Ayo Nikah!

Ayo Nikah!
18: Bertanya Alasannya


__ADS_3

Sepulangnya bapak Iqbal dan papa Jay, Adera membereskan gelas-gelas bekas minuman yang ia sediakan tadi untuk bapak Iqbal dan papa Jay.


Begitu menutut Adera untuk segera mengandung, mereka pulang begitu saja bahkan makanan yang sudah Adera buatkan jadi sia-sia. Padahal dia sudah sampai lelah-lelah menyiapkan makanan untuk bapak dan papa mertuanya.


Huft, haruskah Adera buang makanan itu semua? Tapi kan sayang kalau dibuang begitu saja. Apakah Adera kasih ke penghuni apartemen disebelahnya? Tapi jika mereka mau menerimanya jika tidak bagaimana?


Adera duduk dikursi dan menatap makanan yang ia masak hari ini yang ada diatas meja makan. Padahal terlihat enak, tapi kenapa tidak ada yang memakannya?


Regan yang baru saja menyelesaikan mandinya di kamar mandi utama langsung menatap Adera yang hanya begong menatapi makanan diatas meja.


Regan tahu apa yang dipikirkan Adera. Dia pasti sedih makanannya tidak ada yang memakannya padahal dia sudah capek-capek membuatkannya.


Dan akhirnya Regan memutuskan menghampiri Adera di meja makan. Dia akan mencoba menghabiskan semua makanan yang dibuatkan Adera agar istrinya itu tidak merasa sedih lagi.


"Makan." Kata Regan ketika dia berdiri didekat Adera.


Adera langsung menatap Regan yang berdiri dengan hanya telanjang dada dan hanya menggunakan handuk dililitkan dipinggang. Rambutnya yang basah sehabis keramas itu mengalir sampai ke dadanya. Dan itu membuat Regan terlihat seksi.


Pipi Adera memanas seketika melihat pemandangan yang eksotis itu. Dia buru-buru membuang pandangannya ke sembarang arah.


"Gue bilang gue mau makan, Dera." Ucap Regan sekali lagi.


"I-iya udah, makan aja sono. Mau makan kok bilang-bilang." Sahut Adera, dia tidak bisa menatap Regan dengan penampilan begitu.


Regan mendengus kesal. Dia menarik kursi disebelah Adera dan duduk disana dengan menyamping menghadap Adera. "Layanin gue." Titahnya.


Adera berdecak sebal. Apa-apa minta dilayani, memang dia tidak bisa melakukannya sendiri apa?


Adera dengan malas membalik piring Regan yang sebelumnya ia tidurkan. Lalu dia mengambilkan semua makanan yang ia buat ke piring Regan.


Sambil menunggu Adera menyendoki semua masakan buatannya, Regan terus memperhatikan wajah Adera yang serius menyendokinya.


Adera kembali duduk ketika sudah menyelesaikan tugasnya.


Setelah itu, Regan segera menyantap masakan buatan istrinya itu tanpa bicara lagi dia menghabiskan makanannya secepat mungkin. Dan dia memberikan piringnya yang sudah bersih pada Adera lagi.


Adera menatap Regan yang memberikannya piringnya. Dia melihat isi di piringnya sudah habis dan itu artinya Regan sudah menghabiskannya.


"Mau lagi." Regan minta tambah makanannya.


Senyum dibibir Adera akhirnya merekah. Dengan senang hati, dia menyendoki makanan ke piring Regan lagi. Kali ini dia menyendokinya sedikit lebih banyak.


Adera menaruh lagi piring itu dihadapan Regan, lalu selanjutnya Regan kembali menyantap makanan itu. Dia melirik Adera yang sekarang memperhatikannya sedang makan sambil tersenyum. Ternyata Regan berhasil membuat mood Adera balik lagi.


Sudah dua piring Regan memakan masakan Adera, dan dia kembali meminta nambah pada Adera dengan semangatnya Adera menyendokinya lagi.

__ADS_1


Setelah sudah habis semua makanan masakan Adera disemua piring, Regan menyender dengan perut yang kekenyangan. Saking kekenyangannya dia sampai menjadi lemas.


Adera melihat semua masakannya yang ada dimeja makan habis ludes, dia senang bukan main, dan yang menghabiskan itu semua adalah Regan. Kalau begini dia tidak sedih lagi.


"Kembung perut gue," gumam Regan.


Adera tersenyum lebar ke Regan. "Wah, keren lo. Bisa ngabisin semua makanannya sampe gak tersisa." Kata Adera dengan senangnya.


Regan menatap Adera, melihat Adera kembali tersenyum begitu juga membuatnya senang. Tidak apa-apa jika perutnya kekenyangan seperti ini, asalkan Adera kembali tersenyum itu tidak masalah bagi Regan.


"Daripada mubazir." Kata Regan.


Adera menganggukan kepalanya sambil mengangkat jempol tangannya dihadapan Regan. "Thanks lho, udah ngabisin semuanya. Makanan gue jadi gak ke buang sia-sia."


Regan tersenyum tipis. Dia ingin sekali menciumnya lagi, namun sekarang dia lagi tidak ada tenaga karna saking kekenyangannya.


"Oh iya gue boleh nanya sesuatu sama lo?"


"Apa?" Regan mengangkat sebelah alisnya.


"Kenapa gue yang lo pilih buat lo nikahin?" Pertanyaan yang selama ini Adera simpan di dalam hatinya kini di ungkapkan juga.


