
Hari minggu. Seperti janji Adera pada Toni, dia akan menemani Toni ke perpustakaan.
Selesai mandi dan berpakaian, Adera menatap dirinya di depan cermin meja rias. Dia menatap wajahnya yang polos.
Benar kata teman-teman kampusnya termasuk Rina, kalau wajah Adera sangat kusam, padahal setiap harinya dia hanya memakai bedak dan lipstik tapi tetap saja mereka beranggapan begitu.
Merasa dia perlu berdandan hari ini, Adera mengambil bedaknya yang ada dilaci meja rias lalu dia memakainya ke wajahnya. Dia tidak mau memalukan Toni nantinya.
Setelah memakai bedak, Adera juga merapikan alisnya dan memakai pensil alis ke alisnya. Tidak terlalu terang memakai pensil alisnya, dia hanya memakainya di ujung alisnya yang terlihat botak. Lalu dia tinggal memakai lipstik berwarna soft ke bibirnya.
Selesai berdandan, Adera langsung keluar dari kamar. Begitu di keluar dari kamar, Adera langsung terasa di intimigrasi oleh Regan yang duduk menyender di sofa.
Kenapa Regan berada diapartemen tentu saja karna hari ini hari libur, jadi dia ada diapartemen untuk bermalas-malasan sekarang.
Regan menatap penampilan Adera dari atas ke bawah dengan mata elangnya dan itu membuat Adera merasa sedang di intimigrasi. "Mau kemana lo?" Tanya Regan.
"Nemenin temen gue ke perpus." Jawab Adera malas.
Kening Regan mengkerut mendengar kata teman dari mulut Adera. Apa jangan-jangan Adera akan keluar bersama seorang lelaki? Kenapa pirasatnya mengatakan itu?
"Siapa temen lo?" Tanya Regan dengan posesif.
Adera memutar bola matanya malas. "Toni, Toni temen gue." Jawabnya dengan nada kesal.
Kan benar pirasat Regan yang mengatakan kalau Adera akan berkencan dengan seorang lelaki pakai embel-embel menemani ke perpustakaan lagi. Sudah ketebak tujuan lelaki itu pada Adera. Dan dia tidak akan membiarkannya.
"Apa mau ngelarang gue?" Rupanya Adera sudah membaca pikiran Regan yang ingin melarangnya keluar.
Adera melipat kedua tangannya di dada. Dia sudah tau apa yang ada dipikiran Regan, dia sudah mengetahuinya lewat tatapan yang diberikan Regan padanya.
"Kok lo ngebantah sih?"
"Ya lo ribet, apa-apa dilarang."
"Ya karna gue suami lo." Regan benar-benar tidak ingin Adera pergi dengan lelaki lain.
"Pokoknya gue tetep pergi. Gue udah janji sama dia. Janji itu harus ditepatin." Adera kekeh ingin pergi dengan alasan berjanji.
"Gak boleh!" Larang Regan.
"Kok lo gitu sih?" Adera memasang wajah melas agar Regan mengijinkannya pergi karna tanpa ijin darinya, Adera sudah seperti istri yang durhaka karna tidak dapat izin terlebih dahulu pada suami.
__ADS_1
Regan menatap Adera dengan mata yang tajam bahkan Adera merasa jantungnya ditusuk oleh tatapan Regan karna saking tajamnya tatapannya itu.
Adera tahu tatapan Regan, dia tetap tidak mengizinkannya keluar bersama Toni. Dan terpaksa Adera akan membatalkan janjinya dengan Toni.
Dengan wajah sedih dan murung, Adera berjalan kembali masuk ke kamar. Padahal dia sudah berdandan cantik begini tapi tanpa izin dari suaminya apalah dayanya.
"Lo mau tetep keluar sama dia?" Suara Regan membuat Adera memberhentikan langkahnya.
Adera memutar badannya lagi. "Lo gak liat gue mau ke kamar?" Kata Adera, sedikit meninggi.
"Gue tanya lo tetep mau pergi sama dia?" Ulang Regan dengan lantang.
Adera menganggukinya.
Regan menghebus nafasnya gusar. "Yaudah." Kata Regan membuat Adera tidak mengerti.
"Maksudnya?" Tanya Adera kurang mengerti.
Regan berdecak. "Sana pergi." Ketus Regan.
Senyum Adera mengembang. Akhirnya dia dapat izin dari Regan.
Adera mengangguk. Dia langsungĀ berjalan ke arah pintu keluar. Namun tiba-tiba dia memberhentikan langkahnya, dia berlari menghampiri Regan yang duduk disofa.
Cup!
