Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
Kembali Hilang


__ADS_3

"Dito si*lan, kenapa gue harus dateng ke pesta ini sih?" Gerutu Regan, menggerutuki sekretaris tersayang dan biadabnya itu.


Regan datang ke pesta perusahaan Anggara yang diselenggarakan di dalam gedung. Regan terpaksa datang kesana karna apa, Dito yang memaksanya datang kesana. Katanya dipesta itu mungkin Regan bisa mencari pengganti Adera atau mungkin datangnya ke pesta itu, ada yang membuatnya tertarik.


Tapi baru masuk ke dalam gedung itu saja, Regan sudah sangat tidak tertarik. Seperti biasanya, begitu dia melangkahkan kakinya ke dalam gedung itu, dia akan menjadi pusat perhatian semua orang.


Dan Regan yang sudah terbiasa menjadi pusat perhatian, dia tidak mempedulikan itu. Karna dia sudah terbiasa, melihat tatapan menjijikan wanita-wanita itu memujanya begitu pertama kali melihatnya, dia sudah terbiasa dan bahkan sampai muak dengan semua itu.


Regan menatap Zayn yang langsung menyambutnya begitu mendapati Regan yang baru saja datang.


"Selamat datang, pak Regan." Sapa Zayn, dia mengulurkan tangannya kepada Regan.


Regan mengulurkan tangannya juga, berjabat tangan dengan orang yang punya acara pesta tersebut.


"Saya senang dengan kehadiran anda ke pesta perusahaan saya ini." Ucap Zayn begitu mereka melepaskan jabatan tangan mereka.


Regan menganggukan kepalanya. "Ya, saya pun sangat senang datang." Bohong sekali, padahal dia sangat malas datang kesana jika saja Dito tidak memberitahunya kalau sesuatu tengah menunggunya. Entah apa itu.


"Anda sendirian saja, pak Regan?" Tanya Zayn.


"Oh tidak, bersama kekasih saya. Kekasih saya memang orangnya malu jadi tidak menunjukkan diri." Jawab Regan asal.


Mengengar jawaban Regan membuat Zayn bingung. Apa maksudnya kekasihnya itu tak kasat mata? Kalau benar, yang benar saja.


"Wah wah wah, idola wanita-wanita kita ada disini." Ucap seseorang yang mendekati Regan dan Zayn.


Melihat orang itu Regan tersenyum tipis. Dia adalah Hiro, salah satu rekannya plus teman lamanya yang mungkin juga kebetulan mempunyai hubungan berkerja sama dengan perushaan Anggara dan juga diundang ke pesta ini. Namun Regan senang melihat dia disini.


"Wah, pak Zayn anda kurang kerjaan ya mengundang orang ini ke pesta anda." Ucap Regan meledek Hiro.


Zayn tertawa. "Benar pak Regan, saya memang kurang kerjaan mengundang orang ini ke pesta saya." Zayn menanggapi Regan.


Hiro ikut tertawa walau dirinya lah yang terbully sekarang namun dia ikut tertawa saja. "Si*lan kalian berdua. Oh iya, udah lama kita gak ketemu Regan." Hiro memeluk Regan dengan gaya gentle.

__ADS_1


"Jadi deja vu masa sekolah, right?" Kata Zayn, tersenyum.


Regan dan Hiro menganggukkan kepalanya. "Cuma, dari dulu lo sukanya menyendiri, Zayn. Kurang bergaul lo sama kita-kita." Kata Regan, berbicara normal kembali pada Zayn.


"Bener-bener, tapi kalian ini rival kan waktu sekolah? Gak nyangka bisa kerja sama begini." Hiro menyetujuhinya.


Regan menatap Zayn dengan senyuman kiri begitupun dengan Zayn. Bahkan kata rival itu masih berlanjut hingga kini.


"Kita udah lama gak ketemu, gimana sama Frans dan Dito? Si Dito, pacar lo itu kemana?" Tanya Hiro pada Regan.


Mendengar kata pacar dari pertanyaan Hiro membuat Regan tertawa. Memang dulu saat sekolah ada rumor yang aneh yang menyebar ke seluruh sekolah, Dito, si sahabatnya itu selalu dirumorkan berpacaran dengannya hanya karna sering bersamanya kemanapun.


"Lo gimana? Masih jadi playboy cap kambing, hah?" Tanya Regan balik.


"Ya, gue cuma menikmati keindahan yang ada tuh." Hiro menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.


Perhatian Zayn teralih dari mereka berdua. Dan Regan meliriknya yang seakan tengah menatap sesuatu yang membuatnya terpesona, dari matanya Regan sudah membaca jika ada seseorang yang mungkin saja sudah dia tunggu sejak tadi. Tapi Regan tidak mempedulikan itu, secantik apapun wanita yang membuat Zayn terpesona begitu tidak akan membuat seorang Regan Geraldo tertarik.


Regan melanjutkan obrolannya dengan Hiro, mereka membicarakan masa remaja mereka di saat SMA. Kenangan yang tidak bisa dilupakan. Tanpa menyadari jika seorang wanita baru saja melewatinya begitu saja.


