Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
64: Adera vs Rivaldo


__ADS_3

"Lho, Adera?"


Adera terkejut melihat siapa yang ada di depannya ini. Dia bahkan menutup mulutnya sendiri terkejut melihat Rina bersama Rivaldo. Apa ini kebetulan?


Kemudian Adera langsung tersenyum dengan lebar melihat sahabatnya ada disana juga. Dia bangun dari kursi dan langsung memeluk Rina sambil melompat-lompat kecil seperti anak kecil yang baru saja bertemu temannya.


Rina pun begitu, dia ikut melompat-lompat kecil sambil tersenyum lebar. Dia juga senang melihat Adera dipesta pernikahan calon kakak iparnya, tadinya dia ingin pulang saja karna bosan dan juga canggung karna adanya Adera, dia tidak jadi pulang.


Dan mereka berdua seketika menjadi pusat perhatian sekarang.


Adera dan Rina melepaskan pelukannya. Mereka memukul tangan mereka satu sama lain.


"Kok lo ada disini sih?" Tanya Rina.


"Ya seharusnya gue yang nanya lo ngapain disini, oon?" Adera bertanya balik.


Mata Rina mengarah ke Rivaldo yang menatap mereka berdua dengan tidak percaya. Karna melihat Adera disana, dia merasa tidak percaya dan juga kesal karna ada Adera yang mengganggu waktu pacarannya dengan Rina.


Mata Adera juga teralih pada Rivaldo yang berdiri disebelah Regan.


"Lah kok lo ada disini, curut?" Kata Rivaldo pada Adera.


Adera menatap Rivaldo dengan sengit. Perlu diketahui Rivaldo itu adalah musuh Adera. Bukan hanya musuh Rina yang sekarang berubah menjadi kekasihnya, Rivaldo juga musuh bebuyutan Adera. Bahkan lebih sengit dari permusuhan Rina dan Rivaldo.


"Ngapain lo?" Balas Adera dengan sengit.


"Lah gue harusnya yang nanya ngapain lo disini?" Celetuk Rivaldo.


Adera mendekati Regan dan memeluk lengan pria itu. "Gue kesini karna lagi kondangan. Lah lo, ngapain lo disini?"


Rivaldo menatap Regan dan Adera dengan bergantian. Seketika ekspresinya menjadi kaget setelah melihat Adera memeluk Regan dengan ganjennya dan juga Regan yang terlihat biasa saja malah terlihat senang. Seketika dia terkejut sampai menutup mulutnya penuh drama.


"Bang, jangan bilang dia--" Rivaldo menggantung ucapannya, dia menunjuk Adera dengan telunjuknya. "Dia istri lo?" Teriak Rivaldo.


Rina pun terkejut. Bukan terkejut seperti Rivaldo. Tapi dia terkejut karna Adera sudah berbaikkan dengan Regan bahkan mereka tambah dekat. Kenapa Adera tidak memberitahunya dan juga Friska kalau dia sudah rujuk kembali dengan Regan?


Adera menatap Rivaldo dengan sudut bibir terangkat, dia masih memeluk lengan Regan dengan manja. Dan itu baru pertama kali dia lakukan didepan umum.

__ADS_1


"Bang, gue gak percaya. Lo nikahin curut ini?" Rivaldo tidak percaya.


"Kenapa emangnya?" Sahut Regan.


"DIA ITU GAK SEKSI BANG. LIAT GUNUNGNYA GAK GEDE, TEPOS. KENAPA ABANG NIKAHIN DIA?" Dengan menyebalkannya, Rivaldo berteriak seperti dia tengah memperogoki kekasihnya tengah selingkuh dan tentu itu menjadi pusat perhatian para tamu undangan.


Mendengar Rivaldo menghina dadanya, Adera menjadi makin kesal. Seenaknya saja berbicara kalau dadanya tepos, Regan saja mengakui kalau punya--- ah ya ampun, jadi mikir macam-macam kan.


Regan menoyor kepala Rivaldo yang berteriak begitu. "Berisik lo! Teriak-teriak begitu, lagian punya dia gak terlalu kecil, pas ditangan gue." Jawab Regan dengan santai dan itu membuat Adera menganga tidak percaya.


"Tapi bang-- ya ampun. Kenapa harus dia? Why? Kalo tau istri lo itu dia, pas nikahan lo tadi aja gue dateng biar gue gagalin pernikahan lo."


Plak!


Rina menggeplak kepala Rivaldo dari belakang dimana membuat Rivaldo merasakan geplakan sayang dari kekasihnya itu.


"Enak aja kamu ngatain sahabat aku. Aku gak seneng ya!" Celetuk Rina.


Rivaldo menatap Rina sambil tersenyum, dia menatap Rina dengan mata penuh kebucinan. Bahkan geplakan tadi, ia anggap sebagai geplakan cinta. "Sayang, aku gak ngatain sahabat kamu kok. Aku ngatain curut Adera bukan sahabat kamu."


