
Setelah memastikan langsung pada Dito tentang apa yang diucapkan Regan tadi membuat Adera lega. Dia sudah percaya dengan yang dikatakan Regan padanya bahwa Regan tidak pernah sekalipun tidur bersama wanita lain selain dirinya.
Malah dia mengetahui fakta, Regan memang gemar menonton film dewasa, tapi Regan pertama kalinya melepaskan keperjakaannya pada Adera. Jadi semua yang dikatakan Regan bukan dustaan melainkan sebuah kenyataan.
Dan Adera jadi merasa bersalah karna menampar Regan tadi. Dia hanya salah paham tadi jadi tidak berpikir dahulu sebelum melakukannya.
Dengan ucapan permintaan maaf darinya, Adera malam ini akan berdandan yang cantik untuk Regan. Dia ingin menyenangi hati suaminya dengan memakai lingerie seksi yang sengaja ia beli di online.
Ya sekali-kali kan membuat Regan senang dengan melihatnya memakai pakaian seksi seperti ini. Berhubung Regan sangat menyukai dia memakai lingerie.
Setelah sudah berdandan cantik, Adera siap menggoda Regan malam ini. Dengan segera, Adera keluar dari kamar dan mencari keberadaan Regan namun dia tidak menemukannya di living room.
Tapi sepertinya Adera tahu dimana Regan berada sekarang, pasti Regan tengah bermain game di ruangan kerjanya. Ruangan kerja dijadikan tempat gaming untuk Regan, aneh memang. Tapi begitulah Regan.
Dengan tidak sabar, Adera langsung berjalan ke ruangan kerja Regan dan langsung membuka pintu ruangan itu. Kebenaran saja, Regan tengah bermain game online dikomputernya dengan asik walau Adera mendengar Regan terus mengumpat.
Saking asiknya dia bermain game bahkan Adera masuk saja dia tidak menyadarinya dan itu membuat Adera kesal karna dia merasa diabaikan oleh Regan.
"Beg*, gak bisa main lo ya!" Umpat Regan. Padahal umurnya sudah dua puluh tujuh, tapi masih saja bermain game online udah begitu mengumpat lagi. Mau heran tapi ini Regan.
Adera berdiri di sebelah Regan bermain game, dia menatap ke monitor komputer dimana game online yang dimainkan Regan masih berjalan.
Begitu Adera berdiri disebelahnya, Regan langsung menyadari kehadiran Adera karna dia hafal wangi dari istrinya itu.
Regan langsung menoleh ke samping dimana Adera berdiri sekarang. Dan seketika dia tidak bisa berkedip melihat Adera memakai lingerie seksi malam ini dengan memperlihatkan lekukkan tubuhnya juga memperlihatkan belahan dadanya.
Adera dengan sengaja duduk disebelah monitor komputer Regan, dia mengangkat kedua alisnya melihat Regan menatapnya tidak berkedip sama sekali. Sebenarnya dalam hatinya Adera sangat senang ditatap begitu oleh suaminya, beda lagi kalau dilihat orang lain begitu.
Regan meneguk slivanya susah payah ketika kaki Adera naik ke atas bahunya memperlihatkan cd-nya di depan mata Regan.
"Kenapa ngeliatin begitu?" Kata Adera melihat Regan menatapnya dengan tatapan mesum.
Regan tersenyum, dia mencium kaki Adera yang diangkat ke bahunya. "Kamu mau goda aku malam ini, hng?"
Adera menarik lagi kakinya dari bahu Regan, dia memutar bola matanya. "Kata siapa? Orang aku lagi cosplay kok." Elak Adera.
"Cosplay?" Beo Regan.
"Iya, cosplay jadi pemain film dewasa yang sering kamu tonton tuh." Jawab Adera.
Regan tertawa kecil mendengarnya. "Kamu tau dari siapa, hng?" Tanya Regan.
"Tau sendiri lah." Jutek Adera. "Udah lanjutin aja mainnya lagi." Suruh Adera.
"Mana bisa."
__ADS_1
"Kenapa emang?"
"Kamu bikin gagal fokus, sayang." Tangan Regan mengelus-elus paha mulus Adera.
Adera memukul tangan Regan yang mengelus pahanya. "Kata siapa kamu boleh nyentuh aku?"
"Ayolah sayang, kamu bikin dia sesak." Bujuk Regan, karna memang yang dibawah sana sudah sangat sesak sejak melihat Adera masuk tadi dan sekarang itu jadi menyakitinya.
"Masa?" Adera cekikikan dalam hati melihat kepunyaan Regan sudah sangat mengeras dari calana boxernya.
"Mau pegang?"
Adera menatap kepunyaan Regan. Dan dia malah dengan sengaja duduk dipangkuan Regan seakan tidak terjadi apa-apa. "Kamu main apa sih? Aku mau coba dong." Ucap Adera mengadap ke monitor.
