldo yang merasakan itu hanya terdiam sambil menatap pacarnya itu dengan sebelah alis terangkat. "Apa?" Tanyanya.
"Peluk," manja Rina.
"Kamu aja aku minta ***** gak dikasih."
Mata Rina membulat. Dia menampar pipi Rivaldo. "Astagfirulloh, halalin aku dulu baru minta *****." Omel Rina.
"Mau emang dihalalin?" Tanya Rivaldo.
"Ya mau lah. Aku juga pengen tuh, kayak Adera. Udah nikah duluan." Sahut Rina.
Rivaldo tersenyum. Padahal dia tidak benar-benar dengan ucapan barusan yang meminta hal itu pada Rina. Tapi mendengar Rina ingin dia menghalalinya, Rivaldo menjadi bersemangat ingin menikahinya.
"Seriusan?"
Rina berdecak. "Kamu pikir aku boong gitu? Aku bukan kamu yah tukang boong!"
"Yaudah lulus nanti, langsung nikah kita." Rivaldo tersenyum lebar.
Rina pun ikut tersenyum-senyum. Membayangkan kalau mereka akan menikah nantinya.
"Sekarang bangun dong. Calon suaminya wafat karna ditiban kebo gimana?" Kata Rivaldo, dia sudah tidak tahan menahan berat Rina di dadanya.
Rina langsung bangun dari dada Rivaldo. Begitu Rina bangun dari dadanya, Rivaldo juga bangun dan terduduk disofa. Dia menatap kekasihnya itu.
Rina dengan manja langsung duduk disebelah Rivaldo dan memeluknya dengan manjah. "Awas aja ya sampe nanti kamu selingkuh duluan trus batalin nikah. Aku perkosa kamu." Ancam Rina.
"Ahhhhh, perkosa aku sekarang ajaaaa.. akuuu siap diperkosa kapan aja sama kamu,,"
Rina mencubit perut Rivaldo. Diperkosa malah kesenangan, dasar lelaki.
"Mau berbuat mesum jangan disini woi!" Tegur Adera, dia melewati kedua pasangan itu dan ingin ke kamarnya. Namun melihat kedua sejoli itu tengah peluk-pelukkan entah kenapa mulut Adera gatal ingin mencibirnya.
Rina dan Rivaldo menatap Adera secara bersamaan.
"Sibuk deh," sahut Rina.
__ADS_1