Regan menatap Adera dengan wajah datar. Dia menatap Adera dengan dingin. "Kenapa lo nanyain itu?" Ketus Regan.


Regan menatap Adera dengan dingin, seakan tidak ingin menjawab pertanyaan Adera dan juga dia tidak suka Adera menanyakan itu. Karna kenapa Regan menikahinya secara tiba-tiba itu hanya Regan yang tahu.


Adera merasa Regan enggan menjawab pertanyaannya, langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kalau semisalkan Adera menanyakan pertanyaan itu berulang kali apa reaksi Regan akan tetap sama seperti itu?


"Yaudah gak usah dijawab kalo gak mau jawab." Adera berdiri, dia menumpukkan piring-piring kotor yang akan dia cuci. Setelah itu, Adera meninggalkan Regan dengan membawa piring-piring kotor itu ke dapur.


Adera menaruh piring-piring kotor itu diatas wastafel dapur lalu dia segera mencuci piring-piring itu satu persatu menggunakan spons.


Adera tidak mengerti, kenapa Regan menjadi seperti itu ketika dia menanyakan hal itu? Apa yang salah jika dia ingin tahu alasan Regan menikahinya kalau katanya saja sebelumnya dia tidak mengenal Adera?


......................


Epilog.


Adera menatap sengit Regan yang sedang memainkan ponselnya diatas ranjang. Dia mengangkat sudut bibirnya, mencibir Regan.


Dia naik ke atas ranjang, menidurkan tubuhnya di sebelah Regan. Kepo dengan apa yang dilihat Regan, Adera mencoba mengintip-intip ponsel Regan.


Menyadari Adera mengintip-intip ponselnya dengan sengaja Regan membuka foto wanita seksi yang hanya mengenakan pakaian dalam yang lewat media sosialnya. Dia sengaja memiringkan ponselnya agar Adera melihatnya.


Adera melotot kala melihat apa yang dilihat Regan. Pantas saja lelaki itu tidak mengedipkan matanya, rupanya dia melihat wanita-wanita setengah tela njang begitu. Memang ya, semua laki-laki di dunia ini sama saja, suka sekali melihat wanita yang seksi-seksi.

__ADS_1


"Emang ya cowok itu sama aja." Sindir Adera membuat Regan menatapnya dengan sebelah alis terangkat.


Adera memutar bola matanya, jutek ketika Regan menoleh kearahnya. Dan itu malah membuat Regan terkekeh geli.


Apa katanya semua laki-laki sama saja? Memangnya dia paling tahu laki-laki di dunia seperti apa?


"Apa? Cowok sama aja? Gue beda tuh." Sahut Regan.


"Sama aja tuh. Buktinya lo ngeliat cewek seksi begitu. Setau gue cowok-cowok emang suka ngeliat yang begituan kan? Jadi lo sama aja."


Regan terkekeh lagi. "Dih, sok tau."


"Emang bener kan?"


Regan kembali melihat ponselnya lagi, dan melihat foto yang sebelumnya dia lihat lalu dia menunjukkannya pada Adera. "Ini siapa ya? Jelek banget sumpah."


Adera membulatkan matanya melihat foto aibnya yaitu fotonya dengan wajah jelek seperti jamet diponsel Regan. Bagaimana Regan mendapatkan fotonya itu?


Buru-buru Adera mengambil ponsel Regan namun Regan terlebih dahulu menjauhkan ponselnya dari Adera sambil tertawa puas.


"Ahhh apus dong!" Rengek Adera, dia mencoba mengambil ponsel itu dari tangan Regan.


Regan tertawa kencang, dia puas sekali menjahili Adera seperti ini. "Gak mau, hahahaha."


"Regan mahhh! Mana ih, apus fotonya!" Rengek Adera.


"Gak mau." Tolak Regan.


Adera geram sendiri, kenapa sulit sekali mengambil ponsel itu dari tangan Regan padahal Regan masih tertiduran. Dia harus berpikir keras bagaimana cara mengambil ponsel Regan dari tangannya dan menghapus foto itu.


Satu ide gila terlintas diotak Adera. Tidak ada cara lain selain melakukannya. Demi menghapus foto itu, Adera akan rela melakukannya.


Adera mencoba mengambil ponsel itu lagi dan gagal. Dan akhirnya dia menekan dada Regan membuat Regan bingung dengan apa yang dilakukan Adera.


Dan kemudian dengan secepat kilat Adera mengecup bibir Regan seperti yang Regan lakukan padanya dilorong waktu itu. Dan itu tentu membuat Regan terkejut.


Berhasil! Adera berhasil mendapatkan ponsel Regan dengan segera dia menghapus foto jeleknya digaleri Regan. Setelah foto itu terhapus, Adera tertawa meledek.


Dia menunjukkan foto yang sudah ia hapus. "Fotonya udah gue hapus!!! Hahahaha!!!" Adera tertawa jahat.


Regan tidak menanggapinya, dia hanya terdiam masih terkejut dengan apa yang dilakukan Adera barusan. Dia bahkan hanya menyentuh bibirnya sendiri tanpa berkata apa-apa.


Mengingat apa yang barusan Adera lakukan, wajah Adera seketika merah padam. Dengan malunya, dia langsung menidurkan tubuhnya dan bersembuyi dibalik selimut. Dia sangat malu sekarang.


Sedangkan Regan, dia tersenyum. Adera-nya sekarang sudah berani nyosor duluan. Tapi, dia menyukainya.

__ADS_1


__ADS_2