Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
59: Waktunya Unboxing


__ADS_3

Buat Regan terang sang saat melihat kamu malam ini. Kata-kata itu terus saja tergiang-giang diotak Adera. Dan berulang kali ketika mengingat perkataan Alisia, pipinya jadi memanas.


Apa dia bisa membuat Regan seperti apa yang dikatakan Alisia? Tapi memang harus begitu juga? Tidak, Alisia kan sudah berpengalaman, jadi apa yang dikatakannya itu benar.


Tapi Adera memulai dari mana? Dia sudah memakai gaun seksi yang pernah Regan belikan saat itu. Dia juga sudah berdandan secantik mungkin dan sekaligus memakai parfume secukupnya ditubuhnya. Tapi apa ini semua sudah cukup? Kenapa Adera tidak yakin sih?


Adera merengek sendiri sambil memukul-mukul udara. Untungnya sekarang dia ada di dalam kamar mandi. Dia pun sudah bersiap-siap untuk melakukan malam pertamanya dengan Regan tapi dia tidak percaya diri juga dia sangat amat gerogi sekarang.


Apakah dia harus menundanya lagi? Jika Regan bertanya, bilang saja dia masih datang bulan. Tapi entah kenapa dilubuk hatinya, Adera ingin melayani Regan segera karna dia kan juga takut karna menundanya terus-terusan membuat Regan berpaling ke wanita lain.


Tidak boleh! Segerogi apapun, setidak percaya diri apapun, Adera akan melakukannya. Iya! Dia sudah menyiapkan hatinya untuk melakukannya.


Plak!


Adera menepuk kedua pipinya, dia menatap wajahnya di kaca wastafel. "Oke, Adera. Percaya diri aja. Regan udah nunggu lama, jangan sampe dia berpaling dari lo oke?" Celotehnya sendiri.


Adera memanaskan dirinya dengan melompat-lompatkan kecil lalu menggerak-gerakan kedua tangannya, pemanasan. Baik, sekarang dia sudah menyiapkan hatinya. Dia akan keluar sekarang.


Dengan hati sekuat baja, Adera keluar dari kamar mandi. Dia menundukkan kepalanya, dia yakin kalau Regan sedang duduk menyender diatas ranjang dengan kaki selonjoran. Mungkin juga sekarang Regan tengah menatap searahnya.


Dengan pelan Adera menutup kembali pintu kamar mandi. Dia langsung berjalan mendekat ke ranjang dengan wajah malu sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Adera juga langsung mendonggakan kepalanya, menatap Regan yang benar saja duduk diatas ranjang dengan kaki selonjoran. Sekarang, dia menatap Adera dengan tatapan yang sulit Adera mengerti dan itu membuat kepercayaan diri Adera seketika runtuh.


"H-hai," saking malunya, Adera malah menyapa sambil tersenyum kikuk pada Regan.


Regan tidak bisa berkata apa-apa. Melihat penampilan Adera malam ini membuatnya terpana juga membuat matanya tidak bisa berhenti menatap gadis itu bahkan dia menatap Adera tidak berkedip sekali pun.


"Jangan liatin begitu dong, hehehe," tegur Adera sambil tertawa canggung. "Gak pantes ya? Tadi juga ngerasa sih, ganti gak nih?"


Regan turun dari ranjang, dia berdiri di hadapan Adera yang tampak malu-malu. Matanya terpaku dengan lingerie yang dikenakan Adera malam ini, itu sangat cocok dengannya apalagi dengan belahan rendah lingerie itu yang menampakan belahan Adera dari sana. Bahkan yang dibawah sana sudah beraksi melihat penampilan seksi Adera malam ini.


Seberusaha mungkin Regan menetralkan dirinya sebiasanya mungkin. Dia tidak ingin terlihat seperti benar-benar ingin menerkam Adera sekarang. "Tumben banget pake baju itu. Ada apa?" Kata Regan.

__ADS_1


Seketika Adera jadi cemberut mendengar perkataan juga pertanyaan Regan. "Emang kenapa? Gak cocok ya?"


Regan salah bicara. "Bukan. Cuma," Regan menundukkan tubuhnya sedikit dan mendekatkan bibirnya ke telinga Adera. "Kamu bikin aku pengen nerkam kamu malam ini." Bisiknya.


Adera memilin bibirnya yang ingin tersenyum. Dia juga mendekatkan bibirnya ke telinga Regan dengan sedikit berjinjit. "Coba aja." Bisiknya lalu menjauh diri sambil tersenyum malu-malu.


Regan tersenyum mendengar bisikan Adera. "Udah selesai emang?"


"Kenapa emangnya?"


"Aku gak mau kita jadi berhenti lagi pas nanti kamu bilang kalo kamu masih halangan." Ucap Regan.


Adera memicingkan matanya. "Masih gak ya?" Goda Adera.


"Ckk, ayolah, Dera. Kamu bikin dia gak bisa nunggu lagi." Decak Regan, tidak sabaran.


Bukannya menjawab, Adera malah menjinjitkan kakinya dan melingkarkan kedua tangannya di leher Regan. Dia tersenyum menggoda pada Regan.


Seakan menerima lampu hijau dari Adera, Regan langsung menyerang bibir Adera tanpa menunggunya lagi. Bukankah apa yang dilakukan Adera itu semacam memberitahunya kalau dia sudah selesai datang bulan. Jadi, tak segan-segan lagi Regan langsung mencium bibir Adera dengan panas.


