Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
Kenyataan Yang Menyakitkan


__ADS_3

Kedatangan Saskia yang tiba-tiba itu membuat Adera terkejut bukan main apalagi melihatnya memeluk Regan seperti tadi dan juga Regan terlihat seperti khawatir dengannya. Sebenarnya apa hubungan mereka? Apa mereka saling mengenal satu sama lain? Begitu lah yang terus dipikirkan Adera sejak tadi.


Sambil membuatkan teh hangat untuk Saskia, Adera melamun. Tentu ada yang mengganjal dihatinya hanya saja dia tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini.


Saking melamunnya, Adera sampai tidak sadar saat dia menuangkan air panas dicangkir teh malah mengenai tangannya sontak Adera terkejut merasakan panas ditangannya. Adera langsung meringis perih karna air itu baru saja ia masak dan masih sangat panas.


Buru-buru Adera membasuhi tangannya dengan air mengalir diwastafel dapur. Berharap rasa perihnya menghilang, namun tetap saja masih terasa sedikit perih walau tidak terlalu.


Ceroboh, Adera memaki dirinya sendiri karna melamun dia sampai ceroboh begini. Adera menarik nafasnya lalu menghebusnya, dia harus menutupinya dari Regan karna dia tidak ingin kalau Regan cemas karna kecerobohannya.


Setelah teh yang ia buat sudah jadi, Adera membawa teh itu dengan nampan. Dia berjalan ke living room dimana Saskia dan Regan ada disana tengah berbincang yang Adera tidak tahu apa yang mereka bicarakan sekarang.


Saat menyadari kehadiran Adera, Regan dan Saskia sontak terdiam seakan tidak terjadi apapun mereka menatap Adera yang berjalan mendekat.


Adera menaruh teh dinampan itu diatas meja lalu dia duduk disebelah Regan. "Ayo diminum dulu, Saskia." Kata Adera.


Saskia menganggukan kepalanya namun tatapannya tetap mengarah kearah Regan dimana membuat Adera merasa ada sesuatu yang aneh dengan mereka berdua.


"Kalian ini saling kenal?" Tanya Adera akhirnya, dia merasa ada sesuatu diantara mereka yang Adera tidak tahu.


Regan menatap Adera, jujur dia takut. Dia takut jika Adera mengetahuinya walaupun Regan tidak pernah mengakui kalau anak yang ada dikandungan Saskia adalah anaknya namun dia tidak tahu apakah Adera mempercayainya atau tidak. Atau mungkin Adera malah,, membayangkan itu saja membuat Regan takut.


Saskia menatap Regan sekali lagi. Dia tersenyum devil, baginya ini waktu yang pas untuk merusak rumah tangga mereka. "Adera," wajah Saskia dibuat sesedih mungkin dan tentu itu hanya drama semata.


Kedua alis Adera terangkat. Dia tidak mengerti kenapa Saskia berekspresi sedih begitu saat Adera menatap kearah Regan sebentar, yang juga menatap kearahnya Regan hanya menatapnya dengan ekpresi yang sulit dijelaskan.


"Aku bakal cerita ke kamu tentang semuanya."


Regan yang mendengar itu langsung membulatkan matanya. Apa dia betul-betul ingin mengatakannya pada Adera? Itu tidak bisa dibiarkan. "Saskia!" Tegur Regan yang malah menuju ke bentakan pada Saskia.

__ADS_1


"Adera harus tau yang sebenarnya Regan,"  Saskia meneteskan airmata buaya begitu Regan membentaknya.


"Ada apa ini sebenarnya?" Adera dibuat bingung, dia tidak mengerti apa yang ingin Saskia beri tahu pada Adera? Dan lagi kenapa Regan secara tiba-tiba berubah menjadi marah?


"Sayang, kita ke kamar." Bujuk Regan agar Adera tidak menanggapi wanita sialan itu.


Adera menatap Regan, dia merasa ada yang Regan sembunyikan darinya dan berusaha menutup-nutupinya darinya. "Kenapa kita harus ke kamar? Aku belom tau apa yang sebenarnya kalian mau kasih tau ke aku." Tolak Adera dengan wajah datar.


Regan menggelengkan kepalanya. "Gak ada yang perlu kamu denger, sayang."


"GAK ADA YANG PERLU DIDENGER?" Tiba-tiba saja Saskia berteriak, dia bangun dari sofa dengan wajah berapi-rapi. "Segitu cintanya kamu sama dia sampe kamu gak mau kasih tau apa yang terjadi sama kita berdua ke dia, Regan?" Saskia meneteskan airmata dihadapan Adera dan Regan.


"TUTUP MULUT LO, SASKIA!" bentak Regan dengan lantang dimana membuat Saskia dan sekaligus Adera terkejut. "Keluar dari apartemen gue sekarang!" Usir Regan kepada Saskia, dia sudah tidak tahan lagi.