"Yaudah sana," usir Hiro dan Zayn pun langsung beranjak dari sana, tidak tahu ingin menjumpai siapa.


"Gue haus nih, gak ada pelayan yang lewat bawa minuman apa?" Gerutu Regan, masa pesta begini tidak ada pelayan yang menyediakan tamu minuman.


"Lo pikir ini pesta apaan? Zayn cuma main-main bego. Gak penting juga ini pesta, dia bosen doang katanya mangkanya bikin pesta ginian."


Kedua alis Regan terangkat, melihat dekorasi pesta dan orang-orang penting yang datang tidak mungkin Zayn tidak serius membuat pesta ini. Mana mungkin Zayn bukan tipe orang yang suka bermain-main, dia kan orang yang membosankan.


"Udah lah, gue mau nyari minum dulu," Regan beranjak pergi meninggalkan Hiro, dia ingin mencari minum. Bukan haus atau apa, dia hanya butuh minum saja.


Dan akhirnya Regan menemukan minum-minuman diatas meja prasaman. Dia mengambilnya salah satu gelas yang sudah terisi minuman sirup dingin lalu meneguknya hingga habis lalu menaruh lagi gelas kosong itu diatas meja prasmanan. Pesta yang membosankan begitulah bagi seorang Regan Geraldo Mahardika.


"Maaf pak Zayn, sepertinya saya harus ke toilet. Kalau gitu saya permisi ke toilet sebentar, pak Zayn."

__ADS_1


Sebentar, sepertinya Regan mengenali suara itu. Seketika jantung Regan berdekub dengan kencang, juga matanya yang membulat sempurna ketika wanita yang sebelahnya itu beranjak pergi, meninggalkan wangi khas darinya yang sangat amat Regan kenali.


Seketika Regan bergerak ketika wanita dengan dress biru terang itu melangkah menjauh. Dengan secepat kilat Regan langsung memeluk wanita dari belakang, dia sudah menemukannya, menahan kepergian wanita itu. Regan sudah menemukannya dan dia tidak ingin kehilangannya lagi.


"I find you, Adera Danialova." Bisik Regan tepat ditelinga wanita yang dia peluk itu.


......................


Semua orang yang berada dipesta itu melihat kejadian yang tidak tertuga itu. Juga dengan Zayn, yang seketika membulatkan matanya sempurna melihat dengan jelas pemandangan di depan matanya itu.


Regan memeluk Adera dari belangkang dan Adera yang menyadari itu masih terdiam membeku ditempat, dia tidak melakukan apa-apa selain membeku ditempatnya.


Sudut mata Adera berair, dia tahu betul siapa yang memeluknya saat ini. Dia sangat mengenalinya dengan jelas. Pelukannya, wanginya juga suaranya. Tanpa melihat wajah orang itu pun Adera sudah mengetahuinya.


Banyak dari mereka yang tidak menyia-nyiakan kesempatan, mereka memotret pemandangan itu. Seorang Regan Geraldo Mahardika memeluk seorang wanita di acara pesta perusahaan Anggara. Mereka mengenang pemandangan romantis itu.


"Akhirnya aku menemukan kamu, Adera." Regan ingin menangis rasanya, setelah lama menunggu dan mencoba mencari gadisnya itu, akhirnya dia menemukannya juga dan dia sangat bahagia sekarang sampai ingin meneteskan airmata.


"Ini gak seperti yang gue pikirin kan?" Kata Karin, melihat Adera dipeluk Regan saat ini dengan terkejut.


Namun Adera langsung melepaskan pelukan Regan dengan kasar, dia tidak bisa menatap Regan apalagi bertemu dengan pria itu, dia tidak bisa. "Maaf, anda salah orang." Ucap Adera lalu melarikan diri dari sana.


Regan yang melihat Adera melarikan diri lagi langsung mengejarnya dengan cepat. Dia tidak akan ingin kehilangan gadis itu untuk kedua kalinya, dia harus mengejar gadisnya itu.


"Adera!" Panggil Regan


berlari mengejar Adera yang berlari dengan kencang di depannya.


Namun tidak disangka, ketika di parkiran ada seseorang yang tidak sengaja Regan tabrak hingga terjatuh membuat Regan kembali kehilangan sosok Adera lagi.


Regan mencari keberadaan gadis itu, tapi dia tidak menemukannya dan tanpa meminta maaf dahulu pada orang yang ia tabrak, Regan kembali berlari mencari keberadaan Adera.


Dan sialnya, Regan tidak menemukannya dimana pun, dia benar-benar kehilangan Adera lagi. Dengan marah pada dirinya sendiri yang malah membiarkan gadis itu pergi lagi, dia frustasi. "Arghhh!" Teriak Regan frustasi.

__ADS_1


Padahal sedikit lagi, dia bisa mendapatkan Adera. Sedikit lagi, dia bisa membuat Adera kembali ke pelukannya namun dengan bodohnya dia malah membiarkan Adera pergi begitu saja. Regan membenci dirinya sendiri, sungguh. Karna dirinya membuat Adera kembali pergi dan itu semua karnanya.


__ADS_2