Tidak bisa menahannya lagi, Regan membawa tubuh Adera keatas ranjang. Membanting tubuh Adera hingga Adera terbaring diatas ranjang dengan nafas tersegal-segal.


Regan tersenyum melihat Adera, wajah Adera sekarang benar-benar membangkitkan hasratnya. Sambil memandangi wajah Adera, Regan membuka kaos oblong yang melekat ditubuhnya dan membuangnya kesembarang arah.


Tidak bisa membayangkan lagi bagaimana wajah Adera yang semerah tomat juga nafasnya yang tersegal-segal. Adera menatap Regan yang membuka bajunya sendiri yang seperti gerakan lambat dimata Adera.


Lalu setelah membuang bajunya kesembarang arah, Regan langsung kembali menyerang bibir Adera dengan Adera yang ada dibawah kungkuhannya. Tangannya juga tergerak masuk ke dalam lingerie yang dikenakan Adera, mere masnya dengan lembut.


Regan mengakhiri ciuman panasnya, dia beralih mencium leher Adera, mengecup-ngecupnya dengan lembut.


"Jangan bikin tanda merah lagi!" Adera mengingatkan Regan walau dia sedang menahan lengkuhan yang ingin keluar dari mulutnya.


Mendegar kata pengingat dari Adera membuat Regan tersenyum entah kenapa. Dia juga tahu kalau tidak baik selalu keseringan membuat stempel kepemilikan karna bisa membekukan sel darah. Regan hanya mencium dan mengecup leher Adera. Aroma dari leher dan tubuh Adera membuat Regan mabuk kepayang.

__ADS_1


Sudah puas mencumbui leher Adera, kini Regan menjauhkan wajahnya dan melihat wajah Adera lagi yang sedang berusaha menahan desa hannya dengan mengigit bibir bawahnya namun melihat pemandangan itu, Regan jadi semakin berselera. Wajah Adera sekarang benar-benar seksi dan cantik.


"Jangan tahan, sayang. Lepasin aja suara seksi kamu itu." Kata Regan dengan nada menggoda.


Tangan Regan sekarang bergerak menaikkan lingerie yang dikenakan Adera sampai bra yang dikenakan Adera terlihat di depan matanya. Dia membuka lingerie itu dari tubuhnya dengan bantuan dari Adera, lingerie itu akhirnya terlepas dari tubuh Adera.


"Why you so hot, Adera?" Kata Regan membuat pipi Adera memanas mendengar pujian itu dari suaminya.


Tangan Regan sekarang bergerak membuka bra Adera. Seperti sudah berpengalaman membuka bra seorang wanita, Regan berhasil membuka bra yang menutupi dada indah Adera. Dan dia langsung membuangnya kesembarang arah.


Seketika matanya terpaku pada dada indah Adera yang masih kencang. Dia segera ingin menyicipinya namun tiba-tiba tangan Adera menutupinya.


Regan menatap Adera dengan sebelah alis terangkat. "Kenapa ditutupin, hng?"


"Y-ya malu. Kamu natapnya sampe begitu." Jawab Adera dengan gugup.


Regan terkekeh pelan. Dia menarik kedua tangan Adera yang menutupin dadanya dan dia menahan kedua tangan Adera dengan satu tangannya diatas kepala Adera. Sekarang Regan leluasa menatap dada Adera yang menantang itu.


"Liat, dia nantang aku, Dera. Dia seakan minta aku nyicipinnya." Ucap Regan menggoda Adera.


"N-ngaco!"


Regan tertawa kecil. Dia beralih lagi pada dada Adera, dengan tidak sabar lagi mencicipinya, Regan langsung mendaratkan bibirnya ke dada Adera. Pertama-tama dia mengecup dari atas dadanya sampai bibirnya menetap dipuncuk dadanya. Tangan satunya pun mere mas dada Adera, memainkannya dengan lembut.


Adera yang sudah tidak tahan lagi menahannya akhirnya mengeluarkan des**han pertama dari bibirnya. Dia tidak tahan lagi merasakan Regan mencumbui dan menyusu pada dadanya dan tangan kirinya yang m*r*mas, dan memilin puncuk dadanya. Itu membuatnya merasa sensasi yang membuatnya tidak bisa menahannya lagi.


"Ah," des**han yang lolos dari bibir Adera.


Regan benar-benar membuat Adera tidak berdaya sekarang. Tangan Regan yang sudah dibebaskan Regan mejambak-jambak rambut Regan.


Sambil menikmati bermain di dada Adera, tangan Regan turun membelai perut rata Adera dan turun lagi sampai ke CD Adera, tangannya langsung menyelinap ke dalamnya membuat tubuh Adera menggelijang.


Tak lama kemudian, Regan berhenti mencumbui dada Adera. Dia sudah tidak bisa menahannya lagi. Regan menatap Adera dengan bola matanya yang menggelap karna hasrat.

__ADS_1


"Dia udah gak bisa nahan lagi, dia mau langsung masuk ke tubuh kamu. Boleh?" Regan bertanya dengan Adera dengan suaranya yang terdengar seksi.


Adera yang juga sudah tidak bisa menahannya lagi. Dia ingin lebih dari ini. Dan Adera pun menganggukan kepalanya.


__ADS_2