Regan menggerang pelan saat adik kecilnya bersentuhan dengan Adera secara tidak langsung. Dan bahkan Adera dengan sengaja menggerak-geraknya tubuhnya.
"Adera," erang Regan.
"Kenapa?" Tanya Adera seakan tidak terjadi apa-apa.
"Jangan salahin aku kalo aku perkosa kamu!" Regan mengangkat tubuh Adera, menggendongnya sampai ke sofa yang ada diruangan itu. Dia merebahkan Adera disana dengan Regan diatasnya.
Dan Adera hanya diam saja sambil berteriak-teriak pelan. Dia akan diperkosa suaminya sendiri, hahahaha.
Tak lama kemudian...
Regan menatap wajah Adera yang begitu menggairahkan yang terus mendesahkan namanya. Regan tersenyum, Adera benar-benar membuatnya tidak berdaya dengannya.
Tidak tahan melihat dada Adera yang bergerak-gerak seiring gerakannya, Regan mendekatkan bibirnya ke puncuknya, memilinnya menggunakan bibirnya.
"Jangan digigit dong, ahh!" Tegur Adera sambil mendeusah
"Dia yang minta aku gigit, sayang." Jawab Regan dimana membuat Adera memukulnya pelan.
Karna melihat Adera kelelahan bergerak, Regan mengambil alih. Dia menaik turunkan pinggang Adera, membantunya bergerak. Seperti biasanya, Adera membuat Regan kenikmatan oleh tubuhnya.
"Aku mau,,,"
"Bersama, sayang."
Kemudian keduanya melepaskan pelepasannya secara bersamaan. Sudah lebih dari dua jam, dan Regan baru melepaskan pelepasan pertamanya bahkan Adera saja sudah berkali-kali.
Dan Adera yang menjadi sangat kelelahan. Dia memeluk Regan, merebahkan kepalanya di dada suaminya. Nafasnya masih tidak beraturan.
Regan juga memeluk Adera, dia mencium kepala Adera. Bahkan tubuh mereka masih menyatu.
__ADS_1
"Udah percaya sama aku, hng?" Kata Regan sambil mengusap rambut Adera yang berantakan dan basah karna keringat.
Adera menganggukan kepalanya pelan. Dia memang sudah memastikannya pada Dito, sahabat dan sekretaris Regan. Dan ternyata ucapan Regan semuanya benar adanya. Jadi dia sudah percaya pada Regan sepenuhnya.
"Udah, aku udah mastiin ke bang Dito semuanya." Jawab Adera.
Regan terkekeh. "Jangan nelpon laki-laki lain lagi mulai sekarang."
"Kenapa?"
"Aku gak suka, aku cemburu loh kalo kamu ngehubungin laki-laki lain termasuk Dito." Ucap Regan dimana membuat Adera tertawa kecil.
"Gak boleh nelpon bapak sama papa juga dong?"
"Ya kalo mereka mah pengecualian."
Adera tertawa kecil lagi.
"Adera,"
"Hem?" Sahut Adera.
"Aku mau kasih tau sesuatu."
Adera menjauh dari dada Regan dan menatap Regan, dia mengangkat kedua alisnya. "Apa?"
"Aku cinta kamu." Ungkap Regan dengan mata yang menunjukkan ketulusan dimana membuat Adera terkejut bukan main.
"A-apa?" Kaget Adera.
"Gak percaya lagi?"
Adera menggelengkan kepalanya, dia tertawa kecil dengan sudut matanya yang berair. Dia menangis dengan ungkapan Regan barusan.
"Kenapa nangis?" Tanya Regan, tangannya bergerak menghapus airmata Adera.
"Kamu ungkapinnya gak romantis banget."
Regan tertawa. "Bagi aku ini romantis. Sehabis bercinta itu waktu yang tepat buat ungkapin perasaan."
"Mana ada!" Adera memukul dada bidang Regan pelan.
Regan mencium bibir Adera dengan lembut lalu menatapnya lagi. "Aku jatuh cinta sama kamu dari awal, Adera. Aku cinta kamu, itu murni dari perasaan aku. Kamu buat dunia aku jadi berwarna, kamu merubah segalanya, Dera. Sekali lagi, aku cinta kamu. Aku gak tau gimana jadinya aku tanpa kamu."
"Sakin cintanya sama kamu, bahkan aku sampe jadi gila. Dan itu semua karna kamu, Adera Danialova. Aku bahagia bisa mencintai kamu."
__ADS_1
Adera tersenyum dengan pengkuan Regan, memang waktu ini tidak pas. Tapi tidak bisa dipungkiri kalau Adera sangat bahagia. Bahagia karna sangat dicintai oleh orang yang ia cinta juga.