"Tunggu, sebenernya apa yang terjadi sama kalian?" Adera menatap Regan dan Saskia secara bergantian.


Saskia menangis dengan kencang di depan Adera. "Seharusnya kamu emang harus tau, Adera..." isak Saskia penuh drama.


"Aku hamil anak Regan,"


Jleb!


Bak disambar petir ditengah hujan lebat diluar sana dan bagai merasakan tusukan belati menancap hatinya. Adera terkejut bukan main, bahkan terkejutnya kali ini benar-benar menusuk hatinya.


"A-apa?"


"Sayang, dengerin aku--" Regan berusaha ingin menjelaskannya pada Adera namun Adera mengangkat tangannya diudara menyuruh Regan untuk menutup mulutnya.


"Diam, Regan. Aku gak butuh penjelasan dari kamu." Ucap Adera dengan nada dingin dimana membuat Regan mengigit bibir bawahnya. "Jelasin ke aku semuanya, Saskia." ucap Adera pada Saskia.

__ADS_1


"Regan yang menghamili aku Adera, dia nidurin aku malam itu sebelum kalian menikah. Tapi yang dilakukan Regan ke aku apa? Dia malah gak percaya kalo ini anak dia. Adera, aku bersumpah kalau anak yang aku kandung adalah anak dia." Jelas Saskia dengan hebatnya dia memainkan peran.


Adera tercegang, dia terkejut, sangat. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi selain membeku dengan tetesan yang keluar dari airmatanya. Ini semua terlalu menyakitkan untuknya.


Regan yang melihat itu tidak berdaya, semuanya sudah terlambat.


"Jadi, orang yang ngehamilin kamu dan gak bertanggung jawab bahkan memilih wanita lain itu Regan?" Tanya Adera sekali lagi, meyakinkan kalau yang dia dengar tadi hanya khayalannya semata.


Saskia yang menangis tersedu-sedu itu menganggukan kepalanya. "Dan orang yang ngerebut itu semua dari aku, itu kamu, Adera!" Jawab Saskia.


Setetes air mata jatuh dari ke pipi Adera. Sekarang dia mengerti, semua jadi jelas sekarang. Dia mengerti sekarang. Pantas saja akhir-akhir ini Adera ngerasa ada yang tidak beres ternyata semua sudah terjawab sekarang.


"Adera," Regan meraih tangan Adera, dia ingin menjelaskan bahwa itu bukan anaknya. Tapi apakah Adera akan mendengarkannya?


Adera menepis tangan Regan, dia merasa dia sedang di khiyanati. Semua yang bukti yang ia temukan akhir-akhir yang membuatnya terus berpikir macam-macam dengan Regan sudah terjawab sekarang. Dia mengerti sekarang, bukan cuma Adera yang merasa dikhiyanati juga ada Saskia yang merasa sangat dikhiyanati.


"Kamu hebat, Regan. Kamu udah ngacurin hati kedua wanita secara bersamaan." Ucap Adera, dia enggan menatap Regan.


"Adera," sekali lagi Regan memanggilnya berharap Adera ingin mendengar penjelasannya namun ternyata nihil. Dia sudah mengkhiyanati Adera sejak awal dan mungkin Adera sudah tidak mau mendengarkannya lagi.


"Regan, seharusnya kamu bilang ini lebih awal. Dan seharusnya juga kamu bertanggung jawab dengan apa yang sudah kamu perbuat. Dan gak seharusnya kamu nikahin aku." Kata Adera, masih enggan menatap Regan.


"Adera itu bukan anak aku." Regan mencoba mengelak. "Aku mabuk hari itu, jadi aku gak tau apa yang dilakuin aku malam itu. Aku, sumpah, aku gak ngelakuin itu ke dia, Adera. Aku gak menghamili--"


Plak!


Sebuah tamparan mendarat dengan mulus di pipi Regan. Seketika keheningan menusuk menyelimuti mereka karna suara tamparan yang baru saja Adera layangkan dipipi Regan dengan keras.


Regan yang merasakan tamparan yang baru saja Adera layangkan dipipinya langsung terdiam. Rupanya penjelasannya tidak membuat Adera mendengarkannya dan percaya padanya.

__ADS_1


"Kalo kamu aja gak tau apa yang kamu lakuin malam itu, kenapa bisa kamu bilang kalo itu bukan anak kamu?" Kata Adera membungkam Regan. "Gimana bisa kamu begitu yakin kalo dia bukan anak kamu sedangkan kamu gak inget apa yang kamu lakuin ke Saskia?" Sambung Adera.


Sedangkan Saskia, dia hanya terdiam menikmati apa yang disunguhkan di depan matanya. Dia sangat bahagia kalau Adera lebih mempercayai ucapannya daripada ucapan suaminya sendiri. Dan inilah tujuannya membuat drama ini semua, membuat mereka bertengkar.


__ADS_2