"Ya tetap aja, Adera itu sahabat aku!"


"Dih, gue cantik tuh." Kata Adera, menimpal.


"Dih, percaya diri." Cibir Rivaldo.


Rani memukul Rivaldo lalu dia memeluk Adera yang sudah melepaskan pelukannya pada lengan Regan. Dia merindukan Adera padahal mereka hanya tidak bertemu lima hari yang lalu tapi tidak bisa dipungkuri lima hari itu, Rina dan Friska sangat mencemaskan Adera.


Namun melihat Adera sudah berbaikan bahkan datang berduaan dengan Regan di pernikahan kakak Rivaldo, rasa cemas akan Adera sedikit berkurang.


"Gue kangen tau." Kata Rina.


Adera tertawa mendengarnya. "Kita cuma gak ketemu lima hari, Na."


"Sama aja." Rina melepaskan pelukannya. "Biasanya kan kita nongkrong bareng-bareng every day, tapi sekarang udah gak bisa." Bibir Rina cemberut.


"Dih apaan sih, Na. Sok imut lo." Cibir Adera seraya tertawa kecil.

__ADS_1


"Btw, lo udah baikan?" Tanya Rina dengan suara pelan.


Adera menganggukinya sambil tersenyum. "Iya, berkat lo sama Friska lho."


Rina tersenyum bangga. Lalu dia menatap Regan yang berdiri di sebelah Adera dengan memasang wajah datarnya seperti biasa. Rina mendorong Adera langsung dan mendekati suaminya itu.


Mata Rina berbinar-binar menatap Regan sambil menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga dengan centilnya. "Ya ampun, suaminya Adera makin ganteng aja ya? Bikin saya terpana juga bikin jedag-jedug hati saya." Ucapnya dengan Regan.


Melihat kekasihnya menggoda Regan, Rivaldo tidak terima. Dengan cepat dia menarik tangan Rina karna cemburu dan juga kesal dengannya.


"Kamu apaan sih?!" Marah Rina karna hidungnya terbenturan dengan dada bidang Rivaldo begitu dia menarik tangannya.


"Kamu yang apa-apaan. Ganjen banget sama suami orang. Liat woi, aku lebih ganteng!" Rivaldo cemburu.


"Biarin aja. Cuci mata." Jawab Rina enteng.


Regan yang melihat itu hanya memutar bola mata malas. Begitulah sepupunya itu, tidak terima kalau Regan lebih tampan darinya.


Bahkan sejak dia kecil. Karna setiap perempuan yang ia sukai selalu saja terpesona dengan ketampanan Regan, bahkan janda yang ia taksir pun malah kesemsem dengan Regan.


Sedangkan Adera tertawa kecil melihat pertengkaran mereka. Dia tidak menyangka yang tadinya musuh menjadi cinta begitu. Ternyata benar ya perkataan orang-orang kalau permusuhan antar perempuan dan laki-laki itu tidak akan berselang lama.


Regan memandangi wajah istrinya. Dia tidak pernah bosan menatapi wajah cantik Adera, tidak akan. Bahkan dia semakin jatuh cinta, setiap detik, menit dan jam, rasa cintanya semakin besar terhadap Adera.


Dia tidak bisa membayangkan jika nantinya dia kehilangan Adera dan hidup tanpa Adera. Regan tidak bisa kehilangan Adera karna Adera segalanya baginya.


Merasa ditatap Regan, Adera menoleh kearahnya. Seketika tatapan mereka bertemu dan kemudian Adera menyengir pada Regan dimana membuat Regan langsung mendekatinya dan memeluk pinggangnya dengan posesif.


"Mau langsung pulang aja?" Tanya Regan, dia ingin langsung pulang ke apartemen dan bermanja pada istrinya.


"Nanti aja lah, aku mau gosip dulu sama Rina, hehe." Adera cengengesan.


Regan menghebus nafasnya gusar. Padahal dia ingin sekali buru-buru pulang dan membuat anak dengan Adera. Kalau tidak bisa membuat anak, setidaknya Regan ingin sekali mencium bibirnya itu.


Mengetahui apa yang membuat Regan ingin buru-buru pulang membuat Adera tersenyum geli. "Nanti ya, sabar dulu, oke?"


"Mau bercinta ditoilet dulu?" Bisik Regan dimana membuat Adera yang mendengarnya langsung melotot sempurna. Tangannya mencubit paha Regan.

__ADS_1


"M-mesum!" Cibir Adera.


Regan yang merasakan nyeri pada pahanya karna cubitan dari Adera itu, malah tertawa. Sama halnya dengan Rivaldo, dia menganggap cubitan itu adalah cubitan sayang dari istrinya.


__ADS_2