Adera mengecup pipi kiri Regan membuat Regan yang mencoba memfokuskan matanya pada tv terkejut dengan yang dilakukan Adera.
Setelah mencium pipi Regan, dengan cepat Adera berlari keluar dari apartemen. Anggap saja itu kecupan untuk suaminya ketika dia ingin pergi.
Regan menyentuh pipinya sendiri. Kenapa gadisnya selalu mempunyai kejutan? Dan lagi apa itu barusan? Apa itu kecupan sayang untuknya?
Regan tersenyum sendiri. Lihat saja Adera, Regan akan membalasmu apa yang kamu lakukan pada Regan nanti.
......................
"Hy!" Sapa Adera ketika dia sudah ada dihadapan Toni yang menunggunya di parkiran apartemen.
Toni yang tadinya sedang memainkan ponselnya langsung mengalihkan pandangan ke Adera. Dia tersenyum pada Adera. "Hy." Sapanya juga.
"Udah nunggu lama ya? Sori ya." Kata Adera. Karna Regan menahannya dan melarangnya dia jadi membuat Toni menunggu lama.
__ADS_1
Toni menggelengkan kepalanya. "Gak papa kali, Ra." Kata Toni, dia tidak bisa berhenti tersenyum melihat betapa cantiknya Adera hari ini.
"Lo cantik, Ra." Tanpa sadar Toni memuji kecantikan Adera.
Adera tersenyum malu-malu, baru kali ini dia dipuji cantik oleh laki-laki dan yang memujinya adalah idola kampus plus ketua bem. Seketika Adera merasa sok cantik sekarang. "Haha, bisa aja lo." Adera salah tingkah, dia sontak memukul bahu Toni.
"Yaudah yuk langsung berangkat aja." Kata Adera, dia yakin Regan sekarang sedang mematai-matainya dari balkon apartemen.
Toni mengangguk, dia mengambil helm yang ia siapkan untuk Adera. Lalu dia memakaikannya dikepala Adera membuat Adera yang diperlakukan lembut seperti itu mematung.
Setelah helm itu sudah terpakai di kepala Adera, Toni tersenyum manis pada Adera. Untung saja dia membawa helm yang pas dikepala Adera yang kecil.
Toni naik ke motor sportnya, dia menyalahkan mesin motornya. "Naik, Ra."
Adera yang masih begong langsung naik ke atas motor Toni dengan bantuan Toni dia bisa naik ke jok motor Toni yang besar.
"Udah?"
"Udah." Sahut Adera.
Dan kemudian Toni melanjukan motornya dengan kecepatan sedang.
Disisi lain, Regan yang terus memperhatikan Adera dan lelaki lain di balkon apartemen berdecih. Melihat beraninya lelaki itu tersenyum pada istrinya dan berani menyentuh istrinya membuat Regan panas karna emosi.
Dan dengan centilnya Adera malah diam saja saat lelaki itu memakai helm ke kepalanya. Seharusnya Adera kan menepisnya seperti dia selalu menepis tangan Regan yang ingin menyentuhnya. Dasar gadis centil, batin Regan mengatai Adera.
Dasar bocah tengik, berani sekali dia cari kesempatan pada istrinya itu. Dan berani sekali dia bersaing dengannya.
Lagian apa sih yang membuat Adera kekeh ingin pergi dengannya? Apa Adera mempunyai perasaan khusus pada pemuda itu? Atau mungkin mereka memang punya perasaan satu sama lain? Tidak bisa dibiarkan, Regan tidak bisa membiarkannya.
Seharusnya tadi saja Regan tidak mengizinkannya keluar bersama lelaki lain walaupun Adera menangis darah sekalipun kalau tau istrinya akan bermanis-manisan dengan lelaki lain.
Melihat Adera sudah pergi dengan lelaki itu, Regan berdecih lagi. Dia tidak akan membiarkan mereka berduaan diam-diam dibelakangnya. Dia tidak akan membiarkan lelaki itu mengambil hati istrinya.
Regan pun langsung mengambil ponsel dari saku celananya dan mencari nomer seseorang disana lalu setelah itu dia menempelkan ponselnya ditelinganya.
"Ikuti istri saya, mata-matai dia dan laporkan ke saya, mengerti?" Kata Regan kepada bodyguardnya lewat ponsel.
"Baik, tuan." Sahut bodyguard itu.
Dan Regan mematikan sambungannya, lihat saja Adera apa yang Regan lakukan padamu saat pulang nanti. Tunggu saja suamimu itu akan menghukum mu nanti sampai kamu tidak akan berani lagi berkencan dengan lelaki lain.
__ADS_1